GATRANEWS

Kasus GI PLN Akan ''Telan Banyak Korban''
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnws - Pembangunan Gardu Induk (GI) PLN di Unit Induk Pembangkit dan Jaringan Jawa...
Edi, @Triomacan200 Diduga Tidak Sendiri Lakukan Pemerasan
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa...
Jaksa Belum Temukan Keterlibatan Romy di Lampu Hama
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta M Adi Toegarisman menyatakan, pihaknya ...
Lima Tersangka Korupsi Lampu Hama Segera Disidangkan
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksan Tinggi DKI Jakarta melimpahkan berkas lima...
Kejati DKI Jebloskan Bos PT DPM ke Dalam Penjara
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menahan Anis...
Kejari Jakbar Tetapkan Kakanwil BPN Jabar Tersangka Korupsi
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) menetapkan Kepala...
SK Menkum HAM Peruncing Konfik PPP
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Budi Setiono, pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang,...
Berkas Tersangka Kasus Pelecehan JIS Sudah Lengkap
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyatakan bahwa berkas Ferdinand Tjiong (FT) dan...
Kapolda Sumsel Turunkan Tim Buru Penembak Kapolsek
Wednesday, 29 October 2014

Palembang, GATRAnews - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menurunkan tim untuk memburu pelaku...
Kuasa Hukum Bupati Karawang Benarkan KPK Sita Aset Kliennya
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Haryo B Wibowo, kuasa hukum Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya,...
Yasonna H Laoly Segera Selesaikan Masalah Lapas Kelebihan Kapasitas
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menegaskan bahwa masalah...
Rekam Jejak Yasonna H Laoly Pas dengan Kemenkum HAM
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta menilai, Yasonna H Laoly merupakan...
Menkum HAM Laoly Harus Antisipasi Terulangnya Fenomena UU MD3
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Andi Matalatta secara...
Andi Matalatta: Laoly Raih ''Angka Cantik''
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Andi Matalatta...
Laoly Segera Selesaikan Masalah Lapas Kelebihan Kapasitas
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menegaskan bahwa masalah...
Patrialis Optimis Laoly Akan Tegakkan Hukum
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Hakim Konstitusi Patrialis Akbar menyatakan optimis jika Menteri Hukum dan Hak...
Masih Dilacak, Aktor Intelektual di Balik Aksi Anarkis FPI
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Terkait aksi anarkis Front Pembela Islam (FPI) di Gedung DPRD DKI Jakarta...
Polisi Masih Buru Pembantu Bunuh Balita di Bintara
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Aparat Polres Kota Bekasi belum mendapati pembantu Satinah yang diduga sebagai...
Keberlangsungan Tim Pemburu Koruptor Tergantung Jokowi
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kelangsungan Tim Terpadu Pencari Terpidana, Tersangka, dan Aset Tindak Pidana...
Kejagung Akan Tanya Status Buronan Century ke Interpol
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Plt Jaksa Agung Andhi Nirwanto yang pernah menjabat Ketua Tim Terpadu Pencari...

Wakapsek Terduga Cabul Sudah Mengundurkan Diri

Jakarta, GATRAnews - Wakil Kepala Sekolah (Wakapsek) berinisial T yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap MA, siswi didiknya yang duduk di kelas XII sebuah SMU di Bilangan, Jakarta Timur Selasa (5/3) kemarin menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

 

Dalam pertanyaan, T dihujani puluhan pertanyaan terkait kasus yang menderanya. "Jam 12 malam selesainya. Diperiksa penyidik dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Ada Sekitar 20-an pertanyaan yang ditanya,"ujar kuasa hukum T,  Sahbudin Bailangu saat dihubungi wartawan, Rabu (6/3).

 

Namun, Sahbudin enggan menjelaskan lebih dalam pemeriksaan seputar identitas T dan juga permasalahan yang dituduhkan. T, tegasnya, seperti yang tertuang dalam BAP membantah melakukan hal yang dituduhkan kepadanya.Pihak kuasa hukum T menyerahkan tiga buah dokumen dan tidak mengajukan saksi dalam pembelaan tersebut.

 

Keterangan dari T ini yang digunakan kuasa hukumnya untuk membantah semua tuduhan. "Dokumen yang diserahkan berjumlah tiga berkas dan tidak mengajukan saksi. Karena ya memang kalau pak T tidak merasa bersalah untuk apa juga membela mati-matian. Kita bicara sesuai fakta saja," tegasnya.  

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, atas kasus yang menimpa kliennya tersebut, T sudah mengundurkan diri dari sekolahnya. "SK nya Jokowi itu kan bilang T dipecat, tapi SK yang dikeluarkan Kepsek menyatakan bahwa T mengundurkan diri. SK dari Kepsek itu keluar sebelum pernyataan dari Jokowi," ujarnya. (WFz)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?