GATRANEWS

Pengamat: Polisi Harus Teliti Tangani Perkara Penggelapan BISM
Sunday, 23 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menyarankan Polda Metro Jaya agar...
Ujian bagi Prasetyo: TransJakarta, BLBI, dan Kredit Mandiri
Sunday, 23 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Pergerakan Merah Putih (PMP) Indonesia, Ali Mahsun, meminta Jaksa...
Jaksa Agung Prasetyo Akan Buktikan Jokowi Tak Salah Pilih
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo akan membuktikan kepada sejumlah pihak yang meragukan...
Prasetyo Akan Cek Lagi Perkara Kredit Mandiri Rp 160 M
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan kembali mengecek kasus penyelewengan kredit Bank Mandiri...
Kejaksaan Agung Segera Bedah Kasus Pelanggaran HAM Berat
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengundang berbagai pihak untuk menyelesaikan berbagai...
Margarito Nilai Jokowi Sudah Tepat Pilih Prasetyo
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, menilai keputusan Presiden Joko...
Jaksa Agung Prasetyo Siap Tingkatkan Penegakan Hukum
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, peningkatakan penegakkan hukum akan...
Kasus Kredit Bank Mandiri Uji Intergitas Jaksa Agung Prasetyo
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kasus penyalahgunaan kredit Bank Mandiri sejumlah Rp 160 milyar akan langsung...
Jero Ditanyai Soal APBN-P
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Jero Wacik, mengaku...
Dirut PT Ifani Dewi Dijebloskan ke Tahanan
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menjebloskan Agus Sudiarso (AS),...
Yusril: Penunjukkan Prasetyo Tak Langgar UU
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menilai, keputusan Presiden Joko...
Abraham Nilai Jokowi Tak Tepat Tunjuk HM Prasetyo Jaksa Agung
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menilai penunjukan HM...
TNI-Polri Bentrok Lagi! Komnas HAM: Ada Masalah Yang Harus Diselesaikan
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Bentrokan antara oknum TNI-Polri di Batam kembali pecah malam tadi. Komnas...
Jero Bungkam Soal Anggota Komisi VII yang Terima Suap
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Men-ESDM) Jero Wacik tidak...
MPI Laporkan Keganjikan di PTPN VIII dan III ke KPK
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Perkebunan Indonesia (MPI) melaporkan dugaan adanya korupsi di...
Penyidik Ajukan 9 Pertanyaan Seputar Udar pada Bella Shofie
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik mengajukan sembilan pertanyaan kepada Bella Shofie, selebritas yang...
Sesdirjen Dukcapil Dijemput KPK
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput Sekretaris Direktur...
Artis Bella Shofie Diperiksa Terkait Kasus Udar Pristono
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa artis Bella Shofie sebagai...
Juniver: Jika Tak Cukup Bukti, Hentikan Kasus BISM
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Juniver Girsang, kuasa hukum dua direksi PT Bina Insan Sukses Mandiri (BISM),...
KPK Geledah Ditjen Dukcapil Kemendagri
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Direktorat...

Kanwil BRI Jaksel Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Emas

Jakarta, GATRAnews - Wakil Pimpinan Wilayah Bank Republik Indonesia Jakarta Selatan (Kanwil BRI Jaksel), Rahman Arif menjadi tersangka penggelapan investasi emas logam seberat 59 kilogram senilai Rp 30 miliar. Investasi emas itu diketahui milik seorang nasabah berinisial RD.Kepala Subdireltorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Ricky Hasnul mengatakan, tersangka saat ini belum bisa ditahan sebab masih menjalani perawatan dirumah sakit. "Tersangka RA masih sakit jantung dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit," jelas Ricky di Jakarta, Jumat (8/3). 

 

Tak hanya Rahman, ujar Ricky, beberapa staf di bank milik pemerintah tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka yakni Staf Keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan, Agus Mardianto dan Kepala Bagian Administrasi Kredit, Rotua Anastasya. "Tersangka Agus Mardianto dan Rotua Anastasya menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Ditreskrimum Polda Metro Jaya," singkatnya.

 

Kasus penggelapan emas investasi ini bermula saat seorang nasabah BRI menginvestasikan logam mulia seberat 59 kilogram dalam bentuk "safety box" namun saat nasabah berinisial RD tersebut berencana merubah jaminan dari fidusia menjadi gadai sehingga dilakukan pemeriksaan fisik terhadap logam mulia yang diinvestasikan bentuk fisik logam mulia sudah berubah (Palsu).

 

"Sedangkan kunci safety box berada di tangan Rotua Anastasya," singkat Ricky. Perubahan fisik emas diperkirakan terjadi kurun waktu Juli hingga September 2012. Para tersangka diduga menggelapkan logam mulia dan menyalahi prosedur perbankan sehingga tersangka dikenakan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. (WFz).

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?