GATRANEWS

KPK Berhak Usut Kasus Korupsi SDA
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mematahkan dalil tersangka Suryadharma Ali...
Harga BBM Tak Diserahkan ke Mekanisme Pasar
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar masing-masing...
Pemerintah Minta Dunia Otomotif Kembangkan Industri Komponen
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pemerintah meminta pelaku usaha...
Pembangunan Pabrik Smelter Antam di Mempawah Belum Jelas
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) menyatakan, rencana perusahaan untuk...
KPK: Putusan Praperadilan BG Bukan Yurispudensi
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Tersangka Suryadharma Ali tidak bisa menjadikan putusan praperadilan Hakim...
Antam Rugi Rp 775,17 Milyar di 2014
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang Tbk menderita rugi bersih sebesar Rp775,17 milyar di kinerja...
Penetapan Tersangka Bukan Materi Praperadilan
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chatarina M Girsang,...
KPK: Klaim Soal Kasus Politis ''Lagu Lama''
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, tidak ada kaitannya antara...
KPK: SDA Tak Akui Kekurangan Penyelenggaraan Haji
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Chatarina M Girsang menilai, pengantar permohonan praperadilan mantan Menteri...
SDA: KPK Tak Punya Alat Bukti Permulaan
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Suryadharma Ali (SDA) menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
Wah, Ada 23 Perusahaan Berminat Bangun Pabrik Gula Baru
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa sudah ada 23 perusahaan yang...
Polisi Temukan Tulisan Kegundahan Mahasiswa UI yang Tewas di Danau
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab kematian Akseyna Ahad Dori,...
Ahok Petakan Dukungan DPRD Lewat Musrenbang
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengirimkan undangan kepada 106...
Hasil Kajian Gas Selesai Minggu Ini
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Hasil kajian mengenai gas untuk industri di dalam negeri oleh Kemenko...
Investor Kini Bisa Tarik Dana RDN Lewat ATM
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Perluasan kerja sama Co-Branding Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan...
Johnson: Pegawai KPK Nikmati Kuota Haji
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Johnson Panjaitan, kuasa hukum tersangka Suryadharma Ali (SDA) menyebutkan ada...
SDA Harap Hakim Tati Tiru Langkah Sarpin
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum tersangka Suryadharma Ali (SDA) mengharapkan Hakim tunggal...
Polda Metro Didesak Usut Kepsek SMAN 3 Setiabudi
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Subdit Remaja, Anak dan Wanita Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda...
DKI Tidak Memberikan Bantuan Hukum Tersangka Korupsi UPS
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memberikan bantuan...
Lippo Cikarang Bukukan Laba Bersih Rp 884 Milyar
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Lippo Cikarang Tbk pada 2014 membukukan laba bersih mencapai Rp844 milyar...
Error
  • There was a problem loading image Elpiji_3KG_ANTARA_Eric%20Ireng.jpg

Kanwil BRI Jaksel Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Emas

Jakarta, GATRAnews - Wakil Pimpinan Wilayah Bank Republik Indonesia Jakarta Selatan (Kanwil BRI Jaksel), Rahman Arif menjadi tersangka penggelapan investasi emas logam seberat 59 kilogram senilai Rp 30 miliar. Investasi emas itu diketahui milik seorang nasabah berinisial RD.Kepala Subdireltorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Ricky Hasnul mengatakan, tersangka saat ini belum bisa ditahan sebab masih menjalani perawatan dirumah sakit. "Tersangka RA masih sakit jantung dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit," jelas Ricky di Jakarta, Jumat (8/3). 

 

Tak hanya Rahman, ujar Ricky, beberapa staf di bank milik pemerintah tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka yakni Staf Keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan, Agus Mardianto dan Kepala Bagian Administrasi Kredit, Rotua Anastasya. "Tersangka Agus Mardianto dan Rotua Anastasya menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Ditreskrimum Polda Metro Jaya," singkatnya.

 

Kasus penggelapan emas investasi ini bermula saat seorang nasabah BRI menginvestasikan logam mulia seberat 59 kilogram dalam bentuk "safety box" namun saat nasabah berinisial RD tersebut berencana merubah jaminan dari fidusia menjadi gadai sehingga dilakukan pemeriksaan fisik terhadap logam mulia yang diinvestasikan bentuk fisik logam mulia sudah berubah (Palsu).

 

"Sedangkan kunci safety box berada di tangan Rotua Anastasya," singkat Ricky. Perubahan fisik emas diperkirakan terjadi kurun waktu Juli hingga September 2012. Para tersangka diduga menggelapkan logam mulia dan menyalahi prosedur perbankan sehingga tersangka dikenakan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. (WFz).

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?