GATRANEWS

KPK Kini Leluasa Periksa Boediono Terkait Korupsi Century
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan lebih mudah memanggil dan...
KPK Dalami Surat Annas kepada Menhut Zulkfli
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami surat permohonan revisi SK...
KPK Terus Dalami Dugaan Kasus Setya Novanto
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami indikasi dugaan...
KPK Selidiki Keterangan Annas Soal Zulkifli Hasan
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus korupsi pengajuan...
Annas: Zulkifli Hasan Rekomendasikan Perubahan Fungsi Hutan
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Annas Maamun, Gunernur Riau yang menjadi tersangka kasus korupsi alih fungsi...
Johan Budi Dilantik Jadi Deputi Pencegahan KPK
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Johan Budi resmi menduduki jabatan barunya sebagai Deputi Pencegahan Komisi...
Airin Hormati Proses Hukum Kasus Keluarganya
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Dyani mengaku menghormati proses...
Ahmad Yani: Busyro Bisa Saja Dipilih Kembali
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani mengatakan, Komisi III DPR RI bisa...
Kasus Kejahatan Menggunakan Senpi Meningkat
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Angka kejahatan di kota-kota besar rupanya semakin meningkat. Jika dulu pelaku...
Kasus Korupsi Bus TJ, Lima Pejabat Diperiksa
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa lima pejabat Pemerintah...
Direktur NKMU Ditanyai Soal Bagi-bagi Paket Proyek Puskesmas
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menanyai Direktur PT Nata...
Saksi Ditanya Soal Surat Mutu Bibit Kopi Seindonesia
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Suryo Wardani, mantan Kepala...
Saksi: Kemenhut Terima Usulan Annas Maamun
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyhud, Direktur Perencanaan Kawasan Hutan Direktorat Jendral Planologi...
Jaksa Minta Majelis Lanjutkan Perkara Korupsi Putra Menkop
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyanggah semua eksepsi...
LPSK Lakukan Pemulihan Psikologis Korban Perkosaan
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan pemulihan psikologis...
BW: Tudingan Bonaran Fitnah
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Bambang Widjojanto (BW) menilai, tudingan Raja Bonaran Situmeang yang...
BW Siap Ladeni Bonaran Yang Laporkan Dirinya ke KPK
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW)...
Pejabat PU Sumsel Diperiksa Terkait Kasus Wisma Atlet
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Aminuddin, Kepala Unit Pengelola...
Menpora Lepas Atlet Difabel ke Incheon
Thursday, 16 October 2014

Tangerang, GATRAnews – Hari Selasa (14/10) malam Menpora Roy Suryo didampingi Deputi V Kemenpora...
Usut Korupsi Alkes Banten, KPK Periksa Zulkifli
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Zulkifli untuk...

Kanwil BRI Jaksel Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Emas

Jakarta, GATRAnews - Wakil Pimpinan Wilayah Bank Republik Indonesia Jakarta Selatan (Kanwil BRI Jaksel), Rahman Arif menjadi tersangka penggelapan investasi emas logam seberat 59 kilogram senilai Rp 30 miliar. Investasi emas itu diketahui milik seorang nasabah berinisial RD.Kepala Subdireltorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Ricky Hasnul mengatakan, tersangka saat ini belum bisa ditahan sebab masih menjalani perawatan dirumah sakit. "Tersangka RA masih sakit jantung dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit," jelas Ricky di Jakarta, Jumat (8/3). 

 

Tak hanya Rahman, ujar Ricky, beberapa staf di bank milik pemerintah tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka yakni Staf Keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan, Agus Mardianto dan Kepala Bagian Administrasi Kredit, Rotua Anastasya. "Tersangka Agus Mardianto dan Rotua Anastasya menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Ditreskrimum Polda Metro Jaya," singkatnya.

 

Kasus penggelapan emas investasi ini bermula saat seorang nasabah BRI menginvestasikan logam mulia seberat 59 kilogram dalam bentuk "safety box" namun saat nasabah berinisial RD tersebut berencana merubah jaminan dari fidusia menjadi gadai sehingga dilakukan pemeriksaan fisik terhadap logam mulia yang diinvestasikan bentuk fisik logam mulia sudah berubah (Palsu).

 

"Sedangkan kunci safety box berada di tangan Rotua Anastasya," singkat Ricky. Perubahan fisik emas diperkirakan terjadi kurun waktu Juli hingga September 2012. Para tersangka diduga menggelapkan logam mulia dan menyalahi prosedur perbankan sehingga tersangka dikenakan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. (WFz).

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?