GATRANEWS

Tamu Hotel Tak Bayar Laporkan ke Polisi
Thursday, 17 April 2014

Denpasar, GATRAnews - Petugas satpam Hotel LV8 di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, melaporkan empat...
Terdakwa Korupsi PLN Dijamin Uang Negara
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ermawan Arif Budiman (EAB), mantan Kepala Sektor PT PLN Belawan sedikit bisa...
Orangtua Korban Kekerasan Seksual Anak Bakal Gugat JIS
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Orang tua korban kekerasan seksual TPW berencana menggugat pihak pengelola...
Kemungkinan Motif Dendam Pembunuhan di Soreang
Thursday, 17 April 2014

Bandung, GATRAnews - Penyidik kepolisian mencurigai kasus pembunuhan kakak beradik dan pembantunya...
PAM Obvit Polda Metro Periksa Keamanan JIS
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Petugas Pengamanan Obyek Vital (PAM Obvit) Polda Metro Jaya memeriksa sistem...
Hendra: Riefan Harus Jadi Tersangka
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Hendra Saputra, "Direktur" PT Imaji Media, usai menjalani sidang dakwaan kasus...
Anak Syarief Hasan Angkat Pesuruh Jadi Direktur
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Reifan Afrian, putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM)...
Putra Syarief Hasan ''di Ujung Tanduk''
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, di Jakarta, Kamis (17/4), menggelar sidang...
Putra Syarief Hasan Bakal Jadi Tersangka?
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Riefan Avran, putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief...
Polisi Selidiki Pemilik 300 Batang Kayu Gelam
Wednesday, 16 April 2014

Muntok, GATRAnews- Polisi Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung masih melakukan...
Mayat Dalam Karung Cianjur-Garut Diduga Sama
Wednesday, 16 April 2014

Bandung, GATRAnews - Kepolisian Daerah Jawa Barat menduga penemuan mayat di dalam karung di wilayah...
Mantan Ketum PAN Jual Rumah pada Wawan Rp 1,8 M
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir mengakui...
Keterlibatan WN Malaysia Terkait Peredaran Narkoba
Wednesday, 16 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Kepolisian Daerah Riau mendalami keterlibatan CKS dan YKC, keduanya Warga...
Setelah Pelecehan, JIS Pasang CCTV Dekat Toilet
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengelola Jakarta Internasional School (JIS) Jakarta kini memasang kamera...
MAKI Desak Kapolri Selidiki Lelang TNKB
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Kapolri Jenderal Polisi...
MAKI Surati Kapolri Soal Ketidakberesan Pengadaan TNKB
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) melayangkan surat pengaduan kepada...
Penyidik Kejangung Sita Mobil Mewah dari Rumah PNS KY
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menyita satu mobil mewah, Moris (Mini...
Pengacara: Atut Bakal Ungkap Pemberian "Mahar" Rp 1,2 M ke Rano Karno
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - TB Sukatma, kuasa hukum Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, mengatakan bahwa...
Arief Taufiqurahman Sebut Soal ''Dana Pengamanan'' Rp 2 M untuk KPK
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - M Arief Taufiqurahman, mantan Manajer Pemasaran PT Adhi Karya, dalam...
Polisi Periksa Psikologis Tersangka Kekerasan Seksual
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa kejiwaan atau psikologis dan...

Kanwil BRI Jaksel Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Emas

Jakarta, GATRAnews - Wakil Pimpinan Wilayah Bank Republik Indonesia Jakarta Selatan (Kanwil BRI Jaksel), Rahman Arif menjadi tersangka penggelapan investasi emas logam seberat 59 kilogram senilai Rp 30 miliar. Investasi emas itu diketahui milik seorang nasabah berinisial RD.Kepala Subdireltorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Ricky Hasnul mengatakan, tersangka saat ini belum bisa ditahan sebab masih menjalani perawatan dirumah sakit. "Tersangka RA masih sakit jantung dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit," jelas Ricky di Jakarta, Jumat (8/3). 

 

Tak hanya Rahman, ujar Ricky, beberapa staf di bank milik pemerintah tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka yakni Staf Keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan, Agus Mardianto dan Kepala Bagian Administrasi Kredit, Rotua Anastasya. "Tersangka Agus Mardianto dan Rotua Anastasya menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Ditreskrimum Polda Metro Jaya," singkatnya.

 

Kasus penggelapan emas investasi ini bermula saat seorang nasabah BRI menginvestasikan logam mulia seberat 59 kilogram dalam bentuk "safety box" namun saat nasabah berinisial RD tersebut berencana merubah jaminan dari fidusia menjadi gadai sehingga dilakukan pemeriksaan fisik terhadap logam mulia yang diinvestasikan bentuk fisik logam mulia sudah berubah (Palsu).

 

"Sedangkan kunci safety box berada di tangan Rotua Anastasya," singkat Ricky. Perubahan fisik emas diperkirakan terjadi kurun waktu Juli hingga September 2012. Para tersangka diduga menggelapkan logam mulia dan menyalahi prosedur perbankan sehingga tersangka dikenakan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. (WFz).

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?