GATRANEWS

Polres Jakarta Barat Amankan 360 Preman
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Polres Metro Jakarta Barat mengamankan ratusan preman saat menggelar Operasi...
Pengemudi Maut di Pondok Indah, Negatif Gunakan Narkotika
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Polres Jakarta Selatan mengeluarkan rilis resmi terkait hasil cek urine...
Sabir: Kenapa Polisi Tak Secepat Tangani BW?
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sabir Saad, warga Makassar, Sulawesi Selatan, mempertanyakan kinerja Polri...
Tiga Belas Catatan Merah DPRD untuk Ahok
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta akhirnya mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja...
Resmob Polda Metro Jaya Ringkus Bandit Modus 'Pecah Kaca'
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Subdit Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya...
Pemerintah Harus ''Tancap Gas'' Wujudkan Program 1 Juta Rumah
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menurunkan suku bunga Fasilitas...
Komnas HAM Juga Selidiki Dugaan Kriminalisasi 3 Pimpinan KPK
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah membentuk tim penyelidikan...
Indonesia Masih Miliki Kendala untuk Tarik Investor
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia masih memiliki beberapa kendala menarik pemodal alias investor dari...
Praperadilankan KPK, BG Dikawal 50 Pengacara
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum tersangka Komjen Pol Budi Gunawan, Fredrich Yunadi, memperkirakan,...
Gara-gara Tangkap Bambang Widjojanto, Polri Diduga Lakukan Pelanggaran HAM
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mendatangi...
Jakarta Pede Hadapi Banjir Besar Awal Februari
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Hujan dengan intensitas tinggi dan air pasang diperkirakan menghampiri Jakarta...
Akhirnya DPRD Sahkan APBD 2015
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah cukup lama molor, DPRD DKI Jakarta dijadwalkan akan mengesahkan...
Harga Minyak Kembali Sentuh US$ 45 per barel
Tuesday, 27 January 2015

New York, GATRANews - Harga minyak jatuh ke posisi terendah enam tahun di perdagangan New York pada...
Johan: Banyak Yang Ngaku-ngaku KPK
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai siapa pun yang ingin...
Johan: Jangan Minta KPK Menyerang Balik
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menegakkan hukum atas dasar serangan...
Kejagung Siapkan 6 Jaksa Senior untuk Perkara BW
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung menyiapkan enam jaksa senior untuk menangani perkara tersangka...
KPK Berikan Pendampingan Hukum Kepada BW
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memberikan pendampingan hukum terhadap...
Pimpinan KPK Tolak BW Mundur
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Semua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat menolak permohonan...
Lima Pabrik Gula Kapasitas 270.000 Ton Dibangun di Sultra‏
Monday, 26 January 2015

Kendari, GATRAnews - Sebanyak lima investor akan membangun masing-masing satu pabrik gula di...
Kinerja Dishub Lambat, SK Penurunan Tarif Belum Diteken Ahok
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Surat keputusan (SK) penurunan tarif angkutan umum di Jakarta sebesar Rp 500...
Error
  • There was a problem loading image Johan2-KPK%20(2)-Adi.jpg

Kanwil BRI Jaksel Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Emas

Jakarta, GATRAnews - Wakil Pimpinan Wilayah Bank Republik Indonesia Jakarta Selatan (Kanwil BRI Jaksel), Rahman Arif menjadi tersangka penggelapan investasi emas logam seberat 59 kilogram senilai Rp 30 miliar. Investasi emas itu diketahui milik seorang nasabah berinisial RD.Kepala Subdireltorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Ricky Hasnul mengatakan, tersangka saat ini belum bisa ditahan sebab masih menjalani perawatan dirumah sakit. "Tersangka RA masih sakit jantung dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit," jelas Ricky di Jakarta, Jumat (8/3). 

 

Tak hanya Rahman, ujar Ricky, beberapa staf di bank milik pemerintah tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka yakni Staf Keuangan Kanwil BRI Jakarta Selatan, Agus Mardianto dan Kepala Bagian Administrasi Kredit, Rotua Anastasya. "Tersangka Agus Mardianto dan Rotua Anastasya menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Ditreskrimum Polda Metro Jaya," singkatnya.

 

Kasus penggelapan emas investasi ini bermula saat seorang nasabah BRI menginvestasikan logam mulia seberat 59 kilogram dalam bentuk "safety box" namun saat nasabah berinisial RD tersebut berencana merubah jaminan dari fidusia menjadi gadai sehingga dilakukan pemeriksaan fisik terhadap logam mulia yang diinvestasikan bentuk fisik logam mulia sudah berubah (Palsu).

 

"Sedangkan kunci safety box berada di tangan Rotua Anastasya," singkat Ricky. Perubahan fisik emas diperkirakan terjadi kurun waktu Juli hingga September 2012. Para tersangka diduga menggelapkan logam mulia dan menyalahi prosedur perbankan sehingga tersangka dikenakan Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. (WFz).

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?