GATRANEWS

Romli: Sebaiknya Jaksa Agung dari Intern Kejaksaan
Thursday, 26 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Guru besar Unpad Bamdimg Romli Atmasasmita dan guru besar UGM Yogyakarta...
Pakar: Isu Narkoba Kalah Seksi Dengan Korupsi
Wednesday, 12 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita berpendapat isu narkoba...
AAG Agunkan Aset ke Credit Suisse, Dinilai Bermasalah
Thursday, 09 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Adanya sejumlah aset Asian Agri Grup yang diagunkan sebesar US$ 125 juta pada...
Romli Atmasasmita: Putusan AAG Harus Dieksekusi
Thursday, 09 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Romli Atmasasmita...
RUU Advokat Rugikan Masyarakat Pencari Keadilan
Thursday, 04 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jakarta Timur, Rivai...
Guru Besar Unpad: RUU Advokat Bersifat Sumir
Thursday, 04 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Rancangan Undang-undang (RUU) Advokat yang diajukan untuk menggantikan...
Luhut: RUU Advokat, "RUU Siluman"
Wednesday, 03 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Kehormatan DPP Ikadin Luhut Pangaribuan menilai Rancangan...
Ikadin: RUU Advokat Pesanan Oknum
Wednesday, 03 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Kehormatan DPP Ikadin, Luhut Pangaribuan, menilai, DPR tidak boleh...
Romli: Birokrat Belum Bisa Dijadikan Contoh
Tuesday, 19 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI), Romli Atmasasmita, menilai,...
Error
  • There was a problem loading image rdp%20advokat.jpg

Romli: RUU Advokat Itu Naskah RUU Perubahan

 

 

 

 

 

 

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Pidana dan Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Romli Atmasasmita menilai, Rancangan Undang-Undang (RUU) Advokat harusnya disebut Naskah RUU Perubahan atas UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

 

"Saya berkesimpulan, sepatutnya naskah RUU (Advokat, Red.) ini bukan RUU Advokat, tapi Naskah RUU Perubahan UU Advokat," tegas Prof Romli, dalam seminar “Revisi Undang-Undang Advokat, Suatu Kemajuan ataukah Kemunduran?", di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (3/4).

 

Menurutnya, naskah tersebut lebih pantas dinamai Naskah RUU Perubahan UU Advokat, karena perubahan dalam RUU tersebut tidak lebih dari setengah dari keseluruhan ketentuan, yakni sebanyak 31 pasal di luar ketentuan penutup dan ketentuan peralihan.

 

Kemudian, katanya, berdasarkan penjelasan RUU Advokat pada halaman 2 dan 3 dinyatakan, bahwa RUU Advokat merupakan upaya menyikapi perkembangan pelaksanaan UU Advokat No 18 tahun 2003, baik melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) baik dalam praktik pelaksanaannya.

 

Romli memaparkan, sejak berlakukanya UU Advokat pada tahun 2003, telah terjadi 9 kali permohonan uji materil terhadap UU ini. Dari 9 permohonan, MK hanya mengabulkan 2 permohonan pemohon.

 

Kedua permohonan yang dikabulkan tersebut, jelasnya, pertama; ketentuan Pasal 31 yang mengatur ancaman pidana terhadap setiap orang yang menjalankan profesi advokat tetapi yang bersangkutan bukan advokat.

 

"Kedua, mengenai Pasal 4 ayat (1) tentang Sumpah. Selain perkembangan tersebut, dalam penjelasan dinyatakan, perlu ada peruhan baru dalam RUU Advokat yang meliputi 14 item, sebagaimana tercantum dalam halaman 5 sampai 6," paparnya.

 

Selain itu, lanjut Romli, dalam perkembangan advokasi, baik yang bersifat litigasi dan non litigasi, terbukti praktik litgasi lebih mengemuka dan menyentuh perasaan keadilan masyarakat luas, sehingga sepatutnya naskah RUU Advokat fokus pada praktik litigasi daripada non litigasi. (IS)

 

 

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?