GATRANEWS

Kemendes PDTT Terus Berupaya Wujudkan Nawa Cita
Sunday, 19 April 2015

Aceh, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar...
Amankan KAA, Polda Jabar Razia Kos-kosan
Sunday, 19 April 2015

Cianjur, GATRAnews - Polda Jawa Barat menggelar razia kos-kosan, menjelang pelaksanaan Konfrensi...
Rekonstruksi Pembunuhan Deudeuh Usai KAA
Sunday, 19 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Polda Metro Jaya akan melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Deudeuh...
PT Wika: Pasar Apartemen di Kelas Menengah Cukup Besar
Sunday, 19 April 2015

Karawang, GATRAnews - Pangsa pasar profesional yang bekerja di kawasan perindustrian di Karawang,...
Telkom Raup Laba Rp 14,6 Triliun Sepanjang 2014‏
Sunday, 19 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatatkan laba bersih...
Menperin Apresiasi AIPGI Serap Garam Lokal
Sunday, 19 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin memberikan apresiasi kepada Asosiasi...
Anggaran Energi Terbarukan 2016, Meningkat 10 Kali Lipat
Sunday, 19 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Energi Baru Terbarukan digadang-gadang sebagai energi masa depan bangsa...
PGN Tuntaskan Pembelian Saham Muara Bakau
Sunday, 19 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, melalui anak perusahaan PT Saka Energi...
Densus 88 Tangkap Seorang Teroris di NTT
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Polri menangkap Syarif, tersangka kasus...
Satgassus Kejagung Studi Banding ke FBI
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengirim 10 orang dari Satuan Tugas Khusus...
Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Gunakan Bahan Baku Lokal
Saturday, 18 April 2015

Gresik, GATRAnews - Industri makanan dan minuman nasional menikmati pertumbuhan karena ditopang...
Kejagung Tangkap Koruptor di Kantor Pelni
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Syaid Denny Khomaini bin...
Subsidi BBM dan Impor Beras Distop, Jokowi Siap Tak Populer
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, akan mempertahankan kebijakan...
Simpanan LPS Tercatat Meningkat Rp 53.503 Miliar‏
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) merilis data mengenai pertumbuhan total...
LDR Longgar, BI Optimis Kredit UMKM Melonjak Tahun Ini‏
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah menyatakan, pihaknya masih...
Tamansari Mahogany Apartemen Bidik Kaum Profesional di Karawang
Saturday, 18 April 2015

Karawang, GATRAnews - Pengembang kini melirik koridor kawasan timur Jakarta seperti Cikarang,...
Pelni Perluas Kesempatan Masyarakat Rasakan Eksotisme Wisata Bahari Indonesia
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan Indonesia memiliki garis pantai...
BI Perkirakan Pertumbuhan Kredit Kuartal I Lebih Rendah dari Target‏
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan selama kuartal I...
KPK Berharap Badrodin Tingkatkan Sinergi Pemberantasan Korupsi
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Kapolri Jenderal Pol Badrodin...
Jaksa Agung Perintahkan Semua Pegawai Lakukan Tes Urin
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo telah mengirimkan surat ke seluruh Kejaksaan Tinggi...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?