GATRANEWS

Polresta Surakarta Tangkap Komplotan Pencuri Rumah Kosong
Friday, 01 August 2014

Solo, GATRAnews - Kepolisian Resor Kota Surakarta menangkap komplotan pencuri spesialis rumah...
Antisipasi Kriminalitas, Stasiun Gambir Siagakan 3 Anjing Pelacak
Friday, 01 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Aparat keamanan di Stasiun Kereta Api Gambir Jakarta menyiagakan tiga ekor...
Polres Pasaman Barat Tangkap Pengedar, Sita BB 5 Kg Ganja
Friday, 01 August 2014

Simpang Ampek, GATRAnews - Aparat Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat, berhasil menangkap Huddin...
Polisi Tangkap Dua Pembakar Lahan di Bengkalis
Friday, 01 August 2014

Pekanbaru,GATRAnews- Aparat Kepolisian Sektor Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau,...
Petugas Bongkar Makam Ketua DPRD Karawang
Thursday, 31 July 2014

Karawang, GATRAnews - Polres Karawang membongkar makam Ketua DPRD Kabupaten Karawang Tono Bahtiar,...
Alhamdulillah, Hingga H+2 Kampung Rambutan Bebas Tindak Kriminal
Thursday, 31 July 2014

Jakarta,GATRAnews- Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, hingga dua hari setelah (H+2) Lebaran bebas...
Pengamat: Jokowi-JK Jangan Remehkan Gugatan Prabowo ke MK
Thursday, 31 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk tidak menganggap remeh...
Sebanyak 300 Personil Polri dan TNI Antisipasi Bentrok Antar-Kampung
Thursday, 31 July 2014

Kalianda, GATRAnews - Tak kurang dari 300 personil Polri dari Kepolisian Resor Lampung Selatan,...
Jenazah Bripda Zulkifli Dievakuasi ke Jayapura
Tuesday, 29 July 2014

Jayapura, GATRAnews - Jenazah Bripda Zulkufli, anggota Polres Tiom, Selasa (29/7) pagi, dijadwalkan...
Sebanyak 55 Ribu Napi Terima Remisi Lebaran, 820 Orang Langsung Bebas
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 55.884 orang narapidana (napi) mendapat remisi Hari Raya Idul Fitri...
Nazaruddin Tak Dapat Remisi Lebaran
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, yang terjerat...
Tahanan KPK Tidak Shalat Ied
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak untuk melaksanakan...
BTN Menangi Gugatan di PTUN, BI Siap Banding
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gugatan mantan direksi PT Bank Tabungan Negara (BTN), Saut Pardede, di...
Jenguk Andi Mallatrangeng Keluarga Kenakan Baju Putih
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews- Keluarga Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng kompak...
Berkat PBH Peradi, Sahroni Bisa Berlebaran Bersama Keluarga
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengurus Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi)...
Polresta Bogor Prioritaskan Pengamanan Rumah Kosong
Sunday, 27 July 2014

Bogor, GATRAnews - Kepolisian Resor Bogor Kota memprioritaskan pengawasan terhadap rumah warga yang...
Angkasa Pura Dukung Pemberantasan Premanisme di Bandara
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Angkasa Pura (AP) II mendukung pemberantasan premanisme di bandar udara...
KPK: Mafia TKI Bandara Soekarno-Hatta Raup Rp 325 Milyar per Tahun
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalir, oknum Badan Nasional...
KPK Temukan Indikasi Korupsi Mafia TKI di Bandara Soekarno-Hatta
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejak 2006, telah menaruh perhatian dan...
Pengamat: Koruptor Tak Layak Dapat Remisi Tiap Lebaran
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM)...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?