GATRANEWS

Pendiri Demokrat Ditanyai Seputar Utang Sutan Bhatoegana
Saturday, 29 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ventje Rumangkang, pendiri Partai Demokrat, mengatakan bahwa penyidik Komisi...
Polri Proses Permohonan Pengunduran Diri 15 Penyidik KPK
Saturday, 29 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Polri tengah memproses permohonan pengunduran diri 15 anggotanya yang menjadi...
Sadis, Ibu Tiri Aniaya Batita Hingga Tewas
Friday, 28 November 2014

Purworejo, GATRAnews - Satrio Mulyo Raharjo, anak batita (bawah usia tiga tahun) yang berusia 2...
Penyidik Sita Empat Mobil Terkait Korupsi Puskesmas Tangsel
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menyita empat mobil, dua di antaranya...
Pemerintah Harus Transparan Soal Pembelian Minyak Senangol
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah menjelaskan...
Kejaksaan Pastikan Terpidana Mati Ada di Tahanan
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung tengah mengecek keberadaan lima terpidana mati yang hendak...
Sebanyak Dua WNA Masuk Daftar Eksekusi Mati
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Dua warga negara asing (WNA) masuk dalam daftar lima terpidana mati yang akan...
Kejaksaan Cari Lokasi untuk Eksekusi Lima Terpidana Mati
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung tengah mencari lokasi untuk mengeksekusi 5 terpidana mati...
Perawat Tewas di Depan Anaknya Tenggak Cairan Pembersih Lantai
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Nasib tragis menimpa Inarotul Uyun, 25 tahun. Ibu satu anak itu ditemukan tewas...
Duh, Niat Bantu Teman, Pemuda 17 Tahun Malah Diclurit
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews-M. Anwar, pemuda berusia 17 tahun terkapar disambet clurit oleh Dicky Febrianto,...
Hati-Hati Membeli Mobil Bekas
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Mobilisasi yang tinggi, kebutuhan pekerjaan dan kurang memadainya...
Uang Pengganti Indosat Rp 1,3 T Dieksekusi Ala Asian Agri
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengeksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) yang mewajibkan...
Kejagung Selidiki Keterlibatan Mantan Dirut PT Pos
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung masih menyelidiki ada tidaknya peran...
Basrief Minta Prasetyo Tegas untuk Kembalikan Kepercayaan Publik
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Jaksa Agung Basrief Arief mengharapkan Jaksa Agung Prasetyo bersikap...
Kasus Kapal Penyeberangan, Kamaru Masuk Tahanan
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamaru Zaman Budyanto (KZ), Kepala Seksi Sarana Prasarana Unit Pengelola...
Kejari Jaksel Diperintahkan Eksekusi Uang Pengganti Rp 100 M dari Chevron
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono telah memerintahkan kepala...
Pukat UGM Minta Kasus Yang Diduga Libatkan Surya Paloh Diambil Alih KPK
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gajah Mada (Pukat UGM) meminta Komisi...
Jampidsus Enggan Bahas Soal Perempuan di Kasus Udar
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono enggan menjawab pertanyaan...
Kejagung Akan Eksekusi 5 Terpidana Mati
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengeksekusi lima terpidana mati dari berbagai kasus....
Kejagung Sita Rumah Udar di Bogor
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik Udar...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?