GATRANEWS

Ketua MPR: Negara Lain Harus Belajar Toleransi ke Indonesia
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan...
Topeng dan Poster ''#Kami Melawan Untuk Novel''
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah pendukung Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan...
Mahyudin: Ada UU Dibuat Sesuai Selera Politik
Friday, 29 May 2015

GATRAnews - Wakil Ketua MPR Mahyudin mengungkapkan proses pembuatan undang-undang sering mengikuti...
Wakil Ketua MPR RI: Demokrasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Friday, 29 May 2015

GATRAnews - Seminar Nasional yang diadakan pada hari Kamis 28 Mei 2015 di Hotel Bidakara Jakarta,...
Ahok: PKL Monas Sudah Main Politik
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut pedagang kaki lima (PKL)...
Transjakarta Sediakan Rute Khusus Monas-Jakarta Fair
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pameran multiproduk Jakarta Fair 2015 Kemayoran akan resmi dibukan Jumat...
Wali Kota Jakarta Pusat Diperiksa Bareskrim Terkait UPS
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pejabat DKI Jakarta diperiksa Badan Reserse Kriminal Mabes Polri terkait kasus...
Novel Bacakan Sendiri Permohonan Praperadilannya
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, membacakan...
SMF Kucurkan Rp 1,5 Triliun Dukung Program 1 Juta Rumah
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) bekerja sama dengan PT Bank...
10 WNI Pekerja Kasino Masih Ditahan di Kamboja
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - 10 warga Indonesia (WNI) sedang menjalani proses hukum di Kamboja. Mereka...
Polri Klaim Penyidikan Kasus Novel Sudah Sesuai Porsedur
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Polri mengklaim sudah memenuhi prosedur hukum yang berlaku dalam menyidik...
Denty Sodorkan Bukti Penambahan Gelar Doktor Anggota DPR
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Mantan staf anggota DPR Frans Agung Mula Putra, Denty Noviany Sari telah...
Setelah Mangkir, Akhirnya Polri Hadapi Praperadilan Novel
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah mangkir pada Senin kemarin, akhirnya Polri menyatakan siap menghadapi...
Pertamina, Pelindo II, dan ASDP Layani BBM untuk Kapal
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) menandatangani kesepakatan bersama dengan PT Pelabuhan...
Pertamina, Pelindo II, dan ASDP Layani BBM untuk Kapal
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) menandatangani kesepakatan bersama dengan PT Pelabuhan...
KemenESDM: Energi Terbarukan, Energi Utama Masa Depan
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian ESDM menyatakan optimis, penggunaan energi terbarukan (EBT)...
KemenESDM: Energi Terbarukan, Energi Utama Masa Depan
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian ESDM menyatakan optimis, penggunaan energi terbarukan (EBT)...
Jelang Ramadhan, Bata Targetkan Jual 3,5 Juta Sepatu
Thursday, 28 May 2015

Purwakarta, GATRAnews - Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2015, PT Sepatu Bata Tbk (Bata)...
Dua Hari Operasi, Polda Metro Tilang 11.689 Pengemudi
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya mulai melakukan giat Operasi Patuh Jaya. Dalam...
Jual Beli Ijazah, Polisi Mulai Sasar Universitas
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya akan menyasar universitas yang mengeluarkan ijazah, namun...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?