GATRANEWS

Ketua MPR Hadiri Pembukaan Muktamar NU
Saturday, 01 August 2015

Jombang, GATRAnews - Malam minggu, 1 Agustus 2015, jalan menuju aloon-aloon Jombang, Jawa Timur,...
Zulkifli Hasan: Saya tidak Setuju Calon Boneka
Saturday, 01 August 2015

Surabaya, GATRAnews - Zulkifli Hasan menyatakan bahwa bangsa ini di tahun 2015 menyelenggarakan...
Radikalisme Bertentangan Dengan Gerakan Muhammadiyah
Saturday, 01 August 2015

Surabaya, GATRAnews - Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Ustad Dicky, di hadapan para pemuda dan...
Humas Setjen MPR All Out Persiapkan Sidang Tahunan MPR 2015
Saturday, 01 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Sekitar dua minggu lagi, akan diselenggarakan Sidang Tahunan MPR Tahun 2015....
Partogi Resmi Ditahan di Polda Metro Jaya
Saturday, 01 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Polda Metro Jaya resmi menahan Partogi Pangaribuan 1x24 jam setelah menjalani...
Kejagung Tahan Seorang Tersangka Korupsi Alat Kontrasepsi
Saturday, 01 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menahan Kepala Cabang Jakarta I PT...
Kejagung Harap PN Jaksel Tolak Praperadilan Dahlan
Saturday, 01 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengharapkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan...
Saan Laporkan Harta Kekayaannya ke KPK Tanpa Restu Demokrat
Saturday, 01 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Parati Demokrat Saan Mustofa tetap...
Kuasa Hukum OC Kesal Ditanya Wartawan Soal Pertemuan Gerry dan Fuad
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Johnson Panjaitan, salah seorang kuasa hukum tersangka Otto Cornelis Kaligis...
Kuasa Hukum Tuding KPK Periksa OC Kaligis Secara Diam-diam
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum tersangka Otto Cornelis (OC) Kaligis, Johnson Panjaitan, menuding...
Chef de Mission Meeting PON XIX dan Pekan Paralympic Nasional XV Jawa Barat
Friday, 31 July 2015

Bandung, GATRAnews - Hari Kamis (30/7) malam Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik...
Menpora Saksikan Yonex-Sunrise Doubles Special Championship 2015
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menpora Imam Nahrawi hari Kamis (30/7) siang menyaksikan secara langsung...
Festival Kreativitas Pemuda 2015
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Hari Kamis (30/7) pagi, Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti...
Kemenpora Melaksanakan Penyusunan Laporan Triwulan II
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Ramidin Saragih, Kamis (30/7) pagi...
Menperin: Dongkrak TKDN, Industri Siap Penuhi Proyek Listrik 35000 MW
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian mendorong industri dalam negeri agar terlibat aktif...
OC Siap Tanggung Resiko Tak Mau Diperiksa KPK
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Advokat senior Otto Cornelis (OC) Kaligis siap menanggung resiko akibat tidak...
Pembayaran Utang Valas Tinggi Lemahkan Rupiah
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini mencapai di atas Rp...
Menteri Keuangan: Fundamental Kita Stabil, Tak Ada Indikasi Krisis
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan belum ada tanda-tanda yang...
Menteri Susi Targetkan Ekspor Perikanan US$ 5 Miliar
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menargetkan angka ekspor...
Menperin: Industri Alas Kaki Jadi Tumpuan Ekspor
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan industri alas kaki nasional...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?