GATRANEWS

Marwan: Usut Dugaan Perubahan RTRW Cilamaya
Sunday, 29 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara...
Paramount Land Luncurkan 1.010 Unit Rumah di Serpong
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Paramount Land meluncurkan 1.010 unit rumah dengan konsep custom homes, di...
Sido Muncul Raup Laba Rp 415,19 Milyar
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mencatat kenaikan laba bersih...
RS Siloam Catat Pendapatan Rp 3,34 Trilyun
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengelola rumah sakit dari grup Lippo, PT Siloam International Hospitals Tbk,...
Sinar Mas Siap Dukung Pemerintah Kembangkan Industri Biodiesel
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Sinar Mas menyatakan siap mendukung program pemerintah untuk memenuhi...
DPR: Kebijakan Raskin Harus Dievaluasi
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron mengatakan, kebijakan beras rakyat...
Pemerintah Terus Dorong Industri Pupuk
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pemerintah terus mendorong...
Agung Podomoro Raih Laba Rp 854,93 M pada 2014
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti PT Agung Podomoro Land Tbk mengalami pertumbuhan laba...
Potensi Perikanan Melimpah, Konsumsi Ikan Indonesia Masih Rendah
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) RI menilai, kesadaran masyarakat untuk...
Edi Darnadi Usulkan Presiden Jabat Ketua KPK
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Purnawirawan Edi Darnadi mengusulkan...
Menteri Susi: Sektor Perikanan Tumbuh Signifikan
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menngungkapkan, dalam lima...
Harga Premium Naik Rp 500
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menaikkan harga BBM premium di luar Jawa-Bali dan solar subsidi,...
BBM Naik Rp 7.400, Listrik Juga Naik, Yusril: Oleh-oleh Jokowi
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai kenaikan Bahan Bakar...
Said: Antam Tak Pernah Merugi Seperti Sekarang
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang (Antam) belum pernah merugi sebelum Tato Miraza menjabat...
LP2IL Gaungnya Hingga ke Level Internasional
Saturday, 28 March 2015

Serang, GATRAnews -Tidak banyak yang mengetahui Indonesia memiliki Unit Pemeriksaan Penyakit Ikan...
Airin Tolak Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Wawan
Saturday, 28 March 2015

Jakarta GATRAnews - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menolak memberikan...
Marwan: Indonesia Harus Jadi Eksportir Jeruk
Friday, 27 March 2015

Malang, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)...
Polisi Usut Kekerasan Seksual Anak di Sekolah Internasional
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya kembali menerima laporan kekerasan terhadap seorang anak...
15 Anak Buah Santoso Diciduk Dalam Operasi Camat
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian menciduk 15 anak buah Santoso selama melakukan operasi Camat di...
Usai Pemeriksaan, 12 WNI Dipindahkan ke Panti Sosial
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Rikwanto...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?