GATRANEWS

Zulkifli Hasan: Reshufle Abis Lebaran, Para Menteri Tengah Babak Belur
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wacana reshufle kabinet yang ditiupkan berbagai kalangan menurut Zulkifli...
Ketua MPR: Presiden Akan Hadiri Sidang Tahunan MPR
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan didampingi Wakil Ketua MPR Mahyudin, Hidayat...
Keyakinan Konsumen Melemah pada Juni 2015
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengindikasikan, tingkat keyakinan...
Ketua DKPP: Jangan Ngurusin yang Sudah Lewat
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bukan hanya sebagai lembaga yang...
KPK Larang Penyelenggara Negara Terima Parcel
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang penyelenggara negara menerima...
Kemenperin Tengah Siapkan Parameter MIDEC
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang menyiapkan parameter yang...
KPK Serahkan Sanksi Hakim Sarpin ke MA
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan sepenuhnya kepada Mahkamah...
Bertemu Wakil Ketua Parlemen Tiongkok, Ketua MPR Harap Peningkatan Kerjasama
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menerima Wakil Ketua Parlemen Tiongkok, Han Qide,...
Kejagung Tangkap Mantan Anggota DPRD Sawahlunto
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Cilegon berhasil menangkap...
DKI Pertimbangkan Ajukan Judicial Review UU Rumah Susun
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan mengajukan...
Usai Jumatan, Ahok Lantik Pejabat Eselon II
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan melantik jajaran pejabat...
Perikanan Budidaya Sumbang Produksi Terbesar
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada triwulan I-2015 yang lalu,...
DPRD Kritik Kerja Pejabat yang Ketakutan Dipecat Gubernur
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana perombakan birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta...
Djarot Ancam Penjarakan Produsen Makanan Beracun
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat akan menyeret produsen makanan yang...
Jakpro dan Pembangunan Jaya Bisa Groundbreaking LRT Tahun Ini
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sengaja memilih PT...
UU Rusun, DPRD: Bisa Jadi Pemprov Dianggap Penipu
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi mendesak Pemerintah Provinsi...
DPRD Desak Pemprov DKI Uji Materi UU Rusun
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengajukan...
Buka Puasa Bersama ICMI, Ketua MPR Bicarakan Cita-Cita Kebangsaan
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI menggelar buka puasa bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia...
Kemendag: Sebagian Besar HPE Hasil Tambang Turun
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Fluktuasi harga internasional mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor...
Pengamat Ekonomi: Indonesia Tak Akan Seperti Yunani
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Dalam diskusi yang digelar oleh Humas MPR, Kamis (2/7), pengamat ekononi Arif...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?