GATRANEWS

Pelaku Sodomi di TK JIS Baru Sekali Melakukan
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih...
Ini Kronologi Pelecehan Seksual di JIS
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-M, merupakan salah satu siswa di Jakarta International School (JIS) yang menjadi...
Tidak Perlu Tim Independen Kasus Seksual di JIS
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto angkat bicara...
Dua Terduga Pelecehan Seksual di JIS Negatif Dari Penyakit Herpes
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa...
Polisi Ungkap Sindikat Peredaran Uang Palsu
Tuesday, 22 April 2014

Tasikmalaya, GATRAnews - Polisi Resor Kota Tasikmalaya berhasil mengungkap sindikat peredaran uang...
Ibu Rumah Tangga Selundupkan Satu Kilogram Sabu
Tuesday, 22 April 2014

Nunukan, GATRAnews – Kepala Polisi Resor Nunukan, Kalimantan Utara AKBP Robert Silindur...
Kejagung Ringkus Petinggi Menara Ady Karya
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelarian Najamudin Umar, Direktur Utama PT Menara Ady Karya berakhir setelah...
Jaksa Tuntut Bos Idoguna 4,5 Tahun Penjara
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Maria...
Hasil Laboratorium Terduga Pelaku Asusila Negatif
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pihak penyidik Polda Metro Jaya menyatakan hasil laboratorium dua orang HC dan...
Pejabat Kemendagri Tersangka Kasus E-KTP
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sugiharto, selaku Pejabat...
Bos BCA Enggan Komentari Status Tersangka Hadi Poernomo
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews -  Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) enggan...
BCA Sangkal Terlibat Kongkalikong Pajak dengan Hadi Poernomo
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Terkait penetapan mantan Direktur Jenderal Pajak, Hadi Poernomo, sebagai...
Bos BCA Siap Diperiksa KPK
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank Centeral Asia (BCA) mengaku siap...
Bamsat Tidak Terkejut Hadi Poernomo Jadi Tersangka Penyimpangan Pajak
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Hadi Poernomo, mantan Dirjen Pajak dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan harus...
Hadi Poernomo: Jangan Menduga-duga
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
Bayu Mengaku Terima Uang dari Adhi Karya
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wisler Manalu mengaku pernah menerima amplop berisi uang dari PT Adhi Karya,...
KPK Penjarakan Tersangka Korupsi Dermaga Sabang
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menjebloskan Heru...
Siapa Bakal Menyusul Hadi Poernomo di Kasus BCA?
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Hadi Poernomo sebagai...
KPK Segera Cekal Hadi Poernomo
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan akan...
KPK: Hadi Purnomo Takkan Ditahan Malam Ini
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan langsung menahanan  Hadi...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?