GATRANEWS

Eddies Adelia Segera Jalani Sidang Pencucian Uang
Saturday, 01 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Eddies Adelia segera menjalani persidangan, setelah Kejaksaan Tinggi DKI...
Perdayai PRT, Tiga Perampok Pura-Pura Jadi Dukun Sakti
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Dukun sakti menjadi modus yang digunakan oleh DS alias A dan dua rekannya...
11 Tahun Buron, Terpidana Psikotropika Diringkus
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tim Kejaksaan Negeri Denpasar, serta Tim...
Kejagung Minta Interpol Keluarkan Red Notice untuk Tersangka Alexiat
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan melayangkan surat ke Interpol untuk memintanya...
Usut Korupsi TJ, Kejagung Geledah Dua Perusahaan
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menggeledah beberapa tempat untuk...
Imam Nahrawi Jadi Khotib Sholat Jumat di Masjid Almuwahidin
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Menpora Imam Nahrawi hari Jumat (31/10) siang menjadi khotib sekaligus imam...
Terjatuh Disenggol Inova, Stefani Malah Dilindas Truk Tronton
Friday, 31 October 2014

Jakarta,GATRAnews-Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Taman Kencana, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat...
Menpora Lihat Ujian CPNS dan Tinjau RS Khusus Olahraga
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Setelah melakukan blusukan ke latihan para atet beberapa cabang olahraga,...
Blusukan ke Latihan Atlet, Menpora Dapat Banyak Masukkan
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Menpora Imam Nahrawi hari Kamis (30/10) pagi hingga siang mengunjungi ke...
Menpora Akan Urai Persoalan Olahraga Indonesia
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Menpora Imam Nahrawi akan mengurai persoalan-persoalan yang akan terjadi...
Selesai Sertijab Menpora Langsung Gelar Rapim
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Hari Rabu (29/10) siang Menpora baru Imam Nahrawi dan mantan Menpora Roy Suryo...
Festival Kethoprak Pemuda di Yogya
Friday, 31 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Kemenpora hari Selasa (28/10) malam menggelar Festival Kethoprak Pemuda...
Kasus GI PLN Akan ''Telan Banyak Korban''
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnws - Pembangunan Gardu Induk (GI) PLN di Unit Induk Pembangkit dan Jaringan Jawa...
Kejati DKI Minta BPKP Hitung Kerugian Negara Kasus GI PLN
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melayangkan surat permohonan ke Badan Pengawas...
Kejati DKI Akan Seret Petinggi PLN Jika Terlibat Korupsi GI
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akan menyeret siapa pun, termasuk para petinggi...
Tersangka Korupsi GI PLN Kini 14 Orang
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menambah 5 tersangka kasus...
Kejati DKI Belum Periksa Dahlan dan Nur Pamudji di Kasus GI PLN
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta belum memanggil mantan...
Petinggi Kemetan Mendekam 20 Hari di Tahanan
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Hadi SP, Kepala Sub Direktorat Budidaya pada Direktorat Tanaman Rempah dan...
Kejati DKI Bantah Dandani Office Boy Hendra Agar Mirip Direktur
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksan Tinggi DKI Jakarta menepis kesaksian Hendra Saputra di Pengadilan...
Jaksa Belum Bisa Jebloskan Nikita Mirzani ke Bui
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim jaksa eksekutor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta belum bisa mengeksekusi...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?