GATRANEWS

Basrief: Jaksa Agung Mendatang Sosok Baru
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Basrief Arief mengatakan, jaksa agung pengganti dirinya pada kabinet Presiden...
Bocah Tiga Tahun Tewas Dibunuh, Diduga Oleh Pembantunya
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Balita bernama Jason, 3 tahun, meregang nyawa di kediamannya, Jalan Bintara 6 Gg...
Anggota Sabhara Dianiaya Menggunakan ''Taring Babi''
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Petugas Sabhara Polsek Teluk Naga, Polres Kota Tangerang, Briptu Anang Ilmi...
Ayah Anak Terlibat Penjualan Narkotika
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat berhasil meringkus dua pelaku pengedar...
Deputi II Buka Seleksi Pemuda Pelopor
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara hari Senin (20/10) malam...
Deputi IV Hadiri Forum Dekan Keolahragaan Se Indonesia
Tuesday, 21 October 2014

Surabaya, GATRAnews – Hari Senin (20/10) sore, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko...
Polisi Gulung Bandit Spesialis 'Rest Area', Satu Tewas Didor
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Polisi Resor Bekasi berhasil meringkus tiga pelaku pencurian, pada Senin,...
Kejagung Bekuk Terpidana Pemalsuan Merek di Bandara Soeta
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Tim Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Riau...
KPK Ingatkan Jokowi Agar Konsisten Berantas Korupsi
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Presiden Republik Indonesia...
KPK Kini Leluasa Periksa Boediono Terkait Korupsi Century
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan lebih mudah memanggil dan...
Tujuh Copet Beraksi Saat Iring-Iringan Jokowi-JK
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Meski ikut dalam kegembiraan menonton iring-iringan Presiden-Wakil Presiden,Joko...
Polisi: Pelantikan Jokowi-JK Berjalan Lancar
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan...
Menpora Hadiri Pembukaan Asian Paragames di Incheon
Monday, 20 October 2014

Incheon, GATRAnews – Menpora Roy Suryo didampingi Istrinya Ismarindayani Priyanti hari Sabtu...
Rumah Sakit Olahraga Nasional Harus Dijaga
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Menpora Roy Suryo hari Jumat (17/10) sore meninjau stand pameran Rumah Sakit...
Penghargaan untuk Tim Humas dan Kesekretariatan
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Hari Jumat (17/10) siang, Menpora Roy Suryo didampingi Sesmenpora Alfitra...
Mayat Wanita Dalam Mobil Penuh Luka Masih Misterius
Sunday, 19 October 2014

Cianjur, GATRAnews - Penemuan mayat wanita di dalam bagasi mobil merk Toyota Avanza warna putih...
Polisi Bebaskan Pemilik Jutaan Dolar Amerika Palsu
Saturday, 18 October 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Aparat Kepolisian Resor Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, membebaskan NS,...
MAKI Sarankan KPK Buat 3 Kriteria Calon Menteri
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menyarankan Komisi Pemberantasan...
KPK Dalami Surat Annas kepada Menhut Zulkfli
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami surat permohonan revisi SK...
Ibas Disebut Tokoh Besar yang Bakal ''Diambil'', Abraham Tersenyum
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, di Jakarta, Jumat...

Pohon Bisnis Murdaya-Hartati

Jaringan bisnis Murdaya-Hartati tersebar di berbagai bidang usaha. Kekayaan pasangan ini ditaksir mencapai Rp 13,8 trilyun. ---

Baru dua pekan pelaksanaan, ditaksir total transaksi di Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair 2012 sudah menyentuh angka Rp 2 trilyun. Diprediksi, sampai kelar nanti hajatan bisnis tahunan selama 32 hari itu akan menembus total target transaksi hingga Rp 4 trilyun.

"Jakarta Fair memang mengalami peningkatan pesat," kata Ralph Scheunemann, Direktur Marketing PT Jakarta International Expo (JIExpo), kepada pers Jumat pekan lalu. Dari tahun ke tahun, transaksinya meningkat terus. Jika pada 2004 nilai transaksi masih di bawah Rp 1 trilyun pada 2011 lalu nilainya sudah mencapai Rp 3,7 trilyun.

Moncernya Jakarta Fair di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran yang dikelola JIExpo merupakan salah satu cermin dari sentuhan midas Siti Hartati Tjakra dan Murdaya Widyamirta Poo, suaminya. Debut bisnis mereka dirintis dari nol sejak tahun 1969, dimulai dari usaha perdagangan dan kontraktor.

Pelan tapi pasti, mereka merambah ke berbagai bidang usaha, seperti manufaktur, pabrikan, perkebunan, listrik, elektronika, teknologi informasi dan komunikasi, properti, instrumen kesehatan, sampai sepatu dan alat-alat olahraga.

Pada masa Orde Baru, kelompok usaha Hartati dan Murdaya Poo tidak terlihat menonjol. Namun, ketika krisis ekonomi tahun 1998 pecah, dan banyak bisnis konglomerat papan atas bertumbangan, grup Hartati Mudaya ini termasuk satu dari segelintir pengusaha yang mampu bertahan. Bahkan mereka bisa mendapatkan aset berharga milik para konglomerat yang dijaminkan kepada negara untuk membayar utangnya.

Ekspansi paling menentukan adalah ketika mengambil alih PT Metropolitan Kentjana (MK) dan mengambil alih PT Jakarta International Trade Fair (JITF). MK, yang sebelumnya dikuasai Salim Group, adalah pengembang sejumlah perubahan elite di Jakarta seperti Pondok Indah, pemilik Wisma Metropolitan I dan II, serta World Trade Center.

JITF kemudian menjadi JIExpo. Hartati memayungi usaha-usaha miliknya dengan perusahaan induk, Centra Cipta Murdaya (CCM) Group --sebelumnya dikenal sebagai Berca Group. CCM termasuk yang lolos dari hantaman gelombang krisis ekonomi 2008 lalu.

Pada 2012, Murdaya dan istrinya masuk dalam 17 daftar orang Indonesia terkaya dunia versi Forbes. Pendiri CCM ini menduduki peringkat ke-854 dari 1.226 milyarder dunia, dengan jumlah harta US$ 1,5 milyar.

Di antara keduanya, sosok Hartati yang lebih sering terdengar. Sebab, ia juga terjun ke panggung politik sebagai penyokong Partai Demokrat. Namanya sempat santer ketika diusir dari rapat dengar pendapat antara Panitia Kerja Aset-aset Negara dan Komisi II DPR-RI pada 5 Oktober 2010. Setelah itu, bisa dikatakan tidak ada berita heboh seputar dirinya hingga awal Juli ini. Sebagai pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP), ia disangkutpautkan dengan kasus penyuapan Rp 3 milyar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Berdiri dengan akta pendirian notaris tertanggal 3 April 1995, HIP merupakan anak perusahaan pertama Central Cipta Murdaya yang bergerak di bidang perkebunan dan industri minyak kelapa sawit. Perusahaan yang menggunakan 100% sumber pendanaan sendiri ini memiliki lahan sawit seluas 12.218 hektare dan tersebar di empat kecamatan, yaitu Bukal, Tiloan, Momunu, dan Lipunoto, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Selain HIP, di Buol, Hartati juga memiliki perusahaan perkebunan sawit lain, yakni PT Citra Cakra Murdaya. (G.A. Guritno)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?