GATRANEWS

Penjahat Ngaku Sering Masuk Bui Beraksi di Mikrolet
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Pelaku Eko Supriyanto, 29 tahun berani 'unjuk gigi' kepada salah satu penumpang...
Pengambilalihan Bank Century Terlalu Cepat
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Robert Tantular, salah seorang pemilik Bank Century, menilai bahwa Lembaga...
Korban Baru di JIS Dipukul dan Dianiaya oleh Agun dan Awan
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu...
Tantular: BI Sengaja Biarkan Century Kalah Kliring
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Bos Bank Century Robert Tantular menyatakan kecurigaannya bahwa Bank Indonesia...
Gara-Gara Nyuri Burung, 'Burung' Sandi Dihajar
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Sandi, 26 tahun, tak berkutik saat warga memergoki mencuri burung di Jalan Asem...
68 Caleg Jadi Tersangka Kecurangan Pemilu
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 68 orang calon...
Anggoro Anggap Dakwaan Jaksa Palsu
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggoro Widjojo, bos PT PT Masaro Radiokom, menganggap dakwaan jaksa penuntut...
Jaksa Siap Hadirkan Riefan Avrian di Persidangan Korupsi Videotron
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akan menghadirkan...
Polisi Ungkap Sindikat Peredaran Uang Palsu
Tuesday, 22 April 2014

Tasikmalaya, GATRAnews - Polisi Resor Kota Tasikmalaya berhasil mengungkap sindikat peredaran uang...
Ibu Rumah Tangga Selundupkan Satu Kilogram Sabu
Tuesday, 22 April 2014

Nunukan, GATRAnews – Kepala Polisi Resor Nunukan, Kalimantan Utara AKBP Robert Silindur...
Kejagung Ringkus Petinggi Menara Ady Karya
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelarian Najamudin Umar, Direktur Utama PT Menara Ady Karya berakhir setelah...
Hasil Laboratorium Terduga Pelaku Asusila Negatif
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pihak penyidik Polda Metro Jaya menyatakan hasil laboratorium dua orang HC dan...
Pejabat Kemendagri Tersangka Kasus E-KTP
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sugiharto, selaku Pejabat...
Bos BCA Siap Diperiksa KPK
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank Centeral Asia (BCA) mengaku siap...
Bamsat Tidak Terkejut Hadi Poernomo Jadi Tersangka Penyimpangan Pajak
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Hadi Poernomo, mantan Dirjen Pajak dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan harus...
Hadi Poernomo: Jangan Menduga-duga
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...
KPK Penjarakan Tersangka Korupsi Dermaga Sabang
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menjebloskan Heru...
Siapa Bakal Menyusul Hadi Poernomo di Kasus BCA?
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Hadi Poernomo sebagai...
KPK Segera Cekal Hadi Poernomo
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan akan...
KPK: Hadi Purnomo Takkan Ditahan Malam Ini
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan langsung menahanan  Hadi...

Polisi Bekuk Dua Pembuat Rekening Palsu

Jakarta - Aparat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk dua tersangka pelaku pemalsuan identitas aplikasi pembukaan rekening bank, dengan cara membuat situs www.jualanrekening.org

Para pelaku, masing-masing CLV, 25 tahun, otak pelaku kejahatan, dan JRFS, 27 tahun. Tersangka JRFS ini dipekerjakan oleh CLV sebagai pembuat buku rekening dengan upah Rp 200.000 per buku rekening. Seorang pelaku lainnya, KNY, masih diburu aparat.

"Dari hasil penyelidikan ada website yang menawarkan jualan rekening. Dalam prakteknya pelaku membuat data palsu, seperti KTP dan Kartu Keluarga palsu," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9).

Setelah membuat data-data palsu, lanjut Rikwanto, para pelaku segera membuka sejumlah rekening di Bank dengan menggunakan data-data palsu tersebut.

"Pelaku mempunyai lebih dari satu KTP dan Kartu Keluarga dengan nama dan alamat yang berbeda-beda, tetapi fotonya sama. Hal ini ditujukan agar bisa membuka rekening di tiap Bank yang berbeda,“ jelasnya.

Setelah buku rekening jadi  barulah pelaku menjualnya kepada pembeli yang memesannya dari situs online buatan pelaku. "Kalau untuk harga satu buku rekening nya itu satu juta, namun kalau ditambah dengan kartu ATM dan token itu harganya dua juta," jelas Rikwanto.

Para pelaku ditangkap pada 6 September 2012 pukul 20.00 WIB di Karawaci Tangerang, setelah proses penyelidikan selama satu minggu.

Barang bukti yang disita polisi seperti 21 buku rekening, 12 kartu ATM dari bank yang berbeda-beda, 10 token bank Mandiri dan BCA, 33 KTP palsu, 9 STNK palsu, 34 lembar KK palsu, 11 lembar surat keterangan domisili palsu, 1 lembar ijazah palsu, 1 bundel bukti pengiriman barang JNE dan TIKI, 1 buah BB berikut nomernya, 10 stiker hologram profil palsu, 2 buah modem, 1 buah CPU dan sebuah laptop.

“Mereka dijerat dengan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun,“ imbuh Rikwanto. [WFz]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?