GATRANEWS

Usai Cekik Sri Wahyuni, JAH Kabur ke Bali
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Polda Metro Jaya berhasil menangkap JAH, pelaku pembunuhan terhadap Sri...
Polisi Ciduk Pelaku Pembunuhan Sri Wahyuni
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelaku pembunuhan terhadap Sri Wahyuni, 42 tahun, yang ditemukan membusuk...
Jaksa Agung Prasetyo Siap Tingkatkan Penegakan Hukum
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, peningkatakan penegakkan hukum akan...
Jero Ditanyai Soal APBN-P
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Jero Wacik, mengaku...
Wali Kota Palembang Juga Didakwa Beri Keterangan Palsu
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain mendakwa dengan pasal tindak pidana korupsi, jaksa penuntut umum dari...
Dirut PT Ifani Dewi Dijebloskan ke Tahanan
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menjebloskan Agus Sudiarso (AS),...
Baku Tembak TNI-Polri Bukti Rendahnya Kewibawaan Pimpinan
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Politisi Partai Golkar, Tantowi Yahya menilai baku tembak antara anggota Yonif...
Jero Bungkam Soal Anggota Komisi VII yang Terima Suap
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Men-ESDM) Jero Wacik tidak...
Penyidik Ajukan 9 Pertanyaan Seputar Udar pada Bella Shofie
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik mengajukan sembilan pertanyaan kepada Bella Shofie, selebritas yang...
Sesdirjen Dukcapil Dijemput KPK
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput Sekretaris Direktur...
KPK Geledah Ditjen Dukcapil Kemendagri
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Direktorat...
Penyidik Sita Rumah Udar di Graha Bintaro Jaya
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik Udar...
Annas Mengaku Tak Kenal Romy
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Riau non aktif Annas Maamun, tersangka kasus korupsi revisi izin alih...
Annas Ngaku Tergiur Pidato Zulkifli Hasan
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Riau non aktif Annas Maamun mengaku memutuskan mengajukan revisi alih...
Antasari Tak Kapok untuk Gugat Kembali Polri
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar pantang menyerah. Dia tak kapok menggugat Polri, meski hakim...
Hakim Tolak Gugatan Antasari Terhadap Kapolri
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak seluruh gugatan Antasari Azhar...
Konyol, Saat Mencuri Pelaku Malah Terkunci Dalam Toko
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Pelaku pencurian bernama DS, 33 tahun tak berkutik saat petugas Polsek Pasar...
Timbun BBM 32.000 Liter, S Diciduk Polisi
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Mabes Polri kembali mengungkap kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kali...
Ahok Dilantik, Belum Ada Ormas Yang Berunjuk Rasa?
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Pelantikan Plt. Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama rencananya dilakukan...
Kemenkum HAM Siapkan Permen Majelis Kehormatan Notaris
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) tengah merancang...

Polisi Bekuk Dua Pembuat Rekening Palsu

Jakarta - Aparat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk dua tersangka pelaku pemalsuan identitas aplikasi pembukaan rekening bank, dengan cara membuat situs www.jualanrekening.org

Para pelaku, masing-masing CLV, 25 tahun, otak pelaku kejahatan, dan JRFS, 27 tahun. Tersangka JRFS ini dipekerjakan oleh CLV sebagai pembuat buku rekening dengan upah Rp 200.000 per buku rekening. Seorang pelaku lainnya, KNY, masih diburu aparat.

"Dari hasil penyelidikan ada website yang menawarkan jualan rekening. Dalam prakteknya pelaku membuat data palsu, seperti KTP dan Kartu Keluarga palsu," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9).

Setelah membuat data-data palsu, lanjut Rikwanto, para pelaku segera membuka sejumlah rekening di Bank dengan menggunakan data-data palsu tersebut.

"Pelaku mempunyai lebih dari satu KTP dan Kartu Keluarga dengan nama dan alamat yang berbeda-beda, tetapi fotonya sama. Hal ini ditujukan agar bisa membuka rekening di tiap Bank yang berbeda,“ jelasnya.

Setelah buku rekening jadi  barulah pelaku menjualnya kepada pembeli yang memesannya dari situs online buatan pelaku. "Kalau untuk harga satu buku rekening nya itu satu juta, namun kalau ditambah dengan kartu ATM dan token itu harganya dua juta," jelas Rikwanto.

Para pelaku ditangkap pada 6 September 2012 pukul 20.00 WIB di Karawaci Tangerang, setelah proses penyelidikan selama satu minggu.

Barang bukti yang disita polisi seperti 21 buku rekening, 12 kartu ATM dari bank yang berbeda-beda, 10 token bank Mandiri dan BCA, 33 KTP palsu, 9 STNK palsu, 34 lembar KK palsu, 11 lembar surat keterangan domisili palsu, 1 lembar ijazah palsu, 1 bundel bukti pengiriman barang JNE dan TIKI, 1 buah BB berikut nomernya, 10 stiker hologram profil palsu, 2 buah modem, 1 buah CPU dan sebuah laptop.

“Mereka dijerat dengan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun,“ imbuh Rikwanto. [WFz]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?