GATRANEWS

KPK Tetapkan Bupati Empat Lawang dan Istrinya Tersangka Suap Akil
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Empat Lawang dan...
Karyawan Gunakan Senpi, Polda Metro: Itu Tidak Ada Regulasinya
Thursday, 02 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Wacana karyawan minimarket membekali senjata api mengemuka setelah beberapa pekan...
15 Nama Diusulkan Jadi Anggota Komite Pengungkapan HAM Berat Masa Lalu
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Untuk menyelesaikan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat masa lalu,...
Ahok Akui Lahan Hibah Setneg Bermasalah
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui lahan hasil hibah dari...
Pendaftaran Merek Lokal Tumbuh 6-7% Per Tahun
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM menyebutkan...
Dua Anak Buah Dasep Dicecar Soal Pengerjaan 10 Mobil Listrik
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung mencecar dua anak buah Dasep Ahmadi,...
Project Manager KSO Adhi-Wika Jalani Pemeriksaan Kasus Hambalang
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menanyakan kronologi pelaksanaan...
KPK Telah Periksa Bupati Muba Terkait Suap APBD
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk...
IPW: Tindak Anggota Polri yang Ancam Jaksa
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak Kapolri...
PMP Jakpro Dipangkas 2,5 Trilyun
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana menyuntikkan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta...
Polisi Dilarang Terima THR dari 'Luar'
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (Kapolda) Inspektur Jenderal Tito Karnavian...
Polisi Tangkap Tiga Wartawan Pemeras
Wednesday, 01 July 2015

Gresik, GATRAnews - Aparat Kepolisian Resor Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menangkap tiga wartawan...
MRA Syariah Dorong Penerbitan SBSN
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penerapan Mini Master Repo Agreement (MRA) Syariah yang ditandatangani 18 Bank...
Kejagung Pastikan Tahan Tersangka Korupsi Saringan Sampah
Tuesday, 30 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memastikan akan menahan mantan Kepala...
Laporan Harta Kekayaan Pejabat DKI Masuk ke Smart City
Tuesday, 30 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) seluruh pejabat Pemerintah...
Pemerintah Diimbau Perkuat Sektor UKM
Tuesday, 30 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Di tengah kondisi perekenomian negeri yang sedang melemah seperti saat ini,...
Korban Kudatuli Minta Kejelasan Status Sutiyoso‎
Monday, 29 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Perwakilan korban Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli 1996 (Kudatuli) menyambangi...
Polda Bali Bantah Penetapan Tersangka Margriet Karena Tekanan Publik
Monday, 29 June 2015

Denpasar, GATRAnews - Polda Bali membantah tudingan pengacara dari Margriet Megawe, Hotma...
Penyelesaian Transaksi Pasar Modal Gunakan Bank Sentral
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyelesaikan pengembangan...
Kejagung Limpahkan Kasus Mandra Dkk ke Kejari Jakpus
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung melimpahkan tahap dua kasus korupsi...

Polisi Bekuk Dua Pembuat Rekening Palsu

Jakarta - Aparat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk dua tersangka pelaku pemalsuan identitas aplikasi pembukaan rekening bank, dengan cara membuat situs www.jualanrekening.org

Para pelaku, masing-masing CLV, 25 tahun, otak pelaku kejahatan, dan JRFS, 27 tahun. Tersangka JRFS ini dipekerjakan oleh CLV sebagai pembuat buku rekening dengan upah Rp 200.000 per buku rekening. Seorang pelaku lainnya, KNY, masih diburu aparat.

"Dari hasil penyelidikan ada website yang menawarkan jualan rekening. Dalam prakteknya pelaku membuat data palsu, seperti KTP dan Kartu Keluarga palsu," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9).

Setelah membuat data-data palsu, lanjut Rikwanto, para pelaku segera membuka sejumlah rekening di Bank dengan menggunakan data-data palsu tersebut.

"Pelaku mempunyai lebih dari satu KTP dan Kartu Keluarga dengan nama dan alamat yang berbeda-beda, tetapi fotonya sama. Hal ini ditujukan agar bisa membuka rekening di tiap Bank yang berbeda,“ jelasnya.

Setelah buku rekening jadi  barulah pelaku menjualnya kepada pembeli yang memesannya dari situs online buatan pelaku. "Kalau untuk harga satu buku rekening nya itu satu juta, namun kalau ditambah dengan kartu ATM dan token itu harganya dua juta," jelas Rikwanto.

Para pelaku ditangkap pada 6 September 2012 pukul 20.00 WIB di Karawaci Tangerang, setelah proses penyelidikan selama satu minggu.

Barang bukti yang disita polisi seperti 21 buku rekening, 12 kartu ATM dari bank yang berbeda-beda, 10 token bank Mandiri dan BCA, 33 KTP palsu, 9 STNK palsu, 34 lembar KK palsu, 11 lembar surat keterangan domisili palsu, 1 lembar ijazah palsu, 1 bundel bukti pengiriman barang JNE dan TIKI, 1 buah BB berikut nomernya, 10 stiker hologram profil palsu, 2 buah modem, 1 buah CPU dan sebuah laptop.

“Mereka dijerat dengan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun,“ imbuh Rikwanto. [WFz]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?