GATRANEWS

Kasus GI PLN Akan ''Telan Banyak Korban''
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnws - Pembangunan Gardu Induk (GI) PLN di Unit Induk Pembangkit dan Jaringan Jawa...
Kejati DKI Minta BPKP Hitung Kerugian Negara Kasus GI PLN
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melayangkan surat permohonan ke Badan Pengawas...
Kejati DKI Akan Seret Petinggi PLN Jika Terlibat Korupsi GI
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akan menyeret siapa pun, termasuk para petinggi...
Tersangka Korupsi GI PLN Kini 14 Orang
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menambah 5 tersangka kasus...
Kejati DKI Belum Periksa Dahlan dan Nur Pamudji di Kasus GI PLN
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta belum memanggil mantan...
Kejagung Teliti Dua Berkas Tersangka Obor Rakyat
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Jaksa Peneli Kejaksaan Agung tengah meneliti dua berkas tersangka...
Kejagung Tahan Petinggi Kementan Terkait Korupsi Kopi
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menahan Hadi SP, Kepala Sub Direktorat...
Dua Pelaku Judi Togel Ditangkap Polisi
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Djoko (44) dan Liong alias Boy (48) tak berkutik saat pihak kepolisian menciduk...
Berjudi di Pangkalan Bemo, Yoni Diciduk Polisi
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Petugas Polsek Tambora menciduk Yono dan dua rekannya kala asyik bermain judi di...
PPP: Putusan Menkum HAM Profesional
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Bidang Hukum DPP PPP, Sholeh Amin menilai, keputusan Menteri Hukum dan...
Jaksa Belum Temukan Keterlibatan Romy di Lampu Hama
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta M Adi Toegarisman menyatakan, pihaknya ...
Lima Tersangka Korupsi Lampu Hama Segera Disidangkan
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksan Tinggi DKI Jakarta melimpahkan berkas lima...
Berkas 22 Anggota FPI Masuk Pra Penuntutan
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Berkas 22 tersangka anggota Front Pembela Islam (FPI) atas insiden pengrusakan...
Kejati DKI Jebloskan Bos PT DPM ke Dalam Penjara
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menahan Anis...
Kejari Jakbar Tetapkan Kakanwil BPN Jabar Tersangka Korupsi
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) menetapkan Kepala...
Kajati DKI Sampaikan Pesan Khusus Jelang Sidang Kasus JIS
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta M Adi Toegarisman menyampaikan...
Polda Tangkap Pemeras Berkedok Media Online
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Polda Metro Jaya menangkap tersangka berinisial ES yang berkedok sebagai...
Peradi Desak Polda Metro Usut OC Kaligis Soal Pemalsuan
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Ketua Bidang Pendidikan Khusus Profesi Advokad  Perhimpunan Advokat Indonesia...
Berkas Tersangka Kasus Pelecehan JIS Sudah Lengkap
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyatakan bahwa berkas Ferdinand Tjiong (FT) dan...
KPK Periksa Pejabat BNI Terkait Saham Garuda Nazaruddin
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus pelaksaanaan proyek...

Polisi Bekuk Dua Pembuat Rekening Palsu

Jakarta - Aparat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk dua tersangka pelaku pemalsuan identitas aplikasi pembukaan rekening bank, dengan cara membuat situs www.jualanrekening.org

Para pelaku, masing-masing CLV, 25 tahun, otak pelaku kejahatan, dan JRFS, 27 tahun. Tersangka JRFS ini dipekerjakan oleh CLV sebagai pembuat buku rekening dengan upah Rp 200.000 per buku rekening. Seorang pelaku lainnya, KNY, masih diburu aparat.

"Dari hasil penyelidikan ada website yang menawarkan jualan rekening. Dalam prakteknya pelaku membuat data palsu, seperti KTP dan Kartu Keluarga palsu," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9).

Setelah membuat data-data palsu, lanjut Rikwanto, para pelaku segera membuka sejumlah rekening di Bank dengan menggunakan data-data palsu tersebut.

"Pelaku mempunyai lebih dari satu KTP dan Kartu Keluarga dengan nama dan alamat yang berbeda-beda, tetapi fotonya sama. Hal ini ditujukan agar bisa membuka rekening di tiap Bank yang berbeda,“ jelasnya.

Setelah buku rekening jadi  barulah pelaku menjualnya kepada pembeli yang memesannya dari situs online buatan pelaku. "Kalau untuk harga satu buku rekening nya itu satu juta, namun kalau ditambah dengan kartu ATM dan token itu harganya dua juta," jelas Rikwanto.

Para pelaku ditangkap pada 6 September 2012 pukul 20.00 WIB di Karawaci Tangerang, setelah proses penyelidikan selama satu minggu.

Barang bukti yang disita polisi seperti 21 buku rekening, 12 kartu ATM dari bank yang berbeda-beda, 10 token bank Mandiri dan BCA, 33 KTP palsu, 9 STNK palsu, 34 lembar KK palsu, 11 lembar surat keterangan domisili palsu, 1 lembar ijazah palsu, 1 bundel bukti pengiriman barang JNE dan TIKI, 1 buah BB berikut nomernya, 10 stiker hologram profil palsu, 2 buah modem, 1 buah CPU dan sebuah laptop.

“Mereka dijerat dengan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun,“ imbuh Rikwanto. [WFz]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?