GATRANEWS

Situasi Buol Pasca-Serangan Masih Mencekam
Sunday, 20 April 2014

Palu, GATRAnews - Situasi Buol, Sulawesi Tengah, hingga Minggu siang (20/4) masih mencekam, akibat...
Bahan Peledak Ditemukan di Gereja Balikpapan
Sunday, 20 April 2014

Balikpapan, GATRAnews - Seorang penjaga keamanan menemukan bahan peledak di Gereja Injili Nusantara...
Misteri Status Hukum Putra Menkop dan UKM
Saturday, 19 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Meski nama Riefan Avrian sudah tercantum dalam dakwaan terhadap Hendra...
Di Klungkung Bali, Satu Polsek Bakal Ada Dua Polwan
Saturday, 19 April 2014

Semarapura, GATRAnews - Kepala Kepolisian Resor (Polres) Klungkung, Ajun Komisaris Besar Polisi Ni...
Mayat Itu Ternyata Penjaga Rumah Walkot Pekanbaru
Friday, 18 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Temuan sesosok mayat di rumah pribadi Wali Kota Pekanbaru, Riau, Firdaus MT...
Tamu Hotel Tak Bayar Laporkan ke Polisi
Thursday, 17 April 2014

Denpasar, GATRAnews - Petugas satpam Hotel LV8 di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, melaporkan empat...
Dua WN Malaysia Ditangkap Bawa Satu Kilogram Sabu
Thursday, 17 April 2014

Nunukan, GATRAnews - Dua warga negara Malaysia yang diketahui membawa sekitar satu kilogram narkoba...
Orangtua Korban Kekerasan Seksual Anak Bakal Gugat JIS
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Orang tua korban kekerasan seksual TPW berencana menggugat pihak pengelola...
Kemungkinan Motif Dendam Pembunuhan di Soreang
Thursday, 17 April 2014

Bandung, GATRAnews - Penyidik kepolisian mencurigai kasus pembunuhan kakak beradik dan pembantunya...
Hendra: Riefan Harus Jadi Tersangka
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Hendra Saputra, "Direktur" PT Imaji Media, usai menjalani sidang dakwaan kasus...
Anak Syarief Hasan Angkat Pesuruh Jadi Direktur
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Reifan Afrian, putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM)...
Putra Syarief Hasan ''di Ujung Tanduk''
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, di Jakarta, Kamis (17/4), menggelar sidang...
Putra Syarief Hasan Bakal Jadi Tersangka?
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Riefan Avran, putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief...
Polisi Selidiki Pemilik 300 Batang Kayu Gelam
Wednesday, 16 April 2014

Muntok, GATRAnews- Polisi Resor Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung masih melakukan...
PT ISS Masih Pekerjakan Terduga Pelaku Pelecehan
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pihak polisi mengatakan PT ISS Indonesia masih mempekerjakan dua orang terduga...
Keterlibatan WN Malaysia Terkait Peredaran Narkoba
Wednesday, 16 April 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Kepolisian Daerah Riau mendalami keterlibatan CKS dan YKC, keduanya Warga...
Setelah Pelecehan, JIS Pasang CCTV Dekat Toilet
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengelola Jakarta Internasional School (JIS) Jakarta kini memasang kamera...
Polisi Periksa Psikologis Tersangka Kekerasan Seksual
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa kejiwaan atau psikologis dan...
Kejagung Tahan Seorang Tersangka Korupsi Kementan
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menahan Zaenal Fahmi, setelah dilakukan...
Ratu Atut Segera Disidang
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ratu Atut Chosiyah (RAC) dalam waktu dekat ini segera dihadapkan ke meja hijau...

Polisi Bekuk Dua Pembuat Rekening Palsu

Jakarta - Aparat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk dua tersangka pelaku pemalsuan identitas aplikasi pembukaan rekening bank, dengan cara membuat situs www.jualanrekening.org

Para pelaku, masing-masing CLV, 25 tahun, otak pelaku kejahatan, dan JRFS, 27 tahun. Tersangka JRFS ini dipekerjakan oleh CLV sebagai pembuat buku rekening dengan upah Rp 200.000 per buku rekening. Seorang pelaku lainnya, KNY, masih diburu aparat.

"Dari hasil penyelidikan ada website yang menawarkan jualan rekening. Dalam prakteknya pelaku membuat data palsu, seperti KTP dan Kartu Keluarga palsu," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9).

Setelah membuat data-data palsu, lanjut Rikwanto, para pelaku segera membuka sejumlah rekening di Bank dengan menggunakan data-data palsu tersebut.

"Pelaku mempunyai lebih dari satu KTP dan Kartu Keluarga dengan nama dan alamat yang berbeda-beda, tetapi fotonya sama. Hal ini ditujukan agar bisa membuka rekening di tiap Bank yang berbeda,“ jelasnya.

Setelah buku rekening jadi  barulah pelaku menjualnya kepada pembeli yang memesannya dari situs online buatan pelaku. "Kalau untuk harga satu buku rekening nya itu satu juta, namun kalau ditambah dengan kartu ATM dan token itu harganya dua juta," jelas Rikwanto.

Para pelaku ditangkap pada 6 September 2012 pukul 20.00 WIB di Karawaci Tangerang, setelah proses penyelidikan selama satu minggu.

Barang bukti yang disita polisi seperti 21 buku rekening, 12 kartu ATM dari bank yang berbeda-beda, 10 token bank Mandiri dan BCA, 33 KTP palsu, 9 STNK palsu, 34 lembar KK palsu, 11 lembar surat keterangan domisili palsu, 1 lembar ijazah palsu, 1 bundel bukti pengiriman barang JNE dan TIKI, 1 buah BB berikut nomernya, 10 stiker hologram profil palsu, 2 buah modem, 1 buah CPU dan sebuah laptop.

“Mereka dijerat dengan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun,“ imbuh Rikwanto. [WFz]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?