GATRANEWS

Harga Pertamax naik 500 jadi Rp 9.300/liter
Saturday, 30 May 2015

Jakarta, GATRANews - PT Pertamina (Persero), Sabtu, menaikkan harga bahan bakar minyak komersial...
MPR: Globalisasi Jangan Sampai Gerus Nilai-Nilai Pancasila
Saturday, 30 May 2015

Blitar, GATRAnews - MPR RI menggelar Seminar Kebangsaan Memperingati Hari Lahir Pancasila di Gedung...
IPW Pertanyakan Kasus Kapal Tabrak Jembatan di Jambi
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mempertanyakan...
Menunggu KPK Tuntaskan BLBI
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews-- Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) hingga kini belum menampakkan...
Asyik Judi Remi, Empat Orang Ini Dicokok Polisi
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Satuan Reskrim Polsek Tanjung Duren menciduk empat orang saat tengah asyik...
Kuasa Hukum Novel: Surat Perintah Penangkapan Polri Kadaluarsa
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswesan menilai, penyidik...
Pejabat Setda Riau Tersangka Korupsi Embarkasi Haji
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan MG, mantan Kepala Biro...
Polda Jatim Ciduk Pengunggah Video Porno Bocah Ingusan
Friday, 29 May 2015

Surabaya, GATRAnews - Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda...
Dua Alasan Novel Tetap Praperadilankan Polri
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memutuskan...
Novel: Kenapa Harus Tengah Malam?
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mempertanyakan...
Wali Kota Jakarta Pusat Diperiksa Bareskrim Terkait UPS
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pejabat DKI Jakarta diperiksa Badan Reserse Kriminal Mabes Polri terkait kasus...
10 WNI Pekerja Kasino Masih Ditahan di Kamboja
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - 10 warga Indonesia (WNI) sedang menjalani proses hukum di Kamboja. Mereka...
Polri: Penyidikan Kasus Novel Sesuai Porsedur
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Polri mengklaim sudah memenuhi prosedur hukum, dalam menyidik kasus...
Denty Sodorkan Bukti Penambahan Gelar Doktor Anggota DPR
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Mantan staf anggota DPR Frans Agung Mula Putra, Denty Noviany Sari telah...
Jual Beli Ijazah, Polisi Mulai Sasar Universitas
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Polda Metro Jaya akan menyasar universitas yang mengeluarkan ijazah, namun...
Kejagung Tangkap Anggota DPRD Cianjur
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur menangkap...
KPK Geledah Rumah SDA
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah mantan Meteri Agama...
DKI Pidanakan PNS Dengan Ijazah Palsu
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta akan menelusuri data ijazah seluruh...
Jaksa Agung: Tak Mudah Deponering Kasus BW
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan, tidak mudah mendeponering perkara...
Zulkifli Hasan : Tindak Tegas Pemalsuan Ijazah
Thursday, 28 May 2015

GATRAnews - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memberi peringatan tegas kepada pihak yang sudah...

Polisi Bekuk Dua Pembuat Rekening Palsu

Jakarta - Aparat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk dua tersangka pelaku pemalsuan identitas aplikasi pembukaan rekening bank, dengan cara membuat situs www.jualanrekening.org

Para pelaku, masing-masing CLV, 25 tahun, otak pelaku kejahatan, dan JRFS, 27 tahun. Tersangka JRFS ini dipekerjakan oleh CLV sebagai pembuat buku rekening dengan upah Rp 200.000 per buku rekening. Seorang pelaku lainnya, KNY, masih diburu aparat.

"Dari hasil penyelidikan ada website yang menawarkan jualan rekening. Dalam prakteknya pelaku membuat data palsu, seperti KTP dan Kartu Keluarga palsu," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9).

Setelah membuat data-data palsu, lanjut Rikwanto, para pelaku segera membuka sejumlah rekening di Bank dengan menggunakan data-data palsu tersebut.

"Pelaku mempunyai lebih dari satu KTP dan Kartu Keluarga dengan nama dan alamat yang berbeda-beda, tetapi fotonya sama. Hal ini ditujukan agar bisa membuka rekening di tiap Bank yang berbeda,“ jelasnya.

Setelah buku rekening jadi  barulah pelaku menjualnya kepada pembeli yang memesannya dari situs online buatan pelaku. "Kalau untuk harga satu buku rekening nya itu satu juta, namun kalau ditambah dengan kartu ATM dan token itu harganya dua juta," jelas Rikwanto.

Para pelaku ditangkap pada 6 September 2012 pukul 20.00 WIB di Karawaci Tangerang, setelah proses penyelidikan selama satu minggu.

Barang bukti yang disita polisi seperti 21 buku rekening, 12 kartu ATM dari bank yang berbeda-beda, 10 token bank Mandiri dan BCA, 33 KTP palsu, 9 STNK palsu, 34 lembar KK palsu, 11 lembar surat keterangan domisili palsu, 1 lembar ijazah palsu, 1 bundel bukti pengiriman barang JNE dan TIKI, 1 buah BB berikut nomernya, 10 stiker hologram profil palsu, 2 buah modem, 1 buah CPU dan sebuah laptop.

“Mereka dijerat dengan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun,“ imbuh Rikwanto. [WFz]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?