GATRANEWS

Pendiri Demokrat Ditanyai Seputar Utang Sutan Bhatoegana
Saturday, 29 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ventje Rumangkang, pendiri Partai Demokrat, mengatakan bahwa penyidik Komisi...
Sadis, Ibu Tiri Aniaya Batita Hingga Tewas
Friday, 28 November 2014

Purworejo, GATRAnews - Satrio Mulyo Raharjo, anak batita (bawah usia tiga tahun) yang berusia 2...
Penyidik Sita Empat Mobil Terkait Korupsi Puskesmas Tangsel
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menyita empat mobil, dua di antaranya...
Duh, Niat Bantu Teman, Pemuda 17 Tahun Malah Diclurit
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews-M. Anwar, pemuda berusia 17 tahun terkapar disambet clurit oleh Dicky Febrianto,...
Kejagung Selidiki Keterlibatan Mantan Dirut PT Pos
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung masih menyelidiki ada tidaknya peran...
Kasus Kapal Penyeberangan, Kamaru Masuk Tahanan
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamaru Zaman Budyanto (KZ), Kepala Seksi Sarana Prasarana Unit Pengelola...
Kejari Jaksel Diperintahkan Eksekusi Uang Pengganti Rp 100 M dari Chevron
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono telah memerintahkan kepala...
Jampidsus Enggan Bahas Soal Perempuan di Kasus Udar
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono enggan menjawab pertanyaan...
Kejagung Sita Rumah Udar di Bogor
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik Udar...
Polisi Amankan Barang Bukti Usai Bentrok di DPP Golkar
Wednesday, 26 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Kapolres Jakarta Barat, Komisaris Besar Polisi Fadil Imran mengatakan bahwa...
Kejagung Gagal Periksa Pejabat PT Pos Indonesia
Wednesday, 26 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung gagal memeriksa BdS, pejabat PT Pos...
Annas dan Gulat Rekonstruksi Korupsi Izin Hutan Riau
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan rekonstruksi kasus suap...
KY Segera Proses Kasus Hakim PN Palu
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Yudisial (KY) berjanji segera memproses perkara Hakim Pengadilan Negeri...
Kejagung Cekal Dua Tersangka Korupsi Damkar Angkasa Pura I
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo dan Direktur PT Scientek...
FITRA: Kejagung Harusnya Tahan 3 Tersangka Penjualan Tanah PT ISN
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengatakan, penyidik...
Kejagung Cekal Tiga Tersangka Penjualan Tanah PT ISN
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung mencekal tiga tersangka kasus korupsi...
Kejagung Akan Panggil Kembali Airin
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung akan memanggil kembali Wali Kota...
Usai Cekik Sri Wahyuni, JAH Kabur ke Bali
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Polda Metro Jaya berhasil menangkap JAH, pelaku pembunuhan terhadap Sri...
Polisi Ciduk Pelaku Pembunuhan Sri Wahyuni
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelaku pembunuhan terhadap Sri Wahyuni, 42 tahun, yang ditemukan membusuk...
Jaksa Agung Prasetyo Siap Tingkatkan Penegakan Hukum
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, peningkatakan penegakkan hukum akan...

Polisi Bekuk Dua Pembuat Rekening Palsu

Jakarta - Aparat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membekuk dua tersangka pelaku pemalsuan identitas aplikasi pembukaan rekening bank, dengan cara membuat situs www.jualanrekening.org

Para pelaku, masing-masing CLV, 25 tahun, otak pelaku kejahatan, dan JRFS, 27 tahun. Tersangka JRFS ini dipekerjakan oleh CLV sebagai pembuat buku rekening dengan upah Rp 200.000 per buku rekening. Seorang pelaku lainnya, KNY, masih diburu aparat.

"Dari hasil penyelidikan ada website yang menawarkan jualan rekening. Dalam prakteknya pelaku membuat data palsu, seperti KTP dan Kartu Keluarga palsu," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/9).

Setelah membuat data-data palsu, lanjut Rikwanto, para pelaku segera membuka sejumlah rekening di Bank dengan menggunakan data-data palsu tersebut.

"Pelaku mempunyai lebih dari satu KTP dan Kartu Keluarga dengan nama dan alamat yang berbeda-beda, tetapi fotonya sama. Hal ini ditujukan agar bisa membuka rekening di tiap Bank yang berbeda,“ jelasnya.

Setelah buku rekening jadi  barulah pelaku menjualnya kepada pembeli yang memesannya dari situs online buatan pelaku. "Kalau untuk harga satu buku rekening nya itu satu juta, namun kalau ditambah dengan kartu ATM dan token itu harganya dua juta," jelas Rikwanto.

Para pelaku ditangkap pada 6 September 2012 pukul 20.00 WIB di Karawaci Tangerang, setelah proses penyelidikan selama satu minggu.

Barang bukti yang disita polisi seperti 21 buku rekening, 12 kartu ATM dari bank yang berbeda-beda, 10 token bank Mandiri dan BCA, 33 KTP palsu, 9 STNK palsu, 34 lembar KK palsu, 11 lembar surat keterangan domisili palsu, 1 lembar ijazah palsu, 1 bundel bukti pengiriman barang JNE dan TIKI, 1 buah BB berikut nomernya, 10 stiker hologram profil palsu, 2 buah modem, 1 buah CPU dan sebuah laptop.

“Mereka dijerat dengan pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun,“ imbuh Rikwanto. [WFz]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?