GATRANEWS

Lima Landmark Jakarta Ikut Gerakan Earth Hour
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penerangan di lima ikon (landmark) Jakarta akan dipadamkan karena...
Punya Solusi Macet Jakarta? Yuk Ikut ''Jakarta Urban Challenge''
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Meningkatnya laju urbanisasi Jakarta yang sangat cepat menimbulkan berbagai...
4 Instansi Diminta Segera Umumkan Hasil Tes CPNS
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 masih menyisakan empat...
#SaveHajiLulung Usai, Lulung Buat Akun Twitter Resmi
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah #SaveHajiLulung mendunia beberapa waktu lalu, Abraham Lunggana (Haji...
DPR: Pengelolaan Mobnas Sebaiknya Dilakukan BUMN
Tuesday, 10 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan menyarankan agar produksi dan...
Kebakaran di Wisma Kosgoro Diduga Korsleting Listrik
Tuesday, 10 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran di Wisma...
Pemadam Kebakaran Kesulitan Padamkan Api Gedung Kosgoro
Monday, 09 March 2015

Jakarta, GATRANews - Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta kesulitan memadamkan kobaran api yang...
Telkom Group, Dibalik Hadirnya Bandung Smart City
Friday, 06 March 2015

Sebagai BUMN telekomunikasi di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berkomitmen...
Mensos: PKH Harus Terintegrasi KKS, KIS, KIP dan Raskin
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan Program Keluarga Harapan...
Sanksi Tegas Bagi yang Belum Mengumumkan Hasil Tes CPNS
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy...
Pemerintah Mau Jadikan Esemka Mobil Angkutan Pedesaan
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRANews - Lama tak terdengar kabarnya Mobil Esemka tiba tiba menyeruak lagi dari Istana...
Bareskrim Periksa Saksi Terkait Korupsi Denny Indrayana
Friday, 20 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Mabes Polri masih memproses laporan yang dilayangkan oleh Andi Syamsul...
Nonaktif dan Plt 3Pimpinan KPK, Putusan Matang Jokowi
Thursday, 19 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentu sudah mempertimbangkan matang-matang dalam...
Bareskrim Polri Akan Umumkan Kasus Korupsi di BUMN
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Bareskrim) akan mengumumkan kasus...
KPK Berwenang Angkat Penyelidik
Saturday, 14 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa mengangkat penyelidik dan penyidik...
Usulan Baru PMN, Pemerintah Minta Restu DPR Cairkan Tiga BUMN Rp 6 T‏rilyun
Thursday, 12 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali melakukan...
Rini Soemarno Usulkan Tiga BUMN Baru Dapat PMN
Wednesday, 11 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mencoba usulan baru...
Aliran Listrik Dipadamkan, PNS Balai Kota Tak Bekerja
Monday, 09 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Aliran listrik di Blok F, Balai Kota DKI Jakarta masih dipadamkan akibat...
Waspada! Underpass Senen Banjir, Kendaraan Damkar Disiagakan
Monday, 09 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Banjir menggenangi Underpass Senen di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat....
Dana Hibah, Ahok: Mereka Mesti Jelas
Tuesday, 03 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama meminta kabupaten/kota mitra atau penyangga Ibu Kota...
Error
  • There was a problem loading image 20150309antarafoto-kebakaran-wisma-kosgoro-pemadam-090315-wpa-4.jpg

MK: Posisi Wakil Menteri Kacaukan Jenjang Karir

Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, posisi wakil menteri (wamen) mengacaukan jenjang karier kepegawaian lembaga negara.

"Posisi ini tidak jelas, apakah jabatan politik atau birokrasi?" kata Mahfud, saat membuka sidang uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2008 Pasal 10 tentang Kementerian Negara di MK Jakarta, Kamis (19/1).

Menurut Mahfud, ketidakjelasan posisi wamen bisa dikatakan karena yang melantik bukan menteri, melainkan presiden, sehingga dalam pikiran hakim MK, maka wakil menteri diberi tugas sendiri dan keberadaannya karena kekuasaan yang bertentangan dengan aturan.

"Karena ada persoalan itu, kami undang Ketua Pansus RUU Kementerian Negara Agun Gunandjar Sudarsa ke sidang," katanya.

Saat memberi keterangan ini di sidang, Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, UU Kementerian Negara memang pada awalnya diperuntukkan hanya untuk birokrat karier di kementerian bersangkutan.

Agun mengungkapkan bahwa ide awal pembentukan ini ungkapkan mantan menteri Pendayagunaan Aparatu Negara dan Reformasi Birokrasi Taufiq Effendi yang menyatakan persyaratan kriteria wamen untuk pejabat karier, seperti wakil menteri Luar Negeri yang diperuntukkan untuk pejabat karier.

Politisi Golkar ini mengungkapkan bahwa ide pembentukan wamen muncul karena di kalangan birokrasi muncul kecemburuan terhadap politisi yang menduduki posisi menteri dan duta besar yang sekarang didominasi para politisi.

"Padahal dulunya duta besar itu merupakan puncak karier pegawai negeri sipil (PNS)," katanya.

Sedangkan jumlah kabinet itu tidak bisa diubah tetap 34 orang, sehingga wakil menteri bukan bagian dari kabinet.

"Inilah awal dibentuknya RUU Kementerian Negara," katanya.

Sementara mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa keberadaan wamen tidak memiliki "job desk" yang jelas, karena semua pekerjaan telah dapat diselesaikan oleh para dirjen di tiap kementerian.

Yusril juga mengatakan bahwa wamen dalam sejarah kabinet di Indonesia tidak ada.

"Dulu memang ada menteri muda, karena tidak efisien oleh Presiden Soeharto dihapus. Kok sekarang kembali diadakan lagi (wamen)," kata Yusril. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?