GATRANEWS

Kejagung Akan Seret Semua Pelaku Korupsi Damkar Angkasa Pura I
Thursday, 06 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung akan menyeret seluruh pelaku kasus...
Tersangka Korupsi Damkar Angkasa Pura I Bisa Bertambah
Tuesday, 04 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung tidak menutup kemungkinan akan menambah...
YLBHI: Penyegelan Mesjid Ahmadiyah Depok Ingkari UUD 45
Monday, 06 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tindakan penyegelan Masjid Al-Hidayah milik jemaat Ahmadiyah, di Jalan Raya...
Asisten Denny: KPK Apresiasi Kemenkum HAM Ungkap Kasus Suap
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) mengklaim bahwa Komisi...
Mantan Direktur Perdata Ditjen AHU Akui Terima Suap
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Lilik Sri Hariyanto (LSH), mantan Direktur Perdata pada Ditjend AHU Kemenkum...
Kejagung Periksa Denny Soal Suap di Kemenkum HAM
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Wakil Menteri Hukum dan Hak...
Imparsial dan Sembilan Pemohon Gugat UU Pilkada
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Imparsial dan sembilan pemohon lainnya mendaftarkan permohonan pengujian Pasal...
Ini Kronologis Kasus Gratifikasi di Kemenkumham Versi Denny Indrayana
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana menjelaskan...
Kasus Notaris: Wamen Denny Klarifikasi Gratifikasi yang Membelit 2 Anak Buahnya
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Denny Indrayana, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum HAM)...
Menpora : Lintas Khatulistiwa Program Unggulan Kemenpora
Tuesday, 23 September 2014

Bukit Tinggi, GATRAnews – Perjalanan terakhir program Lintas Khatulistiwa Hari Senin (22/9) pagi,...
Asian Games Incheon - Diliput Lebih dari 3000 Wartawan
Tuesday, 23 September 2014

Incheon, GATRAnews – Hingga saat pembukaan Asian Games ke XVII di Incheon hari Jumat (19/9)...
Menpora Lepas Rombongan Mobil Kuno ke Bonjol
Friday, 19 September 2014

Jakarta, GATRAnews – Termasuk dalam rangkaian acara Lintas Khatulistiwa (Linwa), hari Kamis...
Menpora Terima Sekretaris Federasi Pemuda China
Thursday, 04 September 2014

Jakarta, GATRAnews – Menpora Roy Suryo hari Senin (1/9) pagi didampingi Deputi Bidang...
KPK Jebloskan Hakim Pasti Serefina Sinaga ke Penjara
Friday, 08 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Hakim Pengadilan Tinggi Bandung...
Perpanjang Masa Penahanan, Polisi Percepat Berkas Perkara Tersangka JIS
Tuesday, 05 August 2014

Jakarta, GATRAnews-Kasus kekerasan seksual yang melibatkan dua guru di Jakarta International School...
Jenazah Bripda Zulkifli Dievakuasi ke Jayapura
Tuesday, 29 July 2014

Jayapura, GATRAnews - Jenazah Bripda Zulkufli, anggota Polres Tiom, Selasa (29/7) pagi, dijadwalkan...
Yusril: Prabowo-Hatta Tak Bisa Mundur dengan Alasan Apa pun
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak...
Saksi: SPS Pemadaman Kebakaran Lahan
Thursday, 19 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Tiga saksi fakta atas tuduhan bahwa PT Surya Panen Subur (SPS) membiarkan...
Hakim Cecar Reifan Soal Pengangkatan OB Jadi Direktur
Thursday, 15 May 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, mencecar saksi Riefan...
Dua Petinggi Kejari Wamena Jadi Tersangka Korupsi
Wednesday, 07 May 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Kejaksaan...

MK: Posisi Wakil Menteri Kacaukan Jenjang Karir

Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, posisi wakil menteri (wamen) mengacaukan jenjang karier kepegawaian lembaga negara.

"Posisi ini tidak jelas, apakah jabatan politik atau birokrasi?" kata Mahfud, saat membuka sidang uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2008 Pasal 10 tentang Kementerian Negara di MK Jakarta, Kamis (19/1).

Menurut Mahfud, ketidakjelasan posisi wamen bisa dikatakan karena yang melantik bukan menteri, melainkan presiden, sehingga dalam pikiran hakim MK, maka wakil menteri diberi tugas sendiri dan keberadaannya karena kekuasaan yang bertentangan dengan aturan.

"Karena ada persoalan itu, kami undang Ketua Pansus RUU Kementerian Negara Agun Gunandjar Sudarsa ke sidang," katanya.

Saat memberi keterangan ini di sidang, Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, UU Kementerian Negara memang pada awalnya diperuntukkan hanya untuk birokrat karier di kementerian bersangkutan.

Agun mengungkapkan bahwa ide awal pembentukan ini ungkapkan mantan menteri Pendayagunaan Aparatu Negara dan Reformasi Birokrasi Taufiq Effendi yang menyatakan persyaratan kriteria wamen untuk pejabat karier, seperti wakil menteri Luar Negeri yang diperuntukkan untuk pejabat karier.

Politisi Golkar ini mengungkapkan bahwa ide pembentukan wamen muncul karena di kalangan birokrasi muncul kecemburuan terhadap politisi yang menduduki posisi menteri dan duta besar yang sekarang didominasi para politisi.

"Padahal dulunya duta besar itu merupakan puncak karier pegawai negeri sipil (PNS)," katanya.

Sedangkan jumlah kabinet itu tidak bisa diubah tetap 34 orang, sehingga wakil menteri bukan bagian dari kabinet.

"Inilah awal dibentuknya RUU Kementerian Negara," katanya.

Sementara mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa keberadaan wamen tidak memiliki "job desk" yang jelas, karena semua pekerjaan telah dapat diselesaikan oleh para dirjen di tiap kementerian.

Yusril juga mengatakan bahwa wamen dalam sejarah kabinet di Indonesia tidak ada.

"Dulu memang ada menteri muda, karena tidak efisien oleh Presiden Soeharto dihapus. Kok sekarang kembali diadakan lagi (wamen)," kata Yusril. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?