GATRANEWS

Sudah Ada Tersangka Kasus Pelindo II, Siapa?
Thursday, 03 September 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso...
Direktur IMF: Saya Ke Sini Bukan Untuk Meminjamkan ....
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko "Jokowi" Widodo hari ini bertemu dengan rombongan dari...
Delapan Capim KPK yang Diajukan, Sosok Bersih
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK)...
Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka pada Seorang Capim KPK
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri menetapkan seorang dari 19 calon pimpinan Komisi...
Jamin Usaha Mikro Kecil dan Menengah, DKI Dirikan PT Jamkrida
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI resmi mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT...
Wakil Ketua MPR Puji Toleransi Antar Umat Beragama di Jombang
Thursday, 20 August 2015

Jombang, GATRAnews - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin memberikan ceramah kebangsaan, hari ini, Rabu...
TNI AL Tenggelamkan 24 Kapal Pelaku Illegal Fishing
Tuesday, 18 August 2015

Jakarta, GATRAnews- TNI AL melalui Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) menenggelamkan 24...
Pembunuh Mantan TKI Mengaku Panik Saat Tenggelamkan Korban
Wednesday, 12 August 2015

Jakarta,GATRAnews- Bahrul Ulum mengaku panik saat menenggelamkan Musyarafah Nova mantan Tenaga...
Siswa yang Menyalahgunakan KJP Akan Diumumkan ke Publik
Thursday, 06 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Dinas Pendidikan DKI akan mengumumkan nama siswa pelaku penyelewengan dana...
Produksi Cabai Nasional Tidak Sanggup Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Produksi cabai besar segar tercatat sebesar 1,075 juta ton sepanjang tahun...
Kebakaran Gedung Pajak Dipadamkan 22 Mobil Damkar
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 22 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk mengatasi...
Diperiksa Bareskrim, Ahok Berharap Kasus UPS Cepat Selesai
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memenuhi panggilan penyidik Bareskrim...
Syahrini Meriahkan Hari Bhakti Adhyaksa ke-55
Wednesday, 22 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyanyi Syahrini memeriahkan perayaan Hari Bhakti Adhyaksa ke-55 di Kejaksaan...
Nex Logistics Kerja Sama dengan Blibli.com dan 7-eleven
Monday, 13 July 2015

Jakarta, GATRAnews – Pesatnya perkembangan bisnis di industri Logistics seiring dengan...
Polda Metro Minta Pemkot Tangerang Terbitkan Perda Soal Taksi Gelap
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Maraknya keberadaan taksi gelap di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) menimbulkan...
Antisipasi Kekeringan Bojonegoro, Mentan Guyur 300 Unit Pompa Air
Tuesday, 07 July 2015

Bojonegoro, GATRAnews - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman  memberikan bantuan pompa...
Kemlu Siap Bantu Kembangkan Wilayah Perbatasan
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM Fachir mengatakan, perwakilan...
Ahok Ancam Stop TKD Jika Tidak Terbuka Soal Data
Tuesday, 30 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan portal open data melalui...
Lebaran 2015, Terakhir Berjualan Bagi Pedagang Parsel Cikini
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Keberadaan pasar tumpah pedagang musiman bingkisan Lebaran atau parsel di...
KPK Periksa Dugaan Suap APBD Muba dari PT Petro Muba
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya mengungkap asal dana suap sejumlah...

MK: Posisi Wakil Menteri Kacaukan Jenjang Karir

Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, posisi wakil menteri (wamen) mengacaukan jenjang karier kepegawaian lembaga negara.

"Posisi ini tidak jelas, apakah jabatan politik atau birokrasi?" kata Mahfud, saat membuka sidang uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2008 Pasal 10 tentang Kementerian Negara di MK Jakarta, Kamis (19/1).

Menurut Mahfud, ketidakjelasan posisi wamen bisa dikatakan karena yang melantik bukan menteri, melainkan presiden, sehingga dalam pikiran hakim MK, maka wakil menteri diberi tugas sendiri dan keberadaannya karena kekuasaan yang bertentangan dengan aturan.

"Karena ada persoalan itu, kami undang Ketua Pansus RUU Kementerian Negara Agun Gunandjar Sudarsa ke sidang," katanya.

Saat memberi keterangan ini di sidang, Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, UU Kementerian Negara memang pada awalnya diperuntukkan hanya untuk birokrat karier di kementerian bersangkutan.

Agun mengungkapkan bahwa ide awal pembentukan ini ungkapkan mantan menteri Pendayagunaan Aparatu Negara dan Reformasi Birokrasi Taufiq Effendi yang menyatakan persyaratan kriteria wamen untuk pejabat karier, seperti wakil menteri Luar Negeri yang diperuntukkan untuk pejabat karier.

Politisi Golkar ini mengungkapkan bahwa ide pembentukan wamen muncul karena di kalangan birokrasi muncul kecemburuan terhadap politisi yang menduduki posisi menteri dan duta besar yang sekarang didominasi para politisi.

"Padahal dulunya duta besar itu merupakan puncak karier pegawai negeri sipil (PNS)," katanya.

Sedangkan jumlah kabinet itu tidak bisa diubah tetap 34 orang, sehingga wakil menteri bukan bagian dari kabinet.

"Inilah awal dibentuknya RUU Kementerian Negara," katanya.

Sementara mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa keberadaan wamen tidak memiliki "job desk" yang jelas, karena semua pekerjaan telah dapat diselesaikan oleh para dirjen di tiap kementerian.

Yusril juga mengatakan bahwa wamen dalam sejarah kabinet di Indonesia tidak ada.

"Dulu memang ada menteri muda, karena tidak efisien oleh Presiden Soeharto dihapus. Kok sekarang kembali diadakan lagi (wamen)," kata Yusril. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?