GATRANEWS

MAKI Minta Kejagung Jelaskan Proses Hukum Setya Novanto
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Kejaksaan Agung menjelaskan...
Granat: Saatnya Terpidana Mati Dieksekusi, Bukan Diskusi!
Thursday, 11 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Saat ini bukan lagi waktunya berdiskusi soal pro dan kontra eksekusi hukuman...
Kejagung Sambut Penolakan Grasi Terpidana Mati Narkoba
Thursday, 11 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan...
Riefan Berharap Dihukum Ringan Seperti Office Boy Hendra
Thursday, 11 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Riefan Afrian, putra politisi Demokrat Syarief Hasan, yang menjadi terdakwa...
Kuasa Hukum Tutut Berharap BANI Independen
Wednesday, 10 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Harry Ponto, kuasa hukum Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), meminta majelis...
PKS Desak Kejagung Segera Eksekusi Mati 64 Gembong Narkoba
Wednesday, 10 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi senayan dari Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Djamil mendesak...
Asian Agri Berharap Keadilan bagi Wajib Pajak
Saturday, 06 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Pajak menolak permohonan banding PT Gunung Melayu atas keputusan...
Yance Rugikan Keuangan Negara Rp 4,1 M
Friday, 05 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Korupsi pengadaan tanah proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap...
Tim Kuasa Hukum Semen Indonesia Yakin Menangkan Perkaranya di PTUN
Thursday, 04 December 2014

Semarang GATRAnews - Ketua tim kuasa hukum Semen Indonesia, Sadly Hasibuan, menyatakan optimis bisa...
Satpam MK Sering Beri Info pada Orang Kepercayaan Akil
Thursday, 04 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Zulhafis, anggota Satuan Pengamanan (Satpam) Mahkamah Konstitusi (MK),...
Jaksa Tuntut Teman Corby 30 Bulan Penjara
Tuesday, 02 December 2014

Denpasar, GATRAnews - Jaksa penuntut umum menuntut teman dekat ratu mariyuana Schapelle Corby,...
Menkumham: Jokowi Takkan Ringankan Hukuman Bandar Narkoba
Monday, 01 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Hukum dan HAM Yosanna Laoly mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo...
Kejaksaan Cari Lokasi untuk Eksekusi Lima Terpidana Mati
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung tengah mencari lokasi untuk mengeksekusi 5 terpidana mati...
Kejagung Akan Eksekusi 5 Terpidana Mati
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengeksekusi lima terpidana mati dari berbagai kasus....
TPDI Nilai Kejagung Pendam Kasus Setnov, Tanri Abeng, dan Bamang
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menilai Kejaksaan Agung memendam kasus...
Anak di Bawah Umur Dituntut 17 Bulan
Monday, 24 November 2014

Denpasar, GATRAnews - Anak di bawah umur yang kedapatan memiliki ganja seberat 750 gram dituntut 17...
Dianggap Tak Sesuai Fakta, PPP Kubu Romy Minta PTUN Tak Kabulkan Gugatan SDA
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Sidang sengketa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali dilanjutkan di...
Polda Metro Musnahkan Narkotika Senilai Rp 5 Milyar
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya memusnahkan barang bukti berupa narkotika hasil...
Merasa Tak Digubris Polisi, Antasari Akan Lapor Jokowi
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar menyatakan akan melapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi),...
Hiu Bersaudara Bebas dari Hukuman Mati Malaysia
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Frans Hiu dan Dharry Frully Hiu, dua kakak beradik asal Pontianak, Kalimantan...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?