GATRANEWS

Masuk PKPU, Sumatera Persada Duga Ada Konspirasi yang Inginkan Blok Migas di West Kampar‏
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - PT. Sumatera Persada Energi (PT. SPE) telah dinyatakan masuk dalam keadaan...
Kapolda: Kejahatan Transnasional Marak di Jakarta
Saturday, 27 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jakarta Raya (Jaya) mengatakan saat...
Hakim Pertanyakan Novum Mantan Jaksa Urip
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim mempertanyakan sikap Urip Tri Gunawan, mantan jaksa yang menjadi...
Anas Minta Waktu Seminggu untuk Salat Istikharah
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum tidak langsung menyatakan sikap: menerima atau menolak vonis...
Anas Tantang JPU dan Hakim Lakukan Sumpah Kutukan
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menantang publik bersedia digantung di Monas kalau terbukti melakukan...
Anas Tak Ingin ''Dihakimi'' Apalagi ''Dijaksai''
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Terdakwa Anas Urbaningrum tidak ingin "dihakimi" apalagi "dijaksai" dalam...
Dapat Dukungan, Anas Siap Hadapi Vonis Hakim
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Dukungan dari istri, keluarga, teman, dan sahabat menjadikan terdakwa Anas...
Puluhan Anggota HMI Desak Hakim Bebaskan Anas
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jabodetabeka-Banten,...
Polres Jakarta Utara Musnahkan 70 Kilogram Narkotika
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Polres Metro Jakarta Utara memusnahkan barang bukti berupa ganja seberat 70...
Jadi Saksi, Orangtua Ade Sarah: Siapkan Mental
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews- Orangtua dari Ade Sarah Angelina Suroto, Elisabeth dan Suroto tampak tenang...
Lagi, Narapidan Aktif Salurkan Narkotika
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Seorang pengedar ganja yang biasa beroperasi di wilayah Bintaro, Tangerang...
Sidang OCA Tetapkan Indonesia Tuan Rumah Asian Games XVIII Tahun 2018
Tuesday, 23 September 2014

Incheon, GATRAnews – Sidang lengkap OCA (The Olympic Council of Asia) atau Badan Eksekutif Dewan...
Polres Jakarta Barat Fokus bersihkan Narkoba di Kampung Boncos
Sunday, 21 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Resor Jakarta Barat menargetkan Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan,...
Anas: Tak Logis Jaksa KPK Keluhkan Keterangan Saksi
Friday, 19 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum dalam pembelaannya mengatakan, jaksa penuntut umum seharusnya...
Tuntutan Jaksa Dinilai Rendahkan Poltik dan Politisi
Friday, 19 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Terdakwa Anas Urbaningrum mebalikkan tudingan jaksa, yang menyebutnya...
Anas Nilai Jaksa Keliru Sebut Dirinya Bangun Opini
Friday, 19 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum menilai tuntutan jaksa penuntut umum keliru, karena menyebut...
Anas Berharap Hakim Pertimbangkan Pembelaannya
Thursday, 18 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum, terdakwa kasus korupsi proyek hambalang dan tindak pidana...
Polresta Medan Tangkap Kurir 177 Kg Ganja
Tuesday, 16 September 2014

Medan, GATRAnews- Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan menangkap dua orang...
Ketua PJI: Jaksa Minta Dihargai
Saturday, 13 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Andhi Nirwanto mengatakan, isu jaksa...
Polri Telusuri Keterlibatan AKBP Idha di Kasus Penggelapan Mobil
Saturday, 13 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polri tengah menelusuri dugan...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?