GATRANEWS

Lagi, Narapidana WN Nigeria Kendalikan Sabu Dalam LP
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Salah seorang narapidana yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) wilayah...
Jaksa Agung: Pada Saatnya, Terpidana Mati Narkoba Dieksekusi
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, Kejaksaan Agung akan tetap mengeksekusi...
Jaksa Agung Perintahkan Semua Pegawai Lakukan Tes Urin
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo telah mengirimkan surat ke seluruh Kejaksaan Tinggi...
Kejagung Pecat 20 Jaksa Terlibat Narkoba dan Korupsi
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung (Kejagung) memberhentikan secara tidak hormat alias memecat 20...
Hingga April, Bea Cukai Sudah Tahan 40 Kg Sabu-sabu‏
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan berhasil menggagalkan sebanyak 40...
DPR Minta Kejagung: Kapan Eksekusi Freddy Budiman?
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gembong narkoba, Freddy Budiman tertangkap basah masih menjadi aktor penting...
Hakim PN Tangerang Bacakan Putusan Gugatan Antasari Azhar
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (15/4) ini membacakan putusan gugatan mantan...
Kuasa Hukum Udar Persoalkan JPU Rangkap Penyidik
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum Udar Pristono mengaku heran dengan jaksa penuntut umum yang...
Udar Heran Masalah Tabungan Raib dari Dakwaan
Monday, 13 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, terdakwa Udar Pristono mengaku...
Menkum HAM Belum Siap Sampaikan Jawaban di PTUN
Thursday, 09 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menunda sidang...
KPK: Putusan SDA, Praperadilan Yang Sebenarnya
Wednesday, 08 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bersyukur setelah hakim tunggal...
Pendukung SDA: Penzaliman! Penzaliman! Allahu Akbar!
Wednesday, 08 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pendukung Suryadharma Ali (SDA) tidak terima dengan putusan Hakim tunggal Tati...
Jaksa Agung Isyaratkan Eksekusi Mati Usai KAA
Tuesday, 07 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengisyaratkan pelaksanaan eksekusi terpidana mati...
Praperadilan Jero Wacik Disidangkan Pekan Depan
Tuesday, 07 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang perdana praperadilan...
Hakim Putus Praperadilan SDA Rabu Besok
Tuesday, 07 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Hakim tunggal Tati Hadiati akan memutus perkara praperadilan di Pengadilan...
Kuasa Hukum: KPK Tak Punya Bukti Kuat untuk Jerat Suryadharma Ali
Tuesday, 07 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Sidang praperadilan tersangka korupsi dana haji dengan tersangka mantan...
Pengadilan Batal Sidangkan Udar Pristono
Monday, 06 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta gagal menyidangkan...
Sutan: Saya Terima Putusan Jika Sudah Izin Allah
Monday, 06 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Sutan Bhatoegana menyatakan siap menjalani putusan, jika Pengadilan Negeri...
Sutan Nilai KPK Sewenang-wenang
Monday, 06 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum mantan Ketua Komisi VII DPR RI terdakwa Sutan Bhatoegana, Eggy...
Hakim Minta Sutan Irit Bicara Agar Behel Gigi Tak Copot
Monday, 06 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi meminta mantan Ketua Komisi VII...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?