GATRANEWS

Fraksi Hanura MPR: Tradisi Baru, Presiden Laporkan Kinerja di Sidang Tahunan
Sunday, 05 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) akan segera...
Ketua MPR RI: Presiden Jokowi Dukung Sidang Tahunan MPR
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Jumat (3/7), bertempat di Istana Negara, Jakarta, dengan formasi lengkap Ketua...
Maruf Cahyono: Sidang Tahunan MPR Pelengkap Demokrasi Indonesia
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Sidang Tahunan MPR RI yang sedianya memang direncanakan untuk pertamakali...
Ketua MPR: Presiden Akan Hadiri Sidang Tahunan MPR
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan didampingi Wakil Ketua MPR Mahyudin, Hidayat...
Sidang Tahunan MPR Akan Menjadi Tradisi Kenegaraan
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Tidak lama lagi Indonesia akan memiliki sebuah tradisi ketatanegaraan yang...
TBP Peradi Kecewa Juniver Dkk Mangkir dari Sidang Gugatan
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Barisan Persaudaraan Perhimpunan Advokat Indonesia (TBP Peradi) kecewa...
KPK Belum Punya Bukti Cukup untuk Seret Polisi dalam Kasus Suap Politisi PDIP
Tuesday, 30 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan belum memiliki dua alat bukti...
Jadi Pengedar Narkoba dan Desersi, Oknum TNI AU Dipecat
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATAnews- Seorang anggota TNI AU, Kopda Agung Hari Panili dipecat secara tidak hormat dari...
Penyuap Politikus PDIP Takkan Ajukan Eksepsi
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Marketing Manager dan pemilik saham terbesar PT Mitra Maju Sukses (PT MMS),...
LBH Jakarta Nilai KPK Tak Serius Lawan Upaya Pelemahan
Sunday, 28 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Hukum dan Masyarakat Lembaga Bantuan...
Peringati Hari Anti Narkoba Internasional, Ketua MPR: Katakan Tidak Pada Narkoba!
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Hari ini tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti narkoba Internasional...
Indonesia Keluar dari Daftar Hitam Negara Pencucian Uang
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia berhasil kelur dari keseluruhan review International Cooperation...
Jaringan Narkotika Sembunyikan Sabu Dalam Tas dan Sandal Wanita
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali membongkar jaringan narkoba...
Dubes Prancis Yakini Ada Keadilan bagi Atlaoui
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Duta Besar Prancis untuk Indonesia Corinne Breuze menyatakan tetap meyakini...
Suebu Tak Mau Sebut KPK Ulur Waktu
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu tidak mau menyebut Komisi Pemberantasan...
Sidang Praperadilan Mantan Gubernur Papua Ditunda
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang praperadilan yang dimohonkan...
Majelis Perintahkan Jaksa Hadirkan Waryono dan Rudi di Sidang Sutan
Thursday, 18 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memerintahkan jaksa...
Penyidik Belum Usulkan Penahanan Dahlan
Wednesday, 17 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan bisa kembali pulang, usai...
Presiden Jokowi Minta Kementrian dan Lembaga Negara Kurangi Impor
Tuesday, 16 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo meminta seluruh kementerian dan lembaga menyampaikan...
Hakim Gugurkan Praperadilan Suroso
Monday, 15 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Martin Ponto menggugurkan permohonan...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?