GATRANEWS

Kuasa Hukum: Jaksa Harusnya Tuntut Bebas Hendra Office Boy
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ahmad Taufik, kuasa hukum Hendra Saputra menilai tuntutan 2 tahun 6 bulan dan...
Mantan Sekjen Kemlu Dipenjara 2,5 Tahun
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mengganjar terdakwa Sudjadnan...
Sidang Kasus Korupsi Bank DKI Digelar Pekan Depan
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi segera menyidangkan kasus korupsi pengadaan...
Vitri Termenung Andi Divonis Bersalah
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Vitri Cahyaningsih, istri terdakwa Andi Alfian Mallarangeng nampak termenung...
Office Boy Lega Akhirnya Putra Syarief Hasan Jujur
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Hedra Saputra, office boy yang menjadi terdakwa kasus korupsi proyek pengadaan...
Kuasa Hukum: Vonis Anggoro Copy-Paste Tuntutan Jaksa
Wednesday, 02 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Meski Thompson Situmeang mengaku tak menyoal ringan beratnya vonis terhadap...
Akil: Sampai Surga Saya Banding!
Tuesday, 01 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Akil Mochtar, terdakwa kasus korupsi dan pencucian uang atas sejumlah sengketa...
Kerabat Andi Teriak "Masuk Neraka Kalian!"
Tuesday, 01 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Seorang perempuan berusia sekitar 30 tahunan, yang diduga sebagai kerabat...
Andi Mallarangeng: Tuntutan 10 Tahun, Fiksi
Tuesday, 01 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Andi Alfian Mallarangeng menilai tuntutan 10 tahun jaksa penuntut umum...
TOT Melawan Narkoba di Sukabumi
Saturday, 28 June 2014

Sukabumi, GATRAnews – Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora  Yuni Poerwanti  hari Rabu...
Mitra Usaha Koperasi Cipaganti: Bagaimana Nasib Investasi Kami?
Friday, 27 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Ratusan mitra usaha Koperasi Cipaganti memenuhi ruang sidang Pengadilan...
Akil: "Mereka Adalah Batu Tanpa Hati"
Tuesday, 24 June 2014

Mereka adalah batu tanpa hati  Sedangkan kita adalah air yang mengalir.. Maka, air akan mengikis...
Akil Tuding KPK Politisir Kasusnya
Tuesday, 24 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain  menuduh Bambang Widjojanjo (BW), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan...
Sebelum Divonis, Wawan Minta Hakim Bersikap Adil
Monday, 23 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Tubagus Chairi Wardhana alias Wawan, adik kandung Ratu Atut Chosiyah yang...
Ngeseks Bersama Dua Wanita, Bos Konveksi Diciduk Polisi
Thursday, 19 June 2014

Jakarta, GATRAnews-Pengusaha konveksi bernama ARP, 49 tahun tak menyadari bahwa dirinya sudah...
Kapolda: Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkotika Belum Berikan Efek Jera
Thursday, 19 June 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya memusnahkan ratusan kilo barang bukti narkotika...
KPK Yakin Tuntutan Jaksa Bisa Miskinkan Akil
Wednesday, 18 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, tuntutan terhadap terdakwa Akil...
Akil Tuding BW Tak Bersih
Monday, 16 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Akil Mochtar, menyebut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang...
Anas Berharap Pengadilan Tipikor Dobrak 'Tradisi'
Thursday, 12 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Meski Anas Urbaningrum menyadari bahwa penolakan eksepsi seolah menjadi...
Anas Syukuri Jaksa Tanggani Serius Eksepsinya
Thursday, 12 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum, terdakwa kasus korupsi dan pencucian uang atas penerimaan...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?