GATRANEWS

Jaksa Banding Karena Ratu Narkoba Ola ''Bebas'' dari Hukuman Mati
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan akan mengajukan banding atas vonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta...
Mengedarkan dan Gunakan Sabu, Kentung Dicokok Polisi
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat menangkap NS, 43 tahun, alias Kentung...
Sidang Praperadilan SDA Gagal Digelar 4 Maret
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan  Negeri Jakarta Selatan batal menggelar sidang praperadilan...
Jaksa Agung: Myuran dan Andrew Chan Tinggal Dieksekusi
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, tidak ada lagi upaya hukum apa pun setelah...
Yusril Jelaskan Kesalahpahaman Soal Laporan Ical ke Polisi
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Aburizal Bakrie (Ical), Yusril Ihza Mahendra, mengatakan,...
BNN: 13 Pengunjung HZ Club & Karaoke Positif Narkoba
Thursday, 19 February 2015

Jakarta,  GATRAnews - Sebanyak 13 pengunjung HZ Club&Karaoke/Haze yang berlokasi di Jakarta...
Jurnalis Akan Hadirkan Nazaruddin di Persidangan
Thursday, 19 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Jurnalis Kamaru, kuasa hukum terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan...
Bareskrim Polri Akan Umumkan Kasus Korupsi di BUMN
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews-Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri (Bareskrim) akan mengumumkan kasus...
PSHK: Ada Kelemahan di Putusan Sarpin
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) menilai, ada sejumlah kelemahan dalam...
Sarpin Mengaku Tak Mendapatkan Ancaman
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Sarpin Rizaldi, hakim tunggal yang mengadili sidang praperadilan yang...
Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Yance
Monday, 16 February 2015

Bandung, GATRAnews - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung menolak eksepsi Tim Kuasa Hukum...
Ribuan Polisi Amankan Sidang Putusan BG
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Polri mengerahkan sekitar 1.000 personel untuk menjaga sidang praperadilan...
Chatarina: Ada Keterangan Pengacara BG Yang Kuatkan Dalil KPK
Saturday, 14 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim ada sejumlah keterangan dari...
BG Akan Laporkan Saksi KPK ke Polisi
Thursday, 12 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Fredrich Yunadi, kuasa hukum Komjen Pol Budi Gunawan (BG), menilai Iguh...
KPK Hanya Ajukan Satu Saksi di Sidang BG
Thursday, 12 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya menghadirkan satu dari tiga saksi...
Hasto Tak Tahu Abraham Ringankan Tuntutan Emir Moeis
Wednesday, 11 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku...
KY Pantau Sidang Praperadilan BG
Tuesday, 10 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Yudisial (KY) hadir untuk memantau langsung sidang praperadilan yang...
Hasto Siap Bersaksi untuk BG
Tuesday, 10 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto...
Komisi Yudisial Hadiri Sidang Praperadilan BG
Tuesday, 10 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisioner Komisi Yudisial Ketua Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas...
Kuasa Hukum BG Gagal Putar Rekaman
Tuesday, 10 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum tersangka Komjen Pol Budi Gunawan (BG), gagal memutarkan...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?