GATRANEWS

Wakil Ketua MPR: Batik Harus Terus Dimasyarakatkan
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kemajuan Ilmu Pengetahun dan teknologi, membuat batas-batas wilayah negara...
Johan Hadir di Sidang Hadi untuk Semangati Teman-temannya
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP hadir di...
Johan Budi Pantau Sidang Praperadilan Hadi
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Plt Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP hadir di...
Tes Urine Pejabat DKI Diduga Bocor
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga pejabat eselon IV Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang baru dilantik pada...
BW Yakin Polri Pertimbangkan Putusan Peradi
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non aktif, Bambang Widjojanto (BW),...
Ahok Ancam Pecat Pejabat Terindikasi Konsumsi Narkoba
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengancam akan memecat...
Kiprah Perempuan Dalam Pemberantasan Narkoba
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota MPR RI Fraksi Nasdem dan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio...
LPSK: Hakim Bisa Sikapi Kesaksian Palsu di Sidang Sutan 
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai...
KPK Kumpulkan 3 Kontainer Barang Bukti Kasus Hadi Poernomo
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim, progres atau perkembangan...
Pengelola Rusun Jakarta sepakat Cegah Prostitusi dan Narkoba
Tuesday, 19 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengurus dan pengelola rumah susun sederhana milik (rusunami) dan rusun...
Hadi Poernomo Rahasiakan Saksi dan Ahli di Pihaknya
Tuesday, 19 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo enggan merinci...
Orangtua Penelantar Anak Mengaku Enam Bulan Konsumsi Sabu
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik menetapkan Utomo dan Nurindria, pasangan suami istri sebagai tersangka....
KPK Siap Tunjukkan Bukti Dasar Tersangkakan Hadi Poernomo
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) siap menunjukkan bukti pemulaan yang cukup...
Yusril Optimis PTUN Kabulkan Gugatan Kubu ARB
Sunday, 17 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum kubu Aburizal Bakrie, Yusil Ihza Mahendra, menyatakan optimis...
BNN: Bandar Narkotika Harus Dimiskinkan
Saturday, 16 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Narkotika Nasional (BNN) memandang perlunya memiskinkan para bandar...
Polisi: Utomo dan Narindra Positif Narkoba
Friday, 15 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Polda Metro Jaya menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus...
ICW Minta KPK Segera Tersangkakan Lagi Eks Wali Kota Makassar
Friday, 15 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Peneliti hukum dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Lalola Easter menilai,...
KPK Harus Buka Bukti Penetapan Tersangka
Thursday, 14 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpaksa harus membuka bukti-bukti...
BNN Sita 20 Kg Shabu dan 580 Ribu Butir Ekstasi dari Malaysia
Thursday, 14 May 2015

Jakarta, GATRANews - Jaringan gembong narkoba besar berhasil dibongkar di Medan Sumatera Utara....
Sipir Nusakambangan Jadi Kurir Narkoba Akhirnya Diciduk Polisi
Thursday, 14 May 2015

Cilacap, GATRANews - Bayu Anggit Permana yang biasanya menjadi sipir penjara kini terpaksa harus...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?