GATRANEWS

Anak di Bawah Umur Dituntut 17 Bulan
Monday, 24 November 2014

Denpasar, GATRAnews - Anak di bawah umur yang kedapatan memiliki ganja seberat 750 gram dituntut 17...
Dianggap Tak Sesuai Fakta, PPP Kubu Romy Minta PTUN Tak Kabulkan Gugatan SDA
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Sidang sengketa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali dilanjutkan di...
Polda Metro Musnahkan Narkotika Senilai Rp 5 Milyar
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya memusnahkan barang bukti berupa narkotika hasil...
Merasa Tak Digubris Polisi, Antasari Akan Lapor Jokowi
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Antasari Azhar menyatakan akan melapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi),...
Hiu Bersaudara Bebas dari Hukuman Mati Malaysia
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Frans Hiu dan Dharry Frully Hiu, dua kakak beradik asal Pontianak, Kalimantan...
Masih Diteliti, Keterlibatan Prof M di Sindikat Narkoba
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Polri akan mendalami apakah Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas...
Urine dan Darah Prof. Musakkir Positif Narkoba
Sunday, 16 November 2014

Makassar,  GATRAnews - Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Makassar yang memeriksa...
Eddies Adelia Jalani Sidang Perdana Kasus Pencucian Uang
Wednesday, 12 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Artis Eddies Adelia akan menjalani sidang perdana kasus dugaan tindak...
Antasari Minta Kapolri dan Kapolda Metro Klarifikasi Soal HP
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua KPK Antasari Azhar meminta tim kuasa hukum Kapolri dan Kapolda...
Duh, Sembilan Tahun di Nusa Kambangan Her Tak Kapok
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Tersangka Her, 34 tahun, rupanya tak pernah kapok selama 9 tahun mendekam di...
BNN: Penyalahguna Narkoba Adalah Korban, Harus Direhabilitasi
Friday, 07 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Analis Pengembangan Model Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Yasmi...
Polisi Belum Bisa Periksa Tessy
Monday, 03 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kondisi pelawak Kabul Basuki alias Tessy terus membaik setelah mendapat...
Polisi Awasi Produksi Narkoba di Perumahan-Apartemen
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat mengawasi sejumlah perumahan dan...
Pekan Depan Jaksa Hadirkan Saksi Korupsi Putra Syarief Hasan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akan mulai...
Polisi Olah TKP Shabu senilai Rp44 Milyar
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri melakukan...
Ayah Anak Terlibat Penjualan Narkotika
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat berhasil meringkus dua pelaku pengedar...
Lagi, Unas Lakukan Operasi Pemberantasan Narkotika
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Pihak Universitas Nasional (Unas) kembali melakukan operasi pemberantasan...
Kuasa Hukum Udar Keukeuh Ingin Hadirkan Jokowi di Sidang
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum tersangka Udar Pristono keukeuh (bersikeras) ingin menghadirkan...
Pemerintah Minta MK Tolak Gugatan UU Perkawinan‏
Tuesday, 14 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menolak seluruh dalil...
Tetap Gugat UU Pilkada, OC Kaligis Ingin Kepastian Hukum‏
Monday, 13 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi (MK) menyarankan kepada para penggugat Undang-undang Nomor...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?