GATRANEWS

PHE RT Laporkan Hakim ke KY
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pihak Pertamina Hulu Energi Raja Tempirai (PHE RT) melaporkan hakim Pengadilan...
Kuasa Hukum Sutan Batal Bacakan Permohonan Praperadilan
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum Sutan Bhatoegana batal membacakan permohonan praperadilan...
Jonan Sidak Terminal Kampung Rambutan, 8 Bus Dilarang Berangkat
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke...
Nenek Asyani Bersikukuh Tidak Mencuri
Monday, 23 March 2015

Situbondo, GATRAnews - Asyani, 63 tahun, yang dihadapkan sebagai terdakwa kasus pencurian kayu...
Indonesia Darurat Narkoba, Terpidana Tetap Dieksekusi
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan, Kejaksaan akan tetap mengeksekusi...
KPK Tak Hentikan Penyidikan SDA Selama Praperadilan
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan menghentikan proses...
DKPP Canangkan Tes Urine Bagi Setiap Penyelenggara Pemilu
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) mencanangkan tes urine bagi...
Edarkan Narkoba, Ketua KIP Aceh Timur Dipecat
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur, Ismail SAg dipecet dari...
Jaksa Akan Panggil Paksa @TrioMacan2000
Monday, 16 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bersikap tegas terhadap...
Majelis Hakim Kembali Tunda Putusan Kasus Privatisasi Air Jakarta
Friday, 13 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Putusan atas kasus Gugatan Warga Negara terhadap Privatisasi Air Jakarta yang...
Nazaruddin Tak Dimintai Kesaksian dalam Kasus Vaksin Flu Burung
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Jakata Pusat tidak akan...
Dua Pengedar Sabu Ditangkap Saat Menunggu Pembeli
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang meringkus dua pengedar narkotika jenis...
Pembuat Sistem e-Budgeting Disidang Panitia Hak Angket
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Konsultan tim e-budgeting Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Gagad...
Wako Palembang Divonis 6 Tahun Penjara
Monday, 09 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman 6...
Pengunjung Padati Sidang Putusan Romi Herton dan Istri
Monday, 09 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengunjung sudah memadati ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi...
Penundaan Esekusi Mati Tolelir 50 Orang Mati Setiap Hari
Sunday, 08 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung belum memastikan kapan para terpidana mati yang telah berada...
LPSK Lindungi Saksi Pengungkap Sindikat Narkoba
Sunday, 08 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan perlindungan bagi...
Menag: Hukuman Mati di Indonesia Tak Langgar HAM
Sunday, 08 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan,...
Udar dan 2 Tersangka Kasus Bus TJ Segera Jalani Persidangan
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Kepala Dinas Perbuhungan DKI Jakarta, Udar Pristono; mantan pegawai...
Orang Kepercayaan Akil Diganjar 5 Tahun Penjara
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengganjar...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?