GATRANEWS

Pekan Depan Jaksa Hadirkan Saksi Korupsi Putra Syarief Hasan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akan mulai...
Polisi Olah TKP Shabu senilai Rp44 Milyar
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri melakukan...
Ayah Anak Terlibat Penjualan Narkotika
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat berhasil meringkus dua pelaku pengedar...
Lagi, Unas Lakukan Operasi Pemberantasan Narkotika
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Pihak Universitas Nasional (Unas) kembali melakukan operasi pemberantasan...
Kuasa Hukum Udar Keukeuh Ingin Hadirkan Jokowi di Sidang
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum tersangka Udar Pristono keukeuh (bersikeras) ingin menghadirkan...
Pemerintah Minta MK Tolak Gugatan UU Perkawinan‏
Tuesday, 14 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menolak seluruh dalil...
Tetap Gugat UU Pilkada, OC Kaligis Ingin Kepastian Hukum‏
Monday, 13 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi (MK) menyarankan kepada para penggugat Undang-undang Nomor...
Menpora - Para Pemuda Berkesempatan Pimpin Bangsa
Monday, 13 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Hari Kamis (09/10) siang Menpora Roy Suryo didampingi Istrinya Ismarindayani...
Duh, Anggota Linmas Pakai Sabu Biar 'Kuat'
Wednesday, 08 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Seorang anggota Perlindung Masyarakat (Linmas) bernama Dado alias AH, terpaksa...
Masuk PKPU, Sumatera Persada Duga Ada Konspirasi yang Inginkan Blok Migas di West Kampar‏
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - PT. Sumatera Persada Energi (PT. SPE) telah dinyatakan masuk dalam keadaan...
Kapolda: Kejahatan Transnasional Marak di Jakarta
Saturday, 27 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jakarta Raya (Jaya) mengatakan saat...
Hakim Pertanyakan Novum Mantan Jaksa Urip
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim mempertanyakan sikap Urip Tri Gunawan, mantan jaksa yang menjadi...
Anas Minta Waktu Seminggu untuk Salat Istikharah
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum tidak langsung menyatakan sikap: menerima atau menolak vonis...
Anas Tantang JPU dan Hakim Lakukan Sumpah Kutukan
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menantang publik bersedia digantung di Monas kalau terbukti melakukan...
Anas Tak Ingin ''Dihakimi'' Apalagi ''Dijaksai''
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Terdakwa Anas Urbaningrum tidak ingin "dihakimi" apalagi "dijaksai" dalam...
Dapat Dukungan, Anas Siap Hadapi Vonis Hakim
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Dukungan dari istri, keluarga, teman, dan sahabat menjadikan terdakwa Anas...
Puluhan Anggota HMI Desak Hakim Bebaskan Anas
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jabodetabeka-Banten,...
Polres Jakarta Utara Musnahkan 70 Kilogram Narkotika
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Polres Metro Jakarta Utara memusnahkan barang bukti berupa ganja seberat 70...
Jadi Saksi, Orangtua Ade Sarah: Siapkan Mental
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews- Orangtua dari Ade Sarah Angelina Suroto, Elisabeth dan Suroto tampak tenang...
Lagi, Narapidan Aktif Salurkan Narkotika
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Seorang pengedar ganja yang biasa beroperasi di wilayah Bintaro, Tangerang...

WN Swedia Tutupi Muka di Persidangan

Jakarta - Terdakwa kasus narkoba asal Swedia, Orjan Robert Elevsson, 38 tahun, menutupi karena takut terekam kamera wartawan, saat dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

Sejak masuk ruang sidang, tanpa memperhatikan tata tertib, Orjan, bersama terdakwa lain, perempuan berkebangsaan Thailand, Narawadee Phothijak, 22 tahun, terus memeluk dan membenamkan wajahnya di balik tubuh wanita WN Thailand itu.

"Sorry, I don't want," ujar Orjan, seraya menunjuk ke arah kursi pengunjung tanpa memalingkan wajahnya.

Begitu pula saat Orjan pindah duduk ke kursi terdakwa, tepat di sisi kanan tim kuasa hukum, ia malah duduk memunggungi tim kuasa hukumnya dan deretan kursi pengunjung. Lantas, ia merapatkan tubuhnya ke mimbar majelis hakim demi mempersempit sudut pengambilan gambar para fotografer.

Ia juga berceloteh dengan bahasa yang tak dimengerti selama beberapa menit. Terganggu dengan sikapnya, salah seorang anggota majelis hakim meminta Orjan agar diam. "Tolong penerjemah minta terdakwa untuk diam," kata hakim.

Orjan, yang menggunakan kain penutup kepala, lalu melepaskan kain tersebut, lalu digunakannya untuk menutupi wajahnya. Ia kemudian merangkul Narawadee untuk bersama-sama menyembunyikan wajah mereka di balik kain.

Keduanya sempat menyingkap sebentar kain penutup saat jaksa penuntut umum menghadirkan barang bukti berupa bubuk kristal, dalam persidangan yang berlangsung di Ruang Sidang 4 PN Jaksel tersebut.

Saat Taufik Muzada, saksi dari Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta memberikan keterangan, hakim sempat meminta kedua terdakwa menunjukkan wajah mereka.

"Tolong tunjukkan wajahnya supaya bisa dikenali saksi," kata hakim Ary Jiwantoro.

"Apa orang ini yang dilihat saksi?" Lanjut hakim, setelah kain penutup wajah disingkap. Saksi pun mengiyakan pertanyaan hakim.

Seusai sidang, Hakim Ary menyatakan kepada wartawan, ia akan bersikap tegas terhadap terdakwa WNA tersebut. "Besok kita akan keluarkan instruksi untuk tidak menggunakan penutup wajah," tegas Ary.

Dua WNA tersebut menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan dakwaan memasukkan narkotika golongan 1 tanpa izin ke wilayah pabean Indonesia.

Oleh JPU, perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009, sebagai dakwaan primer.

Sebagai dakwaan subsider pertama, Orjan dan Narawadee dikenai Pasal 113 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009 karena dianggap memasukkan Narkotika Golongan I tanpa persetujuan impor dan bukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga dianggap menyimpan dan menguasai Narkotika golongan I tanpa izin pihak berwenang. Karena itu, Orjan dan Narawadee dalam dakwaan subsider kedua dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35/2009 jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35/2009. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?