GATRANEWS

Indonesia Harus Cari Solusi dari Kebijakan yang Tumpang Tindih
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presisi Indonesia, perusahaan konsultan ekonomi dan bisnis, menyatakan bahwa...
DPR Bisa Mintai Keterangan Menhub Soal Cilamaya
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi V DPR RI Eldie Suwandie mengatakan, komisinya bisa memanggil...
Annas Siapkan Rp 2,9 M Untuk Zulkifli dan Komisi IV DPR
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Annas Maamun meminta Gulat Medali Emas Manurung menyiapkan dana Rp 2,9 milyar...
Bank Mandiri Dinilai Tidak Pantas Dapat Modal Negara
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun mempertanyakan usulan Penyertaan Modal Negara...
Jelang MEA, Sektor Perikanan Harus Gerak Cepat
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa menjelang...
Anak SDA Mangkir dari Panggilan KPK
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi I DPR Kartika Yudhisti tidak menghadiri panggilan penyidik...
Ingin Ekspor Melonjak 300%, Pemerintah Rebut Pangsa Pasar Ekspor dari Negara Lain
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel menjanjikan akan meningkatkan ekspor...
Rapat Hingga Dini Hari, Komisi VII DPR Kasih Banyak PR ke Menteri ESDM
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Rapat kerja Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Kementerian Energi...
Mentan Sebut Anggaran Pertanian 2015 Terbesar Dalam Sejarah‏
Tuesday, 27 January 2015

Sukoharjo, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut anggaran untuk Kementerian...
Mentan Amran Janji Petani Kedelai Tak Akan Rugi Lagi‏
Tuesday, 27 January 2015

Sukoharjo, GATRAnews - Sebagai upaya menggenjot produksi kedelai, Menteri Pertanian Amran Sulaiman...
Ahok Dukung Pelarangan Apel Berbakteri
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan siap mendukung Kementerian...
Menpan Klaim Kebijakan Larangan Rapat di Hotel Hemat Rp 1,3 Triliun‏!
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi...
Larangan Illegal Fishing Bukan Hanya pada Nelayan Asing
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan ketegasannya...
Sebut 'Rakyat Tidak Jelas,' Menko Polhukam Dipolisikan
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Beberapa pengacara mempolisikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan...
Pemerintah Perpanjang Izin Ekspor Freeport Indonesia
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah memberikan rekomendasi persetujuan ekspor PT Freeport Indonesia (PT...
Perizinan Investasi Kini Cukup Lewat PTSP BKPM
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Mengurus perizinan berinvestasi di Indonesia, kini lebih gampang, cukup "satu...
Menteri Susi: Harga Jaring Ikan Indonesia Termahal di ASEAN
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ironis itulah yang dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti...
Jokowi Didesak Periksa Men-ESDM Soal Perpanjangan Izin Freeport
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Mining and Energi Studies (IMES) mendesak Presiden Joko Widodo...
Susi: Jaga Keseimbangan Ekosistem Laut
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa pemerintah...
Menteri KP Tak Akan Cabut Peraturan Pembatasan Komoditas Perikanan
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa...

Ahmad Rivai: Rosa Diminta Fee 8% oleh Sang Menteri

Jakarta - Pengacara terpidana kasus suap pembangunan proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang, Ahmad Rivai, menyatakan, kliennya, Mindo Rosalina Manulang, dimintai jatah fee sebesar 8 persen oleh seorang menteri, dari dua proyek sebuah instansi yang tengah dikerjakannyan.

Menurutnya, jumlah yang diminta sang menteri tersebut, terkait dua proyek terpisah yang nilainya masing-masing sekitar Rp 100 miliar dan Rp 80 miliar. Namun, Rivai enggan menyebut siapa menteri itu. Ia hanya mengatakan, menteri tersebut adalah salah satu anggota Partai Demokrat.

"Dia meminta dan proyeknya sudah jalan. Minta dari 100 miliar dan 80 miliar. Rosa bercerita ini di depan saya dan salah satu komisioner LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," ungkapnya saat ditemui di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dijelaskannya, permintaan jatah tersebut disampaikan sang menteri di Kompleks Perumahan Widya Chandra. Sebelumnya, sang menteri tersebut meminta kliennya bertemu di kompleks itu.

Menurut Rivai, selain mengenal Rosa, sang menteri juga mengenal baik terdakwa Muhammad Nazaruddin. Bahkan, sempat  beberapa kali bertemu dengan Mantan Bendahara Umum Demokrat itu.

"Dia (menteri, Red.) petinggi partai itu. Kabarnya minggu depan akan jadi saksi di Pengadilan Tipikor, tapi namanya belum bisa dikasih tahu. Pasti akan kita ungkap, kalau saya sudah dapatkan data-datanya," ujarnya.

Saat didesak, untuk menyebut nama sosok sang menteri dan dua proyek yang tengah dikerjakan Rosa, ia tetap bergeming. Namun walaupun demikian, dikatakannya, Rosa berjanji  akan membongkar kasus tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang menjadi salah satu syarat bagi Rosa jika ingin menunjuknya sebagai kuasa hukum dirinya, yakni Rosa harus membuka kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang hingga ke akarnya.

"Ditunggu saja. Rosa jenuh dengan kebohongan-kebohongan yang ada selama ini. Ia ingin sampaikan sejujurnya di DPR. Ia ingin membongkar kasus ini," ucapnya. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?