GATRANEWS

Begini Gelombang Pengiriman Uang ke MS Kaban Versi Jaksa
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - MS Kaban, Menteri Kehutanan periode 2004-2009 yang kini menjabat Ketua Umum...
Jaksa Sebut MS Kaban Terima Duit dari Anggoro Widjojo
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut MS Kaban,...
Pesuruh Yang Jadi Direktur Didakwa Perkaya Orang Lain
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mendakwa Hendra...
Penangkapan Kapal Tongkang Bermuatan Timah Oleh TNI-AL Dinilai Janggal
Wednesday, 02 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat RI Mahfudz Siddiq menilai ada kejanggalan...
Andi: Harusnya Hakim Suruh Jaksa Perbaiki Dakwaan
Tuesday, 01 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Andi Alfian Mallarangeng, melalui kuasa hukum Luhut Pangaribuan, menyoal...
Polri Tangani 44 Pelanggaran Jelang Masa Kampanye
Friday, 28 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Polri tengah menangani 44 kasus pelanggaran terkait penyelenggaran Pemilu,...
Adhie Massardi Laporkan Menteri Kesehatan ke KPK
Thursday, 27 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Gerakan Indonesia Bersih (GIB) melaporkan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi ke...
Mentan Suswono diperiksa KPK di Tegal Terkait Anggoro
Thursday, 27 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri Pertanian Suswono di Tegal,...
Andi: Rp 2,5 T untuk Hambalang Sudah Ditetapkan Sebelum Jadi Menpora
Monday, 17 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng, yang...
Dakwaan Alternatif Andi Mallarangeng, Salahgunakan Jabatan
Monday, 10 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain didakwa memperkaya diri sendiri, orang lain, dan perusahaan yang...
Andi Mallarangeng Dkk Didakwa Rugikan Negara Rp 464,3 M
Monday, 10 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa...
JPN: Churchill Mining Belum Kalahkan Indonesia di Arbitrase
Monday, 10 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Tiga Jaksa Pengacara Negara (JPN) Heri Horo, Maria, dan Bagus menegaskan bahwa...
Pembunuh Sara Terungkap Berkat Bank Data
Friday, 07 March 2014

Bekasi, GATRAnews – Polisi Resor Kota Bekasi, Jawa Barat, mengaku sangat terbantu dengan adanya...
DPR Minta BMUN Patuhi Kesepatakan Mengangkat Pekerja Outsourcing
Wednesday, 05 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi XI DPR RI Poempida Hidayatulloh mengingatkan, Kementerian Badan...
TNI Tidak Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Rosalina
Wednesday, 05 March 2014

Kupang, GATRAnews - Kepala Staf Korem 161 Wira Sakti Kolonel Inf Adrianus Suryo Agung Nugroho...
Karen Bantah Suap Sutan dan Jhonny Allen
Tuesday, 04 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengaku tidak pernah memberikan...
Karen: Pengakuan Sudah Kirim Uang ke DPR Hanya Siasat
Tuesday, 04 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan membantah telah memberikan uang...
Karen Mengaku Diancam Akan Dilaporkan Rudi Ke Jero Wacik
Tuesday, 04 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan mengaku akan dilaporkan Rudi...
Karen Tak Bantah Lagi Soal Pemberian Uang ke DPR
Tuesday, 04 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pada berbagai kesempatan, Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan kerap...
KPK Didesak Tetatapkan Sutan dan Jero Tersangka
Friday, 28 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi...

Ahmad Rivai: Rosa Diminta Fee 8% oleh Sang Menteri

Jakarta - Pengacara terpidana kasus suap pembangunan proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang, Ahmad Rivai, menyatakan, kliennya, Mindo Rosalina Manulang, dimintai jatah fee sebesar 8 persen oleh seorang menteri, dari dua proyek sebuah instansi yang tengah dikerjakannyan.

Menurutnya, jumlah yang diminta sang menteri tersebut, terkait dua proyek terpisah yang nilainya masing-masing sekitar Rp 100 miliar dan Rp 80 miliar. Namun, Rivai enggan menyebut siapa menteri itu. Ia hanya mengatakan, menteri tersebut adalah salah satu anggota Partai Demokrat.

"Dia meminta dan proyeknya sudah jalan. Minta dari 100 miliar dan 80 miliar. Rosa bercerita ini di depan saya dan salah satu komisioner LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," ungkapnya saat ditemui di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dijelaskannya, permintaan jatah tersebut disampaikan sang menteri di Kompleks Perumahan Widya Chandra. Sebelumnya, sang menteri tersebut meminta kliennya bertemu di kompleks itu.

Menurut Rivai, selain mengenal Rosa, sang menteri juga mengenal baik terdakwa Muhammad Nazaruddin. Bahkan, sempat  beberapa kali bertemu dengan Mantan Bendahara Umum Demokrat itu.

"Dia (menteri, Red.) petinggi partai itu. Kabarnya minggu depan akan jadi saksi di Pengadilan Tipikor, tapi namanya belum bisa dikasih tahu. Pasti akan kita ungkap, kalau saya sudah dapatkan data-datanya," ujarnya.

Saat didesak, untuk menyebut nama sosok sang menteri dan dua proyek yang tengah dikerjakan Rosa, ia tetap bergeming. Namun walaupun demikian, dikatakannya, Rosa berjanji  akan membongkar kasus tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang menjadi salah satu syarat bagi Rosa jika ingin menunjuknya sebagai kuasa hukum dirinya, yakni Rosa harus membuka kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang hingga ke akarnya.

"Ditunggu saja. Rosa jenuh dengan kebohongan-kebohongan yang ada selama ini. Ia ingin sampaikan sejujurnya di DPR. Ia ingin membongkar kasus ini," ucapnya. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?