GATRANEWS

KPK Didesak Ungkap dan Usut 8 Calon Menteri
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut kedelapan nama calon menteri...
KPK Ingatkan Jokowi Tak Pilih Calon Menteri Bercap "Merah dan Kuning" KPK
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengingatkan...
AMPI: Jangan Pilih Menteri Bermasalah
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia...
PMP Desak KPK Periksa Calon Menteri Kategori Merah
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pergerakan Merah Putih (PMP) Indonesia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi...
KPK Ingatkan Jokowi Agar Konsisten Berantas Korupsi
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Presiden Republik Indonesia...
MAKI Sarankan KPK Buat 3 Kriteria Calon Menteri
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menyarankan Komisi Pemberantasan...
KPK Butuh 1-2 Hari untuk Tracking Calon Menteri Jokowi
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membutuhkan waktu sekitar satu atau dua...
KPK Selidiki Keterangan Annas Soal Zulkifli Hasan
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus korupsi pengajuan...
AHU Online Tingkatkan Efesiensi Penerimaan Pajak
Thursday, 16 October 2014

  GATRAnews – Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia...
Nazaruddin: Ibas Banyak Terima Duit
Friday, 10 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Muhammad Nazaruddin terus melancarkan tudingannya terhadap Ketua Fraksi Partai...
KPK Telisik Biaya Hidup Keluarga Jero Wacik
Thursday, 09 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik biaya hidup keluarga tersangka...
Siap Ditahan? Jero : Makasih
Thursday, 09 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Jero Wacik, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali...
KPK Periksa Wamenparekraf Soal DOM Jero Wacik
Wednesday, 08 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Wakil Menteri Pariwisata dan...
Kerjasama Kemenpora Dengan Bulgaria
Monday, 06 October 2014

GATRAnews – Hari Jumat (3/10) petang, Menpora Roy Suryo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Bulgaria,...
Jaksa Tuntut Penyuap Bupati Numfor 4 Tahun Penjara
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa...
Asisten Denny: KPK Apresiasi Kemenkum HAM Ungkap Kasus Suap
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) mengklaim bahwa Komisi...
Korupsi Diklat, KPK Incar Tersangka dari Kemenhub
Wednesday, 24 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup kemungkinan akan menambah...
KPK Periksa Kepala Proyek PT Hutama Karya
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Hari Purwoto, Kepala...
KPK Periksa Pegawai Setjen Kementerian ESDM
Monday, 22 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Dwi Haryono, Kepala Bagian...
KPK Bisa Periksa Mantan Menhub Freddy Numbery
Sunday, 21 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Tidak menutup kemungkinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa...

Ahmad Rivai: Rosa Diminta Fee 8% oleh Sang Menteri

Jakarta - Pengacara terpidana kasus suap pembangunan proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang, Ahmad Rivai, menyatakan, kliennya, Mindo Rosalina Manulang, dimintai jatah fee sebesar 8 persen oleh seorang menteri, dari dua proyek sebuah instansi yang tengah dikerjakannyan.

Menurutnya, jumlah yang diminta sang menteri tersebut, terkait dua proyek terpisah yang nilainya masing-masing sekitar Rp 100 miliar dan Rp 80 miliar. Namun, Rivai enggan menyebut siapa menteri itu. Ia hanya mengatakan, menteri tersebut adalah salah satu anggota Partai Demokrat.

"Dia meminta dan proyeknya sudah jalan. Minta dari 100 miliar dan 80 miliar. Rosa bercerita ini di depan saya dan salah satu komisioner LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," ungkapnya saat ditemui di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dijelaskannya, permintaan jatah tersebut disampaikan sang menteri di Kompleks Perumahan Widya Chandra. Sebelumnya, sang menteri tersebut meminta kliennya bertemu di kompleks itu.

Menurut Rivai, selain mengenal Rosa, sang menteri juga mengenal baik terdakwa Muhammad Nazaruddin. Bahkan, sempat  beberapa kali bertemu dengan Mantan Bendahara Umum Demokrat itu.

"Dia (menteri, Red.) petinggi partai itu. Kabarnya minggu depan akan jadi saksi di Pengadilan Tipikor, tapi namanya belum bisa dikasih tahu. Pasti akan kita ungkap, kalau saya sudah dapatkan data-datanya," ujarnya.

Saat didesak, untuk menyebut nama sosok sang menteri dan dua proyek yang tengah dikerjakan Rosa, ia tetap bergeming. Namun walaupun demikian, dikatakannya, Rosa berjanji  akan membongkar kasus tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang menjadi salah satu syarat bagi Rosa jika ingin menunjuknya sebagai kuasa hukum dirinya, yakni Rosa harus membuka kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang hingga ke akarnya.

"Ditunggu saja. Rosa jenuh dengan kebohongan-kebohongan yang ada selama ini. Ia ingin sampaikan sejujurnya di DPR. Ia ingin membongkar kasus ini," ucapnya. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?