GATRANEWS

Pemerintah Setujui Ekspor Freeport 775.115 WMT
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE)...
Ekuitas Negatif, AirAsia Optimistis Tetap IPO (1)
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT AirAsia Indonesia mengaku optimistis untuk mencatatkan namanya dalam pasar...
WIKA Siap Garap Double Double Track Manggarai-Jatinegara
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan konstruksi milik negara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah...
Indonesia Undang Inggris Investasi di Perikanan
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat menerima Menteri...
Akhir 2015, Seluruh Warga DKI Memiliki e-KTP
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menargetkan warga Ibu Kota...
Freeport Lunasi Jaminan Smelter US$ 20 Juta
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya...
Negara Diminta Lindungi Pekerja Pelabuhan JICT
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah diminta melindungi pekerja PT Jakarta International Container...
Tetapkan 3 Tersangka 'Dwelling Time', Polda Metro Periksa 6 Saksi
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka terkait kasus suap...
Kasus Suap 'Dwelling Time' Sebabkan Sistem Satu Pintu Tidak Berjalan
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan,...
Sodetan Ciliwung Dibuka pada Agustus 2016
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono...
Kasus 'Dwelling Time' Bermula Dari Sidak Presiden Jokowi
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Polda Metro Jaya menetapkan tiga tersangka terkait kasus Dwelling Time atau...
Kasus Dwelling Time, Polda Metro Tetapkan 3 Tersangka
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan tiga tersangka terkait kasus Dwelling...
Menteri Saleh Tolak Anggapan Indonesia Jadi Poros Maritim Tanpa Langkah Konkret
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan pemerintah menjadikan Indonesia...
Kenapa Bos ''Obor Rakyat'' Jadi Komisaris BUMN?
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantah tudingan sejumlah pihak...
Sutan Bhatoegana: Tuntunan Jaksa KPK Zalim
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana, menilai tuntan 11 tahun...
Indonesia Kurangi Impor Sapi, Australia Genjot Ekspor ke China
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Australia menggenjot ekspor sapi hidup dengan mengalihkan penjualan...
Sutan Bhatoegana Dituntut 11 Tahun Penjara
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan...
Kadin: Momentum Penaikan Bea Masuk Impor Tidak Tepat
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendesak pemerintah memastikan kesiapan...
Indonesia Buka 'Pintu Lebar' kepada Investor Inggris
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Perdana Menteri Inggris, David Cameron berserta para delegasi termasuk 30...
Kemenperin Dukung Lolosnya Izin Impor Gula Mentah
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian dukung diloloskan izin impor gula mentah (raw sugar)...

Ahmad Rivai: Rosa Diminta Fee 8% oleh Sang Menteri

Jakarta - Pengacara terpidana kasus suap pembangunan proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang, Ahmad Rivai, menyatakan, kliennya, Mindo Rosalina Manulang, dimintai jatah fee sebesar 8 persen oleh seorang menteri, dari dua proyek sebuah instansi yang tengah dikerjakannyan.

Menurutnya, jumlah yang diminta sang menteri tersebut, terkait dua proyek terpisah yang nilainya masing-masing sekitar Rp 100 miliar dan Rp 80 miliar. Namun, Rivai enggan menyebut siapa menteri itu. Ia hanya mengatakan, menteri tersebut adalah salah satu anggota Partai Demokrat.

"Dia meminta dan proyeknya sudah jalan. Minta dari 100 miliar dan 80 miliar. Rosa bercerita ini di depan saya dan salah satu komisioner LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," ungkapnya saat ditemui di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dijelaskannya, permintaan jatah tersebut disampaikan sang menteri di Kompleks Perumahan Widya Chandra. Sebelumnya, sang menteri tersebut meminta kliennya bertemu di kompleks itu.

Menurut Rivai, selain mengenal Rosa, sang menteri juga mengenal baik terdakwa Muhammad Nazaruddin. Bahkan, sempat  beberapa kali bertemu dengan Mantan Bendahara Umum Demokrat itu.

"Dia (menteri, Red.) petinggi partai itu. Kabarnya minggu depan akan jadi saksi di Pengadilan Tipikor, tapi namanya belum bisa dikasih tahu. Pasti akan kita ungkap, kalau saya sudah dapatkan data-datanya," ujarnya.

Saat didesak, untuk menyebut nama sosok sang menteri dan dua proyek yang tengah dikerjakan Rosa, ia tetap bergeming. Namun walaupun demikian, dikatakannya, Rosa berjanji  akan membongkar kasus tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang menjadi salah satu syarat bagi Rosa jika ingin menunjuknya sebagai kuasa hukum dirinya, yakni Rosa harus membuka kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang hingga ke akarnya.

"Ditunggu saja. Rosa jenuh dengan kebohongan-kebohongan yang ada selama ini. Ia ingin sampaikan sejujurnya di DPR. Ia ingin membongkar kasus ini," ucapnya. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?