GATRANEWS

Mantan Sekjen ESDM ''Resmi'' Kenakan Rompi Oranye KPK
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 11 jam di kantor Komisi Pemberantasan...
Terdakwa Kasus Lampu Hama Dihukum 2,5 Tahun Penjara
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mengganjar terdakwa...
KPK Panggil Ayu Terkait Kasus Sutan Bhatoegana
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ayu Wahyuni, untuk dimintai...
KPK Tanyai Laks Soal Obligor BLBI Sjamsul Nursalim
Thursday, 11 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta keterangan dari Laksamana Sukardi...
Besok Menteri Susi Resmikian Pengadilan Perikanan
Tuesday, 09 December 2014

Jakatra, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan meresmikan Pengadilan...
Kejagung: Jangan Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan
Tuesday, 09 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung mengusulkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi...
Kejagung Komitmen Bantu Susi Perangi Pencurian Ikan
Tuesday, 09 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mendukung langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi...
SOMASI Haji Gelar Doa Dukung KPK Usut Korupsi SDA
Tuesday, 09 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Puluhan ibu-ibu berjilbab dan pria berpeci putih yang tergabung...
Pemerintah Didesak Tindak Perusahaan Tambang Pengemplang Pajak
Monday, 08 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Koalisi Anti-Mafia Tambang (KAMT) mendesak pemerintah segera menindak tegas...
Kejagung Belum Punya Sasaran Target Mafia Migas
Saturday, 06 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku belum menemukan mafia minyak dan gas, yang...
KPK Naikkan PNBP ESDM Rp 7 T dan Cabut 400 Izin Tambang
Tuesday, 02 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim berhasil menaikan Pendapatan...
Ini Saran KPK untuk Cegah Korupsi Dana Optimalisasi
Tuesday, 02 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan saran kepada Kementerian...
KPK Ungkap 6 Titik Potensi Korupsi Dana Optimalisasi
Tuesday, 02 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyimpulkan, minimal ada enam titik...
Waryono Tak Gubris Pertanyaan Wartawan di KPK
Monday, 01 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Waryono Karno, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan...
KPK Periksa Dua Dirut Perusahaan Soal Kasus Proyek Kemenhub
Monday, 01 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil dua petinggi perusahaan untuk menjalani...
Pendiri Demokrat Ditanyai Seputar Utang Sutan Bhatoegana
Saturday, 29 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ventje Rumangkang, pendiri Partai Demokrat, mengatakan bahwa penyidik Komisi...
Harta Kekayaan Menaker Hanif Ada Peningkatan
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, jumlah harta...
Jero Bantah Diperas Sutan ''Ngeri-ngeri Sedap'' Bhatoegana
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengelak...
Jero Ditanyai Soal APBN-P
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Jero Wacik, mengaku...
Jero Bungkam Soal Anggota Komisi VII yang Terima Suap
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Men-ESDM) Jero Wacik tidak...

Ahmad Rivai: Rosa Diminta Fee 8% oleh Sang Menteri

Jakarta - Pengacara terpidana kasus suap pembangunan proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang, Ahmad Rivai, menyatakan, kliennya, Mindo Rosalina Manulang, dimintai jatah fee sebesar 8 persen oleh seorang menteri, dari dua proyek sebuah instansi yang tengah dikerjakannyan.

Menurutnya, jumlah yang diminta sang menteri tersebut, terkait dua proyek terpisah yang nilainya masing-masing sekitar Rp 100 miliar dan Rp 80 miliar. Namun, Rivai enggan menyebut siapa menteri itu. Ia hanya mengatakan, menteri tersebut adalah salah satu anggota Partai Demokrat.

"Dia meminta dan proyeknya sudah jalan. Minta dari 100 miliar dan 80 miliar. Rosa bercerita ini di depan saya dan salah satu komisioner LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," ungkapnya saat ditemui di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dijelaskannya, permintaan jatah tersebut disampaikan sang menteri di Kompleks Perumahan Widya Chandra. Sebelumnya, sang menteri tersebut meminta kliennya bertemu di kompleks itu.

Menurut Rivai, selain mengenal Rosa, sang menteri juga mengenal baik terdakwa Muhammad Nazaruddin. Bahkan, sempat  beberapa kali bertemu dengan Mantan Bendahara Umum Demokrat itu.

"Dia (menteri, Red.) petinggi partai itu. Kabarnya minggu depan akan jadi saksi di Pengadilan Tipikor, tapi namanya belum bisa dikasih tahu. Pasti akan kita ungkap, kalau saya sudah dapatkan data-datanya," ujarnya.

Saat didesak, untuk menyebut nama sosok sang menteri dan dua proyek yang tengah dikerjakan Rosa, ia tetap bergeming. Namun walaupun demikian, dikatakannya, Rosa berjanji  akan membongkar kasus tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang menjadi salah satu syarat bagi Rosa jika ingin menunjuknya sebagai kuasa hukum dirinya, yakni Rosa harus membuka kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang hingga ke akarnya.

"Ditunggu saja. Rosa jenuh dengan kebohongan-kebohongan yang ada selama ini. Ia ingin sampaikan sejujurnya di DPR. Ia ingin membongkar kasus ini," ucapnya. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?