GATRANEWS

Pemerintah akan Bebaskan PBB untuk Lansia dan Warga Miskin
Thursday, 02 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet Kerja yang membahas Rencana Kebijakan Reformasi...
Kemendag: Kenaikan Harga BBM Dampaknya Minim
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa setelah pemerintah menetapkan...
Program Pengalihan Subsidi BBM Terus Berlanjut
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi VII DPR RI bersama Pemerintah sepakat untuk tidak mundur dari kebijakan...
Kronologi Korupsi SDA Versi KPK
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan menteri agama Suryadharma...
Harga BBM Tak Diserahkan ke Mekanisme Pasar
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar masing-masing...
KPK: SDA Tak Akui Kekurangan Penyelenggaraan Haji
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Chatarina M Girsang menilai, pengantar permohonan praperadilan mantan Menteri...
Hasil Kajian Gas Selesai Minggu Ini
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Hasil kajian mengenai gas untuk industri di dalam negeri oleh Kemenko...
Pemerintah Minta Pengusaha Angkutan Umum Tidak Naikkan Tarif
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali naik sebesar Rp 500 per liter untuk...
Mabes Polri Kirim Tim Bantu WNI Pulang Dari Yaman
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Mabes Polri akan mengirimkan tim untuk membantu memulangkan Warga Negara...
Dinyatakan Melanggar UU, Ahok: Namanya Juga Musuhan
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Hasil investigasi Panitia Hak Angket DPRD DKI Jakarta menyatakan Gubernur...
Serang Pribadi Ahok, Menteri Pemberdayaan Perempuan Dipolisikan
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA), Yohana Susana...
Kementan: Waspada Masuknya Gula Mentah Impor
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan baru-baru ini menerbitkan izin impor raw sugar (gula...
Kementan: CPO ''Supporting Fund'' akan Rugikan Petani
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa para petani sawit keberatan dengan...
KPK Panggil Sesditjen Achmad Said
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Direktorat...
Kemenhub: Pelabuhan Cilamaya Tetap Dibangun oleh Swasta
Sunday, 29 March 2015

Jakarta, GATRANews - Meski masih ada pro dan kontra, Kementerian Perhubungan memastikan proyek...
Menteri Susi: Sektor Perikanan Tumbuh Signifikan
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menngungkapkan, dalam lima...
Menteri ESDM Beri Waktu 2 Pekan Pada Pertamina-Total Buat Skema Transisi Blok Mahakam
Friday, 27 March 2015

 Jakarta, GATRANews - PT Pertamina dan Total E&P Indonesie mulai membahas skema transisi...
Timah dan Adhi Karya Bangun PLTU di Sumsel
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Timah (Persero) Tbk berencana membangun PLTU Mulut Tambang di Sumatera...
Bebaskan 30 Visa Negara, Pemerintah Ingin ''Banjir'' Turis Asing di Indonesia
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah baru saja menetapkan kebijakan pembebasan visa kepada 30 negara....
Menteri Susi Cabut Moratorium Penangkapan Ikan di Indonesia
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan pihaknya tidak...
Error
  • There was a problem loading image Elpiji_3KG_ANTARA_Eric%20Ireng.jpg

Ahmad Rivai: Rosa Diminta Fee 8% oleh Sang Menteri

Jakarta - Pengacara terpidana kasus suap pembangunan proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang, Ahmad Rivai, menyatakan, kliennya, Mindo Rosalina Manulang, dimintai jatah fee sebesar 8 persen oleh seorang menteri, dari dua proyek sebuah instansi yang tengah dikerjakannyan.

Menurutnya, jumlah yang diminta sang menteri tersebut, terkait dua proyek terpisah yang nilainya masing-masing sekitar Rp 100 miliar dan Rp 80 miliar. Namun, Rivai enggan menyebut siapa menteri itu. Ia hanya mengatakan, menteri tersebut adalah salah satu anggota Partai Demokrat.

"Dia meminta dan proyeknya sudah jalan. Minta dari 100 miliar dan 80 miliar. Rosa bercerita ini di depan saya dan salah satu komisioner LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," ungkapnya saat ditemui di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dijelaskannya, permintaan jatah tersebut disampaikan sang menteri di Kompleks Perumahan Widya Chandra. Sebelumnya, sang menteri tersebut meminta kliennya bertemu di kompleks itu.

Menurut Rivai, selain mengenal Rosa, sang menteri juga mengenal baik terdakwa Muhammad Nazaruddin. Bahkan, sempat  beberapa kali bertemu dengan Mantan Bendahara Umum Demokrat itu.

"Dia (menteri, Red.) petinggi partai itu. Kabarnya minggu depan akan jadi saksi di Pengadilan Tipikor, tapi namanya belum bisa dikasih tahu. Pasti akan kita ungkap, kalau saya sudah dapatkan data-datanya," ujarnya.

Saat didesak, untuk menyebut nama sosok sang menteri dan dua proyek yang tengah dikerjakan Rosa, ia tetap bergeming. Namun walaupun demikian, dikatakannya, Rosa berjanji  akan membongkar kasus tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang menjadi salah satu syarat bagi Rosa jika ingin menunjuknya sebagai kuasa hukum dirinya, yakni Rosa harus membuka kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang hingga ke akarnya.

"Ditunggu saja. Rosa jenuh dengan kebohongan-kebohongan yang ada selama ini. Ia ingin sampaikan sejujurnya di DPR. Ia ingin membongkar kasus ini," ucapnya. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?