GATRANEWS

UU JPSK Berikan Jaminan Lebih Saat Krisis Keuangan
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah bersama Komisi XI DPR RI baru saja mencabut Peraturan Pemerintah...
Gubernur BI: Krisis Yunani Berimbas Negatif Pasar Modal Indonesia
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia, Agus Dermawan Winarto Martowardojo mengungkapkan...
Kemendagri Akui Blanko e-KTP untuk DKI Mengalami Keterlambatan
Sunday, 05 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Dalam Negeri membenarkan ada keterlambatan pengiriman 1,4 juta...
e-KTP Dihentikan, Jakarta Kekurangan 1,4 Juta Blanko
Sunday, 05 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalami kekurangan blanko kartu...
Wah...Indonesia Krisis Penyuluh Pertanian Hampir 40.000 Orang
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa Indonesia kekurangan sekitar 39.180...
Produksi Beras 2015 Bakal Capai 43,9 Juta Ton, Ini Penjelasan Kementan
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Berdasarkan Angka Ramalan (Aram) I BPS, produksi padi tahun 2015 mencapai...
Menperin Yakin Generasi Muda Mampu Tingkatkan TKDN 4G LTE
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin meyakini kemampuan generasi muda Indonesia...
Saleh Siap Revisi Permenperin TKDN 4G LTE untuk Tekan Impor
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian mendukung penuh langkah Kementerian Komunikasi dan...
BKPM dan KemenPUPera Sinergi Perbaiki Indikator Kemudahan Berusaha
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan...
Gubernur BI: Penggunaan Rupiah Adalah Kedaulatan
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia, Agus Dermawan Winarto Martowardojo menyambut baik...
Zulkifli Hasan: Reshufle Abis Lebaran, Para Menteri Tengah Babak Belur
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wacana reshufle kabinet yang ditiupkan berbagai kalangan menurut Zulkifli...
Kemendag-Garuda Indonesia Tingkatkan Jasa Angkutan Udara
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan melakukan sinergi dengan PT Garuda Indonesia (Persero)...
Iqbal Simpan Tas Kertas Berisi Dolar AS ke Dalam Mobil Sutan
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Casmadi alias Ade, sopir mantan Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana,...
Hakim Nilai Mantan Staf Ahli Sutan, Lulusan S2 Belagak Polos
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim yang menyidangkan perkara kasus korupsi mantan Sekjen...
Isu Reshuffle Kabinet Tidak Muncul dari Lingkungan Istana
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wacana perombakan kabinet atau reshuffle mulai berhembus kencang dalam kabinet...
Politisi Golkar: Jangan Dikritik Kalau Jokowi Konsultasi ke Ibu Mega
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Politisi senior partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, Presiden Joko...
Priyo: Reshuffle Kabinet Itu Kehendak Alam, Jangan Dimarahi
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Politisi senior Partai Golkar Priyo Budi Santoso menilai reshuffle kabinet...
Menteri Rini Targetkan Aset BUMN Rp 10.000 T
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno berharap aset BUMN...
BKPM Andalkan Kawasan Industri Suge Untuk Tarik Investasi ke Belitung
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfokuskan pengembangan Kawasan...
Dinilai Penakut, Ahok Batalkan Pembentukan BLUD LRT
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ‎batal membentuk Badan...

Ahmad Rivai: Rosa Diminta Fee 8% oleh Sang Menteri

Jakarta - Pengacara terpidana kasus suap pembangunan proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang, Ahmad Rivai, menyatakan, kliennya, Mindo Rosalina Manulang, dimintai jatah fee sebesar 8 persen oleh seorang menteri, dari dua proyek sebuah instansi yang tengah dikerjakannyan.

Menurutnya, jumlah yang diminta sang menteri tersebut, terkait dua proyek terpisah yang nilainya masing-masing sekitar Rp 100 miliar dan Rp 80 miliar. Namun, Rivai enggan menyebut siapa menteri itu. Ia hanya mengatakan, menteri tersebut adalah salah satu anggota Partai Demokrat.

"Dia meminta dan proyeknya sudah jalan. Minta dari 100 miliar dan 80 miliar. Rosa bercerita ini di depan saya dan salah satu komisioner LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," ungkapnya saat ditemui di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dijelaskannya, permintaan jatah tersebut disampaikan sang menteri di Kompleks Perumahan Widya Chandra. Sebelumnya, sang menteri tersebut meminta kliennya bertemu di kompleks itu.

Menurut Rivai, selain mengenal Rosa, sang menteri juga mengenal baik terdakwa Muhammad Nazaruddin. Bahkan, sempat  beberapa kali bertemu dengan Mantan Bendahara Umum Demokrat itu.

"Dia (menteri, Red.) petinggi partai itu. Kabarnya minggu depan akan jadi saksi di Pengadilan Tipikor, tapi namanya belum bisa dikasih tahu. Pasti akan kita ungkap, kalau saya sudah dapatkan data-datanya," ujarnya.

Saat didesak, untuk menyebut nama sosok sang menteri dan dua proyek yang tengah dikerjakan Rosa, ia tetap bergeming. Namun walaupun demikian, dikatakannya, Rosa berjanji  akan membongkar kasus tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang menjadi salah satu syarat bagi Rosa jika ingin menunjuknya sebagai kuasa hukum dirinya, yakni Rosa harus membuka kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang hingga ke akarnya.

"Ditunggu saja. Rosa jenuh dengan kebohongan-kebohongan yang ada selama ini. Ia ingin sampaikan sejujurnya di DPR. Ia ingin membongkar kasus ini," ucapnya. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?