GATRANEWS

Mekumham Mendatang Harus Ahli Hukum dan Manajerial
Monday, 25 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menginginkan agar Joko Widodo (Jokowi),...
Yulianis : Tak Ada Kantong-Kantong Usaha Anas
Thursday, 14 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Yulianis,  mantan Wakil Direktur Bagian Keuangan PT Permai Grup -perusahaan...
Angie: Anas Tak Tahu Fee 5%, Karena Nazar yang Perintahkan
Thursday, 14 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan politisi Partai Demokrat dan anggota Komisi X DPR RI Angelina Sondakh...
Festival Seni Budaya dan Launching Pencak Silat ke UNESCO
Thursday, 14 August 2014

  Jakarta, GATRAnews – Hari Rabu (13/8) siang, Menpora Roy Suryo didampingi Anggota Komisi X DPR...
Tiga Saksi Anas Tolak Buka Cadar
Thursday, 14 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Tiga saksi perempuan yang dihadirkan jaksa penuntut umum dari Komisi...
Jika Diperlukan, Penyidik Periksa Menkop dan Mentan
Wednesday, 13 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta M Adi Toegarisman mengatakan, penyidik...
KPK Telisik Adanya Perintah Jero Wacik Ubah Anggaran ESDM
Monday, 11 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penelisikan informasi soal dugaan...
KPK Selidiki Beragai Modus di Kementerian ESDM
Monday, 11 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain menegaskan, pihaknya...
MAKI: Bongkar Pejabat Menkop Korup pada Kasus Videotron
Sunday, 10 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta...
Menpora Tinjau Latihan Upacara Bendera HUT RI
Friday, 08 August 2014

  Jakarta, GATRAnews – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Roy Suryo pada...
Kenapa KPK Tak Juga Tahan SDA?
Thursday, 07 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) masih menghidup udara bebas,...
Menkumham Sesalkan Kominfo "Lempar Masalah" Soal Blokir Video ISIS
Tuesday, 05 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Amir Syamsuddin menyesalkan...
KPK Isyaratkan Tetapkan Status Jero Wacik Usai Lebaran
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) seakan memberikan...
Selidiki SKL BLBI, KPK Bakal Panggil Megawati?
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah pengemplang Bantuan Likuiditas Bantuan Bank Indonesia (BLBI), tak...
Pemerintah Siap Gugat Balik Newmont‏
Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah siap menggugat balik PT Newmont Nusa Tenggara ke arbitrase...
KPK Berani Seret Presiden Sebagai Tersangka
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menegaskan bahwa KPK,...
Andi Minta Choel Bertanggung Jawab dalam Kasus Hambalang
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Andi Alfian Mallarangeng menegaskan bahwa siapa pun yang berbuat salah di mata...
Andi Ingin Putar Ulang Waktu untuk Tebus Kesalahan
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Andi Alfian Mallarangeng, kendati menolak vonis 4 tahun penjara yang...
Hakim: Instruksi Andi Bengkakkan Anggaran Hambalang
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, di Jakarta, Jumat (18/7),...
Hakim: Andi Biarkan Adiknya Atur Hambalang
Saturday, 19 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, menyatakan bahwa...

Ahmad Rivai: Rosa Diminta Fee 8% oleh Sang Menteri

Jakarta - Pengacara terpidana kasus suap pembangunan proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang, Ahmad Rivai, menyatakan, kliennya, Mindo Rosalina Manulang, dimintai jatah fee sebesar 8 persen oleh seorang menteri, dari dua proyek sebuah instansi yang tengah dikerjakannyan.

Menurutnya, jumlah yang diminta sang menteri tersebut, terkait dua proyek terpisah yang nilainya masing-masing sekitar Rp 100 miliar dan Rp 80 miliar. Namun, Rivai enggan menyebut siapa menteri itu. Ia hanya mengatakan, menteri tersebut adalah salah satu anggota Partai Demokrat.

"Dia meminta dan proyeknya sudah jalan. Minta dari 100 miliar dan 80 miliar. Rosa bercerita ini di depan saya dan salah satu komisioner LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," ungkapnya saat ditemui di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dijelaskannya, permintaan jatah tersebut disampaikan sang menteri di Kompleks Perumahan Widya Chandra. Sebelumnya, sang menteri tersebut meminta kliennya bertemu di kompleks itu.

Menurut Rivai, selain mengenal Rosa, sang menteri juga mengenal baik terdakwa Muhammad Nazaruddin. Bahkan, sempat  beberapa kali bertemu dengan Mantan Bendahara Umum Demokrat itu.

"Dia (menteri, Red.) petinggi partai itu. Kabarnya minggu depan akan jadi saksi di Pengadilan Tipikor, tapi namanya belum bisa dikasih tahu. Pasti akan kita ungkap, kalau saya sudah dapatkan data-datanya," ujarnya.

Saat didesak, untuk menyebut nama sosok sang menteri dan dua proyek yang tengah dikerjakan Rosa, ia tetap bergeming. Namun walaupun demikian, dikatakannya, Rosa berjanji  akan membongkar kasus tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang menjadi salah satu syarat bagi Rosa jika ingin menunjuknya sebagai kuasa hukum dirinya, yakni Rosa harus membuka kasus dugaan suap proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games Palembang hingga ke akarnya.

"Ditunggu saja. Rosa jenuh dengan kebohongan-kebohongan yang ada selama ini. Ia ingin sampaikan sejujurnya di DPR. Ia ingin membongkar kasus ini," ucapnya. [IS]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?