GATRANEWS

Hati-Hati Membeli Mobil Bekas
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Mobilisasi yang tinggi, kebutuhan pekerjaan dan kurang memadainya...
Uang Pengganti Indosat Rp 1,3 T Dieksekusi Ala Asian Agri
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengeksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) yang mewajibkan...
Kejagung Selidiki Keterlibatan Mantan Dirut PT Pos
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung masih menyelidiki ada tidaknya peran...
Basrief Minta Prasetyo Tegas untuk Kembalikan Kepercayaan Publik
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Jaksa Agung Basrief Arief mengharapkan Jaksa Agung Prasetyo bersikap...
Kasus Kapal Penyeberangan, Kamaru Masuk Tahanan
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kamaru Zaman Budyanto (KZ), Kepala Seksi Sarana Prasarana Unit Pengelola...
Kejari Jaksel Diperintahkan Eksekusi Uang Pengganti Rp 100 M dari Chevron
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono telah memerintahkan kepala...
Pukat UGM Minta Kasus Yang Diduga Libatkan Surya Paloh Diambil Alih KPK
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gajah Mada (Pukat UGM) meminta Komisi...
Jampidsus Enggan Bahas Soal Perempuan di Kasus Udar
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono enggan menjawab pertanyaan...
Kejagung Akan Eksekusi 5 Terpidana Mati
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengeksekusi lima terpidana mati dari berbagai kasus....
Kejagung Sita Rumah Udar di Bogor
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik Udar...
Kasus TVRI, Mungkinkah Mandra Jadi Tersangka?
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung segera menetapkan tersangka, setelah...
Jaksa Agung Terima Kasus Kurang Bayar Rp 4,7 T Syamsul Nursalim
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Jaksa Agung Basrief Arief menyerahkan kasus kurang bayar sebesar Rp...
Tukang Ojek Cabuli Bocah 8 Tahun
Thursday, 27 November 2014

Jakartan GATRAnews-Sungguh tega apa yang dilakukan oleh WN, pria 50 tahun yang sehari-harinya...
Pelajar SMP Tenggelam di Danau Citra 8
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Imam Hanafi, 14 tahun, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) tenggelam...
TPDI Nilai Kejagung Pendam Kasus Setnov, Tanri Abeng, dan Bamang
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) menilai Kejaksaan Agung memendam kasus...
3 Sisi Minus Deposito
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Pada umumnya deposito alias tabungan berjangka merupakan produk investasi...
Korporasi pun Bisa Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mulai membidik korporasi sebagai...
KPK Jadikan Korporasi Pihak Penting untuk Cegah Korupsi
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan korporasi sebagai pihak penting...
Ada Dua Yang Hal Beratkan Vonis Akil Mochtar
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyatakan, ada beberapa hal yang mendukung...
Adnan Buyung Minta KPK Dibubarkan
Thursday, 27 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Adnan Buyung Nasution, Ketua Tim Pengacara Anas Urbaningrum, meminta agar...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?