GATRANEWS

Bentrok Narapidana di Tangerang Lima Orang Terluka
Friday, 18 April 2014

Tangerang, GATRAnews - Lima orang mengalami luka-luka akibat bentrokan antarnarapidana di Lembaga...
KPK Sita Jaguar Terkait Pencucian Uang Wawan
Friday, 18 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menyita 76 kendaraan di antaranya mobil super mewah dan motor gede...
Anas: Tambang? Saya Beli di Pasar Rumput!
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum membantah memiliki perusahaan tambang batubara di Kabupaten...
Tamu Hotel Tak Bayar Laporkan ke Polisi
Thursday, 17 April 2014

Denpasar, GATRAnews - Petugas satpam Hotel LV8 di Canggu, Kabupaten Badung, Bali, melaporkan empat...
Dua WN Malaysia Ditangkap Bawa Satu Kilogram Sabu
Thursday, 17 April 2014

Nunukan, GATRAnews - Dua warga negara Malaysia yang diketahui membawa sekitar satu kilogram narkoba...
KPK Cecar Isran Noor Izin Tambang Barubara Anas
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Isran Noor, Bupati Kutai Timur (Kutim) mengaku dicecar oleh penyidik Komisi...
Saksi: Akil Minta Rp 6 M untuk Urus Pilkada Morotai
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Akil Mochtar meminta data Rp 6 milyar kepada Sahrin, kuasa hukum Bupati...
Terdakwa Korupsi PLN Dijamin Uang Negara
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ermawan Arif Budiman (EAB), mantan Kepala Sektor PT PLN Belawan sedikit bisa...
Akil Khawatir Pecakannya Dengan Wawan Disadap KPK
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Akil Mochtar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjadi terdakwa...
Wawan Beri Rp 1 M Agar Tak Kena Marah Akil
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Tubagus Chairi Warhana alias Wawan mau memberikan uang sejumlah Rp 1 milyar...
Orangtua Korban Kekerasan Seksual Anak Bakal Gugat JIS
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Orang tua korban kekerasan seksual TPW berencana menggugat pihak pengelola...
Jaksa Sebut Reifan Nikmati Duit Korupsi Videotron
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dalam dakwaan terhadap Hendra Saputra, sebagai Direktur PT...
Setelah Proyek Videotron Selesai, Hendra Diberi Rp 19 Juta
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum, dalam surat dakwaan terhadap Hendra Saputra, menyebutkan...
Kemungkinan Motif Dendam Pembunuhan di Soreang
Thursday, 17 April 2014

Bandung, GATRAnews - Penyidik kepolisian mencurigai kasus pembunuhan kakak beradik dan pembantunya...
Pasek: SBY Tingkatkan Perolehan Suara Demokrat
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengatakan, ketua umum partai...
Riefan Bakal Didakwa Terlibat Korupsi Videotron
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menyatakan bahwa...
Pesuruh Yang Jadi Direktur Didakwa Perkaya Orang Lain
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mendakwa Hendra...
PAM Obvit Polda Metro Periksa Keamanan JIS
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Petugas Pengamanan Obyek Vital (PAM Obvit) Polda Metro Jaya memeriksa sistem...
Hendra: Riefan Harus Jadi Tersangka
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Hendra Saputra, "Direktur" PT Imaji Media, usai menjalani sidang dakwaan kasus...
Anak Syarief Hasan Angkat Pesuruh Jadi Direktur
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Reifan Afrian, putra Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM)...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?