GATRANEWS

Empat Jurnalis Menyusup ke Nusakambangan Saat Eksekusi Mati
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung M Prasetyo mengungkapkan bahwa ada empat jurnalis asing yang...
Kuasa Hukum BW Laporkan Kejanggalan Penangkapan ke Ombudsman
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum Bambang Widjojanto (BW) melaporkan dugaan kejanggalan...
340 Perwira Polres Jakarta Barat Lakukan Tes Urine
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Ratusan perwira di jajaran Polres Metro Jakarta Barat melakukan tes urine di...
Cari Keadilan, Terpidana Narkoba Mengadu ke KY
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Terpidana kasus narkoba, Lutzvy Yudha Utama mengadu ke Komisi Yudisial (KY) di...
APKLI Ingatkan Ahok Soal Toko Modern Buka 24 Jam Langgar Aturan
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Keberadaan toko modern tidak boleh menggerus ekonomi dan mata pencarian rakyat...
IPW Sayangkan Sikap Polisi dalam Kasus Christopher
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRANews- Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan dualisme Polri dalam menyikapi kasus...
KPK Masih Telisik SKL BLBI Sjamsul Nursalim
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengembangkan penyelidikan...
Alasan Kenapa Christopher Mengaku Pakai Narkotika
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi...
Ali Sebut Tersangka Outlander Maut 'Nyebalin'
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Tersangka tabrakan maut di Jalan Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan,...
Polda Metro Bantah '86' Kasus Christopher
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Pemerintah Usulkan Asumsi ICP US$ 70 per Barel
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM)...
Dari Lima Item Pemeriksaan, Christopher Negatif LSI
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka tabrakan maut di...
Ingin Ekspor Melonjak 300%, Pemerintah Rebut Pangsa Pasar Ekspor dari Negara Lain
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel menjanjikan akan meningkatkan ekspor...
Mimpi Ahok, Jakarta Memiliki Pantai dengan Pasir Putih
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bermimpi pantai utara Ibu Kota...
KPK Panggil Kartika Sebagai Saksi Kasus SDA
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memeriksa saksi-saksi untuk...
Bangun LRT Terburu-buru, Ahok: Itu Swasta Murni
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana pembangunan moda transportasi berbasis rel, light rail transit (LRT)...
PT Freeport Setor US$ 15,2 Miliar ke Indonesia Selama 20 Tahun
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan tambang terbesar di Indonesia, selama...
Tarik Dana WNI di Luar Negeri, Dirjen Pajak Siapkan ''Tax Amnesty''
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan siap menerapkan tax amnesty...
PT Freeport Tidak Pernah Capai Target Produksi 300.000 Ton per Hari
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan tambang raksasa PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini menargetkan...
Wakil Jaksa Agung Raih Doktor Hukum di Unpad
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?