GATRANEWS

Garuda Indonesia Gandeng Indomaret untuk Tingkatkan Pelayanan
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggandeng PT Indomarco Prismatama...
Bos IMF Serukan Negara-negara Asia Gotong Royong Hadapi Krisis Ekonomi
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christian Lagarde...
BTN Tunggu Perpres Terkait FLPP
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada akhir Juli 2015 telah...
SP JICT Dukung Polri Usut Korupsi di Pelindo II
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) mendukung...
Kejagung Diminta Sita Seluruh Perampokan Aset BPPN
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews-Koordinator lapangan Aliansi Pemuda Penyelamat Aset Negara, Martin Darlian...
KNPI: Isu Pencopotan Buwas, ''Criminals Fight Back!''
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Bidang Keamanan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Muhammad...
Indonesia Gandeng AS Bangun Pembangkit Listrik 35.000 MW
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengerjakan proyek...
Menteri Darmin Pekan Depan Umumkan Paket Kebijakan Ekonomi Hadapi Krisis
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan paket...
AS Dukung Program Listrik 35 Ribu Watt
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Duta Besar...
Megawati Disebut Terlibat Dalam Kasus BPPN
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews-Pemuda Restorasi Anti Korupsi Jakarta (PERAK)‎ melakukan aksi unjuk rasa...
Wajib Belajar 12 Tahun, Bisakah Berjalan Lancar?
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Program wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan pemerintah masih akan...
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk
Wednesday, 02 September 2015

Sumbawa, GATRAnews - Ketua Fraksi PKS MPR, TB. Soenmandjaja, mengatakan, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI...
Akademisi UIN: Nasabah Jangan Dibebani Biaya Tambahan
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah...
MenkumHAM: Buwas Ungkap Banyak Kasus Hukum
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta,GATRAnews-Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) Yasonna H. Laoly mengaku belum...
Ahok Optimis Kasus UPS Tetap Berjalan Tanpa Buwas
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) optimis kasus korupsi UPS, printer dan scanner...
Korupsi Bupati Empat Lawang dan Istrinya Masuk Penuntutan
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara dan...
Mandor PHL Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Diganti
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengawas atau mandor pekerja harian lepas (PHL) di Dinas Pertamanan dan...
KPK Periksa Bupati Empat Lawang dan Istrinya
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Bupati Empat...
Ini Lima Pesan Bos IMF untuk Indonesia
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde...
KPK Periksa Adik Nazaruddin Terkait Korupsi Alkes Unud
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil adik kandung Muhammad Nazaruddin,...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?