GATRANEWS

Belasan Polisi Diperiksa Usai Keributan di Tempat Hiburan
Friday, 19 December 2014

Batam, GATRAnews - Sebanyak 14 anggota kepolisian dan seorang warga sipil telah menjalani...
Transaksi Rekening 8 Kepala Daerah Sangat Menarik
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, ke-8 kepala daerah yang terdiri bupati dan...
Kejagung Tak Lihat Asal Partai 8 Kepala Daerah Berrekening Gendut
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung memastikan akan mengusut ke-8 kepala daerah yang terdiri dari...
Awal Machfud Terjerat Hambalang
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum (JPU), dalam dakwaannya, memaparkan awal mula keterlibatan...
Machfud Didakwa Rugikan Negara Rp 464 M
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa...
MAKI Minta Kejagung Jelaskan Proses Hukum Setya Novanto
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Kejaksaan Agung menjelaskan...
Mini Cooper Milik Pedangdut Nurlela Ditahan
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews-Mobil Mini Cooper (MC) milik penyanyi dangdut, Nurlela Ratna Dilla masih ditahan...
Jual Sepeda Motor, Bandit Dicokok Polisi
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews-Petugas Polsek Tambora menangkap Fauzi Kurniawan alias Aji, 22 tahun saat...
MAKI Praperadilankan Jaksa Agung
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mempraperadilankan Jaksa Agung atas...
MAKI: Segera Ajukan Setya Novanto ke Pengadilan
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung harus segera bersikap atas dugaan keterlibatan Setya Novanto,...
WKS Harap Pengadilan Tolak Gugatan RKK
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Wira Karya Sakti (WKS) berharap Pengadilan Negeri Jambi menolak gugatan PT...
Penjemputan Paksa Yance Dinilai Arogan
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Mudzakkir, menilai...
10 Cara Menghemat BBM
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Harga BBM naik Rp 2.000? Jangan takut, Anda dapat mengantisipasi kenaikan...
Mobil, Emas, dan Tanah Gayus Akan Dilelang Pekan Depan
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung akan melelang berbagai harta...
Putra Udar Menolak Diperiksa Kejagung
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Aldi Prada, putra tersangka Udar Pristono, menolak menjalani pemeriksaan...
Pejabat Dishub DKI Diperiksa Terkait Kapal Penyeberangan
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa saksi-saksi kasus korupsi...
Kejagung Kumpulkan Jaksa Terbaik untuk Satgasus
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengumpulkan jaksa-jaksa terbaiknya yang pernah bertugas...
Sidang Arbitrase Menangkan Sigmagold
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk menyatakan telah memenangkan gugatan yang...
Bupati Pulang Pisau Miliki ''Rekening Gendut''
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Bupati pemilik rekening gendut, selain Bupati Klungkung, Bali, I Wayan Candra,...
Mahasiswa Desak KPK Selidiki Rekening Gendut Milik Calon Dirjen Pajak
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Perhimpunan Mahasiswa Jakarta (PMJ) kembali menggeruduk Komisi Pemberantasan...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?