GATRANEWS

Mau Menekan Premi Asuransi Mobil Anda? Coba 6 Cara Berikut!
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Masyarakat Indonesia masih minim perhatian akan adanya asuransi. Walau...
Pengamat: Polisi Harus Teliti Tangani Perkara Penggelapan BISM
Sunday, 23 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menyarankan Polda Metro Jaya agar...
Ujian bagi Prasetyo: TransJakarta, BLBI, dan Kredit Mandiri
Sunday, 23 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Pergerakan Merah Putih (PMP) Indonesia, Ali Mahsun, meminta Jaksa...
Jaksa Agung Prasetyo Akan Buktikan Jokowi Tak Salah Pilih
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo akan membuktikan kepada sejumlah pihak yang meragukan...
Jaksa Ajukan Kasasi Atas Putusan Bersalah Office Boy
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas...
Harapan Wakil Ketua KPK pada Jaksa Agung Baru
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja menaruh...
Masyarakat Melayu Kecam Pertikaian TNI-Brimob di Batam
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Melayu yang tergabung dalam Laskar Melayu Bersatu Provinsi...
Usai Cekik Sri Wahyuni, JAH Kabur ke Bali
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Polda Metro Jaya berhasil menangkap JAH, pelaku pembunuhan terhadap Sri...
Polisi Ciduk Pelaku Pembunuhan Sri Wahyuni
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelaku pembunuhan terhadap Sri Wahyuni, 42 tahun, yang ditemukan membusuk...
Mbak Tutut: Sogok? Tidak Ada!
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Isu miring merebak usai putusan Mahamah Agung (MA) terkait penolakan...
Prasetyo Akan Cek Lagi Perkara Kredit Mandiri Rp 160 M
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan kembali mengecek kasus penyelewengan kredit Bank Mandiri...
Kejaksaan Agung Segera Bedah Kasus Pelanggaran HAM Berat
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung akan mengundang berbagai pihak untuk menyelesaikan berbagai...
PSHK: Polemik Prasetyo Tingkatkan Keraguan Publik Terhadap Kejaksaan
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Miko Susanto...
Margarito Nilai Jokowi Sudah Tepat Pilih Prasetyo
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, menilai keputusan Presiden Joko...
Jero Bantah Diperas Sutan ''Ngeri-ngeri Sedap'' Bhatoegana
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengelak...
Prasetyo Bakal Wujudkan Revolusi Mental di Kejagung
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo siap mewujudkan program Revolusi Mental di Kejaksaan...
Debt Colector Keroyok Anggota TNI-AL Hingga Tewas
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Petugas Polres Metro Jakarta Timur menangkap 9 orang yang bekerja sebagai debt...
Mau Buka Rental Mobil? Baca Dulu Tips Berikut!
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Pertumbuhan wisatawan di Indonesia semakin bertambah. Baik dari wisatawan...
Jaksa Agung Prasetyo Siap Tingkatkan Penegakan Hukum
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, peningkatakan penegakkan hukum akan...
Hari Pertama Ngantor, Jaksa Agung Bertemu Teman-teman Seperjuangan
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Hari ini merupakan hari pertama HM Prasetyo berkantor di Kejaksaan Agung. Dia...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?