GATRANEWS

KPAI Temukan Satu Korban Baru di JIS
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan salah satu korban baru...
Hakim Konstitusi: Akil Tak Paksa Hakim Lain
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Akil Mochtar menyatakan tidak memaksa rekannya sesama hakim konstitusi dalam...
Hakim MK Tak Kenal Wawan, Akil Turut Bersaksi
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati mengaku tidak mengenal Tubagus Chairi...
Posko FBR Bojongsari Diserang, Satu Terluka Parah
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyerangan terhadap anggota organisasi massa kembali terulang. Kali ini Pos...
Polisi Telusuri Proses Rekrutmen di PT ISS Terkait JIS
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa...
Gara-Gara Nyuri Burung, 'Burung' Sandi Dihajar
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Sandi, 26 tahun, tak berkutik saat warga memergoki mencuri burung di Jalan Asem...
Polisi Segera Periksa Kepala Sekolah JIS
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa...
Kasus Sodomi di TK JIS Guru Diduga Lalai
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Penyidik Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan...
68 Caleg Jadi Tersangka Kecurangan Pemilu
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan 68 orang calon...
Anggoro Suap Dua Pejabat Dephut US$ 30 Ribu
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain memberikan imbalan atas pengesahan proyek anggaran 69 Program Gerakan...
Anggoro Anggap Dakwaan Jaksa Palsu
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggoro Widjojo, bos PT PT Masaro Radiokom, menganggap dakwaan jaksa penuntut...
Jaksa Siap Hadirkan Riefan Avrian di Persidangan Korupsi Videotron
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akan menghadirkan...
Majelis Ingatkan Staf Kemenkop & UKM Akan Ancaman 7 Tahun Penjara
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sempat memperingatkan...
Anak Buah Syarief Hasan Dihadiahi Kawasaki Ninja?
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Sidang kasus korupsi pengadaan proyek videotron di Kementerian Koperasi dan...
Pria Ini Babak Belur Gara-Gara Nyolong HP dan Dompet
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Wajah Faizal Wijaya, 37 tahun, babak belur dihajar warga gara-gara nekad...
Predator Sex, William James Vahey Pernah Mengajar di JIS
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan...
Polda Metro Jaya Susuri 'Predator' Pedofelia; William James
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Informasi yang menyebutkan bahwa salah satu predator pedofilia, Wiliam James...
Ada Indikasi Keterlibatan Asing di Rawa Tripa
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Tri Moelja D Soerjadi menduga ada indikasi keterlibatan pihak asing di balik...
Polisi Buru SY, Pelaku Penjual Lima Gadis di Bawah Umur
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Lima perempuan yang masih berusia di bawah itu mendatangi Polda Metro Jaya, Rabu...
Gedung PBB "Kecipratan" Dana SKRT dari Anggoro
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain memberikan uang US$ 45 ribu, SGD 40 ribu, dan Rp 50 juta kepada MS...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?