GATRANEWS

Mabes Polri Bantah Mengulur Waktu Praperadilan Sidang Novel
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Biro Penmas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto membantah pihaknya...
Hadi Sebut Penetapan Tesangkanya Badai Gurun Ulang Tahun
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hadi Poernomo menyebut penetapan status tersangkanya oleh Komisi Pemberantasan...
BPJS Masih Banyak Kelemahan dan Kekurangan
Monday, 25 May 2015

GATRAnews - Ternyata jaminan sosial kesehatan  yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan...
Ini Jawaban Polri Tidak Hadir Dalam Praperadilan Novel
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Pihak Polri tidak hadir dalam sidang perdana gugatan praperadilan Novel Baswedan...
Hakim Tolak Keberatan Terdakwa Outlander Maut
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak nota keberatan...
Ekonomi Melambat, BI Diminta Turunkan Suku Bunga Jadi 6%‏
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto...
Lukman Edy : Negara Harus Ikut Membiayai Parpol
Monday, 25 May 2015

Pekan Baru, GATRAnews - Sudah sejak lama Indonesia memilih berdemokrasi dalam berpolitik. Bukan...
Bareskrim Polri Tindak Lanjuti Laporan 3 Aktivis Antikorupsi
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Ahli hukum pidana Universitas Padjadjaran, Romli Atmasasmita melaporkan tiga...
Asuransi Simas Net Targetkan Premi Rp 7,5 Milyar
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Asuransi Simas Net (Simasnet), yang merupakan anak usaha dari PT Asuransi...
APEC Dukung Keseimbangan Ekonomi Negara Maju dan Berkembang
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hasil kajian Policy Support Unit (PSU) Asia-Pacific Economic Cooperation...
Kemenperin Lanjutkan Impor Garam Industri
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan melanjutkan impor garam industri...
Cerita Ahok Punya 20 Staf Tidak Bisa Mengurusi Surat Warga
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), orang nomor satu di Jakarta, kembali...
Pemerintah Kaji Kerja Sama Energi dengan Iran
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan A. Djalil dan Menteri Energi Dan...
Tiga WN Cina Yang Diamankan Polda Metro Positif Gunakan Sabu
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Subdit Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan 29...
BTN Luncurkan Tabungan BTN Cermat
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengukuhkan produk Tabungan BTN Cermat untuk...
BKPM Tarik Investasi Sektor Maritim dari Jepang
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Konsulat Jenderal RI Osaka...
Calon Dirjen Bea Cukai Harus Bebas Dari Masalah Hukum
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Kementerian Keuangan harus memilih sosok yang tepat untuk posisi calon...
Simasnet Optimis Bukukan Premi Rp100 Milyar Tahun Ini
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Asuransi Simas Net (Simasnet) menyatakan telah mencatat premi bruto Rp 20...
Kepastian Hukum Picu Investor Datang
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sumber daya alam berlimpah merupakan pemberian yang maha kuasa pada negeri...
Suka Atau Tidak, Mengelola Sumber Daya Alam Butuh Investor
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Investor-investor di bidang sumber daya alam (SDA) di seluruh dunia umumnya...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?