GATRANEWS

Kuasa Hukum Duo Bali Nine Harus Buktikan Suap ke Hakim
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo mempertanyakan sikap kuasa hukum duo terpidana mati...
Jaksa Agung Tak Menampik Ada Lobi Batalkan Eksekusi Mati
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung HM Prasetyo tidak menampik ada upaya lobi dari pihak pemerintah...
Tiga Terpidana Mati Minta Dikuburkan di Negaranya
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga dari sembilan yang belum sempat menyampaikan permohonan lokasi penguburan...
Sembilan Terpidana Mati Dieksekusi Pekan Ini
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah tertunda cukup lama, Kejaksaan Agung mengisyaratkan akan segera...
DPRD Belum Beri Bantuan Hukum Bagi Haji Lulung
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta belum memutuskan memberikan bantuan hukum bagi Wakil Ketua...
Ketua DPRD Benarkan Penggeledahan Terkait Korupsi UPS
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI membenarkan penggeledahan Gedung DPRD oleh Badan Reserse dan Kriminal...
Pemerintah Buka Peluang Investasi ''Hijau''
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggelar acara Tropical Investment...
Kementerian PUPR Gandeng TNI AD Bangun Kawasan Perbatasan
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bersama Kepala...
Chitose dan Okamura Buat Perusahaan Patungan
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan furnitur PT Chitose Internasional Tbk membentuk perusahaan patungan...
Permintaan Terakhir Andrew Chan, Nikahi Perempuan Indonesia
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Andrew Chan, terpidana mati asal Australia, telah mempersunting seorang...
Terpidana Mati Minta Organ Tubuhnya Didonorkan
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Raheem Agbaje Salam, terpidana mati kasus narkoba berkewarganegaraan Spanyol,...
Hakim pada Sutan: Sudah Tua Kenapa Pakai Behel?
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Terdakwa Sutan Bhatoegana terus merengek kepada majelis hakim Pengadilan...
Ketua DPRD Saksikan Penggeledahan Korupsi UPS
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri menggeledah sejumlah ruangan di DPRD DKI Jakarta terkait...
Tiga Unit Komputer DPRD Disita Penyidik Bareskrim
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menyita sejumlah...
Tingkatkan Daya Saing Produk UKM Perikanan Lewat “Branding”
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Jelang pasar bebas ASEAN (MEA) 2015 yang berlaku efektif Desember 2015 ini...
Hakim pada Sutan: Udah, Nggak Usah Melawak
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Usai membetak-bentak Ketua Majelis Hakim Artha Theresia, terdakwa Sutan...
Menperin Resmikan Pabrik Sepatu Nike di Garut‏
Monday, 27 April 2015

Garut, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin meresmikan pabrik sepatu PT Changshin Reksa...
Pemerintah Diminta Revitalisasi Industri Modal Ventura‏
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia...
Sasar Pasar Eropa Kejar Target Ekspor US$ 458,8 Miliar
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan saat ini sedang melakukan aksi misi...
Pesantren Darunnajah Ajarkan Santri Cegah Pengaruh Negatif Media Sosial‏
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Salah satu podok pesantren di kawasan Bogor, Darunnajah mengadakan pelatihan...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?