GATRANEWS

Udar dan 2 Tersangka Korupsi Busway Segera Jalani Persidangan
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Kepala Dinas Perbuhungan DKI Jakarta, Udar Pristono; mantan pegawai...
Cilamaya Belum Tentu Diminati Rute Internasional
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah harus meninjau ulang rencana pembangunan pelabuhan berkelas...
Orang Kepercayaan Akil Divonis 5 Tahun Penjara
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengganjar...
Ina: Kembangkan Pelabuhan Cirebon, Bukan ''Ngotot'' Cilamaya
Friday, 06 March 2015

Jakata, GATRAnews - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harusnya mengembangkan pelabuhan di Cirebon...
DPO Begal di Pondok Aren Kembali Diringkus
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRanews-Pihak kepolisian kembali meringkus salah satu teman pelaku pencurian kendaraan...
Peneliti KADIN Nilai Jepang Inginkan Pelabuhan Cilamaya
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Peneliti dari Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E)...
Penghuni Rutan Cipinang Tewas Dikeroyok Tiga Orang
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Ricuh antar narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang meminta korban jiwa....
Rupiah Anjlok Hingga Rp 13.000, BI: Tidak Perlu Khawatir
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi hingga...
Indonesia Keluar dari Blacklist Negara Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia berhasil keluar dari daftar hitam atau blacklist sebagai negara...
Tayangan Video: Haji Lulung Biang Kerok Ricuh Mediasi APBD
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Video kericuhan di rapat mediasi APBD DKI Jakarta antara Gubernur Basuki...
BRI Targetkan Fee Based Income Capai Rp 530,85 Miliar
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menargetkan pertumbuhan fee based...
DJP Online, Mudah dan Tidak Ribet
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kantor Wilayah Jakarta Selatan...
Anggaran Siluman di Jakarta Barat Rp 270,83 Milyar
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi mengakui ada penambahan anggaran sebesar...
Gara-Gara Dilempar Piring, Pelaku Curanmor Ditangkap Warga
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Petugas Polsek Palmerah melumpuhkan pelaku pencurian kendaraan bermotor di Jalan...
Mabes Polri Besok Periksa Mantan Wamankumham Denny
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri akan memanggil Denny Indrayana...
Terpidana Mati Dieksekusi Pekan Depan?
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Meski sejumulah terpidana mati kasus narkotika sudah berada di Lembaga...
Jaksa Agung: Tak Perlu Pertimbangkan Tawaran Australia
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Australia menawarkan skema barter terpidana kepada Indonesia untuk...
Pertumbuhan Pasar Modal Tak Sejalan dengan Jumlah Investasi Masyarakatnya
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Manulife Asset Management Indonesia menilai bahwa kinerja pasar modal Tanah...
Industri Otomotif Kalkulasi Dampak Pelemahan Rupiah
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman...
MAMI: Kesadaran Masyarakat Berinvestasi Masih Rendah
Thursday, 05 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) menilai, pengetahuan masyarakat...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?