GATRANEWS

Jenazah Bripda Zulkifli Dievakuasi ke Jayapura
Tuesday, 29 July 2014

Jayapura, GATRAnews - Jenazah Bripda Zulkufli, anggota Polres Tiom, Selasa (29/7) pagi, dijadwalkan...
Sebanyak 55 Ribu Napi Terima Remisi Lebaran, 820 Orang Langsung Bebas
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 55.884 orang narapidana (napi) mendapat remisi Hari Raya Idul Fitri...
Nazaruddin Tak Dapat Remisi Lebaran
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, yang terjerat...
Tahanan KPK Tidak Shalat Ied
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak untuk melaksanakan...
BTN Menangi Gugatan di PTUN, BI Siap Banding
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gugatan mantan direksi PT Bank Tabungan Negara (BTN), Saut Pardede, di...
Jenguk Andi Mallatrangeng Keluarga Kenakan Baju Putih
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews- Keluarga Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng kompak...
Berkat PBH Peradi, Sahroni Bisa Berlebaran Bersama Keluarga
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengurus Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia (PBH Peradi)...
Polresta Bogor Prioritaskan Pengamanan Rumah Kosong
Sunday, 27 July 2014

Bogor, GATRAnews - Kepolisian Resor Bogor Kota memprioritaskan pengawasan terhadap rumah warga yang...
Angkasa Pura Dukung Pemberantasan Premanisme di Bandara
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Angkasa Pura (AP) II mendukung pemberantasan premanisme di bandar udara...
KPK: Mafia TKI Bandara Soekarno-Hatta Raup Rp 325 Milyar per Tahun
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalir, oknum Badan Nasional...
KPK Temukan Indikasi Korupsi Mafia TKI di Bandara Soekarno-Hatta
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejak 2006, telah menaruh perhatian dan...
Pengamat: Koruptor Tak Layak Dapat Remisi Tiap Lebaran
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM)...
Mabes TNI Segera Periksa Oknum TNI yang Ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Seorang oknum TNI ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat sidak di...
Ajukan Gugatan Ke MK, Prabowo-Hatta Disambut Ratusan Simpatisan‏
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengajukan gugatan...
KPK dan Polri Tangkap 18 Pemeras TKI, Satu Anggota TNI
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri menangkap 18 orang yang...
Petugas Imigrasi Soetta Gelagapan Diinterogasi KPK
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Petugas Imigrasi di Terminal 2 F keberangkatan dan luar negeri Bandara...
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Berpawai Malam Takbiran
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat untuk tidak...
Penjambret Tewas Setelah Menabrak Gerobak Roti
Friday, 25 July 2014

Baturaja, GATRAnews - Dua tersangka Rik (16) dan Rs (30) pelaku jambret seorang di antaranya tewas...
Kejagung: Harus Izin Presiden Saja Hambat Usut Korupsi
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto menilai, Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan...
Kejagung Kaji UU MD3 Demi Putusankan Judicial Review
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung tengah mengkaji Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3)...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?