GATRANEWS

Polisi Ringkus Pembunuhan Pria Bertato Kalajengkin
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Satuan Reserse dan Kriminal Polsek Kembangan akhirnya meringkus pelaku...
Setelah Alex Usman, Bareskrim Polri Sasar Anggota DPRD DKI
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Kasus korupsi dalam pengadaan alat Uninterruptible Power Supply (UPS)...
BPS: Inflasi Maret Tercatat 0,17%
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret terjadi inflasi sebesar...
Tersangka SDA Klaim KPK Buka Kotak Pandora
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum tersangka Suryadharma Ali (SDA) mengklaim Komisi Pemberantasan...
Besok, Bareskrim Polri Kembali Periksa Denny Indrayana
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri kembali...
Korupsi Payment Gateaway; Penyidik Geledah Ruangan di Kemenkum HAM
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri melakukan...
Saksi Ungkap Perbedaan Indeks Kepuasan Haji Era SDA
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Ada pebedaan angka indeks tingkat kepuasan penyelenggaaan haji antara tim...
Gerindra: Paripurna Angket Diundur
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Panitia Hak Angket DPRD DKI Jakarta menunda rapat paripurna hasil investigasi...
PGN Dinilai Tidak Serius Kelola Gas Negara
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)...
Pasar Blok G Warisan Jokowi Segera Dibongkar
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat segera dibongkar oleh Pemerintah...
Tidak Ada Sanksi Tilang Dalam Operasi Simpatik Jaya 2015
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Gelar operasi Simpatik Jaya 2015 mulai berlaku Rabu (1/4) pagi tadi di lapangan...
Dukung Kebijakan Gubernur, Polda Metro Gelar Operasi Simpatik Jaya
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar Operasi Simpatik Jaya terhitung dari...
Semen Baturaja Kaji Kenaikan Harga Jual
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen semen "pelat merah", PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, tengah mengkaji...
Laba Catur Sentosa Adiprana Melonjak 48%
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Catur Sentosa Adiprana Tbk pada akhir 2014 membukukan lonjakan laba bersih...
Semen Baturaja Berharap Kebagian Proyek Tol Sumatera
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen semen "pelat merah", PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, memandang 2015...
PT KCJ Buka Rute Nambo-Cibinong-Citayam Mulai Hari Ini
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Hari ini, PT KAI Commuter Line Jakarta (KCJ) meresmikan rute baru Commuter...
Harga Emas Merosot Tertekan Penguatan Dolar
Wednesday, 01 April 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun...
Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Brent ke USD 55,1per Barel
Wednesday, 01 April 2015

New York, GATRANews - Harga minyak dunia turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena kekuatan dunia...
KPK Berhak Usut Kasus Korupsi SDA
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mematahkan dalil tersangka Suryadharma Ali...
Kronologi Korupsi SDA Versi KPK
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan menteri agama Suryadharma...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?