GATRANEWS

Anak Buah Syarief Hasan Dihadiahi Kawasaki Ninja?
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Sidang kasus korupsi pengadaan proyek videotron di Kementerian Koperasi dan...
Pria Ini Babak Belur Gara-Gara Nyolong HP dan Dompet
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Wajah Faizal Wijaya, 37 tahun, babak belur dihajar warga gara-gara nekad...
Predator Sex, William James Vahey Pernah Mengajar di JIS
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan...
Polda Metro Jaya Susuri 'Predator' Pedofelia; William James
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Informasi yang menyebutkan bahwa salah satu predator pedofilia, Wiliam James...
Ada Indikasi Keterlibatan Asing di Rawa Tripa
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Tri Moelja D Soerjadi menduga ada indikasi keterlibatan pihak asing di balik...
Polisi Buru SY, Pelaku Penjual Lima Gadis di Bawah Umur
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Lima perempuan yang masih berusia di bawah itu mendatangi Polda Metro Jaya, Rabu...
Gedung PBB "Kecipratan" Dana SKRT dari Anggoro
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain memberikan uang US$ 45 ribu, SGD 40 ribu, dan Rp 50 juta kepada MS...
Wanita Hamil 8 Bulan Tewas di Dalam Kamar Kost
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Kematian Novia Sari, 22 tahun hingga kini masih dalam penyelidiak pihak...
Begini Gelombang Pengiriman Uang ke MS Kaban Versi Jaksa
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - MS Kaban, Menteri Kehutanan periode 2004-2009 yang kini menjabat Ketua Umum...
Jaksa: Mentan Suswono Terima Suap Rp 50 Juta dari Anggoro
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Menteri...
DPR Terima Rp 105 Juta dan SGD 85 Ribu Lebih dari Anggoro
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggoro Widjojo, pemilik PT Masaro Radiokom, memerintahkan anaknya, David...
Rekonstruksi Kasus Sodomi di JIS Dilakukan Tertutup
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa...
Anggoro Habiskan Rp 1,1 M, SGD 92 Ribu, dan US$ 20 Ribu Sebagai Suap SKRT
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggoro Widjojo, bos PT Masaro Radiokom mengeluarkan uang suap sejumlah Rp...
Pelaku Sodomi di TK JIS Baru Sekali Melakukan
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih...
Ini Kronologi Pelecehan Seksual di JIS
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews-M, merupakan salah satu siswa di Jakarta International School (JIS) yang menjadi...
Jaksa Sebut MS Kaban Terima Duit dari Anggoro Widjojo
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut MS Kaban,...
Tidak Perlu Tim Independen Kasus Seksual di JIS
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto angkat bicara...
Dua Terduga Pelecehan Seksual di JIS Negatif Dari Penyakit Herpes
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa...
Polisi Ungkap Sindikat Peredaran Uang Palsu
Tuesday, 22 April 2014

Tasikmalaya, GATRAnews - Polisi Resor Kota Tasikmalaya berhasil mengungkap sindikat peredaran uang...
Ibu Rumah Tangga Selundupkan Satu Kilogram Sabu
Tuesday, 22 April 2014

Nunukan, GATRAnews – Kepala Polisi Resor Nunukan, Kalimantan Utara AKBP Robert Silindur...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?