GATRANEWS

Polda Metro Tetapkan Dua Guru JIS Sebagai Tersangka
Thursday, 10 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan dua oknum guru di Jakarta International...
Selain Periksa Guru JIS, Polda Metro Kirim Berkas Tahap Dua
Thursday, 10 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Polda Metro Jaya rencananya akan memeriksa dua dari tiga guru Jakarta...
Pakar Hukum ini Beberkan Kelemahan Gugatan Arbitrase Newmont
Thursday, 10 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana menilai bahwa gugatan yang...
Kedua Kubu Capres Diimbau Tunggu Hasil Resmi
Wednesday, 09 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengimbau masing-masing kubu capres-cawapres...
Kapolda: Situasi Ibukota Aman dan Kondusif Saat Pilpres
Wednesday, 09 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (Kapolda), Inspektur Jenderal Dwi Priyatno...
Denny Indrayana Benarkan Nazaruddin Pernah Rapat di Lapas
Wednesday, 09 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana tidak membantah jika...
Jelang Pilpres, Polda Metro Melakukan Patroli Skala Besar
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Guna memelihara rasa aman tentram di masyarakat dalam rangka mempersiapkan...
Pembina Pecinta Alam Sabhawarna Berpotensi Jadi Tersangka
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan masih menunggu hasil visum sekaligus reka...
Bandit Sekap Tiga Karyawan Indomart
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Perampokan terhadap minimarket kembali terjadi. Kali ini tiga pelaku perampokan...
Cabut Laporan Bupati Inhu, Pengacara Novita Lapor Peradi‏
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pencabutan laporan Novita Putri, korban tindakan asusila Bupati Indragiri Hulu...
AJI Jakarta: Polri Tak Serius Tangani Obor Rakyat
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai Polri tidak serius mengusut...
AJI: Keliru, Polri Jerat Pelaku Obor Rakyat dengan UU Pers
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai keliru langkah Polri...
Jokowi-JK Bertekad Seret Mafia Migas
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) siap mengusut mafia minyak dan...
Nazaruddin Minta Rp 20 M Dikembalikan, Nama Bu Pur Cikeas Kembali Mencuat
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Clara Mauren, mantan Manajer PT Anugerah Nusantara menyebut  Muhammad...
Disebut Tebar Duit, Fadli Laporkan Media Online ke Bareskrim
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fadli Zon,...
Polisi Tolak Penagguhan Penahanan Lima Siswa SMAN 3
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Pihak kepolsian menolak permohonan penangguhan penahanan terhadap lima tersangka...
Melarikan Diri, Pelaku Curanmor Dihadiahi Timah Panas
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Door...lesakan timah panas tepat mengenai kaki kiri Syahrul alias Kapten, 29...
Pemerintah Beri Kesempatan Sekali Lagi kepada Newmont‏
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Indonesia siap mengahadapi tuntutan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT)...
Penyidik Fokus Rampungkan Berkas Tersangka di SMAN 3
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik Polres Jakarta Selatan tengah merampungkan berkas perkara kasus...
Nazaruddin Kendalikan Usahanya dari Bui
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Meski Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, meringkuk di...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?