GATRANEWS

Korban Akun Palsu ''Hanung Bramantyo'' Sempat Lepaskan Baju
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Akun Facebook sutradara film Hanung Bramantyo diduga dipalsukan oleh Didik Nur...
Selain Uang, Korban ''Hanung'' Harus Bisa Beradegan Ranjang
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sutradara film Hanung Bramantyo mengadukan Didik Nur Budiadji ke Polda Metro...
Tipu Wanita Cantik, Pria Ini Mengaku ''Hanung Bramantyo''
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Akun Facebook sutradara film Hanung Bramantyo diduga dipalsukan oleh Didik Nur...
Ruhut: Ada Yang "Ngompori" Prabowo
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai keputusan Prabowo Subianto...
Ruhut : Sudahlah Tak Perlu Akali Kemenangan Jokowi!
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi III DPR RI asal Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul berpandangan,...
Anas: Gara-Gara Ruhut "Poltak", Jokowi Menang
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Anas Urbaningrum kembali bertemu dengan Ruhut "Poltak" Sitompul, mantan...
Ruhut Tak Tahu Ring 1, 2, 3 Anas Urbaningrum
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku tidak mengetahui ring 1, 2,...
Penyidik Tanya Udar Soal Bus TransJakarta di Era Foke
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, yang menjadi...
Jokowi Siap Penuhi Panggilan Polri Usai Lebaran
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak memenuhi panggilan penyidik Polri, yang...
Pakar dari IPB: Lahan SPS Tak Rusak
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gunawan Djajakirana, ahli biologi tanah dan lingkungan dari Institut Pertanian...
Berkas Perkara Lima Siswa SMAN 3 Jakarta Dinyatakan Lengkap
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews-Berkas perkara kelima tersangka pelaku penganiayaan terhadap Caesar Al Irhami,...
Pakar: Kebakaran Tak Rusak Gambut SPS
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gusti Z Anshari, ahli kebakaran gambut dari Universitas Tanjungpura (Untan),...
Kuasa Hukum: Jaksa Harusnya Tuntut Bebas Hendra Office Boy
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ahmad Taufik, kuasa hukum Hendra Saputra menilai tuntutan 2 tahun 6 bulan dan...
Kuasa Hukum: Tuntutan Jaksa Terhadap OB Hendra Tak Logis
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum terdakwa office boy (OB) Hendra Saputra menilai, tak masuk...
Buat Makan Saja Sulit, Apalagi Bayar Uang Pengganti Rp 19 Juta
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tak hanya menuntut...
Mantan Bupati Temanggung Dihukum Tujuh Tahun Penjara
Wednesday, 23 July 2014

Semarang,  GATRAnews - Mantan Bupati Temanggung Totok Ary Prabowo dijatuhi hukuman tujuh tahun...
Mantan Sekjen Kemlu Dipenjara 2,5 Tahun
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mengganjar terdakwa Sudjadnan...
Sidang Kasus Korupsi Bank DKI Digelar Pekan Depan
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi segera menyidangkan kasus korupsi pengadaan...
Kebangkitan Indonesia Baru Laporkan Prabowo ke Bareskirm
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Hukum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) melaporkan pasangan capres nomor...
Daging Babi Masuk Jakarta Digagalkan di Bakauheni
Wednesday, 23 July 2014

Bakauheni, GATRAnews - Balai Karantina Filter Bakauheni berhasil mengamankan 2,9 ton daging celeng...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?