GATRANEWS

Jokowi Tunjuk Andhi Nirwanto Sebagai Plt Jaksa Agung
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto...
Jokowi Baiknya Pilih Jaksa Agung dari Luar Kejaksaan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memilih jaksa agung dari internal Kejaksaan...
Wakil Ketua KPK dan Kepala PPAT Dinilai Pantas Pimpin Kejagung
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengurungkan niatnya untuk mengumumkan susunan...
Salah Ketik Tak Batalkan Dakwaan Riefan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan tindak Pidana Korupsi Jakarta berpendapat bahwa...
Beda Jumlah Kerugian Tak Gugurkan Dakwaan Riefan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Perbedan jumlah kerugian negara akibat kasus korupsi videotron di Kementerian...
MK Tolak Semua Gugatan UU Pilkada karena Sudah Terbit Perppu
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi UU Pilkada yang...
Pembantu Gasak Harta Majikan Rp 1 Milyar
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Baru sehari bekerja, Siti kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh...
Polisi Menunggu Hasil Visum Penyebab Kematian Jason
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa...
Sutinah, Terduga Pembunuhan Bocah Jason Masih Misterius
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Keberadaan Sutinah, pembatu rumah tangga yang diduga kuat terlibat pembunuhan...
Pacaran Baru Sebulan,Yadi Belum Paham Sifat Sutinah
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Sutinah, Pembantu Rumah Tangga (PRT) diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan...
Pekan Depan Jaksa Hadirkan Saksi Korupsi Putra Syarief Hasan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akan mulai...
Polisi Olah TKP Shabu senilai Rp44 Milyar
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri melakukan...
Hakim Tolak Keberatan Putra Syarief Hasan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menolak eksepsi atau keberatan...
Hakim NIlai Keberatan Putra Syarief Hasan Masuk Pokok Perkara
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan, dalil tim...
Kembangkan Kasus Penggelapan, Empat Polisi Tewas Tertabrak Kereta
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Sebuah kecelakaan terjadi di perlintasan rel Kereta Api tanpa palang pintu di...
Asian Para Games 2014 - Dua Emas dari Tenis Meja
Thursday, 23 October 2014

Incheon, GATRAnews - Hari Rabu (22/10) pagi waktu setempat, dua atlet tenis meja Indonesia Agus...
PMP Desak KPK Periksa Calon Menteri Kategori Merah
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pergerakan Merah Putih (PMP) Indonesia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi...
Usut Korupsi GI PLN, Kejati DKI Terjunkan Penyidik ke Bali
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menerjunkan Penyidik Pidana Khususnya ke Bali...
Penemuan HP di Rutan KPK Bukan Kali Pertama
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penemuan dua buah telepon selular (HP) milik Tubagus Chaeri Wardhana (Wawan)...
Petugas Temukan HP Milik Wawan dan Bonaran di Rutan KPK
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Dua telepon selular (HP) yang ditemukan saat sidak di Rumah Tahanan Guntur,...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?