GATRANEWS

Bukopin Targetkan Kredit Tumbuh 16%
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Bukopin Tbk hingga akhir tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit sebesar...
Jaga Momentum Pertumbuhan, Bukopin Perkuat Segmen Ritel
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Bukopin Tbk berupaya menjaga momentum pertumbuhan di tengah pasang...
Bukopin Targetkan Peningkatan Laba Hingga 16%
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Bukopin Tbk pada 2015 ini menargetkan laba bersih tumbuh 15-16%...
Ahok Ajukan Budi Utomo Sebagai Bupati Kepulauan Seribu
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera mengajukan Budi...
ERP Masih Terganjal Payung Hukum
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Realisasi sistem jalan elektronik berbayar atau electronic road pricing (ERP)...
Ahok Dapat WDP, DPRD Bereaksi Keras
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta bereaksi keras atas opini wajar dengan pengecualian (WDP)...
Sulit Bendung Penjulan Mobil, Ahok Bangun Kereta Tiga Lantai
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan moda transportasi massal di Jakarta ke depan semuanya berbasis...
Bajak Pegawai BPK, DKI Tempuh Renegosiasi Aset
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama mengakui pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi...
Dapat WDP, Ahok Akui Pengelolaan Aset Berantakan
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Laporan keuangan DKI Jakarta tahun 2014 mendapat opini wajar dengan...
Hadi Poernomo Korban Audit Century yang Dijadikan Tersangka oleh KPK
Tuesday, 07 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Perlawanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam praperadilan Hadi Poernomo...
Kejagung Berharap 5 Jaksa Lolos Tahapan Seleksi Lanjutan Capim KPK
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Tony Tribagus Spontana,...
Jaksa Jasman Opitmis Lolos Seleksi Capim KPK
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) M Jasman Pandjaitan,...
Kapolda: Perlu Ada SOP Terpadu Penanganan Bencana di Bandara
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews-Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian...
Kapolda Metro 'Geram' Saur on The Road Jadi Ajang Kebut-kebutan
Monday, 06 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian geram...
Kejagung Cegah Dua Pejabat PT Merpati Pergi ke Luar Negeri
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung mencegah General Manager (GM) Distrik Jakarta PT Merpati...
Pendukung Ricuhkan Penahanan Bupati Empat Lawang dan Istrinya
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah pendukung Bupati Empat Lawang Budi Antoni Al Jufri dan istrinya,...
Jaringan Listrik Bandara Soeta Dinilai Rawan Kebakaran‏
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Efek kebakaran yang terjadi dibandara Soekarno-Hatta, Minggu pagi, (5/7)...
Suroso Bantah Terima Fasilitas Menginap di Hotel London dari Innospec
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Direktur Pengelolaan PT Pertamina, Suroso Atmomartoyo membantah telah...
Martin Hutabarat: Sistem Ketatenegaran Perlu Diluruskan
Monday, 06 July 2015

Ambon, GATRAnews - Sekitar 30 dosen Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik dari...
UU JPSK Berikan Jaminan Lebih Saat Krisis Keuangan
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah bersama Komisi XI DPR RI baru saja mencabut Peraturan Pemerintah...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?