GATRANEWS

Kuasa Hukum Novel Nilai Polri Berikan Contoh Buruk
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim kuasa hukum Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan...
Hakim Tunda Sidang Novel Hingga Jumat Lusa
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Zuhairi, terpaksa menunda...
MPR: Hukum Harus Berakal Sehat dan Berhati Nurani
Monday, 25 May 2015

Semarang, GATRAnews - Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Ahmad Basarah mengungkapkan keprihatinannya...
Polri Mangkir Praperadilan Novel Baswedan
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum atau wakil dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak...
Jadi Wacana Sejak Orba, Pemerataan Ekonomi Indonesia Timur Dinilai Belum Terwujud‏
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketimpangan pembangunan di Indonesia masih belum tercapai hingga saat ini....
Ahok Ancam Usir Pedagang Beras Sintetis
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews -  Pemerintah DKI Jakarta memastikan tidak ada beras sintetis mengandung...
200 Penghuni Rusun Marunda Terancam Diusir Ahok
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan Pemerintah Provinsi...
PN Jaksel Gelar Sidang Perdana Praperadilan Novel Baswedan
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang perdana praperadilan...
Habibie: Indonesia Saatnya Bangun PLTN
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan, teknologi Pembangkit Listrik Tenaga...
250 TKI di Jepang Dilatih Jadi Pengusaha‏
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 250 tenaga kerja Indonesia di Jepang dilatih untuk membuat...
BKPM Gandeng Bank of Tokyo Buka Data Investor Jepang‏
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan perbankan di...
Saleh Minta Kemensos Koordinasi Bulog untuk Antisipasi Beras Sintetis
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Sosial...
DKI Tata PKL Setu Babakan Seperti Lenggang Jakarta
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sukses dengan Lenggang Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata...
Raperda Pelestarian Budaya Betawi Selesai 2015
Sunday, 24 May 2015

‎Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menargetkan Rancangan Peraturan...
MRT Tahap Dua Menunggu Pemerintah Pusat
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan mass rapid transit (MRT) tahap dua dengan rute Kampung...
Terkendala Lahan, DKI Masih Yakin MRT Tepat Waktu
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews -  Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau pembangunan moda...
Pemerintah Awasi Pasar, Cegah Beras Sintetis Masuk
Sunday, 24 May 2015

Boracay, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan, pemerintah akan mengawasi pasar...
Tiongkok Akan Bantu Tangani Kasus Beras Sintetis
Sunday, 24 May 2015

Boracay, GATRAnews - Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen, dalam pertemuan dengan...
Merawat Investor untuk Membangun Negeri
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Investor yang bergerak di bidang pertambangan seperti energi dan sumber daya...
Ketua DPRD DKI Ketagihan Gosok Akik
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Demam batu akik melanda masyarakat di Tanah Air, tak terkecuali Ketua DPRD DKI...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?