GATRANEWS

Kejagung Tangkap Terpidana Kasus Uang Palsu
Sunday, 01 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Negeri Surakarta,...
Pakar Hukum Nilai Pasal Sangkaan BW Keliru
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri seperti mengikat tangan dan kaki serta menutup mata...
Polri Akan Panggil BW ''Secara Ksatria''
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Budi Waseso mengakui bahwa pemanggilan Wakil...
Ini Alasan BG Tak Akan Penuhi Panggilan KPK
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kuasa hukum Komjen Pol Budi Gunawan (BG), Razman Arif Nasution, menjelaskan...
Kabareskrim: Perbuatan Abraham Samad Bukan Ranah Etika
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kabareskrim Polri Irjen Pol Budi Waseso mengatakan, perbuatan Ketua Komisi...
Kabareskrim Bantah Anaknya Pacaran dengan Anak BG
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Budi Waseso membantah anaknya berpacaran...
Tiga Tahun Lagi Tak Ada Impor Beras dan Kedelai
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo, di depan para petani di Desa Keras Wetan, Kabupaten...
Awas, Nunggak Pajak Bisa Dipenjara
Saturday, 31 January 2015

Surabaya, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memperingatkan bahwa penunggak pajak nanti...
BNN: Terpidana Mati Kendalikan Peredaran Narkoba dari Penjara
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Narkotika Nasional (BNN) melaporkan bahwa terpidana mati kasus narkoba...
Kabareskrim Bantah Pelarangan Saksi KPK
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri Irjen Pol Budi Waseso...
Relawan Gelar Kampanye Selamatkan Terpidana Mati Australia
Saturday, 31 January 2015

Denpasar, GATRAnews - Beberapa orang yang tergabung relawan "Mercy Campaign" menggelar aksi...
Jakarta Hari Ini Bakal Diguyur Hujan
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Di akhir pekan ini, Jakarta dan sekitarnya bakal diguyur hujan. Badan...
Indonesia Butuh Dukungan Sumber Daya Konstruksi
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia memerlukan sumber daya konstruksi untuk mendukung pembangunan...
Kesiapan Alat Berat, Dukung Pembangunan Infrastruktur 2015
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Beberapa tahun terakhir, pertumbuhan sektor konstruksi lebih tinggi daripada...
WIKA Realty Bidik Dana Rp 1 Trilyun Lewat IPO
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan memboyong anak usahanya yang...
Wijaya Karya Ekspansi ke Tiga Negara
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan konstruksi "pelat merah" PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA),...
Wijaya Karya Berharap Dapat PMN Rp 7,2 Trilyun dari Pemerintah
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan konstruksi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berharap masih ada...
Tahun Ini, Jababeka Targetkan Pendapatan Rp 3 Trilyun
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti PT Kawasan Industri Jababeka Tbk lebih konservatif dalam...
Indonesia Harus Cari Solusi dari Kebijakan yang Tumpang Tindih
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presisi Indonesia, perusahaan konsultan ekonomi dan bisnis, menyatakan bahwa...
BI Prediksi Neraca Perdagangan Surplus Lebih US$ 100 Juta
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) memperkirakan neraca perdagangan ekspor-impor Indonesia...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?