GATRANEWS

KPK Geledah Travel Al Amin Milik Petinggi Partai Demokrat
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor travel haji ternama PT Al Amin...
Kejagung Akan Tanya Status Buronan Century ke Interpol
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Plt Jaksa Agung Andhi Nirwanto yang pernah menjabat Ketua Tim Terpadu Pencari...
6 November Tenggat Indosat Bayar Uang Pengganti Rp 1,3 T
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung memberikan tenggat waktu hingga 6 November mendatang kepada PT...
KPK Didesak Ungkap dan Usut 8 Calon Menteri
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut kedelapan nama calon menteri...
KPK Ingatkan Jokowi Tak Pilih Calon Menteri Bercap "Merah dan Kuning" KPK
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengingatkan...
Chevron Indonesia Dukung Upaya Peninjauan Kembali Kasus Bachtiar‏
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan produksi minyak terbesar di Indonesia, PT Chevron Pasific Indonesia...
AMPI: Jangan Pilih Menteri Bermasalah
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia...
Kejagung Siap Hadapi Gugatan Terkait Setya Novanto Cs di Cassie Bank Bali
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kejaksaan Agung siap menghadapi gugatan yang dilayangkan sejumlah pengacara...
Kejagung Intensifkan Proses Hukum Alexiat
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Plt Jaksa Agung Andhi Nirwanto menegaskan, proses hukum tersangka Alexiat...
Deputi IV Bertemu Presiden Internasional Paralympic Committe
Friday, 24 October 2014

Incheon, GATRAnews – Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto bersama Staf...
Jokowi Tunjuk Andhi Nirwanto Sebagai Plt Jaksa Agung
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto...
Jokowi Baiknya Pilih Jaksa Agung dari Luar Kejaksaan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memilih jaksa agung dari internal Kejaksaan...
Wakil Ketua KPK dan Kepala PPAT Dinilai Pantas Pimpin Kejagung
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengurungkan niatnya untuk mengumumkan susunan...
Salah Ketik Tak Batalkan Dakwaan Riefan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan tindak Pidana Korupsi Jakarta berpendapat bahwa...
Beda Jumlah Kerugian Tak Gugurkan Dakwaan Riefan
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Perbedan jumlah kerugian negara akibat kasus korupsi videotron di Kementerian...
MK Tolak Semua Gugatan UU Pilkada karena Sudah Terbit Perppu
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi UU Pilkada yang...
Pembantu Gasak Harta Majikan Rp 1 Milyar
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Baru sehari bekerja, Siti kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh...
Polisi Menunggu Hasil Visum Penyebab Kematian Jason
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa...
Sutinah, Terduga Pembunuhan Bocah Jason Masih Misterius
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Keberadaan Sutinah, pembatu rumah tangga yang diduga kuat terlibat pembunuhan...
Pacaran Baru Sebulan,Yadi Belum Paham Sifat Sutinah
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Sutinah, Pembantu Rumah Tangga (PRT) diduga kuat menjadi pelaku pembunuhan...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?