GATRANEWS

Kantongi Identitas Penjual Obat Aborsi, Polisi Masih Irit Bicara
Wednesday, 01 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Pihak Polrestabes Bandung mengaku sudah mengantongi identitas penjual obat...
Fantastik, Bandar Narkotika Punya Aset Milyaran Rupiah
Wednesday, 01 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap Pony Tjandra, 47 tahun...
Bandit Rampok Rumah Dengan Pura-Pura Berikan Door Prize
Wednesday, 01 October 2014

Jakarta, GATRAnews-Polres Metro Jakarta Selatan membekuk empat dari enam pelaku perampok dengan...
KPK Selidiki Kasus Restitusi Pajak Bank Mandiri
Wednesday, 01 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyelidikan atas korupsi...
KPK Selidiki Kasus Restitusi Pajak Bank Mandiri
Wednesday, 01 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata tengah menyelidiki kasus dugaan...
Kejagung Periksa Staf Denny Indrayana Terkait Pengangkatan Notaris
Wednesday, 01 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa Zamrony, Staf Wakil Menteri...
Penyidik Cecar Tersangka Korupsi Puskemas Soal Pembagian Jatah Proyek
Wednesday, 01 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) mencecar Desy Yusandi (DY),...
Kejagung Periksa 16 Saksi Korupsi Bus TransJakarta 2012
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Pidana khusus Kejaksaan Agung memeriksa 16 saksi untuk mengusut kasus...
KPK Telisik Aliran Dana ke Kemhut pada Kasus Annas Maamun
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut indikasi keterlibatan oknum...
KPK Usut Keterlibatan Alex Noerdin di Mark Up Gedung Serba Guna
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelisik indikasi keterlibatan...
Jika Terima Mobil, Dua Jaksa Terancam Sanksi
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung Mahfud Manan menegaskan,...
KPK Jebloskan Bos PT Bukit Jonggol Asri ke Penjara
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Kwee Cahyadi Kumala (KCK) alias Swie Teng alias Cahyadi Kumala mulai Selasa...
Polda Metro Layangkan Pencekalan Dokter di Metropol Hospital
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto menegaskan...
Polda Metro Tetapkan Dokter Metropol Hospital Tersangka
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Penyidik kepolisian menetapkan dua orang dokter di Klinik Metropol Hospital...
Bos PT Bukit Jonggol Asri Jadi Tersangka Korupsi
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kwee Cahyadi Kumala (KCK) alias...
Buat SIM Palsu, Ismail Diciduk Polisi
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Ismail Shandy Siregar, 43 tahun, harus berurusan dengan pihak berwajib karena...
KPK Cokok Swie Teng, Bos PT Bukit Jonggol Asri
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok Kwee Cahyadi Kumala (KCK)...
Ungkap Suap Mobil, Jamwas Kirim Tim Periksa 2 Petinggi Kejati Sulsel
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Mahfud Manan, Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung mengaku...
Mutasi Jabatan di Wilyah Hukum Polda Metro Jaya
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews-Gerbong jabatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya kembali bergeser. Sesuai...
Komisioner KY Laporkan Gratifikasi dari Pernikahan Anaknya ke KPK
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Taufiqqurahman Syahuri, Komisioner Komisi Yudisial (KY) melapokran gratifikasi...

Kisah Pembunuhan Basri Sangaji

John Kei mengelola bisnis debt collector alias penagih utang Lewat Angkatan Muda Kei (AMKEI). Usaha jasa penagihan utangnya semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditengarai dipimpin oleh Basri Sangaji, tercerai berai lantaran sang pemimpin tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji pun mengalihkan ordernya ke kelompok John Kei.

Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jonn Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel, persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.

Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal. Konon, pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok John Kei di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu.

Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik tersebut. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah John Kei. Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.

Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni, di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan John Kei, meletus bentrokan.

Seorang anggota John Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung John Kei. Itualh mengapa banayk yang menilai bahwa pembunuhan terhadap Basri, selain karena persaingan bisnis, juga diwarnai dendam pribadi. (HP)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?