GATRANEWS

Janin Mulai Belajar di Usia 34 Minggu
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Hasil riset baru menunjukkan bahwa janin dalam kandungan telah mulai belajar...
Mahasiswa Unbraw Bikin Pupuk Organik dari Limbah Perikanan
Friday, 11 July 2014

Malang, GATRAnews - Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang,...
Peringati 94 Tahun Berdirinya, ITB Serahkan 24 Ganesa Award
Friday, 04 July 2014

Bandung, GATRAnews -  Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), di jalan Ganesha, Bandung, Kamis, 3...
Menpora Hadiri Rakernas Pramuka
Saturday, 28 June 2014

Jakarta, GATRAnews – Hari Kamis (26/6) sore Menpora Roy Suryo didampingi Deputi II Bidang...
"Kemenpora Murni Menjaga Marwah Olahraga Indonesia"
Saturday, 28 June 2014

Jakarta, GATRAnews – Hari Rabu (25/6) sore, kepada wartawan di kantor kemenpora  Menpora Roy...
TOT Melawan Narkoba di Sukabumi
Saturday, 28 June 2014

Sukabumi, GATRAnews – Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora  Yuni Poerwanti  hari Rabu...
Telkom Raih Penghargaan Internasional, Best SME Service & Project of The Year
Monday, 23 June 2014

Jakarta, GATRAnews - 20 Juni 2014 – Sekali lagi PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom)...
Telkom Umumkan Pemenang Telkom Smart Campus Award (TeSCA 2014)
Thursday, 19 June 2014

  Jakarta, GATRAnews – 17 Juni 2014 – PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) sekali lagi...
Direktur Utama Telkom, Arief Yahya Raih Gelar Doktor di Universitas Padjadjaran
Friday, 13 June 2014

GATRAnews - Dr. Arief Yahya menawarkan solusi berupa metode Creativity To Commerce (C2C) Startup...
Mahasiswa IPB Ciptakan Centong ''Capres'' Anti Obesitas
Friday, 13 June 2014

Bogor, GATRAnews - Tim peneliti mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menggagas centong digital...
Sambut Serunya Piala Dunia Bersama Telkom
Thursday, 12 June 2014

Jakarta, GATRAnews - 5 Juni 2014 - Menyambut gelaran Piala Dunia (World Cup) 2014 yang tinggal...
Makko Raya Cemerlang Luncurkan Kaca Film Carbon Ceramic
Tuesday, 10 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Suasana Alam Sutera Serpong mendadak meriah saat Black Party yang digelar PT...
USeeTV Hadirkan Layanan Streaming Piala Dunia 2014 Berhadiah Mobil
Friday, 06 June 2014

  Jakarta, GATRAnews - 5 Juni 2014 – Menyambut gelaran Piala Dunia (World Cup) 2014 yang tinggal...
Indonesia Borong Medali di Philippine International Open Memory Championship 2014
Thursday, 05 June 2014

Quezon, GATRAnews - Satu lagi bukti kualitas anak Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata oleh...
Niniteus: Robot Penari Bali Karya Mahasiswa Ubaya
Wednesday, 04 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Tiga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Surabaya (Ubaya) merancang...
Ditemukan‏ Planet Batu Dua Kali Lebih Besar dari Bumi
Tuesday, 03 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Para astronom menemukan planet berbatu di luar tata surya yang beratnya lebih...
Peneliti ITS Yakin Bisa Hentikan Lumpur Lapindo dalam 6 Bulan
Friday, 30 May 2014

Sidoarjo, GATRAnews - Sudah lewat 8 tahun, semburan lumpur di Sidoardjo, atau lebih dikenal dengan...
Alergi Kacang Bisa Rengut Jiwa? Ini Obatnya‏
Thursday, 15 May 2014

Jakarta, GATRAnews - Tahukan anda alergi kacang tanah bisa mengancam jiwa? Ya betul. Orang yang...
Batan Gandeng Perusahaan Bill Gates Bangun Reaktor Nuklir dari Limbah
Wednesday, 30 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan plat merah yang bergerak di bidang tenaga nuklir, PT Batan...
Dr. Valina Singka Subekti, M.Si
Tuesday, 29 April 2014

Lahir di Singkawang, Kalimantan Barat, 6 Maret 1961. Kariernya dimulai ketika masih mahasiswa,...

Lumpur Lapindo Ternyata Mengadung Semen

Surabaya - Pakar fisika zat mampat dari ITS Surabaya, Prof Dr Darminto MSc, menemukan adanya kandungan bernilai jual tinggi, seperti semen hingga 59 persen, dalam lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita memiliki zat mampat yang belum dimanfaatkan secara optimal atau hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Padahal, bila dioptimalkan akan bernilai jual tinggi, seperti pasir besi, batu kapur atau silika, bahkan lumpur di Sidoarjo," katanya di Surabaya, Senin (11/7).

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-101 ITS pada Rabu (13/7) mendatang, guru besar dari Jurusan Fisika F-MIPA ITS itu mengatakan, pihaknya telah menggandeng Balai Teknologi Permukiman PU Jatim untuk meneliti lumpur di Sidoarjo itu.

"Hasilnya, lumpur Lapindo, terutama yang sudah kering, ternyata mengandung unsur semen 59 persen dan saat dicoba pada industri paving block justru memiliki kekuatan dua kali lipat semen," katanya.

Namun, kata alumnus ITB Bandung itu, hasil penelitian itu belum ditindaklanjuti dalam skala industri.

"Yang jelas, kandungan semen pada lumpur Lapindo cukup tinggi yakni 59 persen lumpur dicampur bahan baku bangunan akan setara dengan 61 persen semen dicampur bahan baku bangunan," katanya.

Perbandingan yang setara itu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih murah bila menggunakan semen. "Jadi, paving block yang biasanya menggunakan semen, pasir dan kerikil, nantinya semen dapat diganti lumpur," katanya.

Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan penelitian skala laboratorium untuk pasir di Sidoarjo yang diduga memiliki kandungan semen yang cukup tinggi juga.

Menurut ayah dari dua anak yang juga guru besar ketujuh di FMIPA ITS itu, zat mampat (cairan yang padat) lainnya berupa pasir besi, batu kapur, atau silika juga dapat dioptimalkan seperti halnya lumpur Lapindo itu.

"Misalnya, pasir hitam yang mengandung besi itu bila dijual untuk bahan bangunan seperti apa adanya akan bernilai jual sangat murah, tapi bila diolah dengan teknologi sederhana akan bernilai jual tinggi," katanya.

Pasir besi, katanya, dapat dipisahkan menjadi magnit dan bukan magnit dengan alat sederhana, kemudian magnit yang dihasilkan dijual ke indutsri alat sensor, "load speaker", dan sebagainya.

"Kalau berupa pasir, maka satu truk akan berharga Rp 40 ribu, tapi kalau magnit yang ada dalam jumlah satu sak bisa berharga Rp 35 ribu," katanya.

Untuk memisahkan magnit dari pasir besi, lanjut dia, pihaknya sudah merancang alat sederhana yang dapat dilakukan masyarakat awam, termasuk penambang pasir di sungai.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk batu kapur yang bila dipisahkan unsur kalsium karbonat di dalamnya, maka akan dapat dijual pada industri makanan, farmasi, susu, dan sebagainya.

Guru besar yang akan dikukuhkan bersama rekannya dari Jurusan Teknik Mesin ITS Prof Abdullah Sahab itu menambahkan, Jatim sendiri memiliki potensi tambang yang tinggi. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?