GATRANEWS

Akhirnya Harga Minyak Menggeliat Naik
Wednesday, 29 July 2015

New York, GATRANews - Setelah empat hari beruntun melemah hingga di bawah USD 50 per barel (Patokan...
Harga Emas Masih Berkutat di Bawah USD 1.100 per Ouce
Wednesday, 29 July 2015

Chicago, GATRANews - Harga emas di perdagangan Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile...
Dana Perlindungan Investor Pasar Modal Terhimpun Rp 95,81 Milyar
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (P3IEI)...
Industri Perkapalan Sokong Indonesia Jadi Negara Maritim
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, industri perkapalan nasional...
Kadin Desak Pemerintah Tuntaskan ''PR'' Bidang Kelautan dan Perikanan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan...
Red Planet Rights Issue Rp 400 Milyar untuk Bangun 20 Hotel
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Red Planet Indonesia Tbk mengincar dana segar Rp200 milyar hingga Rp400...
Sritex Akan Terbitkan Obligasi US$420 Juta
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) akan menerbitkan obligasi senilai US$420...
Semester I 2015, BSD Catat Marketing Sales Rp 3,5 Trilyun
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) hingga enam bulan pertama...
Selasa Sore Rupiah Menguat ke 13.449 per dolar AS
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRANews - Sinyalemen the FED tidak akan menaikan suku bunga memberi angin baik buat mata...
Mendag Ingin Kerja Sama Menguntungkan dengan Inggris
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan, pemerintah Indonesia berencana...
BTN Masih Teratas di Pangsa Pasar Pembiayaan Perumahan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Di tengah melesunya ekonomi Tanah Air, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) masih...
Pada 2025 Industri Lokal Harus Bisa Bangun Kapal 200.000 DWT
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan industri galangan kapal...
Ace Hardware Tutup Gerai di Tebet Green
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Ace Hardware Tbk menutup gerainya di Tebet Green, Jakarta Selatan, setelah...
Menperin: Industri Perkapalan Nasional Tumbuh Signifikan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin menjelaskan, sebagai negara kepulauan...
Menteri Saleh Tolak Anggapan Indonesia Jadi Poros Maritim Tanpa Langkah Konkret
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan pemerintah menjadikan Indonesia...
DPD: Kerjasama Indonesia-China Harus Saling Menguntungkan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad mengatakan China merupakan salah satu...
36 Titik Parkir Liar di Jakarta Barat Mendesak Ditertibkan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memerintahkan Pemerintah Kota...
Pemerintah Tak Akan Turunkan Harga BBM Sebagai Kompensasi Kerugian Pertamina
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan PT Pertamina...
Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Diminta Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus terjadi....
Pengemudi Go-Jek Belum Perlu Perlindungan Khusus DKI
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama menilai pengemudi Go-Jek belum memerlukan perlindungan...

Lumpur Lapindo Ternyata Mengadung Semen

Surabaya - Pakar fisika zat mampat dari ITS Surabaya, Prof Dr Darminto MSc, menemukan adanya kandungan bernilai jual tinggi, seperti semen hingga 59 persen, dalam lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita memiliki zat mampat yang belum dimanfaatkan secara optimal atau hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Padahal, bila dioptimalkan akan bernilai jual tinggi, seperti pasir besi, batu kapur atau silika, bahkan lumpur di Sidoarjo," katanya di Surabaya, Senin (11/7).

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-101 ITS pada Rabu (13/7) mendatang, guru besar dari Jurusan Fisika F-MIPA ITS itu mengatakan, pihaknya telah menggandeng Balai Teknologi Permukiman PU Jatim untuk meneliti lumpur di Sidoarjo itu.

"Hasilnya, lumpur Lapindo, terutama yang sudah kering, ternyata mengandung unsur semen 59 persen dan saat dicoba pada industri paving block justru memiliki kekuatan dua kali lipat semen," katanya.

Namun, kata alumnus ITB Bandung itu, hasil penelitian itu belum ditindaklanjuti dalam skala industri.

"Yang jelas, kandungan semen pada lumpur Lapindo cukup tinggi yakni 59 persen lumpur dicampur bahan baku bangunan akan setara dengan 61 persen semen dicampur bahan baku bangunan," katanya.

Perbandingan yang setara itu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih murah bila menggunakan semen. "Jadi, paving block yang biasanya menggunakan semen, pasir dan kerikil, nantinya semen dapat diganti lumpur," katanya.

Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan penelitian skala laboratorium untuk pasir di Sidoarjo yang diduga memiliki kandungan semen yang cukup tinggi juga.

Menurut ayah dari dua anak yang juga guru besar ketujuh di FMIPA ITS itu, zat mampat (cairan yang padat) lainnya berupa pasir besi, batu kapur, atau silika juga dapat dioptimalkan seperti halnya lumpur Lapindo itu.

"Misalnya, pasir hitam yang mengandung besi itu bila dijual untuk bahan bangunan seperti apa adanya akan bernilai jual sangat murah, tapi bila diolah dengan teknologi sederhana akan bernilai jual tinggi," katanya.

Pasir besi, katanya, dapat dipisahkan menjadi magnit dan bukan magnit dengan alat sederhana, kemudian magnit yang dihasilkan dijual ke indutsri alat sensor, "load speaker", dan sebagainya.

"Kalau berupa pasir, maka satu truk akan berharga Rp 40 ribu, tapi kalau magnit yang ada dalam jumlah satu sak bisa berharga Rp 35 ribu," katanya.

Untuk memisahkan magnit dari pasir besi, lanjut dia, pihaknya sudah merancang alat sederhana yang dapat dilakukan masyarakat awam, termasuk penambang pasir di sungai.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk batu kapur yang bila dipisahkan unsur kalsium karbonat di dalamnya, maka akan dapat dijual pada industri makanan, farmasi, susu, dan sebagainya.

Guru besar yang akan dikukuhkan bersama rekannya dari Jurusan Teknik Mesin ITS Prof Abdullah Sahab itu menambahkan, Jatim sendiri memiliki potensi tambang yang tinggi. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?