GATRANEWS

OJK: Peran BPD Terhadap Pembangunan Nasional Masih Kecil‏
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tersebar di setiap provinsi di...
Dukung Industri Kreatif Digital, Telkom Gandeng 56 Startup Peserta Indigo Apprentice Awards 2015
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - 20 Mei 2015 – Dalam rangka mendukung perkembangan industri kreatif digital...
Ahok Rayu Nestle Sumbang Bus Tingkat
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tanpa malu-malu Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merayu PT Nestle...
Pertamina Tawarkan Listrik dan Gas ke DKI Jakarta
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan minyak negara, PT Pertamina menawarkan pasokan listrik dan gas bagi...
Pembangunan SPBG di Jakarta Terkendala Tanah
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan 22 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Jakarta diharapkan...
Pemkot Jakarta Selatan Tertibkan Enam Baliho Reklame Raksasa
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews-Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melakukan penertiban baliho reklame...
Penting! Kepastian Regulasi untuk Investasi
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang berlaku pada Desember 2015...
Setahun Tertunda, Lenggang Jakarta Diresmikan Hari Ini
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hampir satu tahun tertunda, program penataan pedagang kaki lima (PKL) di Monas...
Abraham P. Liyanto: Generasi Muda Jangan Lengah
Friday, 22 May 2015

Kupang, GATRAnews - Pimpinan Kelompok DPD RI di MPR RI Abraham Paul Liyanto tegaskan bahwa generasi...
Pertamina Tandatangani Tiga PSC Migas
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews  – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Energi hari ini secara...
Minyak Melonjak ke US$ 66,54 per Barel
Friday, 22 May 2015

New York, GATRANews - Harga minyak global melonjak pada Jumat pagi (22/5), karena penurunan...
Wakil Ketua MPR: Batik Harus Terus Dimasyarakatkan
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kemajuan Ilmu Pengetahun dan teknologi, membuat batas-batas wilayah negara...
Wagub DKI Kecam Siswa SD Ikut Demo
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengecam unjuk rasa di depan...
Proyek Pembangkit Listrik 35.000 Mw Dinilai Mustahil
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengamat minyak dan gas Faisal Basri menilai bahwa proyek pembangunan...
Pembebasan Lahan MRT Tempuh Jalur Hukum
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembebasan lahan untuk pembangunan moda transportasi massal mass rapid transit...
Penghuni Apartemen dan Rusunami Segera Didata Pemerintah
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Dinas Kependudukan dan Catatan segera mendata warga penghuni rumah susun...
Mahyudin: Pancasila Penangkal Perpecahan
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin ST, MM,  mengawali kunjungannya di  Purawakarta...
Naik Peringkat Jadi ''Positive'' dari S&P, Ini Komentar Menteri Bambang
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga pemeringkatan internasional Standard and Poor's (S&P) menaikkan...
Naik Peringkat Jadi ''Positive'' dari S&P, Ini Komentar Menteri Bambang
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga pemeringkatan internasional Standard and Poor's (S&P) menaikkan...
Hari Ini Wakil Ketua MPR Sosialisasi 4 Pilar di Purwakarta
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin ST, MM berencana mengunjungi Kabupaten Purwakarta,...

Lumpur Lapindo Ternyata Mengadung Semen

Surabaya - Pakar fisika zat mampat dari ITS Surabaya, Prof Dr Darminto MSc, menemukan adanya kandungan bernilai jual tinggi, seperti semen hingga 59 persen, dalam lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita memiliki zat mampat yang belum dimanfaatkan secara optimal atau hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Padahal, bila dioptimalkan akan bernilai jual tinggi, seperti pasir besi, batu kapur atau silika, bahkan lumpur di Sidoarjo," katanya di Surabaya, Senin (11/7).

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-101 ITS pada Rabu (13/7) mendatang, guru besar dari Jurusan Fisika F-MIPA ITS itu mengatakan, pihaknya telah menggandeng Balai Teknologi Permukiman PU Jatim untuk meneliti lumpur di Sidoarjo itu.

"Hasilnya, lumpur Lapindo, terutama yang sudah kering, ternyata mengandung unsur semen 59 persen dan saat dicoba pada industri paving block justru memiliki kekuatan dua kali lipat semen," katanya.

Namun, kata alumnus ITB Bandung itu, hasil penelitian itu belum ditindaklanjuti dalam skala industri.

"Yang jelas, kandungan semen pada lumpur Lapindo cukup tinggi yakni 59 persen lumpur dicampur bahan baku bangunan akan setara dengan 61 persen semen dicampur bahan baku bangunan," katanya.

Perbandingan yang setara itu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih murah bila menggunakan semen. "Jadi, paving block yang biasanya menggunakan semen, pasir dan kerikil, nantinya semen dapat diganti lumpur," katanya.

Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan penelitian skala laboratorium untuk pasir di Sidoarjo yang diduga memiliki kandungan semen yang cukup tinggi juga.

Menurut ayah dari dua anak yang juga guru besar ketujuh di FMIPA ITS itu, zat mampat (cairan yang padat) lainnya berupa pasir besi, batu kapur, atau silika juga dapat dioptimalkan seperti halnya lumpur Lapindo itu.

"Misalnya, pasir hitam yang mengandung besi itu bila dijual untuk bahan bangunan seperti apa adanya akan bernilai jual sangat murah, tapi bila diolah dengan teknologi sederhana akan bernilai jual tinggi," katanya.

Pasir besi, katanya, dapat dipisahkan menjadi magnit dan bukan magnit dengan alat sederhana, kemudian magnit yang dihasilkan dijual ke indutsri alat sensor, "load speaker", dan sebagainya.

"Kalau berupa pasir, maka satu truk akan berharga Rp 40 ribu, tapi kalau magnit yang ada dalam jumlah satu sak bisa berharga Rp 35 ribu," katanya.

Untuk memisahkan magnit dari pasir besi, lanjut dia, pihaknya sudah merancang alat sederhana yang dapat dilakukan masyarakat awam, termasuk penambang pasir di sungai.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk batu kapur yang bila dipisahkan unsur kalsium karbonat di dalamnya, maka akan dapat dijual pada industri makanan, farmasi, susu, dan sebagainya.

Guru besar yang akan dikukuhkan bersama rekannya dari Jurusan Teknik Mesin ITS Prof Abdullah Sahab itu menambahkan, Jatim sendiri memiliki potensi tambang yang tinggi. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?