GATRANEWS

Pemerintah Siapkan Lahan 350.00 Ha untuk 10 Pabrik Gula Baru
Wednesday, 28 January 2015

Ngawi, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan telah meminta Menteri Perdagangan...
Asumsi Produksi Minyak dalam APBN Perubahan 2015 Turun Jadi 825 Bph
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi VII bersama Kementerian Energi dan...
Kini, Bayar Parkir pun Bisa Pakai Uang Elektronik
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Mandiri dan Secure Parking Indonesia bekerjasama dalam...
Anak Terserang Leukimia Akut, Bapak Rela Jual Ginjal
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Seorang bapak bernama Gunadi (36) yang tinggal di Kampung Parigi Rt.002/011...
APKLI Ingatkan Ahok Soal Toko Modern Buka 24 Jam Langgar Aturan
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Keberadaan toko modern tidak boleh menggerus ekonomi dan mata pencarian rakyat...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Pemerintah Usulkan Asumsi ICP US$ 70 per Barel
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM)...
Ingin Ekspor Melonjak 300%, Pemerintah Rebut Pangsa Pasar Ekspor dari Negara Lain
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel menjanjikan akan meningkatkan ekspor...
Mimpi Ahok, Jakarta Memiliki Pantai dengan Pasir Putih
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bermimpi pantai utara Ibu Kota...
Bangun LRT Terburu-buru, Ahok: Itu Swasta Murni
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana pembangunan moda transportasi berbasis rel, light rail transit (LRT)...
PT Freeport Setor US$ 15,2 Miliar ke Indonesia Selama 20 Tahun
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan tambang terbesar di Indonesia, selama...
Tarik Dana WNI di Luar Negeri, Dirjen Pajak Siapkan ''Tax Amnesty''
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan siap menerapkan tax amnesty...
PT Freeport Tidak Pernah Capai Target Produksi 300.000 Ton per Hari
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan tambang raksasa PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini menargetkan...
Rapat Hingga Dini Hari, Komisi VII DPR Kasih Banyak PR ke Menteri ESDM
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Rapat kerja Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Kementerian Energi...
Saran Ahok untuk Jokowi: Taat Konstitusi, Bukan Konstituen
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini menjadi sorotan setelah konflik...
Pedagang Blok G Turun ke Jalan, Ahok: Sikat Lagi
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyerah menghadapi...
Jokowi: Kawasan Terpadu Kuala Tanjung–Sei Mangkei Harus Beroperasi 2017
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo memberikan target operasional bagi kawasan terpadu Kuala...
Maruarar: Daripada Pajakin Warteg Lebih Baik Tax Amnesty
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintahan Presiden Joko Widodo diharapkan berani mengajukan kebijakan...
Harga Emas Kembali dekati USD 1.300 per Ounce
Wednesday, 28 January 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih...
Dirjen Pajak: Tax Amnesty Siap Dilaksanakan Tahun depan
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRANews - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan siap menerapkan "tax amnesty"...
Manfaatkan Lahan Tidur, Prajurit TNI Tanam Sayur dan Budidaya Ikan
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Prajurit TNI yang bertugas di beberapa wilayah terus melakukan upaya...

Lumpur Lapindo Ternyata Mengadung Semen

Surabaya - Pakar fisika zat mampat dari ITS Surabaya, Prof Dr Darminto MSc, menemukan adanya kandungan bernilai jual tinggi, seperti semen hingga 59 persen, dalam lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita memiliki zat mampat yang belum dimanfaatkan secara optimal atau hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Padahal, bila dioptimalkan akan bernilai jual tinggi, seperti pasir besi, batu kapur atau silika, bahkan lumpur di Sidoarjo," katanya di Surabaya, Senin (11/7).

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-101 ITS pada Rabu (13/7) mendatang, guru besar dari Jurusan Fisika F-MIPA ITS itu mengatakan, pihaknya telah menggandeng Balai Teknologi Permukiman PU Jatim untuk meneliti lumpur di Sidoarjo itu.

"Hasilnya, lumpur Lapindo, terutama yang sudah kering, ternyata mengandung unsur semen 59 persen dan saat dicoba pada industri paving block justru memiliki kekuatan dua kali lipat semen," katanya.

Namun, kata alumnus ITB Bandung itu, hasil penelitian itu belum ditindaklanjuti dalam skala industri.

"Yang jelas, kandungan semen pada lumpur Lapindo cukup tinggi yakni 59 persen lumpur dicampur bahan baku bangunan akan setara dengan 61 persen semen dicampur bahan baku bangunan," katanya.

Perbandingan yang setara itu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih murah bila menggunakan semen. "Jadi, paving block yang biasanya menggunakan semen, pasir dan kerikil, nantinya semen dapat diganti lumpur," katanya.

Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan penelitian skala laboratorium untuk pasir di Sidoarjo yang diduga memiliki kandungan semen yang cukup tinggi juga.

Menurut ayah dari dua anak yang juga guru besar ketujuh di FMIPA ITS itu, zat mampat (cairan yang padat) lainnya berupa pasir besi, batu kapur, atau silika juga dapat dioptimalkan seperti halnya lumpur Lapindo itu.

"Misalnya, pasir hitam yang mengandung besi itu bila dijual untuk bahan bangunan seperti apa adanya akan bernilai jual sangat murah, tapi bila diolah dengan teknologi sederhana akan bernilai jual tinggi," katanya.

Pasir besi, katanya, dapat dipisahkan menjadi magnit dan bukan magnit dengan alat sederhana, kemudian magnit yang dihasilkan dijual ke indutsri alat sensor, "load speaker", dan sebagainya.

"Kalau berupa pasir, maka satu truk akan berharga Rp 40 ribu, tapi kalau magnit yang ada dalam jumlah satu sak bisa berharga Rp 35 ribu," katanya.

Untuk memisahkan magnit dari pasir besi, lanjut dia, pihaknya sudah merancang alat sederhana yang dapat dilakukan masyarakat awam, termasuk penambang pasir di sungai.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk batu kapur yang bila dipisahkan unsur kalsium karbonat di dalamnya, maka akan dapat dijual pada industri makanan, farmasi, susu, dan sebagainya.

Guru besar yang akan dikukuhkan bersama rekannya dari Jurusan Teknik Mesin ITS Prof Abdullah Sahab itu menambahkan, Jatim sendiri memiliki potensi tambang yang tinggi. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?