GATRANEWS

BNI dan BRI Dapat Peringkat idAAA dari Pefindo
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia...
Pengusaha Tur & Travel Minta Program MP3EI Terus berlanjut
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan yang begerak di bidang jasa tur dan travel, PT Panorama...
Distafkan, Sanksi Pejabat Manipulasi TKD
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemberian tunjangan kinerja daerah (TKD) belasan hingga puluhan juta rupiah...
Panorama Sentrawisata Fokus Pengadaan Hotel di Jawa - Bali
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan yang bergerak di bidang tur dan travel, PT Panorama Sentrawisata,...
Sofyan: Investor Nilai Indonesia Baik untuk Berinvestasi
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, para...
Kartini Masa Kini, Ahok-Djarot Kompak Jawab Megawati
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Dua pemimpin DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat...
Panorama Sentrawisata Terbitkan Obligasi Rp 400 Milyar
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Panorama Sentrawisata Tbk akan menerbitkan surat utang atau obligasi...
Menteri Susi Ajak Wartawan Menulis Lebih Kenceng
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta media massa ikut...
LPS Tetapkan Suku Bunga Penjaminan 7,75%
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menetapkan tingkat suku bunga...
Afsel Pintu Masuk Ekspor ke Afrika
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melakukan berbagai lobi pada ajang berskala...
Menperin: Batu Mulia Tambah Ragam Ekspor Indonesia
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian akan mendorong ekspor batu mulia yang saat ini...
Jokowi: Asia-Afrika Miliki Pertumbuhan Ekonomi di Atas Rata-rata
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Asian African Business Summit 2015, yang...
BKPM: Malaysia Komitmen Tingkatkan Investasi di Indonesia
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan...
Susi Minta Reklamasi Teluk Jakarta Ditunda
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta rencana reklamasi 17 pulau di...
Penampilan Anggun Menteri Susi Saat Hari Kartini
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tampil beda dalam...
Jokowi: Kemiskinan dan Inflasi Jadi Tantangan Asia-Afrika‏
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo baru saja membuka acara Asia Afrika...
Sasar Pasar Baru, Indonesia Harus Tingkatkan Volume Perdagangan ke Afrika‏
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelemahan ekonomi di kawasan Eropa, Amerika Serikat Cina dan Jepang membuat...
Mentan Amran Geram Harga Gabah di OKU Jatuh‏
Tuesday, 21 April 2015

OKU Timur, GATRAnews - Dalam kunjungannya ke Desa Talang Giring, Kecamatan Madang Suku II,...
Harga Gabah Jatuh, Bulog Dituding Tak Sigap
Tuesday, 21 April 2015

OKU Timur, GATRAnews - Bupati OKU Timur Herman Deru mengungkapkan dari 500.000 ton gabah kering...
Pemerintah Promosikan Indonesia dalam World Economic Forum‏
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pemerintah...

Lumpur Lapindo Ternyata Mengadung Semen

Surabaya - Pakar fisika zat mampat dari ITS Surabaya, Prof Dr Darminto MSc, menemukan adanya kandungan bernilai jual tinggi, seperti semen hingga 59 persen, dalam lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita memiliki zat mampat yang belum dimanfaatkan secara optimal atau hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Padahal, bila dioptimalkan akan bernilai jual tinggi, seperti pasir besi, batu kapur atau silika, bahkan lumpur di Sidoarjo," katanya di Surabaya, Senin (11/7).

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-101 ITS pada Rabu (13/7) mendatang, guru besar dari Jurusan Fisika F-MIPA ITS itu mengatakan, pihaknya telah menggandeng Balai Teknologi Permukiman PU Jatim untuk meneliti lumpur di Sidoarjo itu.

"Hasilnya, lumpur Lapindo, terutama yang sudah kering, ternyata mengandung unsur semen 59 persen dan saat dicoba pada industri paving block justru memiliki kekuatan dua kali lipat semen," katanya.

Namun, kata alumnus ITB Bandung itu, hasil penelitian itu belum ditindaklanjuti dalam skala industri.

"Yang jelas, kandungan semen pada lumpur Lapindo cukup tinggi yakni 59 persen lumpur dicampur bahan baku bangunan akan setara dengan 61 persen semen dicampur bahan baku bangunan," katanya.

Perbandingan yang setara itu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih murah bila menggunakan semen. "Jadi, paving block yang biasanya menggunakan semen, pasir dan kerikil, nantinya semen dapat diganti lumpur," katanya.

Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan penelitian skala laboratorium untuk pasir di Sidoarjo yang diduga memiliki kandungan semen yang cukup tinggi juga.

Menurut ayah dari dua anak yang juga guru besar ketujuh di FMIPA ITS itu, zat mampat (cairan yang padat) lainnya berupa pasir besi, batu kapur, atau silika juga dapat dioptimalkan seperti halnya lumpur Lapindo itu.

"Misalnya, pasir hitam yang mengandung besi itu bila dijual untuk bahan bangunan seperti apa adanya akan bernilai jual sangat murah, tapi bila diolah dengan teknologi sederhana akan bernilai jual tinggi," katanya.

Pasir besi, katanya, dapat dipisahkan menjadi magnit dan bukan magnit dengan alat sederhana, kemudian magnit yang dihasilkan dijual ke indutsri alat sensor, "load speaker", dan sebagainya.

"Kalau berupa pasir, maka satu truk akan berharga Rp 40 ribu, tapi kalau magnit yang ada dalam jumlah satu sak bisa berharga Rp 35 ribu," katanya.

Untuk memisahkan magnit dari pasir besi, lanjut dia, pihaknya sudah merancang alat sederhana yang dapat dilakukan masyarakat awam, termasuk penambang pasir di sungai.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk batu kapur yang bila dipisahkan unsur kalsium karbonat di dalamnya, maka akan dapat dijual pada industri makanan, farmasi, susu, dan sebagainya.

Guru besar yang akan dikukuhkan bersama rekannya dari Jurusan Teknik Mesin ITS Prof Abdullah Sahab itu menambahkan, Jatim sendiri memiliki potensi tambang yang tinggi. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?