GATRANEWS

Triawan Tak Setuju Pembatasan Film Impor
Thursday, 02 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf), Triawan Munaf, mengaku tidak setuju...
Kemendag: Kenaikan Harga BBM Dampaknya Minim
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa setelah pemerintah menetapkan...
Wika Beton Rambah Pasar Kaltim
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya Beton (Persero) Tbk menggenjot ekspansinya dengan merambah ke...
PGN Tambah Hampir 1.000 km pipa dalam 8 tahun
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus fokus membangun jaringan infrastruktur...
DKI Bangun Taman Baru Senilai 56,6 Milyar
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun 29 taman baru...
Ketua DPRD Bantah Berniat Makzulkan Ahok
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyangkal ada rencana pemakzulan...
Pilih Komunikasi, DPP Instruksikan Stop Pemakzulan Ahok
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - DPP PDI Perjuangan meminta Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta tidak ikut...
Organda DKI Usul Tarif Angkutan Umum Naik 500 Rupiah
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta mengusulkan kenaikan tarif...
Wika Beton Bagi Dividen Rp 98,55 Milyar
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) akan membagikan dividen kepada pemegang...
PGN Pasok Gas di Sektor Kelistrikan
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus meningkatkan pemanfaatan...
BPS: Inflasi Maret Tercatat 0,17%
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret terjadi inflasi sebesar...
OJK Gandeng Dubai Financial Services Authority
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani nota kesepahaman alias memorandum...
Program Pengalihan Subsidi BBM Terus Berlanjut
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi VII DPR RI bersama Pemerintah sepakat untuk tidak mundur dari kebijakan...
Semen Baturaja Targetkan Produksi 1,75 Juta Ton Semen di 2015
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan produksi semen sebesar...
Gerindra: Paripurna Angket Diundur
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Panitia Hak Angket DPRD DKI Jakarta menunda rapat paripurna hasil investigasi...
Pasar Blok G Warisan Jokowi Segera Dibongkar
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat segera dibongkar oleh Pemerintah...
Semen Baturaja Kaji Kenaikan Harga Jual
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen semen "pelat merah", PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, tengah mengkaji...
Laba Catur Sentosa Adiprana Melonjak 48%
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Catur Sentosa Adiprana Tbk pada akhir 2014 membukukan lonjakan laba bersih...
Semen Baturaja Berharap Kebagian Proyek Tol Sumatera
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen semen "pelat merah", PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, memandang 2015...
PT KCJ Buka Rute Nambo-Cibinong-Citayam Mulai Hari Ini
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Hari ini, PT KAI Commuter Line Jakarta (KCJ) meresmikan rute baru Commuter...

Lumpur Lapindo Ternyata Mengadung Semen

Surabaya - Pakar fisika zat mampat dari ITS Surabaya, Prof Dr Darminto MSc, menemukan adanya kandungan bernilai jual tinggi, seperti semen hingga 59 persen, dalam lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita memiliki zat mampat yang belum dimanfaatkan secara optimal atau hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Padahal, bila dioptimalkan akan bernilai jual tinggi, seperti pasir besi, batu kapur atau silika, bahkan lumpur di Sidoarjo," katanya di Surabaya, Senin (11/7).

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-101 ITS pada Rabu (13/7) mendatang, guru besar dari Jurusan Fisika F-MIPA ITS itu mengatakan, pihaknya telah menggandeng Balai Teknologi Permukiman PU Jatim untuk meneliti lumpur di Sidoarjo itu.

"Hasilnya, lumpur Lapindo, terutama yang sudah kering, ternyata mengandung unsur semen 59 persen dan saat dicoba pada industri paving block justru memiliki kekuatan dua kali lipat semen," katanya.

Namun, kata alumnus ITB Bandung itu, hasil penelitian itu belum ditindaklanjuti dalam skala industri.

"Yang jelas, kandungan semen pada lumpur Lapindo cukup tinggi yakni 59 persen lumpur dicampur bahan baku bangunan akan setara dengan 61 persen semen dicampur bahan baku bangunan," katanya.

Perbandingan yang setara itu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih murah bila menggunakan semen. "Jadi, paving block yang biasanya menggunakan semen, pasir dan kerikil, nantinya semen dapat diganti lumpur," katanya.

Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan penelitian skala laboratorium untuk pasir di Sidoarjo yang diduga memiliki kandungan semen yang cukup tinggi juga.

Menurut ayah dari dua anak yang juga guru besar ketujuh di FMIPA ITS itu, zat mampat (cairan yang padat) lainnya berupa pasir besi, batu kapur, atau silika juga dapat dioptimalkan seperti halnya lumpur Lapindo itu.

"Misalnya, pasir hitam yang mengandung besi itu bila dijual untuk bahan bangunan seperti apa adanya akan bernilai jual sangat murah, tapi bila diolah dengan teknologi sederhana akan bernilai jual tinggi," katanya.

Pasir besi, katanya, dapat dipisahkan menjadi magnit dan bukan magnit dengan alat sederhana, kemudian magnit yang dihasilkan dijual ke indutsri alat sensor, "load speaker", dan sebagainya.

"Kalau berupa pasir, maka satu truk akan berharga Rp 40 ribu, tapi kalau magnit yang ada dalam jumlah satu sak bisa berharga Rp 35 ribu," katanya.

Untuk memisahkan magnit dari pasir besi, lanjut dia, pihaknya sudah merancang alat sederhana yang dapat dilakukan masyarakat awam, termasuk penambang pasir di sungai.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk batu kapur yang bila dipisahkan unsur kalsium karbonat di dalamnya, maka akan dapat dijual pada industri makanan, farmasi, susu, dan sebagainya.

Guru besar yang akan dikukuhkan bersama rekannya dari Jurusan Teknik Mesin ITS Prof Abdullah Sahab itu menambahkan, Jatim sendiri memiliki potensi tambang yang tinggi. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?