GATRANEWS

Pemerintah Tenderkan Tiga Jalan Tol Senilai Rp 19,38 T
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan proses...
Ditjen Migas dan Pertamina Antisipasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Untuk mengatasi terjadinya kelangkaan LPG maupun BBM, Ditjen Migas dan PT...
BTN Akan Luncurkan Program KPR Uang Muka 1%
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung Program Sejuta Rumah...
BTN Terbitkan Obligasi Rp 3 Trilyun
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3...
Mendag Targetkan Ekspor Sepeda Motor 1 Juta Unit Lima Tahun ke Depan
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menargetkan ekspor sepeda motor, yang saat...
Indonesia Jadi Ketua IORA, Kadin Fokuskan Pada Peluang Ekonomi
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia akan menjadi Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) untuk periode...
Lawatan ke Malaysia, Mendag Bahas Cetak Biru MEA
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menghadiri pertemuan informal...
Lunasi Tunggakan Pajak Sebelum 1 Januari 2016, Pemerintah Hapus Denda!
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja menerbitkan peraturan tentang...
Pemerintah Targetkan Rp10 Triliun dari Lelang SUN Pekan Depan
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah kembali berencana melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) pekan...
Pelemahan Harga Karet, Negara Eksportir Karet Sepakat Kontrol Pasokan
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelemahan harga karet dunia yang terjadi akhir-akhir ini membuat negara-negara...
DPRD Tak Gentar Dilaporkan Ahok ke KPK
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melaporkan kasus APBD DKI...
Ahok Sambangi KPK Laporkan APBD
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akhirnya melaporkan DPRD DKI...
Djarot Tuntut Finansial Antaredja Sebelum Bangun JIT
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambut baik tawaran...
Ahok Malu Balai Kota Tidak Memiliki Masjid
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama merasa malu karena Balai Kota DKI belum memiliki sebuah...
Usai Digoyang Hak Angket, Ahok Resmikan Masjid Jenderal Sudirman
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Satu hari pasca digoyang hak angket, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja...
CEO Unilever Temui Presiden Jokowi
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pimpinan raksasa perusahaan multinasional Unilever Paul Polman, Jumat (27/2)...
Pemerintah: Harga Elpiji 3 Kg Naik, Cuma Hoax
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan bahwa harga elpiji...
BTN Targetkan Laba Bersih Rp 2,2 Trilyun di 2015
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan proyeksi bakal membaiknya...
BTN Targetkan Laba Bersih Rp 2,2 Trilyun di 2015
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan proyeksi bakal membaiknya...
BTN Raup Laba Rp 1,1 Trilyun di 2014
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih sebesar...

Lumpur Lapindo Ternyata Mengadung Semen

Surabaya - Pakar fisika zat mampat dari ITS Surabaya, Prof Dr Darminto MSc, menemukan adanya kandungan bernilai jual tinggi, seperti semen hingga 59 persen, dalam lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita memiliki zat mampat yang belum dimanfaatkan secara optimal atau hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Padahal, bila dioptimalkan akan bernilai jual tinggi, seperti pasir besi, batu kapur atau silika, bahkan lumpur di Sidoarjo," katanya di Surabaya, Senin (11/7).

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-101 ITS pada Rabu (13/7) mendatang, guru besar dari Jurusan Fisika F-MIPA ITS itu mengatakan, pihaknya telah menggandeng Balai Teknologi Permukiman PU Jatim untuk meneliti lumpur di Sidoarjo itu.

"Hasilnya, lumpur Lapindo, terutama yang sudah kering, ternyata mengandung unsur semen 59 persen dan saat dicoba pada industri paving block justru memiliki kekuatan dua kali lipat semen," katanya.

Namun, kata alumnus ITB Bandung itu, hasil penelitian itu belum ditindaklanjuti dalam skala industri.

"Yang jelas, kandungan semen pada lumpur Lapindo cukup tinggi yakni 59 persen lumpur dicampur bahan baku bangunan akan setara dengan 61 persen semen dicampur bahan baku bangunan," katanya.

Perbandingan yang setara itu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih murah bila menggunakan semen. "Jadi, paving block yang biasanya menggunakan semen, pasir dan kerikil, nantinya semen dapat diganti lumpur," katanya.

Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan penelitian skala laboratorium untuk pasir di Sidoarjo yang diduga memiliki kandungan semen yang cukup tinggi juga.

Menurut ayah dari dua anak yang juga guru besar ketujuh di FMIPA ITS itu, zat mampat (cairan yang padat) lainnya berupa pasir besi, batu kapur, atau silika juga dapat dioptimalkan seperti halnya lumpur Lapindo itu.

"Misalnya, pasir hitam yang mengandung besi itu bila dijual untuk bahan bangunan seperti apa adanya akan bernilai jual sangat murah, tapi bila diolah dengan teknologi sederhana akan bernilai jual tinggi," katanya.

Pasir besi, katanya, dapat dipisahkan menjadi magnit dan bukan magnit dengan alat sederhana, kemudian magnit yang dihasilkan dijual ke indutsri alat sensor, "load speaker", dan sebagainya.

"Kalau berupa pasir, maka satu truk akan berharga Rp 40 ribu, tapi kalau magnit yang ada dalam jumlah satu sak bisa berharga Rp 35 ribu," katanya.

Untuk memisahkan magnit dari pasir besi, lanjut dia, pihaknya sudah merancang alat sederhana yang dapat dilakukan masyarakat awam, termasuk penambang pasir di sungai.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk batu kapur yang bila dipisahkan unsur kalsium karbonat di dalamnya, maka akan dapat dijual pada industri makanan, farmasi, susu, dan sebagainya.

Guru besar yang akan dikukuhkan bersama rekannya dari Jurusan Teknik Mesin ITS Prof Abdullah Sahab itu menambahkan, Jatim sendiri memiliki potensi tambang yang tinggi. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?