GATRANEWS

Harga Pakan Ikan Tinggi, Saut: Sabar Kami Sedang Bangun Pabrik
Sunday, 05 July 2015

Purwakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP),...
Saut P. Hutagalong: Pasokan Ikan Tahun Ini Lebih Baik
Sunday, 05 July 2015

Purwakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP),...
PUPR: Anggaran Perumahan Harus Ditingkatkan
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan...
Wah...Indonesia Krisis Penyuluh Pertanian Hampir 40.000 Orang
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pertanian mengungkapkan bahwa Indonesia kekurangan sekitar 39.180...
DP Kendaraan Bermotor Perusahaan Pembiayaan Turun Hingga 10%
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja mengeluarkan kebijakan penurunan uang...
Atasi Dwelling Time, Mendag Keluarkan Aturan Impor
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya Agus Supriatna telah...
Produksi Beras 2015 Bakal Capai 43,9 Juta Ton, Ini Penjelasan Kementan
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Berdasarkan Angka Ramalan (Aram) I BPS, produksi padi tahun 2015 mencapai...
Ini Hasil Rapat Terbatas Pengelolaan Blok Mahakam
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan pembahasan soal Blok Mahakam yang diadakan di Kantor Presiden,...
Menperin Yakin Generasi Muda Mampu Tingkatkan TKDN 4G LTE
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin meyakini kemampuan generasi muda Indonesia...
Ketua MPR RI: Presiden Jokowi Dukung Sidang Tahunan MPR
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Jumat (3/7), bertempat di Istana Negara, Jakarta, dengan formasi lengkap Ketua...
Saleh Siap Revisi Permenperin TKDN 4G LTE untuk Tekan Impor
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian mendukung penuh langkah Kementerian Komunikasi dan...
Ketua Komite II DPD RI Desak Pelindo II Terapkan Pelayanan Satu Pintu
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melakukan peninjauan di Pelabuhan...
Hidayat Nur Wahid : Bicara Air Tak Lepas Islam dan Negara
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Biro Humas Sekretariat Jenderal MPR RI bekerjasama dengan Yayasan Obor...
BKPM: Rasa Aman Jadi Faktor Penting Investasi di Jabodetabek
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melihat kota Jakarta beserta daerah...
BKPM dan KemenPUPera Sinergi Perbaiki Indikator Kemudahan Berusaha
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan...
Ini Tiga Tuntutan Industri Makanan Minuman kepada Pemerintah
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI),...
BKD: Bupati Kepulauan Seribu Menunggu Persetujuan Dewan
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Bupati Kepulauan Seribu Tri Djoko Sri Margianto dirotasi menjadi Kepala Dinas...
Dibalik Pelantikan, Buka Bersama Dibatalkan Sampai Dipanggil untuk Rapat
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Saptastri Ediningtyas atau biasa disapa Tyas, dicopot dari jabatannya sebagai...
Maruf Cahyono: Sidang Tahunan MPR Pelengkap Demokrasi Indonesia
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Sidang Tahunan MPR RI yang sedianya memang direncanakan untuk pertamakali...
BNI Sediakan Rp19 Trilyun Jelang Lebaran
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyiapkan uang tunai sebesar...

Lumpur Lapindo Ternyata Mengadung Semen

Surabaya - Pakar fisika zat mampat dari ITS Surabaya, Prof Dr Darminto MSc, menemukan adanya kandungan bernilai jual tinggi, seperti semen hingga 59 persen, dalam lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

"Kita memiliki zat mampat yang belum dimanfaatkan secara optimal atau hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Padahal, bila dioptimalkan akan bernilai jual tinggi, seperti pasir besi, batu kapur atau silika, bahkan lumpur di Sidoarjo," katanya di Surabaya, Senin (11/7).

Menjelang pengukuhan dirinya sebagai guru besar ke-101 ITS pada Rabu (13/7) mendatang, guru besar dari Jurusan Fisika F-MIPA ITS itu mengatakan, pihaknya telah menggandeng Balai Teknologi Permukiman PU Jatim untuk meneliti lumpur di Sidoarjo itu.

"Hasilnya, lumpur Lapindo, terutama yang sudah kering, ternyata mengandung unsur semen 59 persen dan saat dicoba pada industri paving block justru memiliki kekuatan dua kali lipat semen," katanya.

Namun, kata alumnus ITB Bandung itu, hasil penelitian itu belum ditindaklanjuti dalam skala industri.

"Yang jelas, kandungan semen pada lumpur Lapindo cukup tinggi yakni 59 persen lumpur dicampur bahan baku bangunan akan setara dengan 61 persen semen dicampur bahan baku bangunan," katanya.

Perbandingan yang setara itu akan membutuhkan biaya yang jauh lebih murah bila menggunakan semen. "Jadi, paving block yang biasanya menggunakan semen, pasir dan kerikil, nantinya semen dapat diganti lumpur," katanya.

Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan penelitian skala laboratorium untuk pasir di Sidoarjo yang diduga memiliki kandungan semen yang cukup tinggi juga.

Menurut ayah dari dua anak yang juga guru besar ketujuh di FMIPA ITS itu, zat mampat (cairan yang padat) lainnya berupa pasir besi, batu kapur, atau silika juga dapat dioptimalkan seperti halnya lumpur Lapindo itu.

"Misalnya, pasir hitam yang mengandung besi itu bila dijual untuk bahan bangunan seperti apa adanya akan bernilai jual sangat murah, tapi bila diolah dengan teknologi sederhana akan bernilai jual tinggi," katanya.

Pasir besi, katanya, dapat dipisahkan menjadi magnit dan bukan magnit dengan alat sederhana, kemudian magnit yang dihasilkan dijual ke indutsri alat sensor, "load speaker", dan sebagainya.

"Kalau berupa pasir, maka satu truk akan berharga Rp 40 ribu, tapi kalau magnit yang ada dalam jumlah satu sak bisa berharga Rp 35 ribu," katanya.

Untuk memisahkan magnit dari pasir besi, lanjut dia, pihaknya sudah merancang alat sederhana yang dapat dilakukan masyarakat awam, termasuk penambang pasir di sungai.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk batu kapur yang bila dipisahkan unsur kalsium karbonat di dalamnya, maka akan dapat dijual pada industri makanan, farmasi, susu, dan sebagainya.

Guru besar yang akan dikukuhkan bersama rekannya dari Jurusan Teknik Mesin ITS Prof Abdullah Sahab itu menambahkan, Jatim sendiri memiliki potensi tambang yang tinggi. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?