Kemen-PUPR Tingkatkan Pasokan Air Minum di Pantura

Dok: pu.go.id

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) di tiga kabupaten di Pantura Provinsi Jawa Barat, pada 2016, masing-masing Karawang, Indramayu dan Subang. Di Kabupaten Karawang, telah terbangun SPAM IKK Kota Baru, yang melayani air bersih bagi Kecamatan Kota Baru dan Tirta Waluya, dengan tambahan 4.000 unit sambungan atau setara dengan 20.000 jiwa.

Alokasi anggaran untuk pembangunannya sebesar Rp12,36 milyar berupa pekerjaan intake, Instalasi Pengolahan Air (IPA), pemasangan reservoir/water tank berkapasitas 500 m3, pekerjaan bangunan pelengkap, dan pemasangan pipa lengkap dengan aksesoris dan jembatan pipa.

Di Kabupaten Subang, SPAM yang sudah ada di Kecamatan Compreng-Pusaka Jaya tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. SPAM yang bersumber dari sumur tanah tersebut hanya memiliki kapasitas 5 lt/dt. Untuk itu Kementerian PUPR membangun SPAM IKK Compreng-Pusaka Jaya kapasitas 50 lt/dt sehingga memperluas dan meningkatkan cakupan pelayanan terhadap masyarakat di kecamatan tersebut.

Biaya pembangunan sebesar Rp 13,4 milyar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan adalah pekerjaan intake, pekerjaan bangunan operasional, instalasi pengolahan air, pekerjaan reservoir dengan kapasitas 500 m3, bangunan pelengkap dan pemasangan pipa transmisi lengkap dengan aksesoris dan jembatan pipa.

Sedangkan di Kabupaten Indramayu, Kementerian PUPR membangun SPAM IKK Sliyeg di Kecamatan Sliyeg yang memiliki kapasitas sebesar 50 lt/dt dan mencakup pelayanan 4.000 unit sambungan atau setara dengan 20.000 jiwa. Dengan anggaran Rp12,9 milyar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan adalah pekerjaan intake, pekerjaan bangunan operasional, IPA dengan kapasitas 50 lt/dt, pekerjaan reservoir dengan kapasitas 500m3, bangunan pelengkap dan pemasangan pipa transmisi lengkap dengan aksesoris dan jembatan pipa.

Daerah Pantai Utara Jawa Barat merupakan wilayah yang berkembang secara ekonomi maupun jumlah penduduknya. Namun wilayah tersebut kerap mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan maupun intrusi air laut. Untuk menambah pasokan air, Kementerian PUPR.

Kementrian PUPR meningkatkan pelayanan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan tidak hanya infrastruktur berskala masif, tetapi juga berbagai infrastruktur permukiman dan penataan kawasan kumuh di perkotaan.

“Di samping pembangunan infrastruktur berskala besar, kami juga memfokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat miskin di perkotaan, misalnya penyediaan air minum, sanitasi, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan penataan kawasan kumuh,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Indonesia, Kementerian PUPR memiliki program 100-0-100, yakni 100% ketersediaan akses air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% ketersediaan akses sanitasi sehat yang ditargetkan bisa tercapai pada tahun 2019.

Untuk mewujudkan 100% akses air minum, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya menargetkan dapat meningkatkan cakupan layanan air minum sebesar 7,2% per tahun. Sampai akhir 2016, cakupan pelayanan air minum aman di Indonesia mencapai 72%, baik melalui jaringan perpipaan maupun non perpipaan.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

Share this article