GATRANEWS

PT Wika: Pasar Apartemen di Kelas Menengah Cukup Besar
Sunday, 19 April 2015

Karawang, GATRAnews - Pangsa pasar profesional yang bekerja di kawasan perindustrian di Karawang,...
Menperin Apresiasi AIPGI Serap Garam Lokal
Sunday, 19 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin memberikan apresiasi kepada Asosiasi...
Anggaran Energi Terbarukan 2016, Meningkat 10 Kali Lipat
Sunday, 19 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Energi Baru Terbarukan digadang-gadang sebagai energi masa depan bangsa...
LDR Longgar, BI Optimis Kredit UMKM Melonjak Tahun Ini‏
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah menyatakan, pihaknya masih...
Tamansari Mahogany Apartemen Bidik Kaum Profesional di Karawang
Saturday, 18 April 2015

Karawang, GATRAnews - Pengembang kini melirik koridor kawasan timur Jakarta seperti Cikarang,...
Pelni Perluas Kesempatan Masyarakat Rasakan Eksotisme Wisata Bahari Indonesia
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan Indonesia memiliki garis pantai...
BI Perkirakan Pertumbuhan Kredit Kuartal I Lebih Rendah dari Target‏
Saturday, 18 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan selama kuartal I...
Kemendes PDTT Ajak PMII dan ITS Membangun Desa
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangundan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendesa PDTT)...
KNTI: Investasi Asing di Pulau Kecil Ibarat Narkoba
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyayangkan rencana Kementerian...
Pemerintah Alokasikan Rp 33,1 Trilyun Bangun Rumah Rakyat Miskin
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...
Semen Indonesia Harap Pembangunan Pabrik di Rembang Sesuai Target
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berharap pembangunan pabrik semen di Rembang...
Menteri ESDM: Indonesia Importir BBM Nomor 2 di Dunia
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said menuturkan Indonesia...
BNI Buka Cabang di Seoul
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah mengantongi izin pembukaan...
Garuda Siap Lakukan Transaksi dengan Rupiah
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai perusahaan publik yang juga...
BKPM Dorong Investasi Bernilai Tambah
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan terus berinovasi untuk menghadapi...
Perkuat Industri Makanan Nasional dengan Bahan Baku Lokal
Friday, 17 April 2015

Gresik, GATRAnews - Industri makanan dan minuman nasional menikmati pertumbuhan karena ditopang...
Bank Mega Targetkan Asetnya Rp 70,7 Trilyun
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Mega Tbk menargetkan total aset akan menjadi Rp 70,7 trilyun, atau...
DKI Tambah Anggaran Bantuan Keuangan di APBD Perubahan
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengajukan bantuan keuangan tambahan...
Gara-gara Turis Jerman, Ridwan Kamil Jadi Presiden
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)...
Ahok: MRT Tidak Ganggu KTT Asia Afrika
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan proyek Mass Rapid...

Dicari 50 Jagawana, Harimau Siberia itu Pulang Kampung

 

Harimau Siberia mendinginkan diri mencebur ke air di tengah terik siang Rio de Jeneiro yang mencapai 35 derajat celsius 9 Januari 2013( REUTERS/Sergio Moraes)Harbin, China, GATRANEWS - Seekor Harimau Siberia ternyata bisa bikin ulah yang membuat puyeng satu kompi petugas jagawana China. Harimau langka ini (Panthera tigris amoyensis) rupanya senang berkelana, melintas negeri tanpa pakai diplomasi.



Harimau langka itu, diduga berkelamin jantan, menyeberangi Sungai Wusuli, yang beku dan membatasi China dengan Rusia, pada 8 Maret, kata Yang Lijuan --Kepala Departemen Perlindungan Hewan Liar di bawah Administrasi Kehutanan Dongfanghong di Provinsi Heilongjiang, China timur-laut.

Pemerintah Rusia kemudian meminta pihak China membantu menemukan harimau tersebut. Maka operasi pencarian pun dilaksanakan.
"Satu tim yang terdiri atas 50 orang berkumpul untuk mencari harimau tersebut," kata pejabat wanita itu seperti dilaporkan kantor berita China, Xinhua, Selasa malam lalu.

"Pencarian harimau itu jadi lebih sulit setelah GPS yang dipasang pada harimau tersebut jatuh beberapa hari setelah hewan itu menyeberangi perbatasan," kata Yang.

Akhirnya setelah lebih dari 10 hari petugas melacak hewan itu, tim jagawana menemukan jejak kaki harimau pengelana itu mengarah kembali ke negara asalnya.

"Kami melacak harimau tersebut ke pinggir sungai. Jejak kakinya sangat jelas," kata Yang. "Anda bisa mengatakan kami menyaksikan harimau itu kembali ke negara asalnya." Yang mengkonfirmasi harimau tersebut meninggalkan wilayah China pada Minggu (24/3),

Peristiwa tersebut menandai untuk pertama kali satu harimau liar Siberia dari Rusia memasuki Pegunungan Wanda di Heilongjiang timur, saat memakai alat GPS.

Pembuatan suaka alam lintas-perbatasan ditujukan untuk meningkatkan jumlah harimau liar Siberia, kata Yang seperti ditulis Antara News.

Harimau Siberia, salah satu spesies hewan paling langka di dunia, terutama hidup di Rusia timur-jauh, China timur-laut dan beberapa bagian utara Semenanjung Korea. Kurang dari 500 harimau Siberia saat ini hidup di alam liar. (DH)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?