GATRANEWS

Indonesia Gandeng AS Bangun Pembangkit Listrik 35.000 MW
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengerjakan proyek...
Menteri Darmin Pekan Depan Umumkan Paket Kebijakan Ekonomi Hadapi Krisis
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan paket...
Wajib Belajar 12 Tahun, Bisakah Berjalan Lancar?
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Program wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan pemerintah masih akan...
Orasi Minta PM Najib Turun, Mahathir Mohamad Segera Diperiksa Polisi
Wednesday, 02 September 2015

Kuala Lumpur, GATRANews - Polisi Malaysia menyatakan bakal segera memeriksa mantan Perdana Menteri...
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk
Wednesday, 02 September 2015

Sumbawa, GATRAnews - Ketua Fraksi PKS MPR, TB. Soenmandjaja, mengatakan, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI...
Akademisi UIN: Nasabah Jangan Dibebani Biaya Tambahan
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah...
Ahok Optimis Kasus UPS Tetap Berjalan Tanpa Buwas
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) optimis kasus korupsi UPS, printer dan scanner...
Ini Lima Pesan Bos IMF untuk Indonesia
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde...
Benarkah Maisaroh Pelaku Bom Bangkok?
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Keluarga dari Wanna Suansan alias Maisaroh membantah tudingan aparat keamanan...
Jokowi Temukan 110 Regulasi Penghambat Iklim Usaha
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemukan 110 peraturan yang menghambat iklim...
Kepada Bos IMF, Menkeu Bambang Jelaskan Indonesia Butuh Dana untuk Proyek Infrastruktur
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Kunjungan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine...
Harga Minyak Dunia Jatuh
Wednesday, 02 September 2015

New York, GATRANews - Setelah naik lebih 25% selama tiga hari berturut-turut, Harga Minyak pada...
Ahok Tolak Tuntutan Buruh Naikan UMP 22 Persen
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Tuntutan buruh menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2016 sebesar 22-25 %...
Satpol PP Bakal Rampas Alat Peraga Politik di CFD
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bakal menertibkan alat peraga politik,...
Ketua DPD RI Sampaikan Orasi Pada Dies Natalis IPB
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI) akan menyampaikan orasi pembangunan...
Hanif Dhakiri: Pemerintah Berupaya Optimal Cegah PHK dan Naikkan Upah Pekerja
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah terus mencari...
20 Armada TransJakarta Terbakar di Terminal Rawa Buaya
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews-Kebakaran hebat terjadi di Pool TransJakarta, terminal Rawa Buaya, Kelurahan...
Direktur IMF: Saya Ke Sini Bukan Untuk Meminjamkan ....
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko "Jokowi" Widodo hari ini bertemu dengan rombongan dari...
Industri Kosmetik Cari Peluang Baru
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum DPP Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAKI)...
Lokalisir Demo, Kapolda: Itu Masih Butuh Waktu
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyambut baik gagasan melokalisir...

Dicari 50 Jagawana, Harimau Siberia itu Pulang Kampung

 

Harimau Siberia mendinginkan diri mencebur ke air di tengah terik siang Rio de Jeneiro yang mencapai 35 derajat celsius 9 Januari 2013( REUTERS/Sergio Moraes)Harbin, China, GATRANEWS - Seekor Harimau Siberia ternyata bisa bikin ulah yang membuat puyeng satu kompi petugas jagawana China. Harimau langka ini (Panthera tigris amoyensis) rupanya senang berkelana, melintas negeri tanpa pakai diplomasi.



Harimau langka itu, diduga berkelamin jantan, menyeberangi Sungai Wusuli, yang beku dan membatasi China dengan Rusia, pada 8 Maret, kata Yang Lijuan --Kepala Departemen Perlindungan Hewan Liar di bawah Administrasi Kehutanan Dongfanghong di Provinsi Heilongjiang, China timur-laut.

Pemerintah Rusia kemudian meminta pihak China membantu menemukan harimau tersebut. Maka operasi pencarian pun dilaksanakan.
"Satu tim yang terdiri atas 50 orang berkumpul untuk mencari harimau tersebut," kata pejabat wanita itu seperti dilaporkan kantor berita China, Xinhua, Selasa malam lalu.

"Pencarian harimau itu jadi lebih sulit setelah GPS yang dipasang pada harimau tersebut jatuh beberapa hari setelah hewan itu menyeberangi perbatasan," kata Yang.

Akhirnya setelah lebih dari 10 hari petugas melacak hewan itu, tim jagawana menemukan jejak kaki harimau pengelana itu mengarah kembali ke negara asalnya.

"Kami melacak harimau tersebut ke pinggir sungai. Jejak kakinya sangat jelas," kata Yang. "Anda bisa mengatakan kami menyaksikan harimau itu kembali ke negara asalnya." Yang mengkonfirmasi harimau tersebut meninggalkan wilayah China pada Minggu (24/3),

Peristiwa tersebut menandai untuk pertama kali satu harimau liar Siberia dari Rusia memasuki Pegunungan Wanda di Heilongjiang timur, saat memakai alat GPS.

Pembuatan suaka alam lintas-perbatasan ditujukan untuk meningkatkan jumlah harimau liar Siberia, kata Yang seperti ditulis Antara News.

Harimau Siberia, salah satu spesies hewan paling langka di dunia, terutama hidup di Rusia timur-jauh, China timur-laut dan beberapa bagian utara Semenanjung Korea. Kurang dari 500 harimau Siberia saat ini hidup di alam liar. (DH)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?