GATRANEWS

Organda DKI Usul Tarif Angkutan Umum Naik 500 Rupiah
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta mengusulkan kenaikan tarif...
PGN Pasok Gas di Sektor Kelistrikan
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus meningkatkan pemanfaatan...
OJK Gandeng Dubai Financial Services Authority
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani nota kesepahaman alias memorandum...
Program Pengalihan Subsidi BBM Terus Berlanjut
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi VII DPR RI bersama Pemerintah sepakat untuk tidak mundur dari kebijakan...
Semen Baturaja Targetkan Produksi 1,75 Juta Ton Semen di 2015
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan produksi semen sebesar...
PGN Dinilai Tidak Serius Kelola Gas Negara
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)...
Pasar Blok G Warisan Jokowi Segera Dibongkar
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat segera dibongkar oleh Pemerintah...
Semen Baturaja Kaji Kenaikan Harga Jual
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen semen "pelat merah", PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, tengah mengkaji...
Semen Baturaja Berharap Kebagian Proyek Tol Sumatera
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen semen "pelat merah", PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, memandang 2015...
PT KCJ Buka Rute Nambo-Cibinong-Citayam Mulai Hari Ini
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Hari ini, PT KAI Commuter Line Jakarta (KCJ) meresmikan rute baru Commuter...
Harga Emas Merosot Tertekan Penguatan Dolar
Wednesday, 01 April 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun...
Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Brent ke USD 55,1per Barel
Wednesday, 01 April 2015

New York, GATRANews - Harga minyak dunia turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena kekuatan dunia...
Harga BBM Tak Diserahkan ke Mekanisme Pasar
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar masing-masing...
Pemerintah Minta Dunia Otomotif Kembangkan Industri Komponen
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pemerintah meminta pelaku usaha...
Pembangunan Pabrik Smelter Antam di Mempawah Belum Jelas
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) menyatakan, rencana perusahaan untuk...
Antam Tidak Bagikan Dividen
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) memutuskan tidak membagikan dividen...
Antam Rugi Rp 775,17 Milyar di 2014
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang Tbk menderita rugi bersih sebesar Rp775,17 milyar di kinerja...
KKP: Produksi Bandeng Terus Meningkat
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan,...
Kadin: Strategi Pengembangan SDM Harus Tepat
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) 49 Boedhi Setiadjid, di Jakarta,...
Pemerintah Subsidi 217 Rute Penerbangan Perintis
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberlakukan penambahan rute perintis yang...

Dicari 50 Jagawana, Harimau Siberia itu Pulang Kampung

 

Harimau Siberia mendinginkan diri mencebur ke air di tengah terik siang Rio de Jeneiro yang mencapai 35 derajat celsius 9 Januari 2013( REUTERS/Sergio Moraes)Harbin, China, GATRANEWS - Seekor Harimau Siberia ternyata bisa bikin ulah yang membuat puyeng satu kompi petugas jagawana China. Harimau langka ini (Panthera tigris amoyensis) rupanya senang berkelana, melintas negeri tanpa pakai diplomasi.



Harimau langka itu, diduga berkelamin jantan, menyeberangi Sungai Wusuli, yang beku dan membatasi China dengan Rusia, pada 8 Maret, kata Yang Lijuan --Kepala Departemen Perlindungan Hewan Liar di bawah Administrasi Kehutanan Dongfanghong di Provinsi Heilongjiang, China timur-laut.

Pemerintah Rusia kemudian meminta pihak China membantu menemukan harimau tersebut. Maka operasi pencarian pun dilaksanakan.
"Satu tim yang terdiri atas 50 orang berkumpul untuk mencari harimau tersebut," kata pejabat wanita itu seperti dilaporkan kantor berita China, Xinhua, Selasa malam lalu.

"Pencarian harimau itu jadi lebih sulit setelah GPS yang dipasang pada harimau tersebut jatuh beberapa hari setelah hewan itu menyeberangi perbatasan," kata Yang.

Akhirnya setelah lebih dari 10 hari petugas melacak hewan itu, tim jagawana menemukan jejak kaki harimau pengelana itu mengarah kembali ke negara asalnya.

"Kami melacak harimau tersebut ke pinggir sungai. Jejak kakinya sangat jelas," kata Yang. "Anda bisa mengatakan kami menyaksikan harimau itu kembali ke negara asalnya." Yang mengkonfirmasi harimau tersebut meninggalkan wilayah China pada Minggu (24/3),

Peristiwa tersebut menandai untuk pertama kali satu harimau liar Siberia dari Rusia memasuki Pegunungan Wanda di Heilongjiang timur, saat memakai alat GPS.

Pembuatan suaka alam lintas-perbatasan ditujukan untuk meningkatkan jumlah harimau liar Siberia, kata Yang seperti ditulis Antara News.

Harimau Siberia, salah satu spesies hewan paling langka di dunia, terutama hidup di Rusia timur-jauh, China timur-laut dan beberapa bagian utara Semenanjung Korea. Kurang dari 500 harimau Siberia saat ini hidup di alam liar. (DH)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?