GATRANEWS

Snowden, Buronan CIA ini, Dilindungi Warga Hongkong

Hongkong, GATRAnews - Tak peduli guyuran hujan lebat, kemarin, Sabtu, 15 Juni, ratusan demonstran memenuhi jalanan Hongkong. Situs berita Guardian melaporkan, mereka mendukung Edward Snowden, pembisik NSA (Badan Rahasia Amerika), untuk tetap tinggal di Hongkong dan menekan pemerintahan Obama untuk mengubah kebijakannya, memata-matai orang di Internet.
 
Kelompok aktivis kemanusiaan dan organisasi lain menyelenggarakan demo ini, setelah Snowden berbicara pada harian Hongkong, South China Morning Post. Warga negara Amerika Serikat menyatakan dia memutuskan untuk tinggal di Hongkong dan akan, "meminta pengadilan dan masyarakat Hongkong untuk mendukung keputusannya."
 
 
Tiga hari sebelumnya, buronan dinas rahasia Amerika, CIA, Ini mengumumkan identitas dan keberadaanya di Hongkong lewat wawancara vido dengan harian Inggris, The Guardian.
 
 
Seperti bisa dilihat di galeri foto ini, http://www.guardian.co.uk/world/gallery/2013/jun/15/edward-snowden-hong-kong-pictures#/?picture=410838563&index=6 , para demonstran membawa berbagai plakat antara lain bertuliskan, "lindungi kebebasan berbicara - lindungi Snowden". Mereka berjalan di pusat kota Hongkong, melintas di depan Kedutaan BesarAmerika dan akhirnya berkumpul di depan kantor pemerintah Hongkong.
 
 
Hongkong memang terikat perjanjian pertukaran tahanan dengan Amerika. Para pemrotes menyatakan mereka berharap Beijing akan campur tangan dan khawatir dengan nasib Snowden bila dikembalikan ke Amerika.
 
 
Angota parlemen Charles Mok pada sekitar 500 demonstran bilang bahwa mereka tidak hanya melindungi Snowden tapi juga "kita semua", karena tindakan mata-mata Amerika lewat Internet.
 
 
Albert Ho Chun-yan, politisi partai Demkrat, menyatakan, "Ini melanggar hukum, tidak bisa dibenarkan... Kami menuntut keadilat ditegakkan oleh pemerintahan Amerika Serikat, kami meminta permintaaf maaf khusus dari Obama dan jaminan bahwa gangguan ini bakal dihentikan," katanya, seperti dikutip Guardian.co.uk.
 
 
Allen Quo, 43,yang bekerjadi sektor keuangan, menyatakan bahwa sebagai orang Amerika, tingkah pemerintahnya itusungguh memalukan. Sambil memegang tulisan "Kami berdiri bersama Snowden", dia bilang, 
 
"Orang orang bilang dia (Snowden) adalah seorang penghianat dan apa yang dia lakukan melanggar hukum. Saya kira tindakan mematamatai warga amerika adalah melanggar konstitusi dan kami perlu katakan itu terlebih dahulu." (Dh)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?