|
pks, bayi opportunist! (, 17/03/2004 08:47)
|
Baru mulai menggeliat, sudah kelihatan belangnya. Untuk apa sih mengusulkan calon presiden begitu banyak yang diambil dari berbagai kelompok atau partai lainnya. Coba lihat: n madjid, h muzadi, a rais, aa gym, habiebie, sby, d hafiduddin, h nurwahid sendiri, dan sejumlah nama lainnya. Jangan mengumpan-umpan pemilih dengan menggunakan nama2 itu untuk kepentingan pks, khan nurwahid sendiri dari awalnya sudah kepingin jadi presiden sampai2 sebutan pimpinan tertinggi pks menggunakan kata 'presiden', padahal seluruh partai yang lain menggunakan kata 'ketua'.
Apakah maksudnya kalau muzadi dari pkb menang, pks ikut ketiban rezeki (misalnya jadi menteri, dirjen, atau pejabat negara lainnya), karena pernah mengusulkan nama muzadi sebagai capresnya, Begitu juga dengan a rais di pan, sby di pd, habiebie, atau lainnya. Wah itu sama dengan "kutu loncat' bung, makan sana makan sini. Inilah sikap opportunis yang gampang terbaca publik. Sikap ini merupakan tempat pesemaian yang sangat subur untuk bertumbuh dan berkembangnya kkn. Percaya deh.
Oh, pasti saudara katakan, itu khan menunjukkan bahwa pks itu bersifat demokratis dan terbuka bagi kelompok mana saja. Omong kosong! Kalau memang pks mau berkoalisi, cari partai beraliran agama dengan misi penerapan syariat secara penuh seperti pan, pbb, ppp, pbr, psi, dll. Jangan coba2 mencemari pkb yang putih bersih (dan menjadi tempat perlindungan kelompok minoritas) dengan warna abu2mu, tapi boleh bergabung dengan si belang2 pan dan pbb. |