|
ADAM DAN HAWA(REFLEKSI KASUS FOTO BUGIL ANJASMARA) (, 28/09/2005 00:15)
|
Sebuah fenomena yang seakan tak pernah surut di bumi pertiwi,PORNOGRAFI.sebuah kata yang selalu mengundang perdebatan dikalangan umat.setiap orang pun berbeda tentang definisi pornografi,mereka masing-masing memiliki batasan sendiri tentang arti pornografi tergantung dari sudut pandang mana dan kacamata apa yang dipakai,apakah seni,norma agama,norma susila atau mungkin menganggap hal ini sebagai suatu trasnformasi budaya barat yang menghujam bangsa kita saat ini.kasus mas aryo(anjasmara) yang sedang meledak saat ini janganlah disikapi secara emosional terlepas apakah tindakan ini benar atau salah.semua komponen yang terlibat mulai dari sang aktor dan fotografernya mas darwis mari berdialog bersama dengan wakil-wakil masyarakat yang pro dan kontra.permasalahan
pornografi menjadi sensitif karena bersentuhan langsung dengan hukum agama yaitu haram.karena itu sebaiknya diselesaikan dengan dialog antara pemerintah sebagai pembuat peraturan tentang prnogafi dan pornoaksi,lembaga keagamaan baik MUI,PGI,WALUBI dan PARISADA HINDU DHARMA dengan pihak anjas dan masyarakat yang pro dengan catatan bahwa semua pihak harus membuka diri dan menghindari intimidasi terhadap pihak lain.hindarilah anarkisme karena akan menimbulkan permasalahan baru.saya ada sedikit renungan untuk kita semua utamanya mas anjas dan istrinya serta fotografernya,yanyalah pada diri kita masing-masing kita ini hidup di dunia untuk apa?kita hidup sebagai individu dan masyarakat,sudahkah kita memberi kontribusi yang baik dan benar serta bermanfaat bagi masyarakat?kita adalah bangsa yang beradab,berbudi,berakhlaq,sudahkah kita memilki akhlaq yang mulia untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik atau justru sebaliknya kita justru menjadi salah satu oknum perussak akhlaq bangsa dan generasi muda?kita adalah bangsa yang beragama apapun agama kita tentunya memiliki syariat dalam kitab suci masing-masing.agama adalah dasar dan pedoman hidup kita untuk kehidupan dunia dan akhirat,sudahkah perbuatan kita mematuhi syariat agama yang merupakan wahyu dari tuhan?segala sesuatu di dunia ini ada batasnya termasuk juga yang namanya seni atau mungkin mas anjas menganggap seni tak terbatas itu terserah anda,yang jelas dalam tiap-tiap agama secara tersirat dan tersurat telah memberi batasan seni agar manusia tiadak terjerumus.NILAI AGAMA ADALAH PONDASI KEHIDUPAN KITA.pertanyaan terakhir,HARUSKAH NILAI AGAMA YANG MERUPAKAN WAHYU TUHAN HARUS TUNDUK DIHADAPAN HUKUM MANUSIA ATAS NAMA SENI?APAKAH SENI HARUS DILEPASKAN DARI KERANGKA AGAMA JIKA SENI ITU SENDIRI TELAH ADA DAN DIATUR DALAM AGAMA?MARI LURUSKAN NIAT KITA AGAR MENEMUKAN JAWABAN DAN SOLUSI YANG TEPAT DAN ADIL BAGI SEMUA PIHAK.AMIN |