Kepuasan Seks Pengantin Baru Berkaitan dengan Kemesraan Jangka Panjang Pasutri

Ilustrasi pasangan bahagia (anyaberkut/Fotolia)Jakarta GATRAnews - Seks memainkan peran sentral dalam reproduksi, dapat menyenangkan, dan temuan terbaru menunjukkan bahwa seks mungkin melayani tujuan tambahan: menjaga hubungan jangka panjang sebagai pasangan suami-istri. Sebuah studi dari pengantin baru, yang diterbitkan Psychological Science, sebuah jurnal dari Association for Psychological Science, 20 Maret 2017, menunjukkan bahwa mitra yang mengalami 'Perasaan Senang' seksual berlangsung dua hari, dan perasaan senang itu terkait dengan kualitas hubungan dalam jangka panjang.


"Penelitian kami menunjukkan bahwa kepuasan seksual tetap tinggi, 48 jam setelah berhubungan seks," kata ilmuwan psikologis Andrea Meltzer (Florida State University, Amerika), penulis utama studi tersebut. "Dan orang-orang dengan perasaan senang seksual- yaitu, orang yang melaporkan tingkat kepuasan seksual lebih tinggi, 48 jam setelah berhubungan seks - melaporkan tingkat kepuasan hubungan beberapa bulan kemudian," katanya.

Para peneliti berteori bahwa seks memainkan peran penting pada pasangan ikatan bersama, tetapi kebanyakan orang dewasa melaporkan berhubungan seks dengan pasangan mereka setiap beberapa hari, tidak setiap hari. Meltzer dan rekan berhipotesis bahwa seks mungkin memberikan dorongan jangka pendek untuk kepuasan seksual, mempertahankan ikatan pasangan, dan meningkatkan kepuasan hubungan dalam jangka panjang.

Untuk menguji hipotesis mereka, para peneliti memeriksa dua data secara independen. Satu dengan 96 pasangan pengantin baru, dan yang lain dengan 118 pasangan pengantin baru. Semua pasangan menyelesaikan setidaknya tiga hari berturut-turut dari catatan harian selama 14 hari sebagai bagian dari penelitian yang lebih besar.

Setiap malam, sebelum tidur, pengantin baru diminta untuk melaporkan secara independen apakah mereka berhubungan seks dengan pasangan mereka hari itu. Terlepas dari jawabannya, mereka juga diminta menilai bagaimana tingkat kepuasan seks mereka hari itu, dan seberapa puas mereka dengan pasangan mereka, hubungan mereka, dan pernikahan mereka hari itu. Penilaian pada skala 7, di mana 1 = tidak puas sama sekali, 7 = sangat puas.

Para mitra menyelesaikan tiga ukuran kualitas seks pada awal pernikahan, dan pada sesi tindak lanjut sekitar 4 sampai 6 bulan kemudian. Rata-rata, peserta melaporkan berhubungan seks 4 hari dari 14 hari, meskipun jawaban bervariasi di seluruh peserta.

Yang penting, seks pada hari tertentu dikaitkan dengan kepuasan seksual dari waktu ke waktu. Berhubungan seks pada hari tertentu dihubungkan dengan kepuasan seksual pada hari berikutnya, dan bahkan dua hari kemudian. Dengan kata lain, peserta melaporkan kepuasan seksual yang meningkat, 48 jam setelah berhubungan seks.

Secara keseluruhan, tingkat kepuasan seksual pada pernikahan, terkait dengan sesi tindak lanjut 4 sampai 6 bulan kemudian. Peserta yang melaporkan tingkat perasaan senang seksual yang relatif tinggi, tampaknya relatif lebih baik. Mereka yang melaporkan kepuasan pernikahan yang lebih tinggi, dan mengalami penurunan yang tidak curam dalam kepuasan pada 4 sampai 6 bulan pernikahan.

Pola yang sama muncul dalam dua studi independen, memberikan bukti kuat terkait perasaan senang seksual untuk hubungan jangka panjang. Meltzer dan rekan-rekannya, menunjukkan bahwa seks terkait dengan kualitas hubungan dari waktu ke waktu melalui efek tersisa dari kepuasan seksual. "Penelitian ini penting karena menunjukkan bahwa fungsi seks untuk menjaga ikatan pasangan," Meltzer menyimpulkan.


Editor: Rohmat Haryadi

Share this article