Sarapan = Investasi Jangka Panjang

Jakarta, GATRAnews – Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi, psikolog anak dan remaja, dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia mengatakan, “Membiasakan  sarapan pada  anak-anak  merupakan investasi jangka panjang yang dapat menciptakan generasi dengan masa depan yang besar, karena anak terbiasa hidup disiplin dan terartur, memiliki kedekatan emosi yang baik dengan orang tua, karena selalu merasakan momen kebersamaan dalam keluarga.”  Selain itu, lanjut Vera, karena kebutuhan gizinya terpenuhi, anak akan mudah berkonsentrasi dalam belajar.

 

Demikian masalah yang mengemuka dalam keterangan pers yang diterima GATRAnews, Minggu (3/3). Masalah itu menjadi bahasan hangat dalam diskusi Jakarta Food Editor's Club (JFEC) dengan tajuk "Anak Tidak Sarapan, Hambat Masa Depan", yang diselenggarakan PT Unilever Indonesia. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi, Kamis lalu itu, antara lain Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, (Ketua Umum PERGIZI PANGAN dan Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor) dan Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi.

 

Vera menambahkan, “Anak yang melewati sarapan dalam jangka waktu panjang, akan membentuk generasi yang baru ‘on’ pada siang hari, karena pagi harinya dia kurang konsentrasi.  Jika hal ini terus berlanjut, akan kalah bersaing dengan bangsa lain”.

 

Di perkotaan seperti Jakarta, dimana umumnya kedua orang tua bekerja, kadang merasa tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menyiapkan sarapan, untuk itu Vera memberikan tips bagi ibu-ibu bekerja agar tetap dapat menyiapkan sarapan bagi putra-putrinya, yaitu dengan merancang menu sarapan di malam hari, sehingga pagi harinya semua sudah tinggal dilaksanakan.  Bisa juga para ibu melibatkan anak membuat daftar menu sarapan untuk satu minggu. Setangkup roti dengan olesan margarin ditambah telur dan sayuran, juga bisa menjadi pilihan sarapan praktis namun tetap bergizi.

 

Dalam kesempatan itu, Prof Hardinsyah menyebutkan betapa pentingnya sarapan untuk anak-anak usia sekolah. Ia memaparkan sejumlah dampak yang terjadi pada anak yang tidak sarapan berdasarkan review terhadap 102 penelitian yang dilakukan dalam periode 1982-2007. Hasilnya, dampak yang terjadi pada anak-anak yang jarang saparan antara lain: 

1. daya ingat dan konsentrasi lebih buruk

2. kemampuan membaca dan matematika lebih buruk

3. lebih sering sakit dan pusing

4. stamina dan kemampuan fisik lebih buruk

5. kurang disiplin

6. menggagalkan kebiasaan gizi seimbang

7. meningkatkan resiko kekurangan gizi

8. meningkatkan resiko kelebihan gizi

9. pemborosan investasi pendidikan dan kesehatan

10. menghambat peningkatan kualitas SDM

(Nhi)

 

 

 

Share this article