GATRANEWS

Ahok Tentang Kuota 30% Perempuan Tapi Mau Ajudan Perempuan

 

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak sependapat dengan penjatahan (kuota) 30 persen untuk perempuan di legislatif. Kuota tersebut dianggap sebagai penghinaan kepada perempuan, karena muncul ketidakpercayaan terhadap kapabilitas dan kapasitas kaum hawa. 

 

Mantan Anggota Komis II DPR RI ini mengatakan perempuan tidak suka penguotaan. Mereka menginginkan adanya kesamaan dengan kaum pria dalam hal apapun termasuk politik, yang masih didominasi kaum adam.

 

"Perempuan tidak suka dikuotain. Mereka sama seperti kita. Mereka marah loh, Kenapa dikhusus-khususin. Tergantung orangnya. Kalau perempuan ke politik sebenarnya lebih baik," ujarnya saat ditanya mengenai Kuota 30 persen untuk perempuan, Jumat (19/4).

 

Tak hanya dalam politik, kuota 30 persen di semua instansi atau perusahaan sangat ia tentang. Perempuan mampu bekerja dan mendapatkan posisi terbaik karena kinerjanya, hal serupa juga terjadi pada pria. 

 

Wagub yang akrab disapa Ahok ini, bahkan  sempat bercanda di hadapan sejumlah media ingin bekerja dikelilingi perempuan. Jika ada ajudan perempuan, maka ia akan langsung memilihnya ketimbang ajudan pria. 

 

"Kalau orang laki lebih suka banyak perempuan lah. Kalau ada ajudan wanita gue juga mau, polisi, polwan juga mau. Yang sering di lalu lintas yang cantik-cantik itu, juga mau. Kalau cowok-cowok kan kamu (wartawati) yang seneng," ucapnya sembari tertawa. (*/Zak) 

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?