GATRANEWS

Switch to desktop

Semua Jalur Mudik Jawa Tengah Siap pada H-10

Purwokerto, GATRAnews - Dinas Bina Marga Jawa Tengah menyatakan bahwa jalan utama dan alternatif di provinsi itu siap untuk dilalui pemudik saat arus Lebaran 2013, meskipun saat ini masih dalam tahap perbaikan.
 
 
"Semua jalur yang diperbaiki akan siap digunakan sebagai jalur lebaran mulai H-10," kata Sekretaris Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Haryono Haroen R, saat Rapat Koordinasi Kesiapan Infrastruktur Jalan dan Jembatan dalam Menghadapi Lebaran Tahun 2013, di Purwokerto, Rabu.
 
 
Kendati demikian, dia mengakui kemungkinan adanya pekerjaan jembatan di ruas jalan alternatif yang belum selesai, sehingga pengguna jalan diharapkan berhati-hati.
 
 
Selain itu, kata dia, kondisi cuaca yang masih terdapat hujan memungkinkan jalan menjadi licin dan timbulnya lubang baru, sehingga pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati.
 
 
"Oleh karena itu, koordinasi antarinstansi sangat diperlukan guna terciptanya kondisi jalan dan penggunanya aman, tertib, dan lancar," katanya.
 
 
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa di Jawa Tengah terdapat tiga jalur utama, yakni jalur pantai utara (pantura), jalur tengah, dan jalur selatan.
 
 
Menurut dia, jalur pantura Jateng melintasi Losari (batas Jateng-Jabar), Pejagan-Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal-Semarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban(batas Jateng-Jatim).
 
 
Ia mengatakan bahwa di jalur pantura Jateng terdapat dua jalur alternatif, yakni melalui Bantarsari (batas Jabar-Jateng, red.)-Ketanggungan-Slawi-Randudongkal-Bantarbolang-Kebonagung-Wonotunggal-Bawang-Sukorejo-Boja-Ungaran-Semarang/Solo.
 
 
"Jalur alternatif lainnya, yakni melalui Semarang-Gubug-Godong-Purwodadi-Kunduran-Blora-Cepu-Padangan di perbatasan Jateng-Jatim," katanya.
 
 
Haryono mengatakan bahwa jalur tengah Jateng melintasi Ajibarang-Purwokerto-Sokaraja-Kaliori-Banyumas-Klampok-Banjarnegara-Wonosobo-Temanggung-Secang-Jalan Lingkar Ambarawa-Bawen.
 
 
Menurut dia, di jalur tengah Jateng terdapat sejumlah jalur alternatif, yakni jalur penghubung barat yang melintasi Tegal-Slawi-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon atau Pejagan-Ketanggungan-Prupuk.
 
 
Selain itu, jalur penghubung tengah yang melintasi Pemalang-Bantarbolang-Randudongkal-Belik-Bobotsari-Purbalingga-Sokaraja/Klampok, Pekalongan-Kajen-Kalibening-Wanayasa-Banjarnegara, Weleri-Sukorejo-Parakan, Temanggung-Kaloran-Bandungan-Lemahabang/Ambarawa, atau Secang-Magelang-Muntilan-Salam.
 
 
Sementara di Jateng bagian timur terdapat sejumlah jalur penghubung timur yang melintasi Semarang-Ungaran-Bawen-Salatiga-Boyolali-Kartosuro-Surakarta-Sragen-Mantingan di batas Jateng-Jatim, Pati-Kayen-Purwodadi-Gemolong-Surakarta, Sruwen-Gemolong, Palur-Karanganyar-Tawangmangu-Cemorosewu di batas Jateng-Jatim, Surakarta-Sukoharjo-Wonogiri-Biting di batas Jateng-Jatim, dan jalur alternatif Ngadirojo-Giriwoyo.
 
 
"Jalur selatan Jateng terdiri batas Jateng-Jabar atau Dayeuhluhur-Majenang-Wangon-Menganti-Rawalo-Buntu-Gombong-Kebumen-Prembun-Kutoarjo-Purworejo-Karang Nongko di batas Jateng-Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Prambanan-Klaten-Surakarta-Sragen-Mantingan di batas Jateng-Jatim," katanya.
 
 
Menurut dia, di jalur selatan Jateng terdapat sejumlah jalur penghubung selatan, yakni Jeruklegi-Wangon, Slarang-Kesugihan-Sampang, dan Adipala-Buntu, serta jalur pengubung selatan-tengah yang terdiri Wangon-Ajibarang, Buntu-Banyumas, Prembun-Selokromo, dan Purworejo-Magelang.
 
 
Selain itu, terdapat Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Jateng yang melintasi Patimuan (batas Jabar-Jateng)-Sidareja-Jeruklegi-Gumilir-Cilacap-Slarang-Adipala-Ayah-Jladri-Karangbolong-Wawar-Jali-Congot di batas Jateng-DIY sebelah barat, serta Duwet (batas Jateng DIY sebelah timur)-Giriwoyo-Glonggong.
 
 
"Saat ini, kondisi jalur utama dan jalur alternatif atau penghubung serta jalur selatan, sebagian masih dalam perbaikan, tetapi secara umum sudah cukup baik. Sementara di jalur tengah secara umum sudah cukup baik, sedangkan di JLSS Jateng ada beberapa lokasi dengan permukaan kurang mulus, tetapi secara umum sudah cukup baik," kata Haryono.
 
 
Menurut dia, pihaknya juga menempatkan alat berat di sejumlah lokasi rawan longsor dan banjir, baik di jalur pantura, jalur tengah, jalur selatan, maupun jalur alternatif. (Dh)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version