INDEF: Pungli Oknum Pejabat Korbankan Buruh

Jakarta - Direktur Indonesian Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, menyatakan, ketidakberpihakan pemerintah terhadap nasib buruh dikarenakan adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum pejabat pemerintah ke pengusaha.

"Pungli yang dilakukan pejabat pemerintah mengakibatkan buruh menjadi korban. Transparansi perusahaan tidak pernah diperlihatkan karena pengusaha memberikan pungli," ungkapnya.

Dikatakannya, pungli di pemerintah tidak dapat dihindari, sehingga bila terjadi tuntutan buruh, pemerintah tak hadir sebagai penengah antara pengusaha dan pekerja.

"Tidak dibisa dipungkiri, para pengusaha menginginkan upah rendah, sementara para pekerja ingin punya tuntutan tinggi, dari perselisihan ini, seharusnya negara hadir," bebernya.

Menurutnya, untuk menangani masalah upah, seharusnya pemerintah membentuk dewan upah yang merupakan representasi dari pengusaha, pekerja, dan pemerintah.

"Sekarang ini masalahnya dewan upah tidak jelas, siapa yang mewakili para pekerja," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Advokasi Kebijakan Publik Apindo, Antony Hilman, menerangkan, pengusaha tak keberatan atas tuntutan buruh, namun hal tersebut harus menempuh mekanisme yang berlaku.

"Kita harus lihat dulu, bicara upah minimum, sangat keliru bila upah buruh angka minimum. Justru berakibat terbalik, upah tinggi berdampak negatif. Bila diterapkan upah sama dengan perusahaan besar, maka pengusaha kecil akan gulung tikar," kilahnya. [IS]


Twitter Facebook

Komentar  

 
0 #3 2012-03-21 10:16
menurut pengamatan di lapangan, kita semua tahu bahwa yang namanya pungli sudah semakin terang2an di lakukan di indonesia, bil khusus yg saya perhatikan pada sektor riil di jakarta dan sekitarnya....
setiap pagi atau sore hari, coba deh perhatikan, ada mobil polisi yang "mangkal" di depan koperasi, cv, perusahaan, kantor atau bahkan pasar tradisional... mirisnya gan... itu semua kalo diperhatikan mereka itu minta "jatah" uang kemanan dalihnya begitu, padahal mereka aparat keamanan khan sudah dibayar oleh negara... hal yang kecil2 seperti ini kalau sudah terlalu dibiarkan oleh semua orang jadi sudah semakin membudaya...

belum lagi adalah oknum pajak, kita semua tahu bahwa dari sudut pandang pengusaha, pajak adalah suatu beban, maka sedemikian rupa, setiap pengusaha (busuk) cenderung menghindari pajak, maka dari itu oknum2 pajak yang berkeliaran justeru mencari makan dari pengusaha2 bermental penghindar pajak... makanya ada gayus2 di ditjen pajak dan kanwil pajak...
Quote
 
 
0 #2 2012-02-10 17:57
betul,betul,bet ul.........beeetul..
Quote
 
 
0 #1 2012-02-05 11:39
Pungutan liar dilakukan oleh siapa ?????
Pengusaha dipungut liar oleh Siapa ?
Itu semua korbannya buruh indonesia ,,,,Pemilu kedepan buruh mau cari orang yang perjuangkan kesejahteraan buruh....
Quote
 

Tambah Komentar


Kode Keamanan
Perbaharui

Berita Terkini 

VMware View 5.1 "Kawinkan" Apple dan Android
Jakarta - Solusi virtualisasi dan infrastruktur Cloud VMware,Inc. memperkenalkan VMware View 5.1 yang menghubungkan berbagai perangkat seperti PC, komputer tablet dan ponsel pintar, baik berbasis...