GATRANEWS

Tes Kesehatan Paling Banyak Menggugurkan Calon Peserta Prajurit TNI

Jakarta, GATRAnews - Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) erat kaitannya dengan proses rekrutmen prajurit TNI yang sesuai dengan persyaratan dan standar yang telah ditetapkan. Dalam memenuhi kebutuhan SDM yang berkualitas, TNI melakukan berbagai langkah dalam proses rekrutmen personel dari berbagai sumber. Salah satunya melalui penerimaan Perwira Prajurit Karier (PaPK) TNI yang bersumber dari mahasiswa beasiswa TNI. Setiap tahunnya Mabes TNI memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia seperti Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Hasanuddin Makassar.

 

Bertempat di Skadron Pendidikan (Sakadik) 302 Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan Lanud Husein Sastranegara Bandung Jawa Barat, panitia seleksi tingkat pusat dari Mabes TNI dan Angkatan melaksanakan proses seleksi kepada calon Mahasiswa Beasiswa TNI, sejak 19 Februari - 5 Maret. Dalam mendapatkan calon-calon prajurit TNI yang berkualitas dan memiliki kesehatan fisik yang baik maka TNI selalu menurunkan tim-tim ahli dalam setiap rekrutmen mulai dari dokter, psikolog dan para penguji lainnya untuk bertugas menyeleksi setiap calon peserta.

 

Para peserta akan menjalani berbagai tahapan seleksi dengan materi pengujian mulai dari pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan umum dan jiwa, pemeriksaan psikologi, pemeriksaan mental ideologi, pengujian kesamaptaan jasmani, postur dan renang. "Sasaran dalam penerimaan Mahasiswa Beasiswa TNI adalah para mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta dengan jurusan/program studi tertentu sesuai kebutuhan organisasi TNI," kata Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi, S.Ip kepada GATRAnews, Rabu (13/3).  

 

Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan jurusan yang belum atau masih terdapat kekurangan pada penerimaan calon Pa PK TNI sebagaimana kebutuhan jurusan yang telah diajukan oleh TNI AD, AL dan AU seperti Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Farmasi, Apoteker, Psikologi, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Hukum dan Komputer. ‘Program penerimaan Mahasiswa Beasiswa TNI calon Pa PK merupakan salah satu program penerimaan calon Pa PK TNI yang bersumber dari mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta”, ujar Aspers Panglima TNI.

 

Tahapan pertama dalam proses seleksi adalah pemeriksaan administrasi atau berkas-berkas yang menjadi syarat bagi calon peserta untuk diverifikasi oleh tim panitia dalam mengantisipasi pemalsuan dokumen data dari setiap calon peserta. Selanjutnya adalah tes kesehatan dimana pada tahap ini merupakan tes pertama ketika syarat administrasi telah terpenuhi. Test kesehatan untuk masuk menjadi prajurit TNI dibagi menjadi dua tahap yaitu tes kesehatan fisik termasuk tes laboraturium dan tes kejiwaan. Pada tes kesehatan seluruh calon akan menjalani pemeriksaan mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki seperti, tes mata, telinga, hidung, organ dalam dan bentuk tubuh serta bentuk kaki.

 

Hal ini untuk memenuhi syarat standar kesehatan yang diterapkan oleh TNI sehingga nantinya didapatkan sosok seorang prajurit yang memiliki kesehatan yang memenuhi syarat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sedangkan tes kesehatan jiwa dilakukan untuk mencari pribadi militer yang mempunyai kepribadian baik, guna mendukung tugas-tugas TNI di masa mendatang.

 

Tes kesehatan terkadang menjadi salah satu momok dan paling banyak menggugurkan calon peserta yang akan mendaftar menjadi prajurit TNI. Menurut Wakil Ketua Tim Kesehatan Seleksi Tingkat Pusat Penerimaan Mahasiswa Beasiswa TNI Kolonel Kes dr. Ahmad Yurianto bahwa, dalam tes kesehatan untuk menjadi anggota TNI, sehat saja ternyata tidak cukup karena TNI tidak hanya membutuhkan calon yang sehat tapi dibutuhkan calon yang sehat dan memenuhi syarat sesuai dengan standar yang ditetapkan TNI. “Oleh sebab itu dalam mendapatkan calon-calon prajurit TNI yang berkualitas dan memiliki kesehatan fisik prima maka TNI selalu menurunkan tim-tim ahli dalam setiap rekrutmen”, ujar Kolonel dr. Ahmad Yurianto.

 

Pada tahap awal tes kesehatan setiap calon peserta akan melaksanakan tes postur tubuh secara keseluruhan seperti kesesuaian antara tinggi dan berat badan serta untuk mengetahui ada tidaknya bekas operasi dan sikap tubuh. Batas minimal untuk calon peserta laki-laki adalah 163 cm sedangkan untuk wanita 160 cm. Pemeriksaan terakhir pada tes kesehatan adalah bentuk tubuh calon peserta seperti kaki, karena kaki yang baik sesuai dengan kriteria yakni tidak terdapat kelainan baik secara bentuk seperti kaki O maupun pangkar X. Kalaupun terjadi kelainan tersebut itu tidak boleh melebihi batas toleransi yang diberikan yakni 4 cm.

 

Serangkaian tes kesehatan ini adalah cara untuk memilih calon Mahasiswa Beasiswa TNI yang akan menjadi prajurit TNI dengan standar kesehatan yang memenuhi syarat secara fisik maupun kejiwaan. Sehingga nantinya didapatkan calon prajurit TNI yang berkualitas dan tangguh dalam kesehatan secara fisik. Selain tes kesehatan untuk lulus menjadi calon prajurit TNI para calon juga melaksanakan tes kesegaran jasmani yang meliputi lari dua belas menit, Pull Up, Sit Up, Push Up sebanyak 43 kali dan renang gaya dada 25 meter.

 

Selanjutnya adalah pemeriksaan psikologi yang bertujuan sebagai dasar dalam menentukan matra, sedangkan pilihan matra nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan panitia. Pada tahap ini, panitia seleksi yang terdiri dari tiga angkatan yaitu TNI AD, AL dan AU akan mewawancari setiap calon sesuai dengan hasil tes psikologi tertulis dari para calon peserta.

 

Hasil pemeriksaan dan pengujian psikologi akan mencerminkan kemampuan calon peserta untuk dapat lulus atau tidak dalam seleksi ini. Setelah tes psikologi selanjutnya para peserta akan melaksanakan tes Mental Idiologi (MI), pada tahap ini calon peserta akan diberikan tes tertulis sebelum dilaksanakan wawancara mental idiologi oleh tim panitia yang berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

 

Alokasi penerimaan Mahasiswa Beasiswa TNI TA 2012 untuk menjadi calon Perwira TNI sejumlah 45 orang dengan rincian, TNI AD 20 orang (17 pria dan 3 wanita), TNI AL 15 orang (12 pria dan 3 wanita) dan TNI AU 10 orang (10 pria). Namun dari alokasi yang ditentukan tersebut hanya 19 orang yang dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk menjadi Mahasiswa Beasiswa TNI yang terdiri dari TNI AD 8 orang (7 pria dan 1 wanita), TNI AL 6 orang ( 4 pria dan 2 wanita), dan TNI AU 5 orang (semuanya pria).

 

Mahasiswa Beasiswa TNI yang dinyatakan lulus seleksi tingkat pusat penerimaan Mahasiswa Beasiswa TNI nantinya akan melanjutkan kuliahnya di kampus masing-masing hingga lulus kuliah dan mereka akan menerima tunjangan beasiswa sebesar Rp. 1.000.000,-/bulan dan tunjangan skripsi satu kali sebesar Rp. 2.000.000.

 

Proses rekrutmen calon Mahasiswa Beasiswa TNI ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada bulan Januari. Sedangkan untuk perekrutan Perwira Prajurit Karier (PaPK) TNI pendaftaran pada umumnya dimulai pada bulan Sebtember setiap tahunnya. Selain itu TNI juga memberi kesempatan kepada generasi muda untuk menjadi perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI dengan materi seleksi yang hampir sama, dimana pada umumnya pendaftaran dibuka pada bulan Juni setiap tahunnya. Pilihan lainnya adalah menjadi perwira TNI melalui pendidikan Taruna Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL) atau Akademi Angkatan Udara (AAU) yang pendaftaranya biasanya dibuka pada bulan Maret setiap tahun. Untuk informasi lebih lengkap tentang proses rekrutmen TNI dapat dilihat di http://rekrutmen-tni.ilmci.com. (TA, Sus S/Puspen TNI)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?