GATRANEWS

KSAD Benarkan, TNI AD Gunakan Peluru 7,62 mm

Jakarta, GATRAnews - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo membenarkan bahwa sejumlah kesatuan dalam TNI AD masih menggunakan amunisi 7,62 milimeter. "Amunisi 7,62 mm masih tetap kami gunakan karena senjatanya pun masih digunakan," kata Pramono, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/3).

Pramono mengungkapkan hal tersebut, menanggapi pernyataan Tim Laboratorium Forensik Polri yang menemukan proyektil peluru 7,62 mm, yang diduga digunakan pelaku penyerangan bersenjata di Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta. 

Peluru itu diduga digunakan oleh 17 orang pelaku penyerangan untuk menembak empat tersangka pembunuh Sertu Santoso, anggota Grup II Kopassus Kandang Menjangan.

Pramono, sebagaimana dilaporkan Antara, mengatakan, peluru itu digunakan untuk hal-hal tertentu, seperti oleh para penembak runduk (sniper), satuan kewilayahan, satuan bantuan tempur, dan satuan tempur.

Peluru berukuruan 7,62 mm itu masih digunakan TNI untuk senjata-senjata jenis AK-47, G-3, dan SP. "Namun, umumnya standar militer infanteri adalah peluru 5,56 mm. Itu sudah umum di dunia," kata mantan komandan jenderal Kopassus itu.

Pramono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup-nutupi temuan tim investigasi TNI AD di lapangan dan akan menindak tegas jika ada anggotanya yang terlibat penyerangan Lapas Cebongan tersebut. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?