GATRANEWS

Penilaian PNS Berbasis Kinerja Dimulai 2014

 

Jakarta, GATRAnews – Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang suka makan gaji buta, siap siap saja mendapat rapot merah. Mulai Januari 2014 pemerintah akan menerapkan penilaian prestasi pegawai negeri sipil (PNS) berbasis kinerja. Sebenarnya ini bukan baru, karena sudah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai.


Wakil Menteri Pedayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) Eko Prasojo mengatakan, penilaian pegawai dalam PP 46/2011 meliputi dua dimensi, yaitu penetapan kinerja dan disiplin pegawai.Sehingga, lanjutnya, penilaian lebih adil, obyektif, transparan, akuntabel dan terukur.

“Tidak seperti Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) yang lebih banyak pada unsur subyektifitas pimpinan terhadap bawahannya,” ujarnya pada rilis di situs Kemenpan, Senin (1/4).

Penilaian dimulai dari penetapan, pelaksanaan dan evaluasi kinerja yang dilakukan oleh PNS secara individual. Langkah ini sangat penting, dalam reformasi SDM aparatur, yang merupakan pengungkit terbesar reformasi birokrasi. “Reformasi sumber daya aparatur ini merupakan laverage terbesar dalam reformasi birokrasi secara keseluruhan,” kata Eko.

Lebih lanjut Eko Prasojo meminta seluruh Kementrian dan lembaga, khususnya yang telah melaksakan reformasi birokrasi dan mendapatkan tunjangan kinerja, untuk melakukan uji coba pada tahun 2013 ini. Dengan demikian, pada tahun 2014 semua SKP sudah berjalan dengan baik, dan pemerintah bisa mengukur setiap kinerja masing-masing pegawai.

Eko menambahkan, indikator-indikator yang digunakan dalam penilaian mengacu kepada indikator organisasi, sehingga penilaian ini pada akhirnya mampu menjawab kinerja organisasi. Di lingkungan Kementerian PANRB, lanjut Wamen, penilaian prestasi kerja pegawai dimulai tanggal 1 April 2013.

“Kami harap kementerian lain yang belum menerapkan, agar memulainya. Lebih dari itu, hal ini sedapat mungkin dijadikan program prioritas semua K/L terutama yang telah melakukan reformasi birokrasi,” ujar Guru Besar UI ini.

Keberhasilan sistem penilaian ini, menurut Eko, perlu tiga syarat utama, yakni komitmen pimpinan, budaya kinerja, serta manajemen kinerja. (DKu)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?