GATRANEWS

Baru 8 Gedung Ini Berkonsep Green Building

GREEN BUILDING 2012 CONFERENCE & EXPO DI JCCJakarta, GATRAnews - Kita rupanya masih rendah kesadaran untuk membangun gedung yang ramah lingkungan atau green building. Menurut Ketua Green Building Council Indonesia (GBCI) Naning Adiwoso sampai saat ini, di Indonesia baru ada sekitar 8 bangunan yang menerapkan green building.



Lima diantaranya adalah bangunan baru, yaitu gedung Kementerian PU, Institut Teknologi & Science Bandung Deltamas, Perkantoran Dahana Subang, Kampus Prasetya Mulya, dan Kuningan Tower.

"Sementara tiga bangunan lainnya adalah bangunan lama yang kemudian direvitalisasi dengan green building, yaitu Grand Indonesia-BCA Tower, Sampoerna Strategic Square, dan German Centre BSD," ungkapnya.

Untuk mendorong gairah masyarakat itu membuat bangunan berkonsep Green Building itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penerbitan Peraturan Daerah Bangunan Gedung (Perda BG) yang menuju bangunan berkelanjutan.

Menurut Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Imam Ernawi, pemerintah menargetkan pada 2013 sudah ada 50 % kabupaten/kota dari total 497 kabupaten/kota sudah menerbitkan Perda BG. Saat ini baru 23,89 % dari mereka yang sudah memiliki, sisanya pada 2015 semuanya diharapkan sudah menerbitkan.

“Kabupaten/kota sudah banyak yang memiliki konsep green building, namun belum di-Perda-kan. Kami akan mempercepatnya dengan intervensi pemerintah provinsi dan pusat. Ini memang target yang berat,” ujar Imam dikutip dari situs Kementerian PU, Selasa (2/5).

Dukungan kedua adalah memberikan percontohan green building pada bangunan gedung pemerintah. Saat ini gedung Kementerian PU yang baru sudah menerapkannya dan telah mendapatkan sertifikat Platinum dari GBCI. Pada gedung pemerintah yang lainnya, lanjut Imam, akan didorong untuk menerapkannya.

Dijelaskan, gedung Kementerian PU memiliki Indeks Konsumsi Energi 155 kWh/m2.th, Estimasi penghematan energi sebesar 95 kWh/m.th (menghemat 35 %), menghemat karbon 1.650 ton/tahun. Gedung PU juga mampu menghemat konsumsi air 83 % saat musim hujan dan 61 % saat musim kemarau.

Imam melanjutkan, dukungan ketiga adalah mengembangkan kapasitas para pelaku bangunan gedung, menyangkut Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Sertifikasi Laik Fungsi (SLF), Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG), pendataan, dan Pengkaji Teknis atau Aksesor. “Saat ini baru ada 5 kabupaten/kota yang menerapkan SLF, dan 10 kabupaten/kota baru memiliki TABG,” ungkap Imam.

Pada dukungan keempat, Pemerintah juga akan melakukan pengawasan teknis dan memberikan penghargaan kepada pihak yang telah menerapkan green building dengan membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan bentuk yang lain.

Terakhir (dukungan kelima), pemerintah melalui Kementerian PU akan mengeluarkan regulasi tentang pedoman teknis bangunan hijau ini yang tertuang dalam peraturan Menteri PU.

“Tahun ini ditargetkan Permen PU yang mengatur bangunan hijau sudah ada. Permen PU ini sebenarnya adalah penjabaran dari pedoman pembangunan bangunan gedung atau Building Code yang sudah disusun sejak 2006, namun isinya masih terlalu luas,” jelas Imam. (*/DKu)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?