GATRANEWS

Tak Terima Jagoannya Kalah, Tiga Gedung Kantor Dibakar!

Jakarta, GATRAnews - Aksi anarkhis simpatisan Haedir Basir-A Tamrin (HATI) membakar kantor Wali Kota Palopo, kantor DPD Golkar, dan kantor media lokal, Palopo Pos karena tak menerima hasil rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Palopo, merupakan indikasi lemahnya demokrasi negeri ini.

 

"Budaya demokrasi, seperti mentalitas demokratis, tenggang rasa terhadap perbedaan pendapat, etika sportif, dan sebagainya, masih sangat lemah. itulah sebabnya, kalau kalah atau kecewa, mereka mutung dan melakukan amuk (tindakan-red)  yang sangat anarkis," nilai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hajriyanto Y Thohari di Jakarta, Senin, (1/4).

 

Politisi senior Partai Golkar itu berpendapat, jika sudah bertindak anarkis, maka yang menjadi sasaran amuk masa tersebut tidak lagi masuk akal alias ngawur. "Mereka merusak, menghancurkan, dan membakar gedung-gedung kepunyaan publik. Itu semua karena belum berkembangnya apa yang disebut etika politik sportif, yaitu sikap politik sportif kalau kalah dalam Pemilukada," tandasnya.

 

Hajriyanto mengatakan, karena insiden tersebut merupakan kecenderungan politik menarik diri atau (political withdrawal) yang diimplementasikan dengan politik yang sedikit-sedikit mengancam dan kemudian mengamuk. Ini pertanda  demokrasi belum matang, karena tidak adanya paralelisme antara format demokrasi dan substansi demokrasi, antara ritual-ritual demokrasi dan mental demokrasi.

 

Terkait aksi yang sudah sangat meresahkan itu, Hajrianto meminta aparat keamanan bertindak tegas agar tindak anarkhisme itu tidak meluas dan merugikan warga Palopo khususnya. "Aparat keamanan jangan ragu-ragu menghadapi perusuh seperti itu. Mestinya segera diamankan dan diproses secara hukum," tegasnya. Menurutnya, sikap tegas aparat kepolisian akan mendidik perpolitikan Indonesia menjadi lebih menjunjung etika sportif, baik bagi massa maupun elite. Bisa diduga kerusuhan pembakaran tersebut digerakkan oleh elite-elite politik yg kecewa tetapi tidak berjiwa sportif.

 

Sebelumnya, suasana Palopo, Sulawesi Selatan sangat mencekam. Massa begitu beringas membakar kantor Wali Kota Palopo, kantor DPD Golkar, dan kantor media lokal, Palopo Pos. Peristiwa kekerasan ini terkait dengan hasil rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah Palopo, Sabtu (30/3) yang menetapkan pasangan Judas Amir-Ahmad Syarifuddin sebagai pemenang pada putaran kedua pemilihan Wali Kota Palopo. Pendukung Haedir Basir-A Tamrin (HATI) tidak terima, lalu mulai membakar ban-ban di jalan menjelang malam, hingga akhirnya membakar sejumlah kantor tersebut. (IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?