GATRANEWS

Tolak Penambangan Pulau Bangka, Warga Kahuku Berisitegang dengan Aparat

Jakarta, GATRAnews - Aparat bersenjata berisitegang dengan warga Desa Kahuku yang menolak penambangan biji besi yang akan dilakukan PT MMP di pulau nan indah seluas 4.700 hektar, Bangka, Sulawesi Utara (Sulut), Senin sore waktu setempat. "Ketegangan ini terjadi akibat tidak adanya titik temu dalam pertemuan antara asisten I Pemkab, pemilik PT MMP, dan warga desa Kahuku," kata Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulut, Edo Rachman melalui surat elektorniknya Selasa malam, (1/10).

 

Edo menuturkan, pihak PT MMP memaksakan pengoperasian alat berat dan pemerintah menolak mencabut izin tambang PT MMP meski Amdalnya bermasalah. “Hingga sore, suasa tegang. Warga terus berjaga-jaga di dermaga untuk mencegah masuknya alat-alat berat pengeboran. Alat-alat sudah dipindahkan, tapi tetap berada di Pulau Bang, tepatnya di depan Desa Ehe,” ujar Edo. Warga Desa Kahuku mengultimatum PT MMP segera menarik alat-alat berat pengeborannya. jika tidak, warga mengancam akan membakarnya.

 

Ketegangan tersebut juga dipicu banyaknya aparat keamanan di desa tersebut. Direktur WALHI, Abetnego Tarigan menilai, respon pemerintah dan PT MMP menandakan rasa panik akibat desakan publik yang kuat. "Kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada lingkungan hidup Pulau Bangka, dipetisi oleh rakyat melalui petisiwww.change.org/savebangkaisland," pungkasnya.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?