Gatranews - Dua Belas Orang Digigit Anjing Rabies

Dua Belas Orang Digigit Anjing Rabies

Negara, GATRAnews - Anjing yang diduga mengidap rabies menggigit 12 orang pengunjung pasar Kelurahan Baler Bale Agung, Kabupaten Jembrana, Bali. Di provinsi ini, dan juga NTT, anjing rabies sudah menjadi masalah serius yang mendesak untuk ditangani.

"Ada 12 warga yang terkena gigitan anjing itu, termasuk saya," kata Nyoman Sumiarti kepada Antara. Ia baru saja digigit anjing hitam, saat berbelanja di pasar Kelurahan Baler Bale Agung, Senin (12/11). Selain Nyoman, anjing yang sama menggigit Komang Arimbawa, bocah berusia enam tahun.

Kepala Dusun Baler Bale Agung, Ketut Sumadiasa, mengatakan, seluruh korban telah mendapatkan pertolongan medis dan mendapatkan suntikan vaksin antirabies.

"Anjing mengamuk di pasar. Lalu lari ke rumah-rumah warga dan mengggigit beberapa warga yang ditemuinya," katanya menuturkan.

Made Tirtawati, warga setempat juga mengaku digigit anjing itu saat sedang duduk santai di teras rumahnya.
"Saya sedang duduk di teras, tiba-tiba anjing itu datang. Saat saya mengusirnya, saya malah diserang," kata Tirtawati, yang menderita luka gigit pada kakinya.

Setelah menggigit 12 warga, anjing berhasil dilumpuhkan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana untuk diambil sampelnya guna memastikan, apakah anjing itu mengidap virus rabies.

Data di Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana menyebutkan, angka gigitan anjing di wilayah ini cukup tinggi. Pada Oktober 2012 telah terjadi 60 kasus, sedangkan September dan Agustus, masing-masing 98 kasus dan 107 kasus.

"Beberapa waktu belakangan ini kiriman vaksin untuk anjing dari pemerintah provinsi tersendat. Kami sudah kehabisan stok," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan, Pertanian Dan Kehutanan Jembrana, Ni Wayan Purniawati.

Penyebaran virus rabies pada anjing di Bali tidak lepas dari cara warga menyikapi dan memelihara anjing-anjing peliharaannya. Banyak sekali yang dibiarkan berkeliaran begitu saja sehingga mereka mencari makan sendiri, hingga ke tempat-tempat sampah.

Sangat jarang anjing kampung yang ditempatkan dalam kandang khusus, melainkan dibiarkan berlalu-lalang ke mana-mana. Bukan hal aneh jika dijumpai anjing kampung dengan kondisi tubuh mengenaskan dan penuh luka-luka. (TMA)
{jcomments on}

Share this article