GATRANEWS

Warga Jakarta Mudik, Produksi Sampah Pun Berkurang
Thursday, 31 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencatat, volume sampah di wilayah Kota Jakarta...
Kamis Tengah Malam, Puncak Macet Total
Thursday, 31 July 2014

Bogor, GATRAnews - Pada Kamis lewat tengah malam (31/7), sekitar pukul 01.45 WIB, lalu lintas di...
Jalur Puncak Macet Kendaraan Dialihkan ke Sukabumi
Wednesday, 30 July 2014

Sukabumi, GATRAnews - Jalur menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat mengalami kemacetan sehingga kendaraan...
BNPB Jatuhkan Bom Air Atasi Kebakaran Hutan Kalbar
Wednesday, 30 July 2014

Pekanbaru, GATRAnews - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendatangkan helikopter khusus...
Warga Sukabumi Tangkap Macan Tutul Pemangsa Ternak
Wednesday, 30 July 2014

Sukabumi, GATRAnews - Seekor macan tutul (Phantera pardus melas) jantan berusia sekitar 10 tahun...
Ditinggal Mudik, Damkar DKI Terapkan Siaga I
Wednesday, 30 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB) DKI Jakarta...
Pengunjung Ancol Capai 78.000
Tuesday, 29 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) dipadati pengunjung mencapai 78.000 orang pada...
Kerusakan Jembatan Comal Dinilai Meningkatkan Biaya Logistik
Tuesday, 29 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Organisasi Supply Chain Indonesia (SCI) mencatat, kerusakan Jembatan Comal di...
Cirebon-Kuningan Tersendat
Tuesday, 29 July 2014

Cirebon, GATRAnews - Pasar Cilimus yang berada di jalan raya Cirebon-Kuningan menyebabkan arus lalu...
Cianjur-Bandung Macet Akibat Aktivitas Pasar Ciranjang
Tuesday, 29 July 2014

Cianjur, GATRAnews - Aktivitas masyarakat di Pasar Cirancang yang luber hingga ke jalan raya...
Pasar Tradisional di Jakarta Masih Sepi
Tuesday, 29 July 2014

Jakarta, GATRAnews- Sejumlah pasar tradisional di Ibu Kota Jakarta, Selasa atau hari kedua Lebaran,...
Jalan Tol Jakarta-Cikampek Macet Hingga Halim PK
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews – Hendro Utomo mesti menunda perjalanan pulang mudik ke Solo, Jawa Tengah,...
Lebaran, Daan Mogot Padat
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Memasuki Hari Idul Fitri yang jatuh pada Minggu (28/7), lalu lintas di Jl Daan...
TPU Karet Bivak Dipadati Ribuan Peziarah
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews- Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak di Jakarta Pusat dipadati ribuan peziarah...
Pemasangan Papan Pengumuman di Dolly Ditentang Warga
Sunday, 27 July 2014

Surabaya, GATRAnews - Pemasangan papan pengumuman berisi "Kelurahan Putat Jaya, Kampung Bebas...
Ciliwung dan Kali Krukut Meluap, Banjir Landa Kawasan Jakarta
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Banjir melanda sejumlah kawasan pemukiman di Jakarta Selatan, Ahad (27/7),...
Ladang Ganja Berada Dalam Kawasan Taman Nasional
Thursday, 24 July 2014

Bogor, GATRAnews - Ladang ganja yang ditemukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor di Kampung...
Minim CCTV, Keamanan Balaikota Dipertanyakan
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Keamanan di Balaikota Jakarta kembali menjadi sorotan setelah ada beberapa...
Malam ini, Pasokan Air Bersih Utara Jakarta Terhenti
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pasokan air untuk wilayah Jakarta bagian utara akan mengalami gangguan untuk...
KPK Bidik Dua Dinas di DKI Jakarta
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) membidik sejumlah satuan kerja perangkat...

Kisah Prabu Siliwangi

Tulisan Kuno di Atas Kulit Singa dengan Getah Pohon (GATRA/Punto Likmiardi)Kisah Prabu Siliwangi sangat dikenal dalam sejarah Sunda sebagai Raja Pajajaran. Salah satu naskah kuno yang menjelaskan tentang perjalanan Prabu Siliwangi adalah kitab Suwasit. Kitab tersebut berisi 22 bab perjalanan Prabu Siliwangi dimulai dari ayahnya, Prabu Anggararang Raja Kerajaan Gajah. Setelah Prabu Anggararang merasa puteranya layak memangku jabatan raja, akhirnya kerajaan diserahkan kepada Pangeran Pamanah Rasa (sebelum bergelar Siliwangi).

 

Mengenai nama Siliwangi, dijelaskan bahwa nama tersebut adalah gelar setelah Pangeran Pamanah Rasa masuk Islam sebagai salah satu syarat mempersunting murid Syaikh Quro, yakni Nyi Ratu Subanglarang. Dari isteri ketiga ini, kemudian melahirkan Kian Santang yang bergelar Pangeran Cakrabuana di Cirebon dan Rara Santang, ibunda Sunan Gunung Jati.

Bersamaan dengan luasnya wilayah Gajah, kemudian Prabu Siliwangi menciptakan senjata Kujang, berbentuk melengkung dengan ukiran harimau di tangkainya. Senjata tersebut kemudian menjadi lambang Jawa Barat. Nama kerajaan Gajah pun diganti menjadi kerajaan Pajajaran, karena menjajarkan (menggabung) kerajaan Gajah dengan kerajaan Harimau Putih. Kisah dalam Kitab Suwasit diakhiri dengan mokhsa (menghilang) dan dipindahkannya kerajaan Pajajaran ke alam Gaib bersama Harimau Putih.

Pada kitab yang sudah diterbitkan oleh Jelajah Nusa, dikisahkan dalam bab keempat bahwa setelah menjadi kerajaan Gajah, Pangeran Pamanah Rasa melakukan pengembaraan hingga di sebuah hutan di wilayah Majalengka. Ketika hendak meminum air dari curug (air terjun), Pangeran Pamanah Rasa dihadang oleh siluman Harimau Putih sehingga terjadi pertarungan hebat hingga setengah hari. Namun berkat kesaktian Pangeran Pamanah Rasa, siluman Harimau itu bisa dikalahkan dan tunduk padanya.

Kitab yang diterbitkan dengan sambutan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kemudian mengisahkan bahwa Harimau Putih berubah wujud menjadi manusia untuk mendampingi pengembaraan Pangeran Pamanah Rasa hingga menaklukkan kerajaan Galuh dengan bantuan Harimauu Putih. Bahkan disebutkan, ketika terjadi penyerangan oleh kerajaan Mongol (mungkin masa Kubilai Khan), kerajaan Gajah dibantu pasukan Harimau Putih.

Tentunya, meskipun kental dengan unsur mitos, kitab tersebut merupakan sumber sejarah yang sangat penting. [AF]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?