GATRANEWS

Perguruan Tinggi Diimbau Turut Bangun Desa 
Friday, 27 March 2015

Malang, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)...
Timah dan Adhi Karya Bangun PLTU di Sumsel
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Timah (Persero) Tbk berencana membangun PLTU Mulut Tambang di Sumatera...
Nirvana Development Siapkan Rp 480 Milyar Bangun 8 Mal
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti PT Nirvana Development Tbk pada tahun ini berniat...
APBD, Djarot: Ini Pertarungan Harga Diri
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat meminta semua Satuan Kerja...
Menteri PANRB : Humas Pemda Harus Jadi Juru Penerang yang Efektif
Wednesday, 25 March 2015

Bandung, GATRAnews – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama...
Jokowi ''Tantang'' Pengusaha Jepang Investasi di Indonesia
Wednesday, 25 March 2015

Tokyo, GATRAnews - Presiden Joko Widodo menantang para pengusaha Jepang agar berinvestasi di...
PT Freeport Bangun Smelter di Paomako‏
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pabrik pengolahan dan pemurnian hasil tambang atau smelter untuk PT Freeport...
Sudirman-Thamrin untuk KAA Tidak Bisa 100% Mulus
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bisa menjanjikan Jalan MH...
Pembangunan MRT Pakai Dana Pinjaman Jepang ¥ 125 Miliar‏
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Proyek pengerjaan jalur Mass Rapit Transit sedang memasuki tahap pendirian...
Kadin Genjot Kerja Sama dengan Swasta Bangun KTI
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dalam mempromosikan potensi...
APBD 2015 Gagal, Ahok Jamin Layanan Publik Tidak Terganggu
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Peraturan daerah (Perda) APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2015 sebesar Rp 73,08...
Pembangunan Pabrik P-14 Indocement Kelar di Kuartal Ketiga Tahun Ini
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menargetkan pembangunan...
Pertamina Tambah Kapal Pengangkut BBM
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) kembali menambah kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak...
Menko Kemaritiman: 7 Smelter Beroperasi Tahun Ini
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Indroyono Susilo...
Bosowa Energi Groundbreaking PLTU Jeneponto II
Thursday, 19 March 2015

Makassar, GATRAnews - Bosowa Energi kembali memulai konstruksi (ground breaking) Pembangkit Listrik...
Pelabuhan Ancam Produksi Pupuk Kujang dan PLN
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - LSM Gerakan Masyarakat (Gemas) Tolak Pelabuhan Cilamaya meminta pemerintah...
Hunian Vertikal Masih Belum Sesuai dengan Daya Beli Pekerja Perkotaan
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Harga tanah yang semakin tinggi memaksa para pengembang untuk membangun gedung...
DPR: Newmont Harus Bangun Smelter di Daerahnya Sendiri
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi XI DPR RI asal Nusa Tenggara Barat Willgo Zainar menginginkan...
PLN Akan Bangun Pembangkit Listrik 42.000 Mega Watt
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah berencana membangun pembangkit listrik di seluruh Tanah Air dalam...
Jasa Marga Targetkan Laba Bersih Rp 1,2 Trilyun Tahun Ini
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan laba bersih Rp 1,2 trilyun pada tahun...

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?