GATRANEWS

Kemendes PDTT Ajak PMII dan ITS Membangun Desa
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangundan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendesa PDTT)...
Pemerintah Alokasikan Rp 33,1 Trilyun Bangun Rumah Rakyat Miskin
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...
Semen Indonesia Harap Pembangunan Pabrik di Rembang Sesuai Target
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berharap pembangunan pabrik semen di Rembang...
DKI Tambah Anggaran Bantuan Keuangan di APBD Perubahan
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengajukan bantuan keuangan tambahan...
Pemerintah Cairkan Dana Perumahan Sebesar Rp 33,1 Triliun‏
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...
JK Minta Perbankan Fokus Perkuat Inti Bisnis Masing-masing‏
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mendorong bank untuk memperkuat bisnis inti...
Semen Indonesia Bagikan Dividen Rp 2,2 Trilyun
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan...
Menperin Ajak Pengusaha Polandia Investasi di RI
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin kembali mengajak para investor luar negeri...
Pemerintah Tetapkan 109 Proyek Pembangkit Tenaga Listrik
Thursday, 16 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menetapkan 109 proyek yang masuk dalam program pembangunan...
Di Depan Presiden Pengusaha Pertambangan Mengaku Siap Bangun Smelter
Thursday, 16 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan...
Pemerintah Tetapkan 109 Proyek Pembangkit Listrik 35 Ribu MW
Thursday, 16 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menetapkan 109 proyek yang masuk dalam program pembangunan...
Kemendes PDTT Gandeng ITB untuk Kembangkan Teknologi di Desa
Wednesday, 15 April 2015

Bandung, GATRAnews - Kemeterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes...
Kemendes PDTT Gandeng ITB untuk Kembangkan Teknologi di Desa
Wednesday, 15 April 2015

Bandung, GATRAnews - Kemeterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes...
IPW: Program Sejuta Rumah Harus Lebih Terkonsep
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Property Watch (IPW) menilai Program Sejuta Rumah yang segera...
Ahok dan Fraksi Nasdem Kian Mesra
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Hubungan Basuki Tjahaja Purnama dengan Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) kian...
Mendes PDTT: Transmigrasi Percepat Pembangunan Daerah
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Percepatan pembangunan daerah bukan hanya menjadi kebutuhan daerah untuk...
Kadin Siap Dukung Pemerintah Bangun Ketahanan Pangan
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap mendukung rencana pemerintah...
Penurunan Harga Gas Bumi Penunjang Pembagunan Industri
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian akan mendorong penurunan harga gas, khususnya bagi...
Wapres: Lokasi Baru Pelabuhan Sekitar 20-30 Km dari Cilamaya
Tuesday, 14 April 2015

Bandung, GATRANews - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pemerintah telah menyiapkan enam lokasi...
BKPM Permudah Izin Investasi Sektor Pelabuhan‏
Tuesday, 14 April 2015

Surabaya, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan...

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?