GATRANEWS

Indocement Optimis Permintaan Semen Membaik pada Semester II
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyatakan optimis terhadap...
Yani: TGUPP Tidak Diperlukan Lagi, Dibubarkan
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama bakal membubarkan Tim Gubernur untuk...
DPRD: TGUPP Cuma Penampungan Pejabat Buangan Ahok
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman mendukung...
Korea Diundang Turut Bangun Tol Palembang-Tanjung Api-Api
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Bina Marga Hediyanto Husaini mengundang pemerintah dan pihak...
Telkom Raup Pendapatan Rp 48,84 Trilyun pada Semester I
Monday, 03 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Di tengah kondisi industri yang semakin kompetitif, PT Telkom Indonesia Tbk...
Festival Kreativitas Pemuda 2015
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Hari Kamis (30/7) pagi, Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti...
Pemerintah Setujui Ekspor Freeport 775.115 WMT
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE)...
WIKA Siap ''Sulap''' Pasar Klewer jadi Semi Modern
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Operasi III PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Destiawan...
Indonesia Undang Inggris Investasi di Perikanan
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat menerima Menteri...
Freeport Lunasi Jaminan Smelter US$ 20 Juta
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya...
Bambang Sadono: Indonesia Butuh Konsep Pembangunan yang Menyeluruh dan Berkesinambungan
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Badan Pengkajian MPR Dr. Bambang Sadono, SH, MH., menegaskan bahwa...
Red Planet Rights Issue Rp 400 Milyar untuk Bangun 20 Hotel
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Red Planet Indonesia Tbk mengincar dana segar Rp200 milyar hingga Rp400...
Pada 2025 Industri Lokal Harus Bisa Bangun Kapal 200.000 DWT
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan industri galangan kapal...
Indonesia Buka 'Pintu Lebar' kepada Investor Inggris
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Perdana Menteri Inggris, David Cameron berserta para delegasi termasuk 30...
DKI Bangun Rusun Terpadu di Lahan eks Gudang Kayu
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun rumah susun sederhana sewa...
Stimulus OJK Diperlukan dalam Perekonomian Indonesia
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Stimulus kebijakan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat...
Sinar Mas Grup Akan Bangun Pabrik Biodiesel
Thursday, 23 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Sinar Mas Grup melalui anak usahanya, PT Sinar Mas Agro Resources &...
DKI Bakal Bangun Show Room Smart City Senilai 30 Milyar
Thursday, 23 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal membangun ruang pembelajaran...
Ahok Ancam Robohkan Tebet Green Garden
Thursday, 23 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengancam akan merobohkan Tebet...
Pemerintah Wajibkan Kaca Bangunan Bersertifikat SNI
Wednesday, 22 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menetapkan aturan kepada setiap...

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?