GATRANEWS

Belasan Ribu Kegiatan Pembangunan di Jakarta Dicoret
Saturday, 20 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Belasan ribu kegiatan pembangunan di DKI Jakarta dihapus dari Kebijakan Umum...
Puting Beliung Porakporandakan Kampus UIN Bandung
Thursday, 18 December 2014

Bandung, GATRANews - Angin puting beliung disertai hujan deras Kamis, sore, memporakporandakan...
Marwan: Pengelolaan Dana Desa Akan Didampingi Kementerian
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah dan Transmigrasi akan memberikan...
Marwan Djafar Pinang Iwan Fals Jadi Duta Desa
Tuesday, 16 December 2014

Depok, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Djafar...
Pemerintah Bangun Tujuh Proyek Kereta Api Dalam Dua Tahun
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perhubungan akan merealisasikan tujuh proyek perkeretaapian...
Ahok Bela e-Budgeting, Meski Minim Pembangunan di Jakarta
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama membela penggunaan sistem elektronik budgeting...
DKI Dapat Alokasi APBN 21,08 Trilyun
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta menerima alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...
Ahok Tidak Masalah Djarot Lebih Banyak Blusukan
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengizinkan calon wakilnya Djarot...
Ketua DPRD: Dulu Penyerapan Rendah Karena Banyak Copet
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memperkirakan kinerja penyerapan...
Wali Kota Tangerang Gunakan Kereta Rapat ke Jakarta
Thursday, 11 December 2014

Tangerang, GATRAnews - Untuk menghemat biaya perjalanan dinas dan menghindari kemacetan, Wali Kota...
Warga DKI Dirugikan Karena Serapan Anggaran Rendah
Wednesday, 10 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohammad Sanusi mengkritik rendahnya...
Thahir Foundation Janjikan Bantuan Revitalisasi Taman Monas
Wednesday, 10 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah menyumbang lima unit bus tingkat kepada Pemprov DKI Jakarta, Thahir...
Makin Tidak Rasional, Nasib Monorel Kian Suram
Tuesday, 09 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Rencana bisnis (business plan) terkait moda transportasi monorel dari PT...
Menpora Setujui Stadion Lebak Bulus Dibongkar
Monday, 08 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pemuda dan Olahrga (Kemenpora) menyetujui pembongkaran Stadion...
Kemenpora: Belum Ada Anggaran 2014
Monday, 08 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pemuda dan Olahraga mengaku belum mengetahui total anggaran Asian...
Ahok Bantah Ada Moratorium Mall di Jakarta
Thursday, 04 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantah pernah menerbitkan aturan...
Jakarta Butuh 22 Venue Standar Internasional untuk Asian Games
Thursday, 04 December 2014

Jakarta, GATRAnews - DKI Jakarta menjadi tuan rumah 'olimpiade' Benua Asia ke-XVIII atau Asian...
DKI Siap Ambil Paksa Monorel
Tuesday, 02 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta mewacanakan ambil paksa megaproyek monorel dari PT...
Bruk! Atap Kelas Rubuh, Belasan Siswa SMPN 1 Sampang Luka
Saturday, 29 November 2014

Sampang, GATRANews - Atap empat ruang kelas SMP Negeri 1 Sampang, Jawa Timur, sekitar pukul 09.30...
Ahok Tugaskan Dua BUMD Garap Bandara Karawang
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta berambisi menanamkan sebagian APBD-nya di Bandara...
Error
  • There was a problem loading image 20141211antarafoto-pohon-tumbang-akibat-angin-kencang-101214-rm-5.jpg

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?