GATRANEWS

Takut Pinalti, PAM Jaya Tidak Ikut Campur Akusisi Palyja‏
Friday, 18 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta berupaya mengakusisi 100% saham PT Palyja yang dimiliki...
Pekan Depan DKI Bangun Dua Waduk Baru‏
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta akan memulai pembangunan dua waduk baru di Ibukota...
BPK Periksa Pembanguan Fisik Stadion Patriot
Monday, 07 April 2014

Bekasi, GATRAnews - Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Barat memeriksa kualitas pengerjaan fisik...
Menteri PU Resmikan Tol Ungaran-Bawen
Friday, 04 April 2014

Bawen, Semarang, GATRAnews - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, meresmikan pengoperasian...
Jembatan Tanah Abang Miring, Ahok Panggil Kontraktor
Thursday, 03 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera memanggil...
Mega Proyek TELIN Menghubungkan Asia Tenggara – Eropa
Thursday, 03 April 2014

Jakarta, GATRAnews – 11 Maret 2014 – Selaku anak usaha Telkom, PT Telekomunikasi Indonesia...
Jokowi Tinjau Pabrik Metro Kapsul
Wednesday, 02 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau pabrik pembuatan metro kapsul milik...
Dicari, Pemuda Sarjana Membangun Desa
Monday, 31 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menantang generasi muda untuk...
Jakpro Investasi Instalasi Pengolah Air Bersih Rp 200 Milyar
Thursday, 27 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan tiga instalasi pengolahan air (IPA) bersih layak minum oleh PT...
Plt Sekda DKI: Mending (Ahok) Berhentikan Saya‏ Saja
Thursday, 27 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelaksana tugas (Plt) Sekertaris Daerah DKI Jakarta Wiriyatmoko enggan...
DKI Tidak Sanggup Bangun IPAL Sendirian‏
Tuesday, 25 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak sanggup membangun...
DKI Tolak Cari Investor Baru Monorel‏
Tuesday, 25 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta mengaku tidak tertarik mencari investor lain untuk...
Koridor TransJakarta Ciledug - Blok M Selesai pada 2016‏
Tuesday, 25 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan koridor 13 tipe layang (elevated) TransJakarta Ciledug - Blok M...
Jokowi Minta Pemerintah Pusat‏ Bantu Mega Proyek
Tuesday, 25 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah pusat turun...
''Metro Kapsul'' Diuji Coba April Mendatang
Monday, 24 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta 'ngebut' menguji kelayakan metro kapsul pada April 2014...
Tiga Koridor Transjakarta Baru Masih Dalam Tahap Lelang
Monday, 24 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta berencana menambah tiga koridor Transjakarta, yaitu...
Jika Tidak Sesuai Tata Ruang, Monorel Akan Ditolak‏
Tuesday, 18 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta sedang mempelajari dan mengkaji desain tata ruang moda...
Pengamat: Program Transportasi Jokowi Bombastis
Tuesday, 18 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah program transportasi yang dirilis Joko Widodo sebagai Gubernur DKI...
Jadi Gubernur, Ahok Ingin Ubah Rencana Pembangunan
Monday, 17 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berniat mengubah...
Rp 72 Trilyun APBD DKI Sudah Bisa Dicairkan‏
Monday, 17 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggota DPRD DKI Jakarta sudah meneken Peraturan Daerah (Perda) APBD DKI tahun...

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?