GATRANEWS

Lima Pabrik Gula Kapasitas 270.000 Ton Dibangun di Sultra‏
Monday, 26 January 2015

Kendari, GATRAnews - Sebanyak lima investor akan membangun masing-masing satu pabrik gula di...
Pemerintah Perpanjang Izin Ekspor Freeport Indonesia
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah memberikan rekomendasi persetujuan ekspor PT Freeport Indonesia (PT...
Pemerintah Minta Freeport Lebih Berkontribusi bagi Masyarakat Papua
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan bahwa PT...
Gubernur Lukas: Masyarakat Papua Tolak Freeport Bangun Smelter di Gresik
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRANews - Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, Majelis Rakyat Papua, DPR Papua, dan...
Tiang pancang Monorel Diminta Segera Diratakan
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Merusak keindahan Jakarta, sebanyak 90 tiang pancang monorel di sepanjang...
Punya Anggaran Berlimpah, Ahok Klaim Sanggup Kelola GBK
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta...
Penurunan Harga Semen Akan Mempengaruhi Seluruh Produsen Semen
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Holcim Indonesia Tbk, menanggapi penurunan harga semen sebesar Rp3.000 per...
Pembelaan Ahok Kenapa Jakut Masih Banjir
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews – Ibu Kota kembali diterjang banjir setelah diguyur hujan sejak Jumat (23/1)...
Gandeng Pengembang Top, Ahok Ingin LRT Selesai Tiga Tahun
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Setalah membatalkan monorel di bawah Jakarta Monorail (JM), Pemerintah...
Banyak Mafia di Sektor Pertanian dan Gula!
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Swasembada pangan menjadi program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla...
Sutiyoso Lobi Ahok Demi Monorel
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso datang ke Balai Kota DKI untuk melobi...
Korea Selatan Gelontorkan Bantuan untuk Tanggul Raksasa Jakarta
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Korea Selatan menawarkan bantuan senilai US$ 10 juta kepada Pemerintah...
Pembangunan Infrastruktur Butuh Dana Lebih Besar Lagi
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Yose Rizal Damuri mengatakan,...
Kadin: Pemerintah Harus All Out Dongkrak Manufaktur
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto...
Hilirisasi Industri Perikanan Terhambat Pembangunan UPI
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendesak pemerintah serius...
Pemda dan PGN Harus Sinergi Bangun Infrastruktur Gas
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Pertanahan dan Konstruksi...
Ahok Cari Dirut BUMD Tidak Gila Duit
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali akan merombak jajaran...
OJK: Industri Keuangan Harus Tingkatkan Kemampuan
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa industri jasa keuangan telah...
Kementan akan Bangun 350.000 Ha Food Estate di Kalimantan‏ Mulai 2016
Friday, 16 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebagai upaya untuk mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian...
Jokowi 'Cuci Tangan' Dari Monorel
Friday, 16 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo  (Jokowi) 'cuci tangan' terkait mangkraknya pembangunan...

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?