GATRANEWS

Warga Rembang Bantah Tolak Pembangunan Pabrik Semen
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kisruh dan silang pendapat terus mewarnai rencana pembangunan pabrik baru...
Jokowi Tolak Lanjutkan Monorel
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyetujui menghentikan megaproyek monorel di...
DKI Ingin Kelola Aset Negara Secara Penuh
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta mengajukan beberapa pasal poin tambahan dalam revisi UU...
Pertengahan 2014, Jakarta Masih Sepi Pembangunan
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Memasuki semester dua pembangunan fisik di Jakarta dalam skala besar belum...
Pembuatan Ductingdi Jakarta Terkendala Anggaran
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta angkat tangan 'menyerah' membereskan...
Aher Dianugerahi Doktor Kehormatan dari UIN SGD
Friday, 18 July 2014

Bandung, GATRAnews  - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meraih gelar Doktor Kehormatan...
PGN Duga Semburan Api di Sudirman dari Rokok atau Korek
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kebocoran dan ledakan dari pipa gas milik PT PGN memiliki tekanan gas yang...
Ledakan Pipa Gas, Kandaskan Mimpi Jakarta Role Model Kota Gas
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ledakan pipa gas di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (16/7) malam sepertinya...
Intiland Bangun Pulau H di Teluk Jakarta
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Intiland Development Tbk ikut ambil bagian dalam megaproyek reklamasi 17 pulau...
Proyek MRT Memasuki Tahap Relokasi Utilitas
Tuesday, 15 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengerjaan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta terus dikebut. Setelah tes pit...
Bima Arya Siap Berantas Mafia Perizinan Lahan
Tuesday, 15 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan tekadnya dalam mengungkap mafia...
Diguncang Gempa 5,6 SR, Warga Pacitan Berhamburan
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) mengguncang Pacitan, Jawa Timur,...
Jakarta Optimis Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yakin ibukota bisa menjadi...
Bangun Stadion BMW, DKI Minta Rekomendasi UKP4
Thursday, 03 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan Stadion Bersih Manusiawi Berwibawa (BMW) di Jakarta Utara sebagai...
Pemborosan Anggaran di Disdik DKI Sebesar 2,4 T
Wednesday, 02 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemborosan anggaran di Dinas Pendidikan DKI Jakarta tahun anggaran 2014...
PNS DKI 'Super Enak', Tidak Bekerja Tapi Tetap Terima Gaji
Tuesday, 01 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggaran DKI Jakarta tahun 2014 sebesar Rp 72 trilyun belum terserap secara...
APBD-P Jakarta Fokuskan untuk Perkuat BUMD
Friday, 27 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuturkan penambahan APBD...
Basuki Berbaik Hati Perpanjang Proposal Monorel
Friday, 27 June 2014

Jakarta, GATRAnews - DKI Jakarta berbaik hati terkait pembangunan moda transportasi publik lifht...
DPRD DKI Setujui Kenaikan Pajak Hiburan di Jakarta
Wednesday, 25 June 2014

Jakarta, GATRAnews – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta menyetujui rencana kenaikan pajak...
Tak Berizin Puluhan Gedung di Jakarta Mendapat Teguran Satpol PP
Thursday, 19 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Tidak memiliki surat izin usaha, Mata Elang International Stadium (MEIS) Ancol...

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?