GATRANEWS

Jokowi Resmikan Pabrik Smelter Nikel di Sulawesi Tengah
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter...
Pembangunan Pabrik Rembang Semen Indonesia 45,6%
Friday, 29 May 2015

Semarang, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengabarkan, proyek pembangunan pabrik baru...
Hotel Sahid Bangun ''Sahid Food Street''
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Hotel Sahid Jaya International Tbk membangun pusat makanan dan minuman...
Pertamina, Pelindo II, dan ASDP Layani BBM untuk Kapal
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) menandatangani kesepakatan bersama dengan PT Pelabuhan...
Pertamina, Pelindo II, dan ASDP Layani BBM untuk Kapal
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) menandatangani kesepakatan bersama dengan PT Pelabuhan...
JM Galau Lanjutkan atau Stop Monorel
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Jakarta Monorail (JM) 'galau' memutuskan melanjutkan atau tidak pembangunan...
Ketua MPR: Pembangunan Smelter Bikin Bahan Mentah Indonesia Punya Nilai Tambah
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan...
Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi 5% Tidak Ada Artinya Jika Inflasi 12%
Wednesday, 27 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara...
OJK: Ada Tiga Sasaran dalam Transformasi BPD
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan terdapat tiga sasaran dalam program...
Biaya Pembangunan MRT Bertambah 1,3 Trilyun
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembebasan lahan mass rapid transit (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI yang tak...
Intiland dan Accor Akan Bangun Hotel Bintang 4 di Surabaya
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Intiland Development Tbk menjalin kerja sama dengan Accor Group sebagai...
Kadin Akan Bangun Kawasan Industri di KTI
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Bidang Investasi Perbankan dan Pengembangan Usaha Wilayah Timur Kadin...
HSBC: Kualitas Infrastruktur Indonesia Kedua Terburuk di Asia
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hasil survei HSBC Global Research membeberkan data mengenai kualitas...
Menteri Bambang Rencanakan Pangkas Bunga Pinjaman Sektor Infrastruktur‏
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro melontarkan kemungkinan pemberian...
Jokowi: Industri Jamu Harus Berani Bangun Brand‏
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo meminta para pengusaha jamu yang tergabung dalam Gabungan...
Building Technology Expo Kembali digelar‏
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Para pengusaha properti di Indonesia, akan mendapatkan suguhan menarik dalam...
Indobuildtech Ingin Pacu Perekonomian Tanah Air‏
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Direktur PT Debindo-ITE Effi Setiabudi berharap, dengan event pameran...
APEC Dukung Keseimbangan Ekonomi Negara Maju dan Berkembang
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hasil kajian Policy Support Unit (PSU) Asia-Pacific Economic Cooperation...
Suka Atau Tidak, Mengelola Sumber Daya Alam Butuh Investor
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Investor-investor di bidang sumber daya alam (SDA) di seluruh dunia umumnya...
Ahok: Mengandalkan APBD Jokowi Tidak Akan Jadi Presiden?
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama mengakui selama 2,5 tahun memimpin Ibu Kota tidak ada...

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?