GATRANEWS

Wagub DKI Jakarta Seorang Perempuan
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan sejumlah clue bakal...
Ahok Tolak Bawah Tanah monas Jadi Bunker Militer
Monday, 17 November 2014

Jakarta, GATRAnews - ‎Rencana pembuatan bunker pertahanan di ruang bawah tanah Monumen Nasional...
Kepulauan Seribu: Anak Tiri Jakarta
Friday, 07 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta Bestari Barus...
DKI Gelontorkan 11 Trilyun untuk BUMD
Thursday, 06 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta mengajukan penyertaan modal pemerintah (PMP) kepada 14...
Kucurkan 1,2 Trilyun, DKI Bangun Wisma Atlet Asian Games
Saturday, 01 November 2014

Jakarta, GATRAnews -  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan trilyunan rupiah untuk...
Cawagub Idola, Ahok Pertahankan Yani
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Bakal calon orang nomor dua di Jakarta, Sarwo Handayani bertahan di Balai Kota...
Benahi Inspektorat Berantakan, Ahok Rekrut eks Ketua BPKP
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Membenahi Inspektorat DKI Jakarta, Plt Gubernur Basuki Tjahaja Purnama...
Rencana 7.000 Sumur Resapan Tidak Realistis
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Rencana pembuatan 7.000 sumur resapan dalam kurun waktu kurang lebih satu...
Ahok Tolak Monorel dari Adhi Karya
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menolak...
Warga Lenteng Agung Tuding Sudin P2B Jaksel Pilih Kasih
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ahmad Rahmad, warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, memprotes Suku Dinas...
Ahok: Warga Jangan Tinggal di Bantaran Kali
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta agar...
Anggota DPR Dukung Pemindahan Pelabuhan dari Cilamaya ke Jateng
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Khotibul Umam Wiranu, Anggota DPR RI asal Fraksi Demokrat mendukung pengalihan...
Rumah Dinas Gubernur akan Dibuka untuk Umum
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Dalam waktu dekat Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta akan dibuka untuk umum...
Tiru Jokowi, Ahok: Kerja, Kerja dan Kerja
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara simbolis melepas mantan Gubernur DKI...
Jokwi Janji Bantu Ahok dari Istana Merdeka
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Joko Widodo resmi berhenti sebagai Gubernur DKI Jakarta terhitung sejak hari...
Jokowi : Utang Saya Masih Banyak
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo 'meninggalkan' kursi DKI-1 di tengah jalan...
Blok A Pasar tanah Abang Kembali ke Tangan Pemprov DKI
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah berkonflik cukup lama dengan PT Priamanaya Djan Internasional (PDI),...
Warga Kecewa, Janji Jokowi Belum Terealisasi
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Pada 15 Oktober 2012, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama diambil...
Kemenpora - HMI Gelar Diskusi Kepemudaan
Monday, 13 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Deputi Pengembangan Pemuda pada hari Kamis  (9/10) menggelar diskusi...
Penerimaan Target Pajak DKI Tidak Tercapai
Tuesday, 07 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Target penerimaan pajak tahun 2014 DKI Jakarta dipastikan tidak mencapai...

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?