GATRANEWS

BKPM dan KemenPUPera Sinergi Perbaiki Indikator Kemudahan Berusaha
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan...
Kepala Daerah Kembali Diminta Segera Salurkan Dana Desa
Friday, 03 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Medes PDTT),...
Jakpro dan Pembangunan Jaya Bisa Groundbreaking LRT Tahun Ini
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, sengaja memilih PT...
UU Rusun, DPRD: Bisa Jadi Pemprov Dianggap Penipu
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi mendesak Pemerintah Provinsi...
DPRD Desak Pemprov DKI Uji Materi UU Rusun
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengajukan...
Pengamat Ekonomi: Indonesia Tak Akan Seperti Yunani
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Dalam diskusi yang digelar oleh Humas MPR, Kamis (2/7), pengamat ekononi Arif...
Pengamat: Indonesia Tak Akan Seperti Yunani
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Dalam diskusi yang digelar oleh Humas MPR, Kamis (2/7), pengamat ekononi Arif...
Ahok: Masyarakat Kaget Dengar LRT, Padahal Itu Kereta Api
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menilai tidak perlu public hearing...
Freeport Investasi US$ 15 Miliar Bangun Tambang Bawah Tanah
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Keberlangsungan penambangan PT Freeport Indonesia di Papua setelah tahun 2021...
Pemerintah Beri Sinyal Kuat Perpanjang Pertambangan Freeport
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo baru saja menerima kunjungan Chairman of Freeport McMoran...
Pemerintah Beri Sinyal Kuat Perpanjang Pertambangan Freeport
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo baru saja menerima kunjungan Chairman of Freeport McMoran...
Ahok Akui Lahan Hibah Setneg Bermasalah
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui lahan hasil hibah dari...
Ketua DPD RI Jelaskan Posisi Indonesia Dalam MIKTA Speakers Consultation
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman menghadiri MIKTA Speakers...
Kemlu Siap Bantu Kembangkan Wilayah Perbatasan
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AM Fachir mengatakan, perwakilan...
Wisma Atlet Terancam Gagal, DKI Sewa Apartemen untuk Asian Games
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menolak hibah lahan dari Sekretariat...
Pengembang Batal Bangun LRT, Ditagih Jalan Layang
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan moda transportasi Light Rail Transit (LRT) di Jakarta batal...
Kemendes PDTT Upayakan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Tertinggal
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes...
Dinilai Penakut, Ahok Batalkan Pembentukan BLUD LRT
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ‎batal membentuk Badan...
Menperin Ingin Segera Ada Kepastian Harga Gas untuk Bintuni
Tuesday, 30 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin tengah menunggu kepastian harga...
Steel Pipe Jajaki Pinjaman US$100 Juta untuk Bangun Pabrik
Tuesday, 30 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen pipa baja PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk sedang menjajaki...

PATEN Janji Bangun Jalur KA Sukabumi-Bandung

Teten Masduki, Jokowi, & Rieke Diah Pitaloka (GATRAnews/Edward Luhukay)Bandung, GATRAnews - Jalur kereta api (KA) jurusan Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun jika Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki (PATEN) dipercaya memimpin Jawa Barat (Jabar), lewat dukungan masyarakat, pada Pemilukada Jabar, padaa 24 Februari mendatang.

"Sukabumi-Cianjur-Bandung, itu bisa dijawab dengan pembangunan rel kereta api. Kan kemacetan di Sukabumi itu parah sekali," kata Teten saat ditemui di Rest Area KM 125 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/2).

Rencana pembangunan jalur KA jurusan Sukabumi tersebut, merupakan salah satu bagian rencana mengaktifkan kembali sejumlah rute kereta api di Jabar.

Menurutnya, wacana menggulirkan KA sebagai moda transportasi utama Jabar, guna mengatasi kemacetan yang mulai tidak terkendali akibat sarana jalan sudah tidak memadai. Namun, pembangunan jalan dinilai tidak efektif. Pasalnya, hanya akan menimbulkan laju pertumbuhan kota yang tak terkendali alias semrawut.

"Kita berencana mengembangkan kereta api sebagai moda transportasi utama di Jabar, karena kita tahu, transportasi jalan raya itu berimplikasi pada kemacetan dan pertumbuhan kota yang tidak terkendali, karena sisi kanan dan kiri jalan akan dibangun toko, perumahan, dan sebaganya," papar Teten.

Selain itu, ongkos yang harus dibayar penumpang KA pun relatif lebih murah dibanding transportasi jalan. "Cuman, ini biaya pembangunannya mahal, yang akan kami prioritaskan itu dan mungkin tidak akan selesai dalam masa 5 tahun, tapi harus dimulai merevitalisasi jalur-jalur yang sudah ada yang sekarang terabaikan," bebernya.

Jalur-jalur lama kereta api yang dibangun masa penjajahan pemerintahan Belanda, sangat potensial untuk direvitalisasi, termasuk menambah rel di daerah yang berkembang menjadi mega politan.

Dijelaskan Teten, pada zaman penjajahan Belanda dulu, pembangun jalur kereta api di Indonesia, bertujuan untuk memudahkan distribusi berbagai hasil perkebunan, pertanian, dan logistik. "Ini sebenarnya, pembangunan rel kereta api ini sebagai bagian pembangunan ekonomi Jabar, sehingga kami tidak ragu, kalau kami terpilih untuk membangun itu. Saya kira harus ada mimpi besar," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?