GATRANEWS

Habib Munzir Pikirkan Umat Hingga Akhir Hayatnya
Monday, 16 September 2013

Jakarta, GATRAnews - Kaka kandung almarhum Habib Munzir Al Musawa, Habib Nabil Al Musawa...
Tragedi Bus Maut Diselidiki KNKT
Sunday, 12 February 2012

Bogor - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi dengan mengumpulkan...
Lokasi Kecelakaan Bus Karunia Bakti Jadi Tontonan
Sunday, 12 February 2012

Bogor - Lokasi kecelakaan bus Karunia Bakti di Jalan Raya Puncak, depan Pafesta Cisarua, Kabupetan...
PO Karunia Bakti Teliti Penyebab Kecelakaan
Saturday, 11 February 2012

Garut - Perusahaan Otobus (PO) Karunia Bakti melakukan penelitian secara internal penyebab bus...
PO: Bus Karunia Bakti Z 1795 DA Laik Jalan
Saturday, 11 February 2012

Garut - Direktur Perusahaan Otobus (PO) Karunia Bakti, Wahyu, menyatakan, bus jurusan Garut-Jakarta...
Jenazah Korban Bus Maut Diangkut Mobil Bak Terbuka
Saturday, 11 February 2012

Garut - Jenazah seorang penumpang bus Karunia Bakti, Dedah, 43 tahun, korban tewas dalam peristiwa...
Polisi Masih Identifikasi Sopir Bus Maut
Saturday, 11 February 2012

Bogor - Polisi masih melakukan identifikasi terhadap sopir Bus Karunia Bakti, yang menabrak...
Kemacetan Memanjang di Lokasi Tabrakan Bus
Friday, 10 February 2012

Cisarua - Kemacetan panjang sepanjang empat kilometer terjadi di lokasi kecelakaan bus Karunia...
Bus Masuk Jurang di Cisarua, 13 Tewas
Friday, 10 February 2012

Cisarua - Bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta, Jumat petang (10/2), pukul 18.30 WIB, masuk...

Tahlilan Digelar di Lokasi Kecelakaan Bus Maut

Bogor - Puluhan warga, tokoh masyarakat, dan keluarga korban kecelakaan bus maut Karunia Bakti, menggelar tahlilan mengenang tujuh hari peristiwa kecelakaan yang menewaskan 14 orang.

Doa bersama tersebut digelar di lokasi kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis malam (16/2).

Pembacaan tahlil, tahmid, dan ayat kursi, dipimpin Ustad Endang Dumiati, diikuti puluhan warga, tokoh masyarakat dan keluarga korban kecelakaan.

Acara tahlilan juga diisi dengan ceramah singkat Ustad Endang Dumiati yang meminta warga untuk mendoakan para arwah agar diterima disisi-Nya dan bagi keluarga yang ditinggalkan tetap tabah.

"Mari bersama-sama kita mendoakan agar para arwah yang menjadi korban bisa tenang di sisi-Nya. Kita berdoa agar kejadian serupa tidak terulang kembali," kata ustad Endang.

Dalam tahlilan tersebut warga mendoakan ke 14 korban kecelakaan yang tewas yang berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Barat. Satu persatu doa disampaikan kepada seluruh korban.

Tampak hadir Gimin (35) suami korban Aisyah, pelayan bakso Ojolali yang menjadi salah satu korban kecelakaan maut tersebut.

Gimin mengaku sudah mulai ikhlas dengan kepergian sang istri. Ia bersama anak-anaknya sudah bisa menerima peristiwa dengan lapang dada.

"Alhamdulillah, perasaan saya sudah tenang. Saya ikhlaskan istri saya pergi. Mungkin ini yang terbaik," kata Gimin.

Bertepatan dengan acara doa bersama, PT Aditec Cakrawiyasa, selaku produsen Kompor Quantum menyerahkan bantuan kepada para pedagang yang menjadi korban bus maut Karunia Bakti.

Bantuan yang diberikan pihak Quantum berupa kompor, regulator dan alat perlengkapan masak diberikan langsung kepada dua pedagang yakni Awang (pedagang bakso Ojolali) dan Sunan (pedagang bubur ayam).

"Semoga bantuan ini bermanfaat, dan dapat meringankan beban pedagang. Sehingga mereka bisa berdagang lagi," kata Aam Aminudin, General Manager Marketing PT Aditec Cakrawiyasa.

Awang (45) pemilik warung bakso Ojolali mengaku lega dengan bantuan yang diterimannya.

"Alhamdulillah mbak, karena sampai saat ini kami belum menerima bantuan apapun dari pihak manapun. Pihak bus juga belum memberikan bantuan kepada kami," katanya.

Sementara Kepala Seksi Pengendalian Operasional Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor, Asep Mulyana mengatakan pihaknya tengah mengupayakan agar para pedagang mendapatkan bantuan.

"Kita terus mengupayakan mencarikan bantuan untuk para pedagang. Kita juga sudah mendorong pemerintah daerah untuk memberikan bantuan kepad para pedagang," kata Asep.

Doa bersama dimulai pukul 20.00 WIB, selain zikir dan doa bersama dalam acara tahlilan tersebut juga digelar tabur bunga di lokasi jatuhnya bus Karunia Bakti. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?