GATRANEWS

Anggota DPRD Kutai Kartanegara Diringkus Usai Pesta Narkoba
Monday, 23 September 2013

Samarinda, GATRAnews - Seorang oknum anggota DPRD Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diringkus...
Tersangka Teroris Solo Dikenal Taat dan Penurut
Monday, 03 September 2012

Nunukan - Farhan Mujahid, pemuda yang diduga sebagai pelaku teror di Solo, Jawa Tengah, dikenal...

Buaya 2 Meter Ditangkap Petambak

Sangatta - Ammang, 50 tahun, Muhammad Junaedi, 30 tahun, dan Ismail, 29 tahun, bukanlah ahli binatang liar seperti Steve Irwin dari Australia. Namun kegeraman mereka karena tambaknya dimasuki buaya, membuat mereka nekad melawan reptil ganas sepanjang 2 meter itu. Setelah bergelut selama 2 jam, akhirnya mereka berhasil menangkap buaya muara itu, dan menjadikannya sebagai tontonan masyarakat.

"Buaya yang kami tangkap ini ukurannya lebih kecil, panjangnya hanya dua meter lebih namun sempat kewalahan juga hingga berjam-jam baru bisa dilumpuhkan. Kami bertiga harus menangkap menggunakan tali dan cabang kayu," kata Ismail, salah seorang petambak, warga Dusun Kenyamukan Desa Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Sabtu (3/6).

Menurut Ismail, buaya yang bukaan mulutnya hampir dua jengkal dan giginya sangat tajam dan runcing seperti ujung pisau itu, tidak sendirian. Ia dan kedua temannya nyaris menjadi korban buaya lainnya yang ukurannya lebih besar.

Saat mereka meringkus buaya 2 meter itu, buaya yang satunya mengikuti dan mengejar mereka hingga pinggir sungai sekitar ujung tambak. "Buaya yang ukuran lebih besar lepas dan masih tetap berkeliaran di sekitar tambak, Sungai Kenyamukan, dan rawa-rawa sekitar tambak," ujarnya.

Ismail menambahan, penangkapan buaya itu dilakukan karena siang-siang masuk tambak untuk memangsa ikan dan udang peliharaan mereka.

Sangatta, terutama Kenyamukan, sejak dulu memang dikenal sebagai sarangnya buaya muara. Itulah sebabnya tambak milik warga petani setempat sering kedatangan buaya yang memangsa dan menghabiskan ikan di tambak.

Saat ini buaya tersebut diikat dan ditempatkan di sebuah kandang kayu berukuran 2,5 meter x 50 cm, yang ditempatkan di bagian belakang rumah Ismail.

"Buaya ini akan kami pelihara saja untuk dijadikan tontonan warga jika ada yang berminat berkunjung, dan dipasangi pengumuman dan tarif bagi setiap pengunjung," katanya. Menurut Ammang, buaya ini akan dijadikan tontonan bagi pengunjung dengan tarif Rp 5.000 per orang setiap berkunjung.

"Kami akan mencari lagi buaya lainnya agar supaya pengunjung lebih banyak datang kalau jumlah buaya lebih banyak. Makanya tempatnya harus kami perbaiki sehingga nantinya menjadi tujuan rekreasi warga Sangatta," ujar Ammang, yang diamini Muhammad Junaedi. [TMA, Ant]

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?