GATRANEWS

Ahok Ragukan Warga Kampung Pulo Asli Betawi
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepada tokoh masyarakat Betawi, Gubernur Basuki Tjahaja Purmana (Ahok)...
Synthesis Residence dan IndoRunners Gelar Indonesia Is Me #merdekaRun
Saturday, 22 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-70, Synthesis Residence Kemang dan...
Tinjau Kekeringan di Banten, Mentan Bagikan Pompa Air
Wednesday, 19 August 2015

Banten, GATRAnews - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus melakukan upaya penanganan...
Indonesia Ingatkan China Realisasikan Investasi Mliaran Dolar AS di Kalimantan
Tuesday, 11 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago mengingatkan...
Penyerapan Anggaran DKI Terendah Kedua di Indonesia
Monday, 10 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI pada semester kedua...
BI Tanam 2.000 Bibit Kayu Ulin di Bontang
Monday, 10 August 2015

Balikpapan, GATRAnews - Bank Indonesia menyumbangkan 1.000 bibit ulin (Eusideroxylon zwageri),...
Indonesia Dinilai Tidak Bisa Lagi Andalkan Ekspor Komoditas
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Pusat Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Lucky...
Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Trans Kalimantan
Wednesday, 22 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuldjono...
Oesman Sapta Prihatin Warga Perbatasan Beli Listrik Dari Malaysia
Wednesday, 15 July 2015

Pontianak, GATRAnews- Saat menyerap aspirasi masyarakat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu...
Oesman Sapta Prihatin Warga Perbatasan Beli Listrik Dari Malaysia
Wednesday, 15 July 2015

Pontianak, GATRAnews - Saat menyerap aspirasi masyarakat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu...
Lebaran, Ahok Mudik Untuk Wisata Kuliner Ketupat Belitung
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana pulang kampung atau mudik...
Antam - Inalum Kaji Penyertaan Modal di Smelter Kalimantan Barat
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mengaku, pihaknya bersama PT Indonesia...
Pemda Kaltim Tuntut Royalti Lebih Hingga Aset Pertamina di Blok Mahakam
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak dan Bupati Kutai...
Pertamina Targetkan Penemuan 90 juta Barel Tahun Ini
Sunday, 28 June 2015

Bulungan, GATRAnews - Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP menargetkan penemuan...
Menteri ESDM dan Gubernur Kaltim Sepakat Kelola Bersama Blok Mahakam
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan antara Pemerintah Pusat yang diwakili oleh Kementerian Energi dan...
Ada Oknum PKL Lenggang Jakarta Bermain Dua Kaki
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyerangan yang dilakukan ratusan pedagang kaki lima (PKL) Monas pada Sabtu...
Sebelum Acara Dimulai, Ketua DKPP Salami Peserta
Monday, 22 June 2015

Banjarmasin, GATRAnews – Ada suasana keakraban di Focus Group Discussion dengan tema...
Ini Tips Bagi Penyelenggara Pemilu Agar Tidak Diadukan ke DKPP
Monday, 22 June 2015

Banjarmasin, GATRAnews – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Prof. Jimly Asshiddiqie...
Pertamina dan BUMD Kaltim Kuasai 70% Blok Mahakam
Friday, 19 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah baru saja memutuskan nasib kepemilikan saham sekaligus pengelolaan...
MPR: Mahasiswa Jadi Agen Sosialisasi Empat Pilar
Monday, 15 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Sosialisasi empat pilar MPR RI dengan metode outbound, bagi kalangan mahasiswa...

Pohon Tertua di Dunia Ada di Kutai Timur

Samarinda, GATRAnews - Taman Nasional Kutai (TNK), di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan TImur, memiliki pohon ulin berumur kurang lebih 1.000 tahun. Pohon berdiameter 2,47 meter setinggi 20 meter itu dinyatakan sebagai pohon tertua di dunia.

"Kami temukan pertama kali pada tahun 1993. Pohon tersebut kemudian diukur, dan saat itu masih berdiameter 2 meter 41 senti, dengan tinggi sekitar 20 meter. Kini, diameternya menjadi 2 meter 47 cm," kata Sarjo, petugas pengamanan hutan kawasan TNK, kepada Antara, Senin (18/3).

Sebelumnya, kepada wartawan yang mengikuti "Jurnalism Field Trip" Taman Nasional Kutai, 15-17 Maret 2013, Sarjo menceritakan mengenai penemuannya itu.

"Saat itu, saya menemani seorang peneliti asal Jepang, Putuka Watanabe, yang melakukan penelitian spesies yang ada di Kawasan TNK, yang merupakan proyek Kyoto University. Saya melihatnya saat pulang menemani peneliti itu, kemudian saya sampaikan kepada Putuka Watanabe," katanya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan ulin setiap tahun hanya sekitar 0,5 cm, sehingga usia pohon diperkirakan kurang lebih 1.000 tahun.

"Tingginya saat ini sekitar 20 meter, diduga akibat terkena petir yang sebelumnya diperkirakan lebih 30 meter. Kondisi pohon ini masih hidup," kata Sarjo.

Untuk mencapai lokasi ulin raksasa tersebut, perjalanan ditempuh dari Kota Samarinda melalui jalur darat menuju ke Kantor Balai TNK di Desa Sangkima, Kabupaten Kutai Timur, dengan jarak tempuh 3-4 jam.

Dari Kantor Balai TNK tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menelusuri kawasan hutan sekitar satu jam lebih.

Temuan ulin terbesar dan tertua di dunia itu juga, lanjut Sarjo, dibenarkan peneliti dari Universitas Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan, Profesor Nengah Wirawan.

"Pak Prof Nengah Wirawan yang juga melakukan penelitian di TNK juga membenarkan bahwa pohon itu merupakan ulin tertua di dunia," ungkap Sarjo.

Sebanyak 18 wartawan baik lokal maupun nasional yang mengikuti yang mengikuti "Jurnalism Field Trip" Taman Nasional Kutai melakukan pengukuran terhadap ulin tersebut dengan cara saling berpegangan sambil melingkari pohon itu. Dibutuhkan tujuh orang yang saling berpegangan untuk bisa melingkari pohon tersebut.

Kepala Balai TNK, Erli Sukrismanto, mengakui bahwa keberadaan ulin terbesar itu saat ini masih terus dijaga sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia.

"Kita harus bangga sebab ada sebuah pohon terbesar di dunia dan tertua yang sampai saat masih tetap terjaga. Kami berharap, seluruh masyarakat maupun pihak terkait dapat menjaga dan melestarikan keberadaan kayu ulin, khususnya yang terbesar itu sebab selama ini, ulin masih masih menjadi incaran utama para pelaku pencurian kayu," kata Erli Sukrismanto. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?