GATRANEWS

Anak Terserang Leukimia Akut, Bapak Rela Jual Ginjal
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews-Seorang bapak bernama Gunadi (36) yang tinggal di Kampung Parigi Rt.002/011...
Kisruh Kontrak, Proyek Pipa Gas Kalimantan-Jawa Terancam Batal
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Mega proyek pembangunan jaringan pipa gas Kalimantan-Jawa (Kalija) dari blok...
Presiden Minta Warga Kawal Pembangunan Jalan Trans Kalimantan
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Usai mengunjungi Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong, Presiden Joko...
Jakarta Bagian Utara Bakal Diguyur Hujan Hari Ini
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan dengan...
Nelayan Kotabaru Kalsel Temukan Benda Mirip Moncong AirAsia QZ8501
Tuesday, 20 January 2015

Kotabaru, GATRANews - Benda yang diduga moncong pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan nelayan Tanjung...
Pemerintah Putuskan Blok Mahakam, Februari Mendatang
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan pemerintah...
Kementan akan Bangun 350.000 Ha Food Estate di Kalimantan‏ Mulai 2016
Friday, 16 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebagai upaya untuk mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian...
Pemerintah Kembangkan 13 Kawasan Industri Prioritas
Thursday, 15 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian sedang mengembangkan 13 kawasan industri prioritas...
Satu Lagi Korban Pohon Kebun Raya Bogor Meninggal
Tuesday, 13 January 2015

Bogor, GATRANews - Jumlah korban meninggal dunia akibat pohon tumbang di Kebun Raya Bogor, Jawa...
Pengembang Diimbau Turut Kembangkan Wisata Kuliner Pagedangan
Saturday, 10 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar...
Mendes Berharap, BUMDes Pagedangan Jadi Percontohan
Saturday, 10 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar pun...
Mendes Rekomendasikan Wisata Kuliner BUMDes Terbaik Banten
Saturday, 10 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Wisata kuliner milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pagedangan, Kecamatan...
Pembantai Orangutan di Kalimantan Sedang Diburu‏
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan PT Kayung Agro...
Lomba Kuliner di Rutan Pondok Bambu
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda bekerja sama dengan Palmy...
Kanal PT Antang Perlancar Transportasi Warga Tapin
Friday, 03 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2008 Provinsi Kalimantan Selatan...
Pemkab Tapin Bangun Ekowisata Bekantan Seluas 90 Hektar
Tuesday, 30 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, merancang pembangunan...
Asap Tebal, Gagalkan Pendaratan Garuda di Palangkaraya
Tuesday, 30 September 2014

Palangka Raya, GATRAnews - Kabut asap tebal kembali memaksa pilot Garuda Indonesia rute...
Kalteng ''Membara'' Dilanda 1.041 Titik Api
Friday, 26 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) membara karena terdapat 1.041 titik api...
Hujan Tak Padamkan Semua Titik Api di Kalimantan dan Sumatera
Sunday, 21 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Hujan yang turun di Kalimantan tak mampu memadamkan seluruh api yang membakar...
Lintas Khatulistiwa - 10 K Kalbar Berhadiah Rp. 90 Juta
Monday, 01 September 2014

Pontianak, GATRAnews – Hari Sabtu (31/8) pagi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko...
Error
  • There was a problem loading image kebakaran%20hutan.jpg

Pohon Tertua di Dunia Ada di Kutai Timur

Samarinda, GATRAnews - Taman Nasional Kutai (TNK), di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan TImur, memiliki pohon ulin berumur kurang lebih 1.000 tahun. Pohon berdiameter 2,47 meter setinggi 20 meter itu dinyatakan sebagai pohon tertua di dunia.

"Kami temukan pertama kali pada tahun 1993. Pohon tersebut kemudian diukur, dan saat itu masih berdiameter 2 meter 41 senti, dengan tinggi sekitar 20 meter. Kini, diameternya menjadi 2 meter 47 cm," kata Sarjo, petugas pengamanan hutan kawasan TNK, kepada Antara, Senin (18/3).

Sebelumnya, kepada wartawan yang mengikuti "Jurnalism Field Trip" Taman Nasional Kutai, 15-17 Maret 2013, Sarjo menceritakan mengenai penemuannya itu.

"Saat itu, saya menemani seorang peneliti asal Jepang, Putuka Watanabe, yang melakukan penelitian spesies yang ada di Kawasan TNK, yang merupakan proyek Kyoto University. Saya melihatnya saat pulang menemani peneliti itu, kemudian saya sampaikan kepada Putuka Watanabe," katanya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan ulin setiap tahun hanya sekitar 0,5 cm, sehingga usia pohon diperkirakan kurang lebih 1.000 tahun.

"Tingginya saat ini sekitar 20 meter, diduga akibat terkena petir yang sebelumnya diperkirakan lebih 30 meter. Kondisi pohon ini masih hidup," kata Sarjo.

Untuk mencapai lokasi ulin raksasa tersebut, perjalanan ditempuh dari Kota Samarinda melalui jalur darat menuju ke Kantor Balai TNK di Desa Sangkima, Kabupaten Kutai Timur, dengan jarak tempuh 3-4 jam.

Dari Kantor Balai TNK tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menelusuri kawasan hutan sekitar satu jam lebih.

Temuan ulin terbesar dan tertua di dunia itu juga, lanjut Sarjo, dibenarkan peneliti dari Universitas Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan, Profesor Nengah Wirawan.

"Pak Prof Nengah Wirawan yang juga melakukan penelitian di TNK juga membenarkan bahwa pohon itu merupakan ulin tertua di dunia," ungkap Sarjo.

Sebanyak 18 wartawan baik lokal maupun nasional yang mengikuti yang mengikuti "Jurnalism Field Trip" Taman Nasional Kutai melakukan pengukuran terhadap ulin tersebut dengan cara saling berpegangan sambil melingkari pohon itu. Dibutuhkan tujuh orang yang saling berpegangan untuk bisa melingkari pohon tersebut.

Kepala Balai TNK, Erli Sukrismanto, mengakui bahwa keberadaan ulin terbesar itu saat ini masih terus dijaga sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia.

"Kita harus bangga sebab ada sebuah pohon terbesar di dunia dan tertua yang sampai saat masih tetap terjaga. Kami berharap, seluruh masyarakat maupun pihak terkait dapat menjaga dan melestarikan keberadaan kayu ulin, khususnya yang terbesar itu sebab selama ini, ulin masih masih menjadi incaran utama para pelaku pencurian kayu," kata Erli Sukrismanto. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?