GATRANEWS

Indonesia Dinilai Tidak Bisa Lagi Andalkan Ekspor Komoditas
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Pusat Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Lucky...
Kementerian PUPR Percepat Pembangunan Trans Kalimantan
Wednesday, 22 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuldjono...
Oesman Sapta Prihatin Warga Perbatasan Beli Listrik Dari Malaysia
Wednesday, 15 July 2015

Pontianak, GATRAnews- Saat menyerap aspirasi masyarakat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu...
Oesman Sapta Prihatin Warga Perbatasan Beli Listrik Dari Malaysia
Wednesday, 15 July 2015

Pontianak, GATRAnews - Saat menyerap aspirasi masyarakat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu...
Lebaran, Ahok Mudik Untuk Wisata Kuliner Ketupat Belitung
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana pulang kampung atau mudik...
Antam - Inalum Kaji Penyertaan Modal di Smelter Kalimantan Barat
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) mengaku, pihaknya bersama PT Indonesia...
Pemda Kaltim Tuntut Royalti Lebih Hingga Aset Pertamina di Blok Mahakam
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak dan Bupati Kutai...
Pertamina Targetkan Penemuan 90 juta Barel Tahun Ini
Sunday, 28 June 2015

Bulungan, GATRAnews - Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP menargetkan penemuan...
Menteri ESDM dan Gubernur Kaltim Sepakat Kelola Bersama Blok Mahakam
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan antara Pemerintah Pusat yang diwakili oleh Kementerian Energi dan...
Ada Oknum PKL Lenggang Jakarta Bermain Dua Kaki
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyerangan yang dilakukan ratusan pedagang kaki lima (PKL) Monas pada Sabtu...
Sebelum Acara Dimulai, Ketua DKPP Salami Peserta
Monday, 22 June 2015

Banjarmasin, GATRAnews – Ada suasana keakraban di Focus Group Discussion dengan tema...
Ini Tips Bagi Penyelenggara Pemilu Agar Tidak Diadukan ke DKPP
Monday, 22 June 2015

Banjarmasin, GATRAnews – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Prof. Jimly Asshiddiqie...
Pertamina dan BUMD Kaltim Kuasai 70% Blok Mahakam
Friday, 19 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah baru saja memutuskan nasib kepemilikan saham sekaligus pengelolaan...
MPR: Mahasiswa Jadi Agen Sosialisasi Empat Pilar
Monday, 15 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Sosialisasi empat pilar MPR RI dengan metode outbound, bagi kalangan mahasiswa...
Ahok: 40% Kinerja PNS DKI Ngaco
Thursday, 11 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut 40% dari 73.000 pegawai negeri...
BKOW Jakarta Gelar Festival Kuliner Nusantara
Monday, 08 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) DKI menggelar Festival Kuliner...
Semen Indonesia Reklamasi 30,7 Hektar Lahan Bekas Tambang di Tuban
Thursday, 04 June 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melakukan reklamasi bekas tambang, melalui...
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Menghibahkan Lahannya Kepada DPD RI
Wednesday, 03 June 2015

Palangkaraya, GATRAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Farouk...
Ahok Jamin Makanan Lenggang Jakarta Bebas Formalin dan Boraks
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Lenggang Jakarta, pusat...
BKPM Dorong Investasi Maritim dan Pariwisata di Indonesia Timur‏
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) meliputi 13 provinsi yang ada di wilayah...

Pohon Tertua di Dunia Ada di Kutai Timur

Samarinda, GATRAnews - Taman Nasional Kutai (TNK), di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan TImur, memiliki pohon ulin berumur kurang lebih 1.000 tahun. Pohon berdiameter 2,47 meter setinggi 20 meter itu dinyatakan sebagai pohon tertua di dunia.

"Kami temukan pertama kali pada tahun 1993. Pohon tersebut kemudian diukur, dan saat itu masih berdiameter 2 meter 41 senti, dengan tinggi sekitar 20 meter. Kini, diameternya menjadi 2 meter 47 cm," kata Sarjo, petugas pengamanan hutan kawasan TNK, kepada Antara, Senin (18/3).

Sebelumnya, kepada wartawan yang mengikuti "Jurnalism Field Trip" Taman Nasional Kutai, 15-17 Maret 2013, Sarjo menceritakan mengenai penemuannya itu.

"Saat itu, saya menemani seorang peneliti asal Jepang, Putuka Watanabe, yang melakukan penelitian spesies yang ada di Kawasan TNK, yang merupakan proyek Kyoto University. Saya melihatnya saat pulang menemani peneliti itu, kemudian saya sampaikan kepada Putuka Watanabe," katanya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan ulin setiap tahun hanya sekitar 0,5 cm, sehingga usia pohon diperkirakan kurang lebih 1.000 tahun.

"Tingginya saat ini sekitar 20 meter, diduga akibat terkena petir yang sebelumnya diperkirakan lebih 30 meter. Kondisi pohon ini masih hidup," kata Sarjo.

Untuk mencapai lokasi ulin raksasa tersebut, perjalanan ditempuh dari Kota Samarinda melalui jalur darat menuju ke Kantor Balai TNK di Desa Sangkima, Kabupaten Kutai Timur, dengan jarak tempuh 3-4 jam.

Dari Kantor Balai TNK tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menelusuri kawasan hutan sekitar satu jam lebih.

Temuan ulin terbesar dan tertua di dunia itu juga, lanjut Sarjo, dibenarkan peneliti dari Universitas Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan, Profesor Nengah Wirawan.

"Pak Prof Nengah Wirawan yang juga melakukan penelitian di TNK juga membenarkan bahwa pohon itu merupakan ulin tertua di dunia," ungkap Sarjo.

Sebanyak 18 wartawan baik lokal maupun nasional yang mengikuti yang mengikuti "Jurnalism Field Trip" Taman Nasional Kutai melakukan pengukuran terhadap ulin tersebut dengan cara saling berpegangan sambil melingkari pohon itu. Dibutuhkan tujuh orang yang saling berpegangan untuk bisa melingkari pohon tersebut.

Kepala Balai TNK, Erli Sukrismanto, mengakui bahwa keberadaan ulin terbesar itu saat ini masih terus dijaga sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia.

"Kita harus bangga sebab ada sebuah pohon terbesar di dunia dan tertua yang sampai saat masih tetap terjaga. Kami berharap, seluruh masyarakat maupun pihak terkait dapat menjaga dan melestarikan keberadaan kayu ulin, khususnya yang terbesar itu sebab selama ini, ulin masih masih menjadi incaran utama para pelaku pencurian kayu," kata Erli Sukrismanto. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?