GATRANEWS

Ahok Usut Mark Up Pembangunan Balai Betawi
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sedang menginvestigasi dugaan mark...
Mentan Janjikan 40% Lahan Food Estate untuk Petani Plasma
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin bahwa pembangunan Food Estate di...
Mentan Janjikan 40% Lahan Food Estate untuk Petani Plasma
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin bahwa pembangunan Food Estate di...
10.000 Pramuka Santri akan Melantunkan Madihin di Kalimantan Selatan
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke-IV siap dilaksanakan di Bumi...
Para Gubernur di Kalimantan Minta Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Para Gubernur yang tergabung dalam Forum Kerja Sama Revitalisasi dan...
Menristekdikti Lantik Rektor Untan Pontianak, Prof Thamrin Usman‏
Tuesday, 14 April 2015

Pontianak, GATRAnews - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad...
Menperin Minta Jepang Tingkatkan Kerja Sama Industri
Thursday, 09 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan sejumlah pengusaha Jepang...
Menperin Minta Jepang Tingkatkan Kerja Sama Industri
Thursday, 09 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima kunjungan sejumlah pengusaha Jepang...
Gubernur Cornelis Buka Pameran Batu Permata Terbesar di Kalbar
Friday, 03 April 2015

Pontianak, GATRAnews – Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis secara resmi membuka pemeran batu...
Wika Beton Rambah Pasar Kaltim
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya Beton (Persero) Tbk menggenjot ekspansinya dengan merambah ke...
Marwan: Indonesia Harus Jadi Eksportir Jeruk
Friday, 27 March 2015

Malang, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)...
Jokowi ''Tantang'' Pengusaha Jepang Investasi di Indonesia
Wednesday, 25 March 2015

Tokyo, GATRAnews - Presiden Joko Widodo menantang para pengusaha Jepang agar berinvestasi di...
Pemerintah Serahkan 100% Pengelolaan Blok Mahakam ke Pertamina
Thursday, 12 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menyerahkan 100% pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur ke PT...
Pemerintah Serahkan Pengelolaan Blok Mahakam Kepada Pertamina
Monday, 09 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam, Kalimantan Timur, kepada PT...
Tanam Pohon Kemiri di Kalbar, Panglima TNI: Untuk Ketahanan Pangan Dan Perlindungan Prajurit
Sunday, 08 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko melakukan penanaman pohon Kemiri Sunan...
Manajemen General Motors Temui Menperin ungkap alasan penutupan pabrik
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Manajemen General Motors (GM) Indonesia akhirnya memberi penjelasan secara...
Fesyen Tempati Peringkat Kedua Kontribusi Ekonomi Kreatif
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Sektor fesyen (mode) di Indonesia menempati urutan kedua dalam kontribusi...
Titiek Soeharto Apresiasi Keberhasilan Perikanan Budidaya di Banjar
Wednesday, 25 February 2015

Banjar-GATRAnews- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengatakan bahwa DPR merasa cukup...
Kemenperin Targetkan Pertumbuhan Industri di Luar Jawa
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan peningkatan pertumbuhan...
Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran Rp 9,8 Trilyun untuk Kalimantan
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk...

Pohon Tertua di Dunia Ada di Kutai Timur

Samarinda, GATRAnews - Taman Nasional Kutai (TNK), di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan TImur, memiliki pohon ulin berumur kurang lebih 1.000 tahun. Pohon berdiameter 2,47 meter setinggi 20 meter itu dinyatakan sebagai pohon tertua di dunia.

"Kami temukan pertama kali pada tahun 1993. Pohon tersebut kemudian diukur, dan saat itu masih berdiameter 2 meter 41 senti, dengan tinggi sekitar 20 meter. Kini, diameternya menjadi 2 meter 47 cm," kata Sarjo, petugas pengamanan hutan kawasan TNK, kepada Antara, Senin (18/3).

Sebelumnya, kepada wartawan yang mengikuti "Jurnalism Field Trip" Taman Nasional Kutai, 15-17 Maret 2013, Sarjo menceritakan mengenai penemuannya itu.

"Saat itu, saya menemani seorang peneliti asal Jepang, Putuka Watanabe, yang melakukan penelitian spesies yang ada di Kawasan TNK, yang merupakan proyek Kyoto University. Saya melihatnya saat pulang menemani peneliti itu, kemudian saya sampaikan kepada Putuka Watanabe," katanya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan ulin setiap tahun hanya sekitar 0,5 cm, sehingga usia pohon diperkirakan kurang lebih 1.000 tahun.

"Tingginya saat ini sekitar 20 meter, diduga akibat terkena petir yang sebelumnya diperkirakan lebih 30 meter. Kondisi pohon ini masih hidup," kata Sarjo.

Untuk mencapai lokasi ulin raksasa tersebut, perjalanan ditempuh dari Kota Samarinda melalui jalur darat menuju ke Kantor Balai TNK di Desa Sangkima, Kabupaten Kutai Timur, dengan jarak tempuh 3-4 jam.

Dari Kantor Balai TNK tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menelusuri kawasan hutan sekitar satu jam lebih.

Temuan ulin terbesar dan tertua di dunia itu juga, lanjut Sarjo, dibenarkan peneliti dari Universitas Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan, Profesor Nengah Wirawan.

"Pak Prof Nengah Wirawan yang juga melakukan penelitian di TNK juga membenarkan bahwa pohon itu merupakan ulin tertua di dunia," ungkap Sarjo.

Sebanyak 18 wartawan baik lokal maupun nasional yang mengikuti yang mengikuti "Jurnalism Field Trip" Taman Nasional Kutai melakukan pengukuran terhadap ulin tersebut dengan cara saling berpegangan sambil melingkari pohon itu. Dibutuhkan tujuh orang yang saling berpegangan untuk bisa melingkari pohon tersebut.

Kepala Balai TNK, Erli Sukrismanto, mengakui bahwa keberadaan ulin terbesar itu saat ini masih terus dijaga sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia.

"Kita harus bangga sebab ada sebuah pohon terbesar di dunia dan tertua yang sampai saat masih tetap terjaga. Kami berharap, seluruh masyarakat maupun pihak terkait dapat menjaga dan melestarikan keberadaan kayu ulin, khususnya yang terbesar itu sebab selama ini, ulin masih masih menjadi incaran utama para pelaku pencurian kayu," kata Erli Sukrismanto. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?