GATRANEWS

Papua Targetkan Bebas Malaria 2030
Sunday, 26 April 2015

Jayapura, GATRAnews- Pemerintah Provinsi Papua menargetkan pada 2030 masyarakat setempat akan bebas...
Ahok: MRT Tidak Ganggu KTT Asia Afrika
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan proyek Mass Rapid...
Kadin Perkuat UKM Potensial di Papua
Thursday, 16 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Perdagangan...
Tjahjo Kumolo: Kisruh APBD DKI Pertama Kali di Indonesia
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Dalam Negeri Tjahajo Kumolo mengakui baru pertama kali menghadapi...
Prajurit TNI-Polri di Perbatasan Papua Nugini Bangun Masjid
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Prajurit TNI Batalyon Infanteri 400/Raider yang tergabung dalam Satuan Tugas...
Dua Tersangka Korupsi UPS Diberhentikan Ahok
Sunday, 12 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Dua tersangka kasus korupsi pengadaan uninterraptable power supply (UPS)...
Semen Indonesia Bangun Pabrik Semen Pertama di Papua, 2016
Wednesday, 08 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Pemerintah Kabupaten Jayapura, melalui...
Semen Indonesia Akan Bangun Pabrik di Jayapura Senilai US$150 Juta
Tuesday, 07 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan membangun pabrik semen terintegrasi...
Krakatau Steel Tutup Pabrik Hulunya
Saturday, 04 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) dalam perbaikan kinerja keuangannya di...
Jokowi ''Tantang'' Pengusaha Jepang Investasi di Indonesia
Wednesday, 25 March 2015

Tokyo, GATRAnews - Presiden Joko Widodo menantang para pengusaha Jepang agar berinvestasi di...
PT Freeport Bangun Smelter di Paomako‏
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pabrik pengolahan dan pemurnian hasil tambang atau smelter untuk PT Freeport...
Kementerian ESDM Serahkan Rekomendasi Blok Mahakam ke Presiden, April
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri ESDM Sudirman Said akan menyerahkan rekomendasi terkait kelanjutan...
Kementerian ESDM Serahkan Rekomendasi Blok Mahakam ke Presiden, April
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri ESDM Sudirman Said akan menyerahkan rekomendasi terkait kelanjutan...
Nitizen Antre Lamar Jadi Admin Twitter Haji Lulung
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Politisi PPP yang mendunia lewat #SaveHajiLulung, Abraham Lunggana (Haji...
Perhutani Rampungkan Pabrik Sagu di Papua Tahun Ini‏
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Perum Perhutani, badan usaha milik negara yang bergerak di bidang penjualan...
Kader APKLI Terpilih Jadi Ketua Umum DPP KNPI 2015-2018
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPW Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Provinsi Papua...
Indonesia Dukung Papua Nugini Ketua APEC 2018
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Indonesia mendukung Papua Nugini sebagai Ketua Asia-Pacific...
BKPM Targetkan Realisasi Investasi Papua Rp 265 Triliun Selama 2015-2019
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi di...
Dua Calon Ketum KNPI Teken Kesepakatan Damai
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Dua dari enam calon ketua umum (ketum) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)...
Bupati Jayapura Dukung Roni Jadi Ketum KNPI
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mendukung Ahmad Sahroni menjadi calon ketua...

Goliat Tabuni Diimbau Hentikan Kekerasan

Jayapura, GATRAnews - Ketua umum badan pelayan pusat atau pimpinan Persekutuan Gereja Gereja Baptis Papua (PGGBP), Pendeta Socrates Sofyan Yoman, meminta Goliat Tabuni dan kelompoknya agar menghentikan kekerasan yang mereka lakukan selama ini.

Imbauan pendeta itu menyusul sejumlah kekerasan berupa penembakan terhadap delapan aparat TNI dan empat warga sipil, serta melukai beberapa orang lainya, yang terjadi di Sinak, Kabupaten Puncak dan Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, pada 21 Februari lalu. Sejumlah kasus kekerasan lainnya juga terjadi, dan memakan korban baik materi dan imateri.

"Saya minta kepada Goliat Tabuni dan rekan-rekan agar tidak lagi menggunakan cara-cara kekerasan. Kekerasan sudah tidak zamannya lagi, tapi dengan cara perjuangan damai lewat dialog yang bermartabat itu yang baik karena tidak mengorbankan rakyat banyak," kata Pendeta Socrates kepada Antara, di Jayapura, Papua, Kamis (7/3).

"Kekerasan itu tidak pernah menyelesaikan persoalan, kekerasan itu selalu melahirkan kekerasan yang lebih masif dan lebih keras.  Jadi untuk menyelesaikan masalah atau persoalan Papua itu harus melalui pendekatan damai. Saya harap teman-teman yang berada atau yang menggunakan kekerasan seperti Goliat Tabuni harus dihentikan," katanya.

Lebih lanjut, pendeta yang rajin menulis opini di berbagai media cetak lokal dan nasional itu, juga mempertanyakan apakah benar penembakan di Puncak dan Puncak Jaya benar-benar dilakukan oleh Goliat Tabuni dan kawan-kawan. Atau apakah ada pihak lain yang mencoba mencari keuntungan di balik peristiwa memilukan itu. "Dan Apakah Goliat Tabuni atau bukan, ini kan jadi pertanyaan juga, seluruh kekerasan di Papua, dari Sorong-Merauke harus dihentikan," katanya.

Socrates juga menyampaikan jika kekerasan-kekerasan tersebut terus diberikan ruang maka hal itu akan memberikan legitimasi kepada negara untuk menumpas kekerasan yang terjadi yang bisa berujung pada pengiriman pasukan yang lebih besar dan bisa memutuskan kehidupan orang Papua yang sudah sedikit jadi tambah habis dan punah.

"Jadi saya tegaskan lagi, apakah kekerasan yang terjadi di Sinak, Kabupaten Puncak dan di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya itu apakah dilakukan oleh OPM? Itu menjadi pertanyaan, karena sejak 2004 hingga sekarang kekerasan itu terus terjadi tidak pernah berhenti dan belum terungkap," katanya.

Ketika disinggung soal legislatif dan eksekutif di daerah dan di Papua yang terkesan diam dan tidak berbuat apa-apa, Socrates sampaikan hal itu tidak bisa dikatakan begitu, "Jadi begini, kita tidak bisa melihat Pemerintah Provinsi Papua atau pemerintah di daerah seperti itu tapi ini remot kontrolnya ada di Jakarta," katanya.

"Jakarta punya kepentingan, jadi siklus kekerasan itu didiamkan seperti itu. Jadi pemerintah di Papua itu 'powerless' atau tidak punya daya sama sekali untuk mengatakan ini, kalau dia melawan dia akan ditekan oleh yang punya kepentingan," lanjutnya.

Socrates juga mengaku sependapat dengan Pendeta Beny Giay yang mengimbau agar warga masyarakat asli Papua untuk tidak tergiur membeli senjata api dan amunisi. "Kami mengimbau kepada rakyat sipil, orang asli Papua jangan beli senjata, untuk melawan negara atau melawan kekerasan ini, sebaiknya sekolahkan anak setelah sekolah baru berjuang berbicara tentang kebenaran, berjuang dan berbicara secara bermartabat," katanya.

"Untuk itu kami imbau kepada seluruh masyarakat Papua tidak usah beli senjata, senjata itu sekarang dijual liar (bebas), belilah buku di Toko Buku Yoman Ninom, supaya bisa gunakan senjata, dengan peluru yakni 26 pahlawan A-Z, untuk berjuang," tambahnya. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?