GATRANEWS

Inilah Sejumlah Jalan Trans Papua yang Beroperasi‏
Friday, 22 May 2015

Jayapura, GATRAnews- Balai Jalan dan Jembatan Nasional X Jayapura, Papua mengaku sejumlah ruas...
Polisi Kembali Tetapkan Satu Tersangka Pendukung MSG‏
Thursday, 21 May 2015

Jayapura, GATRAnews - Polisi kembali menetapkan satu orang tersangka dalam unjuk rasa mendukung...
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka, Dukung Gerakan Separatis Papua
Thursday, 21 May 2015

Jayapura, GATRAnews- Kepolisian Polda Papua Barat menetapkan tiga tersangka dalam kasus mendukung...
SMAN 5 ANGKASA JAYAPURA TARGETKAN MASUK GRAND FINAL LCC EMPAT PILAR
Wednesday, 20 May 2015

GATRAnews - Pagi menjelang siang  tanggal 6 Mei 2015 tim pembekalan persiapan lomba Cerdas Cermat...
Satgas Pamtas RI-PNG Bantu SD Inpres di Papua
Tuesday, 19 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 400/Raider Letkol Inf Heri Bambang Wahyudi...
Ketua MPR Janji Desak Pemerintah Tuntaskan Kasus Tragedi Trisakti
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan hari ini menerima audiensi dari keluarga korban...
Mensos: 5.900 Anak Jadi Korban Kekerasan
Sunday, 17 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat ada 4,1 juta anak mengalami berbagai...
Pemerintah Segera Bebaskan 90 Tapol Asal Papua
Sunday, 17 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy...
Permintaan Maaf Bupati Biak Setelah Pukul Wartawan, Tidak Cukup
Wednesday, 13 May 2015

Jayapura, GATRAnews - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Papua menyatakan, permintaan maaf Bupati...
Bupati Biak Stres, Pukul Wartawan!
Wednesday, 13 May 2015

Jayapura, GATRAnews- Kepolisian Daerah Papua berjanji akan menyelesaikan dugaan kasus pemukulan...
6 Sandera di Lanny Jaya, Papua, Telah Bebas
Wednesday, 13 May 2015

Jayapura, GATRAnews - Aparat keamanan dan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berhasil membebaskan 6...
Jokowi Ingin Produk Indonesia ''Serbu'' Papua Nugini
Wednesday, 13 May 2015

Port Moresby, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap produk Indonesia bisa masuk dan...
Puluhan Warga Saling Serang di Yahukimo, Papua, 4 Kena Panah
Monday, 11 May 2015

Jayapura, GATRAnews - Sebanyak empat orang kena luka panah akibat bentrok warga dua kampung yang...
Warga Sandera Pekerja Jalan di Lanny Jaya‏
Monday, 11 May 2015

Jayapura, GATRAnews- Polisi memberikan batas waktu 2 x 24 jam untuk melepaskan enam orang sandera...
Jurnalis Papua: Bupati Biak Numfor Harus Bertanggung Jawab!
Monday, 11 May 2015

Jayapura, GATRAnews- Puluhan jurnalis di Kota Jayapura, Papua meminta Bupati Biak Numfor, Thomas...
Jokowi akan Bangun Jalanan, Lumbung Pangan dan Serat Optik di Papua
Monday, 11 May 2015

Papua Barat, GATRAnews - Presiden Joko Widodo berkeliling Papua dari 8 hingga 11 Mei 2015. Selama 4...
Kunjungan Kerja Jokowi ke Papua Tanpa Didampingi Gubernur Papua
Sunday, 10 May 2015

Jayapura, GATRAnews- Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah di Papua, tanpa...
Panglima TNI: Stop Stigma Orang Papua Sebagai OPM‏
Saturday, 09 May 2015

Jayapura, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak pernah memberikan instruksi khusus untuk...
Pemerintah Tetapkan 65% Formasi CPNS untuk Putra Papua
Saturday, 09 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah pusat mempunyai kebijakan khusus, yakni memberikan kesempatan lebih...
Lambatnya Penetapan Gas di Papua Barat, Hambat Investasi
Friday, 08 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai, lambatnya penetapan alokasi...

Goliat Tabuni Diimbau Hentikan Kekerasan

Jayapura, GATRAnews - Ketua umum badan pelayan pusat atau pimpinan Persekutuan Gereja Gereja Baptis Papua (PGGBP), Pendeta Socrates Sofyan Yoman, meminta Goliat Tabuni dan kelompoknya agar menghentikan kekerasan yang mereka lakukan selama ini.

Imbauan pendeta itu menyusul sejumlah kekerasan berupa penembakan terhadap delapan aparat TNI dan empat warga sipil, serta melukai beberapa orang lainya, yang terjadi di Sinak, Kabupaten Puncak dan Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, pada 21 Februari lalu. Sejumlah kasus kekerasan lainnya juga terjadi, dan memakan korban baik materi dan imateri.

"Saya minta kepada Goliat Tabuni dan rekan-rekan agar tidak lagi menggunakan cara-cara kekerasan. Kekerasan sudah tidak zamannya lagi, tapi dengan cara perjuangan damai lewat dialog yang bermartabat itu yang baik karena tidak mengorbankan rakyat banyak," kata Pendeta Socrates kepada Antara, di Jayapura, Papua, Kamis (7/3).

"Kekerasan itu tidak pernah menyelesaikan persoalan, kekerasan itu selalu melahirkan kekerasan yang lebih masif dan lebih keras.  Jadi untuk menyelesaikan masalah atau persoalan Papua itu harus melalui pendekatan damai. Saya harap teman-teman yang berada atau yang menggunakan kekerasan seperti Goliat Tabuni harus dihentikan," katanya.

Lebih lanjut, pendeta yang rajin menulis opini di berbagai media cetak lokal dan nasional itu, juga mempertanyakan apakah benar penembakan di Puncak dan Puncak Jaya benar-benar dilakukan oleh Goliat Tabuni dan kawan-kawan. Atau apakah ada pihak lain yang mencoba mencari keuntungan di balik peristiwa memilukan itu. "Dan Apakah Goliat Tabuni atau bukan, ini kan jadi pertanyaan juga, seluruh kekerasan di Papua, dari Sorong-Merauke harus dihentikan," katanya.

Socrates juga menyampaikan jika kekerasan-kekerasan tersebut terus diberikan ruang maka hal itu akan memberikan legitimasi kepada negara untuk menumpas kekerasan yang terjadi yang bisa berujung pada pengiriman pasukan yang lebih besar dan bisa memutuskan kehidupan orang Papua yang sudah sedikit jadi tambah habis dan punah.

"Jadi saya tegaskan lagi, apakah kekerasan yang terjadi di Sinak, Kabupaten Puncak dan di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya itu apakah dilakukan oleh OPM? Itu menjadi pertanyaan, karena sejak 2004 hingga sekarang kekerasan itu terus terjadi tidak pernah berhenti dan belum terungkap," katanya.

Ketika disinggung soal legislatif dan eksekutif di daerah dan di Papua yang terkesan diam dan tidak berbuat apa-apa, Socrates sampaikan hal itu tidak bisa dikatakan begitu, "Jadi begini, kita tidak bisa melihat Pemerintah Provinsi Papua atau pemerintah di daerah seperti itu tapi ini remot kontrolnya ada di Jakarta," katanya.

"Jakarta punya kepentingan, jadi siklus kekerasan itu didiamkan seperti itu. Jadi pemerintah di Papua itu 'powerless' atau tidak punya daya sama sekali untuk mengatakan ini, kalau dia melawan dia akan ditekan oleh yang punya kepentingan," lanjutnya.

Socrates juga mengaku sependapat dengan Pendeta Beny Giay yang mengimbau agar warga masyarakat asli Papua untuk tidak tergiur membeli senjata api dan amunisi. "Kami mengimbau kepada rakyat sipil, orang asli Papua jangan beli senjata, untuk melawan negara atau melawan kekerasan ini, sebaiknya sekolahkan anak setelah sekolah baru berjuang berbicara tentang kebenaran, berjuang dan berbicara secara bermartabat," katanya.

"Untuk itu kami imbau kepada seluruh masyarakat Papua tidak usah beli senjata, senjata itu sekarang dijual liar (bebas), belilah buku di Toko Buku Yoman Ninom, supaya bisa gunakan senjata, dengan peluru yakni 26 pahlawan A-Z, untuk berjuang," tambahnya. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?