GATRANEWS

Puasa, Kebutuhan BBM di Papua Meningkat‏
Saturday, 04 July 2015

Jayapura, GATRAnews - Pertamina Jayapura mengklaim telah terjadi peningkatan permintaan bahan bakar...
Lagi: Pesta Miras Oplosan di Puncak Jaya, Satu Tewas‏
Thursday, 02 July 2015

Jayapura, GATRAnews- Pesta miras (minuman keras) selama tiga hari berturut-turut di Mulia, ibukota...
Pemerintah Beri Sinyal Kuat Perpanjang Pertambangan Freeport
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo baru saja menerima kunjungan Chairman of Freeport McMoran...
Pemerintah Beri Sinyal Kuat Perpanjang Pertambangan Freeport
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo baru saja menerima kunjungan Chairman of Freeport McMoran...
Bos Freeport Bertemu Presiden Jokowi Bahas Kontrak Baru
Thursday, 02 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan Bos Freeport dan Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh dua...
HUT Polri, Kekerasan di Papua Menurun
Wednesday, 01 July 2015

Jayapura, GATRAnews- Polda Papua mengklaim sepanjang satu semester di tahun ini, kekerasan di Bumi...
Inilah Kendala Tersendatnya Pencairan Dana Desa di Papua‏
Tuesday, 30 June 2015

Jayapura, GATRAnews- Ribuan desa di Papua terancam tak menerima dana desa, karena aparat pedesaan...
Pemprov Papua Larang Miras Beredar
Tuesday, 30 June 2015

Jayapura, GATRAnews- Pemprov Papua bakal menerapkan pelarangan minuman keras (miras) dalam bentuk...
Tim Pengelola SDA Papua Gelar Rapat Perdana Bahas Percepatan Ekonomi
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia...
Pemegang Saham Desak Perombakan Direksi Bank Papua
Saturday, 27 June 2015

Jayapura, GATRAnews - Sejumlah kepala daerah di Papua mendesak rapat umum pemegang saham (RUPS)...
Ahok Pilih Patuhi KPK daripada Menpan RB
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menolak mengizinkan PNS Pemerintah Provinsi...
Pejabat dan PNS DKI Dilarang Terima Parsel Lebaran
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan kembali pejabat dan PNS di...
BNN Papua Temukan Lima Pohon Ganja‏ di Sentani
Tuesday, 23 June 2015

Jayapura, GATRAnews- Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua menemukan lima pohon ganja yang ditanam...
Mentan Amran: Diversifikasi Pangan Perlu Diperkuat‏
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya memperkuat...
PLN Jayapura Tak Jamin Ketersediaan Listrik Selama Ramadhan‏
Sunday, 21 June 2015

Jayapura, GATRAnews- PLN wilayah Jayapura tak menjamin ketersediaan listrik selama bulan suci...
Antisipasi Warga Ikut Gerakan Separatis, Kodim Jayapura Waspadai Jalur Perbatasan‏
Friday, 19 June 2015

Jayapura, GATRAnews- Jajaran Kodim 1701/Jayapura mengantisipasi sejumlah jalan masuk ke wilayah...
Konpak Papua Minta Polisi Usut Dugaan Korupsi Rp 67 M di Lanny Jaya‏
Monday, 15 June 2015

Jayapura, GATRAnews- Komite Nasional Pemuda Pancasila Anti Korupsi Provinsi Papua (Konpak) meminta...
Polisi Selidiki Indikasi Korupsi Mess DPR Papua‏
Monday, 15 June 2015

Jayapura, GATRAnews- Polda Papua mulai menyelidiki dugaan kasus korupsi pembangunan mess DPR Papua...
Korban Investasi Bodong ''Wondermind'' di Papua Minta Polisi Tahan Semua yang Terlibat
Monday, 15 June 2015

Jayapura, GATRAnews- Korban investasi bodong Wondermind, minta penyidik Polda Papua menahan 4 dari...
Wagub Nilai Tito Karnavian Punya Segudang Prestasi
Monday, 15 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menyambut baik Irjen Polisi Tito...

Goliat Tabuni Diimbau Hentikan Kekerasan

Jayapura, GATRAnews - Ketua umum badan pelayan pusat atau pimpinan Persekutuan Gereja Gereja Baptis Papua (PGGBP), Pendeta Socrates Sofyan Yoman, meminta Goliat Tabuni dan kelompoknya agar menghentikan kekerasan yang mereka lakukan selama ini.

Imbauan pendeta itu menyusul sejumlah kekerasan berupa penembakan terhadap delapan aparat TNI dan empat warga sipil, serta melukai beberapa orang lainya, yang terjadi di Sinak, Kabupaten Puncak dan Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, pada 21 Februari lalu. Sejumlah kasus kekerasan lainnya juga terjadi, dan memakan korban baik materi dan imateri.

"Saya minta kepada Goliat Tabuni dan rekan-rekan agar tidak lagi menggunakan cara-cara kekerasan. Kekerasan sudah tidak zamannya lagi, tapi dengan cara perjuangan damai lewat dialog yang bermartabat itu yang baik karena tidak mengorbankan rakyat banyak," kata Pendeta Socrates kepada Antara, di Jayapura, Papua, Kamis (7/3).

"Kekerasan itu tidak pernah menyelesaikan persoalan, kekerasan itu selalu melahirkan kekerasan yang lebih masif dan lebih keras.  Jadi untuk menyelesaikan masalah atau persoalan Papua itu harus melalui pendekatan damai. Saya harap teman-teman yang berada atau yang menggunakan kekerasan seperti Goliat Tabuni harus dihentikan," katanya.

Lebih lanjut, pendeta yang rajin menulis opini di berbagai media cetak lokal dan nasional itu, juga mempertanyakan apakah benar penembakan di Puncak dan Puncak Jaya benar-benar dilakukan oleh Goliat Tabuni dan kawan-kawan. Atau apakah ada pihak lain yang mencoba mencari keuntungan di balik peristiwa memilukan itu. "Dan Apakah Goliat Tabuni atau bukan, ini kan jadi pertanyaan juga, seluruh kekerasan di Papua, dari Sorong-Merauke harus dihentikan," katanya.

Socrates juga menyampaikan jika kekerasan-kekerasan tersebut terus diberikan ruang maka hal itu akan memberikan legitimasi kepada negara untuk menumpas kekerasan yang terjadi yang bisa berujung pada pengiriman pasukan yang lebih besar dan bisa memutuskan kehidupan orang Papua yang sudah sedikit jadi tambah habis dan punah.

"Jadi saya tegaskan lagi, apakah kekerasan yang terjadi di Sinak, Kabupaten Puncak dan di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya itu apakah dilakukan oleh OPM? Itu menjadi pertanyaan, karena sejak 2004 hingga sekarang kekerasan itu terus terjadi tidak pernah berhenti dan belum terungkap," katanya.

Ketika disinggung soal legislatif dan eksekutif di daerah dan di Papua yang terkesan diam dan tidak berbuat apa-apa, Socrates sampaikan hal itu tidak bisa dikatakan begitu, "Jadi begini, kita tidak bisa melihat Pemerintah Provinsi Papua atau pemerintah di daerah seperti itu tapi ini remot kontrolnya ada di Jakarta," katanya.

"Jakarta punya kepentingan, jadi siklus kekerasan itu didiamkan seperti itu. Jadi pemerintah di Papua itu 'powerless' atau tidak punya daya sama sekali untuk mengatakan ini, kalau dia melawan dia akan ditekan oleh yang punya kepentingan," lanjutnya.

Socrates juga mengaku sependapat dengan Pendeta Beny Giay yang mengimbau agar warga masyarakat asli Papua untuk tidak tergiur membeli senjata api dan amunisi. "Kami mengimbau kepada rakyat sipil, orang asli Papua jangan beli senjata, untuk melawan negara atau melawan kekerasan ini, sebaiknya sekolahkan anak setelah sekolah baru berjuang berbicara tentang kebenaran, berjuang dan berbicara secara bermartabat," katanya.

"Untuk itu kami imbau kepada seluruh masyarakat Papua tidak usah beli senjata, senjata itu sekarang dijual liar (bebas), belilah buku di Toko Buku Yoman Ninom, supaya bisa gunakan senjata, dengan peluru yakni 26 pahlawan A-Z, untuk berjuang," tambahnya. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?