GATRANEWS

BNN: Keluarga Benteng Utama Pencegahan Narkoba‏
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penyebaran dan penyalahgunaan narkoba telah menyebar di berbagai kalangan...
Mayjen Agus Sutomo: Kesejahteraan Prajurit Kopassus Harus Terus Ditingkat
Friday, 24 October 2014

  Jakarta, GATRAnews-  Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo memuji prajurit Kopassus sebagai pasukan...
Jusuf Kalla Isyaratkan Pelantikan Menteri Senin Depan
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wapres Jusuf Kalla (JK) mengisyaratkan Presiden Joko Widodo akan mengumumkan...
JK: Pengumuman Kabinet Bisa Malam Ini
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa ada kemungkinan pengumuman...
Mayjen Doni Munardo Resmi Jabat Danjen Kopassus
Friday, 24 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Mayjen TNI Doni Monardo resmi menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen)...
Energy Watch Nilai Jokowi Tak Kuasa Bendung Pemodal
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Beredarnya sejumlah nama, termasuk Rini Soemarno yang disebut-sebut calon kuat...
IGJ: Jangan Pilih Kandidat Menteri Masuk Daftar Merah KPK
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia For Global Justice (IGJ) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak...
Jika Masuk Daftar Merah KPK, Rini Soemarno Tak Layak Jadi Menteri
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Nama Rini M Soemarno kembali mencuat, setelah sosok yang santer disebut bakal...
Ketua DPR: Kementrian Pendidikan Dipecah Jadi Dua
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Ketua DPR Setya Novanto mengaku pihaknya telah menerima surat dari Presiden...
Hasil Seleksi Tingkat Nasional Pemuda Pelopor 2014
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara didampingi Asisten...
Penyusunan Buku Pedoman Aplikasi di Lingkungan Kemenpora
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Bagian Sistem Informasi dan Perpustakaan, Biro Humas, Hukum dan Kepegawaian...
Ini 4 Calon Ajudan Jokowi dari Kepolisian
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRANews - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengajukan empat orang perwira kepolisian...
Jokowi Tarik Ulur Pengumuman Kabinet karena Ingin Pilih Sosok Bersih
Wednesday, 22 October 2014

    Jakarta, GATRAnews - Farhan Effendy, Sekretaris  DPP Partai Demokrat menilai molornya...
Hari kedua APG 2014 Indonesia diposisi ke-14
Wednesday, 22 October 2014

Incheon, GATRAnews – Hari ke-2 pelaksanaan Asian Para Games 2014 ke-17 di Incheon, Korea Selatan...
Deputi II Buka Seleksi Pemuda Pelopor
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara hari Senin (20/10) malam...
LPSK Berterimakasih kepada SBY
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyampaikan ucapan terima kasih...
Jadi Danpaspampres, Andika Perkasa Naik Pangkat Jadi Mayjen
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima Pelaporan Korps Kenaikan...
KPK: Jokowi Jangan Pilih Calon Menteri ''Kategori Merah''
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelusuri rekam jejak nama-nama...
Anas Ingatkan Jokowi Kemungkinan Adanya Sengkuni
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Selain menaruh harapan besar terhadap Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK),...
Jokowi Jadi Presiden, Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perdagangan‏
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Terpilihnya Presiden Joko Widodo mendapat sambutan baik dari salah satu negara...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?