GATRANEWS

Pemerintah Tingkatkan Pembelian Senjata PT Pindad Hingga 40%
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan pada 2015 akan meningkatkan...
Satu Desa Dapat Rp 1 Milyar, 74 Kepala Desa Terancam Tindak Pidana Korupsi
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 74 ribu desa di Indonesia bakal mendapatkan kucuran dana Pemerintah...
Kapolri Mendatang Harus Rekatkan Hubungan TNI-Polri
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Gesekan antara oknum prajurit TNI-Polri kerap terjadi pasca-era Reformasi ini,...
2015, TNI Siapkan Penguatan Intelijen
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Mabes TNI sedang mempersiapkan rencana pelaksanaan tugas-tugas dan pokok-pokok...
Sebanyak 1.169 Prajurit Kontingen Garuda UNIFIL 2014 Bertugas di Lebanon
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 1.169 Prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force...
Sukses dengan Bermodalkan Gaji Karyawan
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews – Siapa bilang menjadi karyawan tidak bisa sukses? Meskipun gaji Anda sebulan...
Nasib Pembangunan Indonesia Lima Tahun ke Depan Dibahas Hari Ini
Thursday, 18 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Sesuai dengan amanat Undang-Undang, pemerintah diharuskan untuk menyusun...
Menhan: Anggaran Pertahanan Akan Meningkat Tiga Kali Lipat
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertahanan Rymizard Ryacudu menegaskan anggaran pertahanan dari...
Kadarsah Suryadi Terpilih sebagai Rektor ITB 2014-2019
Tuesday, 16 December 2014

Bandung, GATRAnews  - Institut Teknologi Bandung memiliki rektor baru;  Prof. Dr. Ir. Kadarsah...
Presiden Resmi Bentuk Badan Keamanan Laut
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Bertepatan dengan peringatan Hari Nusantara 2014 yang diselenggarakan di...
Susi: Kapal 10 GT Tak Perlu Izin, Tidak Dipungut Retribusi
Monday, 15 December 2014

Kotabaru, GATRAnews -  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menyatakan, kapal di bawah...
Jala PRT: RUU PPRT Mendesak, Tapi Tak Segera Disahkan Jadi UU
Monday, 15 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT) dan Lembaga Bantuan...
Rieke Janji Akan Perjuangkan RUU PPRT
Sunday, 14 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi IX dan Badan Legislasi DPR, Rieke Diah Pitaloka, menjanjikan...
ILRINS: Grasi Bagi aktivis HAM, Langkah Luar Biasa
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Law Reform Institute (ILRINS) menilai, keputusan Presiden Joko...
Mengenali Pertanda Lampu Di Dashboard Mobil
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews – Membuka pintu mobil, masukkan kunci kontak, menyalakan AC, pasang sabuk...
BPJS Watch: Sulit Wujudkan Pesan Iklan BPJS
Wednesday, 10 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Timboel Siregar, Koordinator Advokat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)...
Prajurit Cantik Ini Siap Jalankan Misi Perdamaian di Lebanon
Wednesday, 10 December 2014

Jakarta, GATRanews- Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan 1.169 prajuritnya dalam misi...
Mendikbud Anies: Masa Saya Melarang Doa di Sekolah. Ada-Ada Saja
Wednesday, 10 December 2014

Yogyakarta, GATRAnews - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan rombongan saat ini...
Komandan PMPP TNI Kunjungi Amerika Untuk Evaluasi Kinerja Pasukan Perdamaian
Monday, 08 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Brigjen TNI AM...
Jokowi: Menenggelamkan Kapal Asing Bukan Untuk Gagah-Gagahan
Monday, 08 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menampik penilaian sejumlah pihak, yang...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?