GATRANEWS

Paramount Land Luncurkan 1.010 Unit Rumah di Serpong
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Paramount Land meluncurkan 1.010 unit rumah dengan konsep custom homes, di...
Said: Antam Tak Pernah Merugi Seperti Sekarang
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Aneka Tambang (Antam) belum pernah merugi sebelum Tato Miraza menjabat...
LP2IL Gaungnya Hingga ke Level Internasional
Saturday, 28 March 2015

Serang, GATRAnews -Tidak banyak yang mengetahui Indonesia memiliki Unit Pemeriksaan Penyakit Ikan...
Telkom Konsisten Tumbuh Positif di Atas Rata-Rata Industri
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews – 18 Maret 2015 – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) telah...
Pimpinan KPK Harap DPD Bisa Bantu Cegah Korupsi di Daerah
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini mendatangi Dewan...
Perang di Yaman Ancam jalur Pengiriman Minyak Dunia
Friday, 27 March 2015

London, GATRANews - Meluasnya konflik di Yaman berpotensi mengganggu aktivitas pengapalan empat...
Puluhan Negarawan Dunia Siap Hadir dalam Peringatan 60 Tahun KAA
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia tengah sibuk menyiapkan diri menjadi tuan rumah Peringatan 60 Tahun...
Gladi Kotor Peringatan 60 Tahun KAA 2015
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Staf Kepresidenan RI, Luhut B Panjaitan, selaku Penanggungjawab Panitia...
Dorong Produksi Udang Lewat Taman Bisnis Akuakultur
Friday, 27 March 2015

Tangerang, GATRAnews-Udang merupakan komoditas ekspor dengan nilai ekonomis tinggi sehingga menjadi...
Pemerintah Ingin Percepat Pengesahan RUU JPSK‏
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan pembahasan Rancangan...
Undang Pakar, Ahok Nilai Hak Angket Lucu
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing...
Perangi Narkoba, Pramuka Dirikan Satgas ''Pantas Juara''
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Jumlah pemadat di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Data 2014 dari...
Pemerintah Akan Galakkan Transmigrasi ke Wilayah Pantai
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes...
Ciputra Group Luncurkan Klaster Ketiga di Gowa
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Ciputra Group bersama rekannya, Galesong Group, meluncurkan klaster ketiga di...
Mendagri Imbau Kepala Daerah Waspadai Penyusupan WNA
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku telah mengimbau...
Latinusa Incar Pangsa Pasar 80%
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa) masih berhasrat untuk menguasai pasar...
Ahok: Kemana Badan Kehormtan DPRD Jakarta?
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Keberadaan Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta dipertanyakan fungsi dan kerjanya...
Latinusa: Bisnis Pelat Timah Masih Menjanjikan
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa) menyatakan bahwa bisnis pembuatan...
Saudi Serang Yaman, Harga Minyak Langsung Melonjak
Thursday, 26 March 2015

Singapura, GATRANews - Harga minyak mentah naik drastis pada perdagangan Kamis di Asia setelah...
Sekolah Ini Miliki Full Mission Bridge Simulator
Thursday, 26 March 2015

Kudus, GATRAnews - SMK Wisudha Karya, Kudus, Jawa Tengah, tercatat sebagai satu-satunya sekolah...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?