GATRANEWS

BNN: Rokok Bisa Jadi Pintu Masuk Nakoba
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Kasi Media Cetak Direktorat Diseminasi Informasi Deputi Bidang Pencegahan...
Harga BBM Naik, GSBI Akan Gelar Aksi
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) akan melakukan aksi unjuk rasa di...
Perpecahan DPR Berpotensi Lumpuhkan Fungsi Parlemen
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) menilai, lahirnya...
Selesai Sertijab Menpora Langsung Gelar Rapim
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Hari Rabu (29/10) siang Menpora baru Imam Nahrawi dan mantan Menpora Roy Suryo...
Festival Kethoprak Pemuda di Yogya
Friday, 31 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Kemenpora hari Selasa (28/10) malam menggelar Festival Kethoprak Pemuda...
Tjahjo Kumolo Janji Pangkas Birokrasi
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo berjanji akan meneruskan kebijakan Mendagri...
Kereta Api Jadi Angkutan Prioritas Pemerintahan Jokowi
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Angkutan massal, kereta api menjadi priotitas pada pemerintahan Presiden Joko...
Panglima TNI-Panglima Angkatan Bersenjata Singapura Bahas Kerjasama Bilateral
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko bersama Panglima Angkatan Bersenjata...
Pemilihan Pimpinan Komisi DPR Dilanjutkan Hari ini
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKS Fahri Hamzah menegaskan pemilihan pimpinan...
Lukman Hakim Janji Angkat 16.000 Tenaga Honorer Jadi PNS
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS), Selasa (28/10), kembali dilantik...
Saleh Husin Terima Tongkat Estafet Menperin dari MS Hidayat‏
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Saleh Husin menerima tongkat...
Festival Olahraga Sembada
Tuesday, 28 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Hari Minggu (26/10) pagi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Faisal...
Tahun 2004, Harta Rini Soemarno Rp 48 M
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Rini Soemarno, mantan Ketua Tim...
Ini Manfaat Fidusia bagi Pemilik Kendaraan
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews -  Apakah istilah fidusia masih asing di telinga Anda? Bila ya, sebaiknya Anda...
Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Candi Prambanan
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2014 akan diperingati di halaman...
Komandan UNIFIL Puji Kesigapan Prajurit TNI di Lebanon
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Deputy Force Commander (DFC) United Nation Interim Force In Lebanon (UNIFIL),...
Kepala Badan dan Wamen Juga Segera Dilantik
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan kabinet bersama nama-nama...
Kementerian LH dan Kehutanan Harus Revolusi
Sunday, 26 October 2014

Bogor, GATRAnews - Dekan Fakultas Pertanian IPB Dr. Ernan Rustian berpendapat sektor kehutanan...
PPP Nilai Kabinet Kerja Jokowi-JK Ideal
Sunday, 26 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu M Romahurmuziy (Romy) menilai, susunan...
Kabinet Kerja Miliki Menteri Perempuan Terbanyak
Sunday, 26 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Susunan Kabinet Kerja yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?