GATRANEWS

DPR Takkan Paksa Menteri Rapat dengan DPR
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa DPR...
Mendikbud Ajak Masyarakat Ikut Bantu Ringankan Beban Hidup Guru
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Menyambut Hari Guru Nasional 2014 pada Selasa (25/11) ini, Menteri Pendidikan...
Komandan PMPP Resmikan Markas Kontingen TNI di Afrika Tengah
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Dalam rangkaian kunjungan kerjanya kepada pasukan TNI yang sedang bertugas...
Kemenag: Tak Ada Rencana Mencabut Undang-Undang Penodaan Agama
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Dirjen Bimas Islam Machasin menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini tidak ada...
BNP2TKI Tetap Dipertahankan
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri mengaku optimis bisa mengatasi...
FSPILN Tagih Janji DPR Selesaikan Masalah ABK
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Koordinator Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri (FSPILN) Bambang...
Mau Menekan Premi Asuransi Mobil Anda? Coba 6 Cara Berikut!
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Masyarakat Indonesia masih minim perhatian akan adanya asuransi. Walau...
Anies Baswedan Ajak Masyarakat Muliakan Guru
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pendidikan dan Kebudayan Anies Baswedan mengajak seluruh masyarakat...
Yuddy: Trisakti Relevan Tingkatkan Kualitas Kepemimpinan
Sunday, 23 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Meski Bung Karno puluhan tahun silam mencetuskan Trisakti, namun makna dan...
PMI Luncurkan Aplikasi untuk Siaga Bencana di Android dan iOS
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Palang Merah Indonesia (PMI) meluncurkan aplikasi Siaga Bencana dan...
Ini Harapan ABK untuk Calon Kepala BNP2TKI
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Forum Solidaritas Pekerja Indonesia di Luar Negeri (FSPILN) berharap Presiden...
Pesan Danjen Kopassus: Hindari 3M; Melotot, Marah, Mukul
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Personel TNI dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan personel Polri...
Pakar: Jaksa Agung di Luar Negeri Tak Bisa dari Parpol
Friday, 21 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Guru Besar  Ilmu Hukum Pidana Universitas Trisakti (Usakti), Andi Hamzah,...
BNN: Tingginya Pengguna Narkoba di Jakarta Karena Masyarakat Kurang Informasi
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Kasi Dunia Maya, Radio dan Televisi Badan Narkotika Nasional (BNN) M. Affan...
Situs KPK dan 9 Kementrian Lain Raih e-Transparency Award
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Sepuluh situs kementerian dan lembaga menerima penghargaan e-Transparency...
Puan Ungkapkan Perlunya Satu Kartu Sakti yang Terintegrasi Dalam Satu Sistem
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan...
8 Strategi Berinvestasi
Thursday, 20 November 2014

Jakarta, GATRAnews – Setiap orang yang berinvestasi pasti mengharapkan keuntungan. Bukan hanya...
Danjen Kopassus Beri Penghargaan kepada 22 Prajurit Prestasi‏
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ( Danjen Kopassus ) Mayjen TNI Doni...
BPPT Klaim E-Voting Didukung Masyarakat
Wednesday, 19 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengaku sudah siap menyiapkan...
Menarik Keuntungan Dari No Claim Bonus
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Dalam asuransi kendaraan dikenal istilah No Claim Bonus. Seperti namanya, No...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?