GATRANEWS

Lebaran, Pendapatan Tol MNC Naik 26%
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur PT MNC Toll Road Syafril Nasution mengungkapkan, pendapatan proyek...
Indonesia-Inggris Sepakati Empat Kerja Sama
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Indonesia dan Inggris menyepakati empat kerja sama yang...
MNC Berencana Buyback 1,25 Milyar Saham
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) berencana melakukan pembelian kembali...
Mutasi Besar-Besaran di TNI AD, Danjen Kopassus, Pangdam Jaya dan Kapuspen Digeser
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews- Mabes TNI melakukan mutasi besar-besaran dilingkungannya. Yang paling mencolok...
Laba BTN di Semester I 2015 Tumbuh 54,25%
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan laba bersih Semester...
IPW Kritik Kepemilikan Properti oleh Asing Tanpa Batasan Harga
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Agraria dan Tata Ruang mengkaji opsi untuk membuka kepemilikan...
Menperin Harapkan Realisasi Belanja Pemerintah Dongkrak Industri Manufaktur
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengharapkan realisasi belanja pemerintah...
Ketua MPR Tiongkok Pukul Bedug Istiqlal
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kedatangan Ketua Majelis Permusyawaratan Politik Tiongkok (MPR Tiongkok) Mr....
Kementerian BUMN Kaji Bentuk Holding BUMN Energi
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian BUMN sedang memperdalam analisa rencana pembentukan holding...
Indonesia Buka 'Pintu Lebar' kepada Investor Inggris
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Perdana Menteri Inggris, David Cameron berserta para delegasi termasuk 30...
DKI Bangun Rusun Terpadu di Lahan eks Gudang Kayu
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun rumah susun sederhana sewa...
Hari Pertama Sekolah, KPAI Minta Sekolah dan Ortu Awasi Kegiatan MOS
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Hari pertama masuk sekolah berlaku secara nasional mulai hari ini, Masa...
Mensos Pimpin Langsung Kontingen RI Peserta Special Olympic World Games di Amerika
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung 61...
SP JICT Desak Jokowi Batalkan Perpanjangan Konsesi dengan HPH
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Nova...
Ford New Ranger Masuk Indonesia pada Agustus
Sunday, 26 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ford Motor Company secara resmi memulai produksi New Ranger, varian baru truk...
Ketua Majelis Permusyawaratan Politik Tiongkok: Pemerintah Tiongkok Dukung Pengusaha Berinvestasi di Indonesia
Sunday, 26 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Perhimpunan Pengusaha Indonesia-Tionghoa, Kiki Bakrie, mengakui hubungan...
Menghadang Penertiban, Else Lolos Dari Sanksi Fraksi
Sunday, 26 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Elizabeth CH Mailoa (Else) tidak akan mendapat sanksi dari Fraksi PDI...
Kapolri: Waspada Isu Provokatif Tolikara
Saturday, 25 July 2015

Bangkalan, GATRAnews - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengingatkan masyarakat Indonesia...
Ahok Undang 106 Anggota DPRD ke Rumah Dinas
Saturday, 25 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur  Basuki Tjahaja Purnama mengundang 106 anggota DPRD DKI Jakarta ke...
OJK Temukan 328 Perusahaan Investasi "Bodong"
Saturday, 25 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan mempublikasikan terdapat sebanyak 328 perusahaan...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?