GATRANEWS

Ketua DPD RI: Indonesia Negara Kepulauan Belum Maritim
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta,GATRAnews-Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Irman Gusman...
Indonesia Gandeng AS Bangun Pembangkit Listrik 35.000 MW
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengerjakan proyek...
AS Dukung Program Listrik 35 Ribu Watt
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Duta Besar...
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk
Wednesday, 02 September 2015

Sumbawa, GATRAnews - Ketua Fraksi PKS MPR, TB. Soenmandjaja, mengatakan, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI...
Kepada Bos IMF, Menkeu Bambang Jelaskan Indonesia Butuh Dana untuk Proyek Infrastruktur
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Kunjungan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine...
Sertijab di Lingkungan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Djoko Pekik Irianto hari Selasa...
Ahok: Buruh Mau Enak Dhewe
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Unjuk rasa ribuan buruh, Selasa (1/9) kemarin, menyisakan banyak sampah di...
Pembekalan Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Tiongkok 2015
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Yuni...
Ketua DPD RI Sampaikan Orasi Pada Dies Natalis IPB
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI) akan menyampaikan orasi pembangunan...
Hanif Dhakiri: Pemerintah Berupaya Optimal Cegah PHK dan Naikkan Upah Pekerja
Wednesday, 02 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah terus mencari...
Lokalisir Demo, Kapolda: Itu Masih Butuh Waktu
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyambut baik gagasan melokalisir...
Jerman Siapkan 2 Miliar Euro untuk Proyek Energi Baru Terbarukan di Indonesia
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Kerja sama bilateral Indonesia dan Jerman di sektor pembangunan energi dan...
BSD Siapkan Rp 2 Trilyun untuk Buyback Saham
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) akan menjalankan pembelian...
Bukit Asam jadi BUMN Pertama yang Lakukan Buyback
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bukit Asam (Persero) Tbk menjadi badan usaha milik negara (BUMN) yang...
Pemerintah Janji Perbaiki Pengelolaan APBN
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah akan memperbaiki...
Komisi IX: Menteri Rini Jangan Sembarangan Pakai Dana Pensiun Karyawan BUMN
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menjelaskan bahwa...
Ketua MPR: Pemda Harus Perbesar Serapan Anggaran
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menghadapi ekonomi sulit yang ditandai dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi...
Menperin: Industri Kosmetik dan Jamu Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Nasional
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan prospek industri kosmetik dan...
Menperin: Industri Kosmetik dan Jamu Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Nasional
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan prospek industri kosmetik dan...
Tolak Pekerja Asing, Buruh Ajukan 10 Tuntutan
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja di Jabodetabek berunjuk rasa di...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?