GATRANEWS

Bangun LRT Terburu-buru, Ahok: Itu Swasta Murni
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana pembangunan moda transportasi berbasis rel, light rail transit (LRT)...
PT Freeport Tidak Pernah Capai Target Produksi 300.000 Ton per Hari
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan tambang raksasa PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini menargetkan...
TKI Dipulangkan Setelah 4 Bulan Koma di Saudi
Wednesday, 28 January 2015

Kairo, GATRAnews - Abdurrahman Bin Najmudin, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang kakinya lumpuh...
Indonesia ''Babak Belur'' Hubungan Dagang dengan Cina
Tuesday, 27 January 2015

Beijing, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Sofyan Djalil menilai, defisit perdagangan...
Mentan Amran Janji Petani Kedelai Tak Akan Rugi Lagi‏
Tuesday, 27 January 2015

Sukoharjo, GATRAnews - Sebagai upaya menggenjot produksi kedelai, Menteri Pertanian Amran Sulaiman...
Ahok Dukung Pelarangan Apel Berbakteri
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan siap mendukung Kementerian...
Komnas HAM Surati Jokowi Soal Kriminalisasi KPK
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengirimkan surat kepada...
Menkeu Harapkan Sektor Manufaktur Terus Meningkat
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengharapkan, selama pemerintahan...
Pemerintah Harus ''Tancap Gas'' Wujudkan Program 1 Juta Rumah
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menurunkan suku bunga Fasilitas...
SMF Catat Laba Bersih Rp 173 Milyar di 2014
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Sarana Multigriya Financial (SMF) menbukukan perolehan laba bersih sebesar...
Ini Dua Opsi Pemerintah, Tanggapi Usulan Kenaikan Harga LPG 3 Kg
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) mengusulkan kepada pemerintah melalui Kementerian...
Freeport Langgar MoU, Pemerintah Siapkan Status Default‏
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menyangkal...
INCIS: Dana Desa Jangan Sampai Hanya Dinikmati Sekelompok Orang
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Demi meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa, dana yang dimiliki desa...
Lima Pabrik Gula Kapasitas 270.000 Ton Dibangun di Sultra‏
Monday, 26 January 2015

Kendari, GATRAnews - Sebanyak lima investor akan membangun masing-masing satu pabrik gula di...
Bos AirAsia Lega Pilotnya Negatif Penyalahgunaan Narkoba Presiden‏
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko mengaku lega mendengar hasil akhir...
KPPU Ingin Awasi Kejahatan Monopoli dan Kartel Internasional‏
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Seiring semakin luasnya perdagangan internasional, lembaga ad hoc Komisi...
Jokowi: PP Undang-Undang ASN Terbit Akhir Tahun
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo menjanjikan peraturan pemerintah (PP) turunan dari...
Djarot: Tidak Semua Lurah di Jakarta Dapat Gaji 30 Juta
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gaji setingkat lurah (pejabat eselon IV) di Jakarta mulai tahun 2015 cukup...
BRI Torehkan Laba Rp 24,20 Trilyun pada 2014
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah meraih laba bersih sebesar...
BKPM: Kisruh KPK-Polri Tak Ganggu Investasi
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani memastikan...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?