GATRANEWS

Martin Hutabarat: Sistem Ketatenegaran Perlu Diluruskan
Monday, 06 July 2015

Ambon, GATRAnews - Sekitar 30 dosen Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik dari...
UU JPSK Berikan Jaminan Lebih Saat Krisis Keuangan
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah bersama Komisi XI DPR RI baru saja mencabut Peraturan Pemerintah...
Kejar Thailand, Indonesia Harus Jadi Basis Otomotif Berorientasi Ekspor
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Industri otomotif Indonesia tengah menggarap pekerjaan besar, yaitu bekerja...
Banggar DPR Tolak Rencana Pencabutan Subsidi Listrik 450-900 VA
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Anggaran DPR RI menolak rencana pemerintah melalui Kementerian Energi...
Komite II DPD RI Desak Garuda Segera Beri Penjelasan Status Penumpang
Monday, 06 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI meninjau langsung lokasi kebakaran di...
Komite II DPD RI Desak Garuda Segera Beri Penjelasan Status Penumpang
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI meninjau langsung lokasi kebakaran...
Renovasi Stasiun KA Palmerah Telan Biaya Rp 36 Miliar
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian merenovasi Stasiun...
Sinar Mas Land Akan Bangun The Elements di Kuningan
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengembang properti Sinar Mas Land berencana membangun Apartemen premium The...
Mendag Optimis Daya Saing Industri Nasional Meningkat
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan optimis daya saing industri...
BKPM Usulkan RTRW Dapat Direvisi Satu Kali Dalam Lima Tahun
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengusulkan kepada Menteri Koordinator...
Indonesia Catat Pertumbuhan Investasi Tertinggi di ASEAN
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan...
Kualitas SDM Bank DKI Jauh Tertinggal
Monday, 06 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Tingginya nilai kredit macet atau non performing loan (NPL) dan  informasi...
Kemendagri Akui Blanko e-KTP untuk DKI Mengalami Keterlambatan
Sunday, 05 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Dalam Negeri membenarkan ada keterlambatan pengiriman 1,4 juta...
Fraksi Hanura MPR: Tradisi Baru, Presiden Laporkan Kinerja di Sidang Tahunan
Sunday, 05 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) akan segera...
Perbakin Tak Akan Lindungi Oknum Anggotanya yang Jual Kulit Harimau
Sunday, 05 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) mendukung...
Mendes PDTT: Prioritaskan Dana Desa untuk Kembangkan Potensi Desa
Sunday, 05 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendesa PDTT),...
Harga Pakan Ikan Tinggi, Saut: Sabar Kami Sedang Bangun Pabrik
Sunday, 05 July 2015

Purwakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP),...
Saut P. Hutagalong: Pasokan Ikan Tahun Ini Lebih Baik
Sunday, 05 July 2015

Purwakarta, GATRAnews - Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP),...
DPR ''Haramkan'' TNI Beli Alutsista Bekas
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi I DPR RI akan "mengharamkan" TNI membeli alutsista bekas militer dari...
PUPR: Anggaran Perumahan Harus Ditingkatkan
Saturday, 04 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?