GATRANEWS

BNPB Upayakan Bom Air untuk Padamkan Kebakaran Lahan Riau dan Kalbar
Tuesday, 29 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, telah...
Kebakaran Lahan Riau dan Kalbar Kian Membara
Tuesday, 29 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Peringatan Hari Raya Idul Fitri 1435 H ternyata tidak serta-merta menurunkan...
Hamdan: Partisipasi Umat Islam Belum Selesai Pasca-Pilpres
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan, partisipasi umat Islam...
Sebanyak 1.608 Narapidana LP Cipinang Peroleh Remisi Lebaran
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kepala Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang Sutrisman mengatakan, sebanyak...
Poempida Apresiasi KPK dan Polri Sidak Bandara
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Timwas TKI DPR RI Poempida Hidayatulloh mengapresiasi Komisi...
Sebanyak 283 Warga Asing Ditahan di Rudenim Medan
Friday, 25 July 2014

Medan, GATRAnews - Sebanyak 283 warga negara asing masih ditahan di Rumah Detensi Imigrasi...
KSPI: 50 Perusahaan Belum Bayar THR Karyawannya Hingga Hari Ini‏
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mencatat masih banyak perusahaan...
Menhan: Rudal Buatan Tiongkok CocokBuat TNI‏
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mendapat kunjungan dari Vice Chairman of...
Survei GE: Anak Muda Indonesia Semakin Berani Inovasi
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Dunia pekerjaan semakin beragam kedepan. Selain mengandalkan ilmu pengetahuan,...
Penumpang MH17 Sempat Telepon Ortunya Sebelum Lepas Landas
Sunday, 20 July 2014

Medan, GATRAnews - Hendry dikabarkan mengontak orangtuanya di Medan, sesaat sebelum pesawat naas...
Daftar WNI Korban MH17 Bisa Bertambah
Friday, 18 July 2014

Jakarta, GATRAnews - KBRI Kuala Lumpur mengumumkan bawa tidak menutup kemungkinan daftar Warga...
Patok Perbatasan RI-Malaysia yang Dirusak PT BSI Sudah Diperbaiki
Friday, 18 July 2014

Nunukan, GATRAnews - Tim khusus dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang menangani masalah...
Hentikan Serangan Gaza, SBY Bicara pada Obama
Thursday, 17 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia turut berperan dalam menghentikan aksi serangan militer zionis...
Kehati Minta Pemerintah Beri Sanksi Perusahaan Nakal
Tuesday, 15 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia meminta pemerintah memberikan sanksi...
KLH Selenggarakan Raker Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Daerah
Tuesday, 15 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis dalam...
PKPU Ajak Belanja Bareng 1.400 Anak Yatim-Dhuafa Seluruh Indonesia‏
Tuesday, 15 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU bekerjasama dengan beberapa perusahaan...
Panglima TNI-Dubes Pakistan Bahas Kerjasama Militer‏
Monday, 14 July 2014

 Jakarta, GATRAnews- Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menerima kunjungan kehormatan Duta Besar...
Nobar Piala Dunia 2014 Bersama Danjen Kopassus
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sepak bola Piala Dunia World Cup 2014 adalah ajang bergensi diseluruh dunia....
Industri Jasa Keuangan Jadi Mata Pelajaran di SMA
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan...
Tim ACT Bawa Bantuan untuk Rakyat Palestina
Saturday, 12 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberangkatkan Tim...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?