GATRANEWS

Kuartal I-2015, Laba Bank MNC Naik 107%
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank MNC Internasional Tbk telah berhasil mencatat kinerja positif di kuartal...
BJB Bukukan Laba Rp 388 Milyar di Triwulan I-2015
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten (BJB) berhasil...
Cari Jeroen, Kadek dan istrinya, Alumni ITB kirim Tim ke Katmandu
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Dua alumni Institut Teknologi Bandung menjadi korban Gempa Dahsyat di Netpal...
Tembus Rp 124,6 Triliun, Realisasi Investasi Indonesia Catatkan Angka Tertinggi
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi...
Menhan kepada Sekjen PBB: Narkoba Kejahatan Serius, Pemerintah Tak Mau Diintervensi
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menanggapi pernyataan Sekjen...
Peningkatan Investasi Jangan Abaikan Kelestarian Lingkungan‏
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintahan Joko Widodo menargetkan pertumbuhan investasi langsung mengalami...
Pengganti Petral Jangan Jadi Sarang Mafia Baru
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews- Kementrian ESDM membubarkan salah satu anak usaha milik Pertamina yakni PT...
Karena Ruangan Sempit, PKS Setuju Gedung Baru DPR
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRanews - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung gagasan pembangunan gedung baru DPR....
Ekonomi Hijau Sangat Bergantung pada Peran Generasi Muda‏
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah berkomitmen mendorong peningkatan kapabilitas pemuda menghadapi...
Gedung Baru DPR Mulai Dibangun Tahun Ini
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews- Pembangunan gedung baru DPR RI akan dimulai tahun ini. Anggaran untuk...
OJK Bakal Terbitkan Aturan Baru Terkait Modal Ventura
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Penerapan bisnis sebagian besar perusahaan modal ventura sejauh ini dinilai...
Kemenperin Targetkan Pertumbuhan Industri 6,8%
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kondisi perekonomian nasional dan global yang kurang kondusif saat ini tidak...
Pemerintah Buka Peluang Investasi ''Hijau''
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggelar acara Tropical Investment...
Chitose dan Okamura Buat Perusahaan Patungan
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan furnitur PT Chitose Internasional Tbk membentuk perusahaan patungan...
Pemerintah Diminta Revitalisasi Industri Modal Ventura‏
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia...
Pesantren Darunnajah Ajarkan Santri Cegah Pengaruh Negatif Media Sosial‏
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Salah satu podok pesantren di kawasan Bogor, Darunnajah mengadakan pelatihan...
Kadin Papua: Sejumlah Komoditas Unggulan Layak Diekspor‏
Monday, 27 April 2015

Jayapura, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua melirik sejumlah komoditas lokal...
Tiga Pendaki Asal Bandung di Nepal Belum Diketahui Nasibnya
Monday, 27 April 2015

Bandung, GATRAnews - Tiga pendaki gunung asal Bandung yang berada di Nepal, saat gempa berkekuatan...
Haji Lulung Tak Tahu Kantornya Digeledah
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana digeledah Bareskrim...
Bareskrim Geledah Ruang Haji Lulung
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri melakukan penggeledahan di...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?