GATRANEWS

Sah! RUU Panas Bumi Diketok
Friday, 29 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Rancangan Undang-Undang...
Sesmenpora Jumpa KOI/KONI Denmark
Friday, 29 August 2014

Kopenhagen, GATRAnews - Didampingi Dubes Indonesia untuk Denmark Bomer Pasaribu, Sesmenpora Alfitra...
DPR Setuju RUU Panas Bumi Jadi Undang-Undang
Friday, 29 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui Rancangan Undang-Undang...
Menpora Tutup Festival Padang International Dragon Boat
Tuesday, 26 August 2014

  Padang, GATRAnews – Menpora Roy Suryo hari Minggu (24/8) malam didampingi Deputi Kemenpora...
Poempida: RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga untuk Lindungi PRT‏
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews- Pekerja Rumah Tangga (PRT) adalah istilah terkini non peyoratif untuk para...
Rieke: Kartu Indonesia Sehat Bisa Sempurnakan BPJS‏
Tuesday, 26 August 2014

Jakarta, GATRAnews- Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka menilai Kartu Indonesia Sehat...
TNI Siap Bantu Pemugaran Situs Gunung Padang‏
Monday, 25 August 2014

Jakarta, GATRAnews- Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima Tim Terpadu Riset Mandiri...
Ini Dia Strategi Investasi Saham untuk Pemula
Monday, 25 August 2014

Jakarta, GATRAnews- Bagi Anda yang baru mau memulai investasi dan memilih saham sebagai tujuan,...
Human Rights Watch: Hendropriyono Beban Jokowi-JK
Friday, 22 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Human Rights Watch (HRW) meminta presiden terpilih Jokowi untuk mendorong...
Tot Pengembangan Karakter Wirausaha Muda di Yogya
Friday, 22 August 2014

  Yogyakarta, GATRAnews – Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Sakhyan Asmara hari Rabu (20/8)...
Pemerintah Daerah Se-Kalimantan Deklarasikan Indonesia Bersih Sampah 2020‏
Wednesday, 20 August 2014

Jakarta, GATRAnews- Para bupati dan wali kota se-Kalimantan mendeklarasikan Menuju Indonesia Bersih...
Jokowi: Relawan dan Simpatisan Lebih Baik Nonton TV
Wednesday, 20 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden terpilih Joko Widodo meminta semua koordinator tim relawan tidak...
Jokowi Tetap Tenang Jelang Putusan MK
Wednesday, 20 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan perselisihan hasil pemilihan umum...
Jokowi Tampik Tudingan IPW Soal Tiga Jenderal di Kabinet
Monday, 18 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden terpilih Joko Widodo menolak intervensi Indonesia Police Watch (IPW)...
74.468 Napi Dapat Remisi HUT RI, 2.549 Diantaranya Langsung Bebas‏
Monday, 18 August 2014

Jakarta, GATRAnews- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan pengurangan masa hukuman...
Jokowi Tunggu Daftar Hitam Calon Menterinya
Monday, 18 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Joko Widodo mengapresiasi inisiatif sejumlah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM)...
Ini Kabinet Jokowi-JK Versi Relawan Guru Sahabat Jokowi
Monday, 18 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Relawan Guru Sahabat Jokowi yang aktif selama kampanye pilpres beberapa waktu...
Aktivis '98: Miris, Koruptor Dapat Remisi
Sunday, 17 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Aktivis 98 menilai, pemberian remisi kepada sejumlah terpidana korupsi sangat...
TNI Kibarkan Merah-Putih Raksasa di Perbatasan PNG
Sunday, 17 August 2014

Jayapura, GATRAnews - Sebanyak satu regu anggota TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan...
Dewan Masjid Indonesia: Pemerintah Harus Batalkan PP Aborsi
Saturday, 16 August 2014

Jakarta, GATRAnws - Peraturan Pemerintah No 61 Tahun 2014 tentang Reproduksi yang salah satu...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?