GATRANEWS

Pemerintah Bakal Bagikan 4,5 Juta Hektar Lahan untuk Petani
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla...
Perikanan Budidaya Kunci Kemandirian Bangsa
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, perikanan budidaya...
Pemerintah Tenderkan Tiga Jalan Tol Senilai Rp 19,38 T
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan proses...
Mahasiswa Desak Pemerintah Segera Eksekusi Duo ''Bali Nine''
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Puluhan mahasiswa mengatasnamakan dirinya Archipelago Community menggelar aksi...
Isu Radikalisme Agama Jadi Pekerjaan Rumah Buat Pemerintah
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Executive Indonesia Institute for Democracy & Public Policy,...
Mentri LH Siti Nurbaya: Illegal Logging Adalah Terorisme!
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Perbuatan merusak hutan dan lingkungan dalam bentuk illegal logging. Bahkan...
Danamon Belum Berniat Turunkan Suku Bunga
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) belum berniat untuk menurunkan suku bunga...
Taspen Raih Laba Rp 3,46 Trilyun pada 2014
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - BUMN asuransi dan tabungan pensiun PT Taspen (Persero) mencatatkan pertumbuhan...
KKP Fokus Pada Pengembangan Pakan Ikan Mandiri
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2014 merilis bahwa perikanan budidaya...
KKP Fokus Pada Pengembangan Pakan Ikan Mandiri
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2014 merilis bahwa perikanan budidaya...
KLH: Tekan Emisi Karbon Lewat Kebijakan dan Implementasi
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Emisi gas rumah kaca telah melewati ambang batas terburuk yang dapat dihindari...
Kadin Dorong Pengembangan Asuransi Mikro Syariah
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah mengembangkan asuransi...
Pemerintah Pangkas Perizinan Sektor Pertanian
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah berupaya mengatasi rumitnya investasi melalui integrasi dan...
Kemenhub Cabut 9 Slot Penerbangan Lion Air
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk...
Swasta Dilarang Kelola Sumber Air, Payung Hukum Ditargetkan Rampung April
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi telah memutuskan untuk mencabut Undang Undang Nomor 7...
Pracico Tak Ingin Bisnis Syariah Kamuflase
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pracico Multifinance akan terjun ke bisnis keuangan syariah, untuk...
Sinar Mas: Industri Kelapa Sawit Dihantam Isu Miring
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Managing Director Sinar Mas, G Sulistiyanto, mengatakan, industri kelapa sawit...
APKLI Desak Anggota DPR Minta Maaf
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendesak Anggota Komis IV...
Besaran Tunjangan Kinerja Daerah PNS DKI Perlu Dipertimbangkan Kembali
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews – Masalah gaji bagi PNS di Provinsi DKI Jakarta yang dinilai ‘wah’ oleh...
Harga Emas Kembali Sedikit Terangkat diatas $1.200
Thursday, 26 February 2015

Chicago, GATRANews - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?