GATRANEWS

Perlambatan Ekonomi Pengaruhi Perusahaan Modal Ventura
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Nilai aset industri modal ventura pada kuartal I 2015 mengalami penurunan...
Pertamina Tawarkan Listrik dan Gas ke DKI Jakarta
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan minyak negara, PT Pertamina menawarkan pasokan listrik dan gas bagi...
Penting! Kepastian Regulasi untuk Investasi
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang berlaku pada Desember 2015...
Setahun Tertunda, Lenggang Jakarta Diresmikan Hari Ini
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hampir satu tahun tertunda, program penataan pedagang kaki lima (PKL) di Monas...
Penghuni Apartemen dan Rusunami Segera Didata Pemerintah
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Dinas Kependudukan dan Catatan segera mendata warga penghuni rumah susun...
Naik Peringkat Jadi ''Positive'' dari S&P, Ini Komentar Menteri Bambang
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga pemeringkatan internasional Standard and Poor's (S&P) menaikkan...
Naik Peringkat Jadi ''Positive'' dari S&P, Ini Komentar Menteri Bambang
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga pemeringkatan internasional Standard and Poor's (S&P) menaikkan...
Kemlu: Pengungsi Rohingya Tak Akan Ditempatkan Di Sebuah Pulau
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah belum berencana menempatkan para pengungsi Rohingya dan pencari...
MNC Land Genjot Penjualan
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan properti PT MNC Land Tbk menyatakan akan memperbesar porsi...
Indonesia Perlu 17,46 Juta Ton Baja Per Tahun
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, Indonesia membutuhkan 17,46 juta...
Organisasi Kemahasiswaan Mesti Bangun Relasi Media
Friday, 22 May 2015

Ternate, GATRAnews - Organisasi Kemahasiswaan baik intra maupun ekstra kampus, harus menguasai...
SMA Plus Pembangunan Jaya Jakarta Terpilih Sebagai L'Oreal Girls in Science‏
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tim siswi SMA Plus Pembangunan Jaya Jakarta berhasil terpilih sebagai pemenang...
Pemerintah Berikan ''Tax Amnesty'' Tarik Dana di Luar Negeri‏
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen) Pajak...
Suka Atau Tidak, Mengelola Sumber Daya Alam Butuh Investor
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Investor-investor di bidang sumber daya alam (SDA) di seluruh dunia umumnya...
Komite Eksplorasi Diharapkan Dorong Peningkatan Cadangan Migas
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said mengharapkan, Komite...
Wagub DKI Bantah Oknum PNS Bocorkan Tes Urine
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membantah tes urine pada...
Ditopang Penerimaan Pajak, Pendapatan Negara Tercatat Capai Rp 502,7 Triliun per 20 Mei‏
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengumumkan pendapatan...
Menperin Resmikan Pabrik Pelapisan Pipa Milik Bakrie
Thursday, 21 May 2015

Bekasi, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin meresmikan pabrik pelapisan pipa dan...
Perlambatan Ekonomi Tak Terjadi di Bidang Perikanan
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, perlambatan...
MUI Akan Keluarkan Fatwa: Pemimpin Yang Tak Penuhi Janji Kampanye
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRANews - Majelis Ulama Indonesia (MUI) awal bulan depan akan menggelar mengeluarkan...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?