GATRANEWS

PMI: Promosikan 10 Langkah Budaya Anti Kekerasan
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kekerasan antar individu merupakan bencana di seluruh dunia dan sering terjadi...
Indonesia Targetkan Akses Sanitasi Layak 100% di 2019
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelayanan sanitasi kepada masyarakat ditargetkan terpenuhi 100% pada 2019...
Tsunami di Solomon Tak Berdampak ke Indonesia
Sunday, 13 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Gempa bumi berkekuatan pada 7,5 Skala Richetr (SR) dan menimbulkan tsunami di...
Telkom Bagikan Dividen Hampir Rp 10 T
Tuesday, 08 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan telekomunikasi pelat merah, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk...
Prabowo: Wilfirda Soik Dipastikan Bebas dari Hukuman Mati
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengadilan Kota Bahru,  Kelantan, Malaysia akhirnya membebaskan tenaga kerja...
Noriyu: Kaum Muda Harus Terlibat dalam Proses Pengambilan Keputusan
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) menegaskan bahwa...
Pemprov DKI Dinilai Lecehkan Kemampuan Putra Indonesia
Thursday, 03 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah DKI Jakarta dinilai melecehkan kemampuan anak Indonesia sehingga...
TelkomMetra Perkuat Posisi Telkom
Thursday, 03 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Upaya PTTelekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) perkuat portofolio bisnis TIMES...
BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami di Indonesia
Thursday, 03 April 2014

Jakarta, GATRAnews - BMKG mencabut peringatan dini ancaman tsunami di seluruh Indonesia, yang...
Generasi Muda Terlibat Kriminal, IPM Indonesia Terpuruk
Wednesday, 02 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Banyaknya anak-anak, remaja, dan anak muda yang melakukan tindak kriminal,...
Soft Skill, Prestasi Nonakademik Yang Masuk ke Transkrip Nilai
Wednesday, 02 April 2014

Yogyakarta, GATRAnews - Kabar gembira bagi mahasiswa yang punya bakat atau prestasi khusus (soft...
Ini Dia Pemenang Toyota-KLH Eco Youth ke-8 2014
Tuesday, 01 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup memberikan penghargaan dan dukungan kepada PT...
Selain Asep Sunandar, Sejumlah Dalang Lahir dari Giri Harja
Monday, 31 March 2014

Bandung, GATRAnews - Dalang wayang golek kondang Asep Sunandar Sunarya, yang tutup usia dalam usia...
Jenazah Asep Sunandar Disemayamkan di Giri Harja Bandung
Monday, 31 March 2014

Bandung, GATRAnews - Jenazah dalang kondang wayang golek, Asep Sunandar Sunarya, yang meninggal...
ANRI: Arsip Tindak Pidana Korupsi Harus Diamankan
Monday, 31 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan mengungkapkan...
SBY Bertemu Keluarga Satinah
Sunday, 30 March 2014

Semarang, GATRAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa pemerintah terus...
Anis Matta: Pembangunan Bandara Kualanamu Sebuah Kemajuan
Thursday, 27 March 2014

Medan, GATRAnews - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta memuji pemerintah yang telah...
Rapor Keluarga Berencana Masih Banyak yang Merah
Wednesday, 26 March 2014

Jakarta, GATRAnews -Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Fasli Jalal...
Anies Baswedan: UN Jangan Jadi Tolok Ukur Kelulusan
Thursday, 20 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Penggagas Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan mengeluarkan pernyataan...
Menteri KLH Baltasar: Ekolabel Dorong ''Green Life Style‏''
Wednesday, 19 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Produk - produk yang diklaim ramah lingkungan mulai disetifikasi oleh Lembaga...

Proper 2012: Perusahaan "Hitam" dan "Merah" Perusak Lingkungan Makin Meningkat

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengumumkan kinerja perusahaan yang dinilai telah ikut berperan dalam melindungi dan mengelola lingkungan dalam suatu program yang dikenal sebagai PROPER alias Program Peringkat Kinerja Perusahaan. Proper merupakan program unggulan KLH, berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan disinsentif kepada penanggungjawab usaha. 

 

"Pemberian penghargaan Proper sendiri bertujuan untuk mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup. Selain itu, Proper juga bertujuan untuk mencapai keunggulan lingkungan (Environmental Excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa," tutur Menteri Negara Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, Rabu (28/11). Prinsip-prinsip ini diterapkan melalui sistem manajemen 3R, yaitu, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan pelaksanaan bisnis yang beretika, serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

 

"Pelaksanaan Proper bertujuan untuk mendorong tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup, dan menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu pendorong inovasi dan peningkatan daya saing perusahaan,", kata Balthasar. Kriteria penilaian Proper sendiri telah tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2011, tentang Proper. Secara umum, kinerja Proper dibedakan menjadi lima warna, yakni Emas, Hijau, Biru, Merah, dan Hitam. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkat biru, merah, dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (Beyond Compliance), untuk hijau dan emas. 

 

Pada periode penilaian tahun 2011-2012 ini, terdapat dua belas perusahaan yang mendapat peringkat emas, atau sekitar 1% dari seluruh perusahaan yang dinilai, yaitu PT.Indocement Tunggal Prakarsa pabrik Palimanan, Chevron Gheothermal Salak, PT.Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Chevron Gheothermal Indonesia unot Panas Bumi Derajat, Star Energy Gheothermal (Wayang Windu), PT.Holcim Indonesia Cilacap Plant, PT.Unilever Indonesia Pabrik Rungkut, PT. Semen Gresik (Persero) pabrik Tuban, PT.Erna Djuliawati (Lyman Group), PT. Adaro Indonesia, PT. Badak NGL, dan PT.Medco E&P Indonesia Rimau Asset. 

 

Adapun perusahaan yang mendapat peringkat Hijau berjumlah 119 perusahaan (9%), peringkat Biru berjumlah 771 perusahaan (59%), peringkat Merah berjumlah 331 perusahaan (25%), dan peringkat Hitam berjumlah 79 perusahaan (6%). Dibanding tahun sebelumnya, perusahaan tingkat emas meningkat 140%, hijau 119%, biru 59%, merah 25%, dan hitam 6%.

 

Meningkatnya peringkat merah dan hitam, menurut Balthasar, disebabkan karena bertambahnya perusahaan peserta Proper. Sehingga, masih belum memahami seluruh peraturan yang berlaku. "Perusahaan berperingkat hitam akan dilanjutkan dengan proses penegakan hukum lingkungan," kata Balthasar. Sejauh ini, Deputi Bidang Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, telah menindaklanjuti 49 perusahaan pada periode 2010-2011. Tindakan yang diambil oleh KLH sendiri berupa perintah untuk membangun unit-unit pengendalian limbah, sanksi administrasi, dan teguran tertulis. 

 

KLH bersama 22 badan lingkungan hidup provinsi diseluruh wilayah Indonesia, telah mengawasi sekitar 1.317 perusahaan yang meliputi sektor manufaktur, pertambangan, energi, migas, agroindustri, serta sektor jasa. Jumlah ini meningkat dimana pada periode 2010-2011, hanya mengawasi sekitar 1.002 perusahaan, bersama delapan institusi lingkungan hidup provinsi. Jumlah dua tahun terakhir meningkat tajam. Mengingat sejak tahun 2002-2010, peningkatannya sekitar 109 perusahaan.

 

Program ini terbukti mendorong perusahaan untuk melakukan penurunan beban pencemaran dan reduksi Gas Rumah Kaca. Disamping itu, perusahaan juga terpacu untuk melakukan Community Development yang menerapkan prinsip sustainable development dengan 3 bottom line, profit, people, and planet(*/IAM)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?