Inilah Prediksi Bencana Tahun 2013

Jakarta, GATRAnews - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin, (24/12), mengatakan, ada 13 bencana yang diprediksi akan terjadi selama tahun 2013 mendatang. "Di Indonesia, terdapat 13 jenis bencana, yaitu bencana geologi (gempabumi, tsunami, erupsi gunungapi), bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, puting beliung, dan gelombang pasang), bencana biologi (epidemic, wabah penyakit), dan bencana sosial (konflik social, teror)," urainya.

 

Menurutnya, bencana geologi, yakni bencana gempa bumi dan tsunami tidak dapat diprediksi karena bersifat mendadak. Meski demikian, potensi gempa terdapat di daerah-daerah yang rawan gempa yang berada di 386 kabupaten dan kota di tanah air. "Terdapat 386 kabupaten dan kota dengan jumlah penduduk 157 juta jiwa yang tinggal di daerah rawan tinggi dan sangat tinggi bahaya gempabumi di Indonesia. Sumber gempa, yakni daerah subduksi dan sesar di daratan," paparnya. 

 

Sedangkan terjadinya tsunami sangat ditentukan oleh gempabumi, yakni magnitude, kedalaman, dan sumber gempa. Adapun sumber tsunami, yaitu zona subduksi, intra plate, erupsi gunung di laut, dan tsunami dari luar wilayah Indonesia. Selama tahun 1629-2012, terdapat sekitar 172 tsunami di Indonesia. Potensi tsunami terdapat 233 kabupaten dan kota dengan penduduk 5 juta jiwa berada pada daerah rawan tsunami di Indonesia. 

 

Begitupun dengan erupsi gunung berapi yang juga tidak dapat diprediksikan untuk jangka panjang dan beberapa watak letusan gunungapi telah berubah. Saat ini, terdapat 6 gunung status Siaga atau Level III, yakni Gunung Raung, Rokatenda, Sangeangapi, Lokon, Karang Etang, dan Ijen. Kemudian, katanya, 13 gunung berapa berstatus Waspada atau Level II, yakni Gunung Gamalama, Bromo, Talang, Krakatau, Kerinci, Gamkonora, Ibu, Papandayan, Ili Lewotolo, Sinabung, Dukono, Semeru, dan Merapi. "Gunung Lokon diperkirakan masih memiliki energi untuk terjadi letusan seperti yang terjadi selama ini," pungkasnya.(IS)

 

Share this article