GATRANEWS

KOHATI PB HMI Ikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI
Saturday, 29 August 2015

Jakarta,GATRAnews- Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka...
Kawasan Timur Butuh Jaringan Listrik 35 Ribu MW
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Pemerintah akan terus menambah kapasitas pembangkit listrik di Tanah Air. Untuk...
Kawasan Timur Butuh Jaringan Listrik 35 Ribu MW
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah akan terus menambah kapasitas pembangkit listrik di Tanah Air....
September, Harga BBM Tidak Naik
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak akan menaikkan atau...
Menaker Hanif Temui Pemerintah Hong Kong Bahas Perlindungan TKI
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri melakukan pertemuan bilateral dengan...
Menaker Hanif: Hong kong Butuh Ribuan TKI Care Giver dan Baby sitter
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Peluang kerja di Hong Kong masih sangat besar terutama jabatan profesi care...
Emil Salim Kritik Rencana Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Ahli ekonomi senior, Prof Dr Emil Salim, mengkritisi rencana program kereta...
Tidak Tergantung Pakan, DJBP Fokus Kembangkan Budidaya Kerang
Friday, 28 August 2015

Pandeglang, GATRAnews-Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautandan...
Lifting Minyak Ditargetkan 830.000 Bph dalam RAPBN 2016
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Rapat kerja Menteri ESDM Sudirman Said dengan Komisi VII DPR mengenai Asumsi...
Migas Indonesia 50% Impor, Pemerintah Harus Ciptakan Kedaulatan Energi
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia memiliki banyak sumber daya energi, namun pemanfaatannya belum...
Penyerapan Anggaran Belanja Modal DKI Paling Buruk
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Belanja modal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di penghujung Agustus 2015 masih...
Ahok: Oknum PNS DKI Kutip Komisi Pembelian Lahan
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengungkap ada permintaan fee (komisi) dalam...
Junimart Girsang: Media Berkontribusi Besar Dalam Penerapan Pancasila
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Para pakar dan pemerhati kebangsaan mengaku khawatir terkait kondisi bangsa...
Menteri PUPR Terima Penghargaan dari IPW
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima...
BEI Ajak Pelaku Pasar Tetap Optimis
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu PT Bursa Efek Indonesia...
Menaker Hanif Berhasil Naikan Gaji TKI Taiwan Jadi 17.000 NT
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Kabar gembira bagi Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Taiwan. Mulai 1...
Ini Empat Perusahaan Yang Sudah Dapatkan Tax Holiday
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan sudah empat perusahaan...
BEI: Sudah Ada Emiten BUMN yang Buyback Saham
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan emiten Badan...
Mantan Wali Kota Tangerang Menjawab
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Sehubungan dengan pemberitaan di gatra.com pada Selasa, 25 Agustus 2015 jam...
Oesman Sapta: 4 Pilar Harus Tertanam Dalam Diri Anak Bangsa
Thursday, 27 August 2015

Bandung, GATRAnews - Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta mengungkapkan akar masalah pendidikan di...

Modal Sosial Jokowi Permudah Pemerintah Bangun Banjir Kanal

Jakarta, GATRAnews - Modal sosial (social capital) yang dimiliki Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Dodo (Jokowi) diharapkan dapat mempermudah pembebasan lahan warga yang akan digunakan sebagai sarana pembangunan penanggulangan banjir di wilayah ibukota Indonesia ini. "Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap banyak, dengan social capital yang bagus, Jokowi bisa menertibkan pemukiman di sepanjang Sungai Ciliwung dan sebaginya ini, sehingga itu pasti dapat mempengaruhi dampak banjir ke depan," harap Deputi Penanggulangan Darurat BNPB, Dody Ruswandi di Jakarta, Senin, (24/12). 

 

Menurutnya, pembebasan lahan atau tanah milik warga untuk insfrastruktur penanggulangan banjir, seperti banjir kanal di Jakarta, kerap menjadi permasalahan, sehingga proyek ini menjadi terhambat."Beliau (Jokowi-Red) saya lihat tengah giat lakukan itu. Jadi BNBP berharap banyak, penanganan banjir, yang salah satunya disebabkan adanya pemukiman di sepanjang suangai, bisa diatasi," ujarnya. 

 

Dody berpendapat, karena Jokowi mempunyai modal sosial yang bagus, warga diharapkan tidak mempersulit atas proyek yang akan dilakukan pemerintah provinsi DKI itu. "Tapi dengan Jokowi, saya yakin karena orangnya langsung ke bawah dan masyarakat yang dulu sulit disentuh orang atas, sekarang kalau disentuh langsung oleh Jokowi akan menghargai dan mendukungnya," ujar Dody. 

 

Dijelaskan, solusi penanggulangan banjir di Jakarta tidak bisa instan, sehingga  siapapun gubernurnya tidak akan mampu menyelesaikannya dalam waktu singkat. Pasalnya, diperlukan pembuatan insfratruktur yang pengerjaannya memakan waktu cukup lama, yakni lebih dari empat tahun. "Kita harus melihatnya secara fair, gak mungkin mengharapkan Jokowi dalam waktu singkat bisa atasi itu, itu tidak mungkin. Kalau bicara banjir, solusinya jangka panjang," ungkap Dody. 

 

Namun imbuhnya, dengan modal sosial yang dimiliki Jokowi tadi, diharapkan warga Jakarta tidak mempersulit pembebasan lahan yang kerap menjadi masalah. Selain itu, Jokowi juga berjanji akan membuat rumah susun unntuk memindahkan warga yang direlokasi tersebut.  "Dia punya social capital yang bagus dan ini tidak dipunyai gubernur DKI sebelumnya. Kita berharap dengan modal itu bisa membenahi pemukiman-pemukiman yang selama ini bisa membuat sungai itu menjadi menyempit, sehingga banjir meluap," pungkasnya.(IS)

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?