GATRANEWS

Perlambatan Ekonomi Pengaruhi Perusahaan Modal Ventura
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Nilai aset industri modal ventura pada kuartal I 2015 mengalami penurunan...
Pemerintah Naikkan HPP Gula
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah akhirnya menaikkan Harga Patokan Petani (HPP) gula. Keputusan...
Kementerian PUPR Targetkan Penyerapan Anggaran 94%
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penyerapan...
Pembangunan Infrastruktur Atasi Hambatan Daerah Tertinggal
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Berbagai potensi sumber daya, seperti bahari, pertanian maupun lainnya di...
Mendes PDTT Pembangunan Daerah Tertinggal Kurangi Ketimpangan
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT)...
Terganggu MRT, Rute Jakarta 10K Berubah
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ajang lomba lari Jakarta International 10 kilometer (10K) kembali digelar...
OJK: Peran BPD Terhadap Pembangunan Nasional Masih Kecil‏
Friday, 22 May 2015

, GATRAnews - Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang tersebar di setiap provinsi di Indonesia...
Pestisida Berbahaya Marak Beredar, Pemerintah Diminta Revisi PP 7 Tahun 1973‏
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lemahnya pengawasan pemerintah terhadap penggunaan pestisida menyebabkan...
Jokowi: Segera Bentuk Sistem Logistik Nasional
Friday, 22 May 2015

Surabaya, GATRAnews - Dalam waktu dekat, pemerintah akan menyatuatapkan seluruh perusahaan...
Pembangunan SPBG di Jakarta Terkendala Tanah
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan 22 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Jakarta diharapkan...
Apphami: Banyak Pestisida Berbahaya Beredar di Indonesia‏
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama...
Penting! Kepastian Regulasi untuk Investasi
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang berlaku pada Desember 2015...
Komisi IV: Kasus Beras Plastik Harus Diusut Tuntas!
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi IV Edhy Prabowo prihatin dengan beredarnya beras sintetis...
Ketua DPR: Pemerintah Tangani Serius Masalah Pengungsi Rohingya
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Ratusan pengungsi dari etnis Rohingya asal Myanmar telah diselamatkan oleh...
Abraham P. Liyanto: Generasi Muda Jangan Lengah
Friday, 22 May 2015

Kupang, GATRAnews - Pimpinan Kelompok DPD RI di MPR RI Abraham Paul Liyanto tegaskan bahwa generasi...
Proyek Pembangkit Listrik 35.000 Mw Dinilai Mustahil
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengamat minyak dan gas Faisal Basri menilai bahwa proyek pembangunan...
Pembebasan Lahan MRT Tempuh Jalur Hukum
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pembebasan lahan untuk pembangunan moda transportasi massal mass rapid transit...
Mahyudin: Pancasila Penangkal Perpecahan
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin ST, MM,  mengawali kunjungannya di  Purawakarta...
Naik Peringkat Jadi ''Positive'' dari S&P, Ini Komentar Menteri Bambang
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga pemeringkatan internasional Standard and Poor's (S&P) menaikkan...
Naik Peringkat Jadi ''Positive'' dari S&P, Ini Komentar Menteri Bambang
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lembaga pemeringkatan internasional Standard and Poor's (S&P) menaikkan...

Modal Sosial Jokowi Permudah Pemerintah Bangun Banjir Kanal

Jakarta, GATRAnews - Modal sosial (social capital) yang dimiliki Gubernur DKI Jakarta, Jokowi Dodo (Jokowi) diharapkan dapat mempermudah pembebasan lahan warga yang akan digunakan sebagai sarana pembangunan penanggulangan banjir di wilayah ibukota Indonesia ini. "Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap banyak, dengan social capital yang bagus, Jokowi bisa menertibkan pemukiman di sepanjang Sungai Ciliwung dan sebaginya ini, sehingga itu pasti dapat mempengaruhi dampak banjir ke depan," harap Deputi Penanggulangan Darurat BNPB, Dody Ruswandi di Jakarta, Senin, (24/12). 

 

Menurutnya, pembebasan lahan atau tanah milik warga untuk insfrastruktur penanggulangan banjir, seperti banjir kanal di Jakarta, kerap menjadi permasalahan, sehingga proyek ini menjadi terhambat."Beliau (Jokowi-Red) saya lihat tengah giat lakukan itu. Jadi BNBP berharap banyak, penanganan banjir, yang salah satunya disebabkan adanya pemukiman di sepanjang suangai, bisa diatasi," ujarnya. 

 

Dody berpendapat, karena Jokowi mempunyai modal sosial yang bagus, warga diharapkan tidak mempersulit atas proyek yang akan dilakukan pemerintah provinsi DKI itu. "Tapi dengan Jokowi, saya yakin karena orangnya langsung ke bawah dan masyarakat yang dulu sulit disentuh orang atas, sekarang kalau disentuh langsung oleh Jokowi akan menghargai dan mendukungnya," ujar Dody. 

 

Dijelaskan, solusi penanggulangan banjir di Jakarta tidak bisa instan, sehingga  siapapun gubernurnya tidak akan mampu menyelesaikannya dalam waktu singkat. Pasalnya, diperlukan pembuatan insfratruktur yang pengerjaannya memakan waktu cukup lama, yakni lebih dari empat tahun. "Kita harus melihatnya secara fair, gak mungkin mengharapkan Jokowi dalam waktu singkat bisa atasi itu, itu tidak mungkin. Kalau bicara banjir, solusinya jangka panjang," ungkap Dody. 

 

Namun imbuhnya, dengan modal sosial yang dimiliki Jokowi tadi, diharapkan warga Jakarta tidak mempersulit pembebasan lahan yang kerap menjadi masalah. Selain itu, Jokowi juga berjanji akan membuat rumah susun unntuk memindahkan warga yang direlokasi tersebut.  "Dia punya social capital yang bagus dan ini tidak dipunyai gubernur DKI sebelumnya. Kita berharap dengan modal itu bisa membenahi pemukiman-pemukiman yang selama ini bisa membuat sungai itu menjadi menyempit, sehingga banjir meluap," pungkasnya.(IS)

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?