Lebih Seribu Profesional Berbagi Pengalaman di SD

Jakarta, GATRAnews — Gerakan Indonesia Mengajar menggerakkan pekerja profesional untuk menjadi guru sehari di Sekolah Dasar (SD) negeri di perkotaan, dalam Kelas Inspirasi. Tak kurang dari 1.064 pekerja profesional turut menjadi pengajar di 137 SD Negeri di seluruh Indonesia. Mereka mengajar secara serentak di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Pekanbaru, Rabu (20/2).

Menurut siaran pers yang diterima GATRAnews, Rabu, di Jakarta, Ketua Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan, menjelaskan bahwa Kelas Inspirasi tersebut bukan sekadar ajang berbagi semangat juang demi mencapai cita-cita dan pengetahuan profesi dalam satu hari. Menurutnya, kegiatan ini memiliki tujuan lain, “Kelas Inspirasi juga menjadi kesempatan silaturahim antara penggerak pendidikan di sekolah dengan kalangan profesional,” ucapnya, di sela-sela pelaksanaan Kelas Inspirasi di SDN Rawa Badak 09 Pagi, Jakarta Utara, Rabu pagi.

Anies menjelaskan bahwa dukungan publik semakin luas terhadap pendidikan, melalui Kelas Inspirasi ini. Hal ini tak terlepas dari suksesnya duplikasi konsep Kelas Inspirasi di lima kota selain Jakarta. Ia menjelaskan, total 166 relawan panitia memotori pelaksanaan Kelas Inspirasi di enam kota tadi. Sebagai perbandingan, penyelenggaraan perdana Kelas Inspirasi tahun lalu diikuti oleh 200 pengajar di 25 SD negeri di Jakarta dengan jumlah panitia 15 orang. 

Kelas Inspirasi sepenuhnya bersifat kerelawanan dan mensyaratkan pengorbanan para relawan agar cuti saat hari mengajar. Dengan syarat itu, ternyata yang menyambut ajakan ini amat banyak. Tercatat 2.116 pekerja profesional mendaftar untuk mendapatkan kesempatan menjadi relawan pengajar Kelas Inspirasi. Dari 461 pendaftar, terpilih sebanyak 290 relawan fotografer dan videografer yang menjadi tim dokumentasi kegiatan ini.

Selain diminta untuk cuti pada hari mengajar, para relawan juga diminta menghadiri pembekalan, melakukan observasi ke sekolah, juga menghadiri sesi refleksi dan evaluasi. Para relawan pun mempersiapkan materinya dengan sungguh-sungguh. Era Soekamto, seorang perancang busana datang mengajar di SDN Kebon Kosong 17 Jakarta Pusat datang membawa "buku mimpi" yang dia miliki sejak kelas V SD. “Saya akan mencoba untuk menerapkan ‘How Dream Works’ dan pentingnya memiliki cita-cita,” kata Era.

Dukungan datang dari berbagai pihak. Misalnya Kepala SDN Rawabadak 09, Saadiah, yang berharap interaksi antara sekolah dengan kalangan profesional semacam ini bisa kembali terjalin di kemudian hari. 

Sedangkan di Solo, Wali Kota Hadi Rudyatmo datang ke SDN Dukuhan Kerten untuk memberi dukungan dan membubuhkan pesan semangatnya di Papan Inspirasi di sekolah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Surabaya M Ikhsan turut terlibat sebagai salah satu relawan pengajar.

Tujuan ganda Kelas Inspirasi terlihat menunjukkan hasilnya. Tak hanya mengajak pekerja profesional untuk datang mengajarkan pengetahuan tentang profesi dan motivasi, namun juga merintis jembatan komunikasi antara mereka dengan sekolah. Hal ini terlihat dari sejumlah peserta Kelas Inspirasi tahun lalu yang melakukan aktivitas bersama tempat mereka pernah mengajar, bahkan ada yang turun membantu saat lingkungan SD negeri tersebut dilanda kebakaran. (TMA){jcomments on} 

Share this article