JK Tak Mau Terlibat dalam Gejolak Partai Golkar terkait E-KTP

Wapres Jusuf Kalla tanggapi kemelut Partai Golkar, saat kunjungan di Phomphen, Kamboja, Minggu, 19 Maret 2017. (Dok GATRANews/Setwapres)Kamboja, GATRAnews - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla tak mau melibatkan diri di internal partai Golkar yang saat ini dilanda gejolak terkait adanya desakan merombak struktur posisi partai Golkar pasca sejumlah pengurusnya disebut-sebut terlibat dalam kasus e-KTP. Alasan Jusuf Kalla posisinya kini sudah berada di pemerintahan dan percaya masih banyak kadermuda Golkar yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

“Kita ada komitmen bahwa di pemerintahan tidak terjun di Parpol. Apalagi masih banyak yang muda-muda,” kata Wapres dalam kunjungan singkatnya menghadiri Prosesi Upacara Kremasi Wakil Perdana Menteri Kamboja, Sok An di Phnom Penh, Minggu (19/3).

 

Wapres menilai bahwa sebenarnya di partai Golkar sejauh ini tidak ada permasalahan yang mendasar. Kalaupun ada yang menganggap partai Golkar terbelit persoalan, itu lebih karena persoalan pribadi pengurusnya.

 

“Yang bergejolak itu bukan partainya, aman aman saja. Bahwa ada secara pribadi yang menjadi Ketua Golkar bermasalah, ya itu masalah pribadi bukan masalah partai,” katanya.

 

Wapres menganggap bahwa masalah pribadi pengurus Golkar itu lebih kepada masalah hukum yang sejauh ini belum ada sangkutpautnya dengan partai. “Ya itu kan masalah hukum. Yang korupsi bukan partai Golkar,” katanya.

 

Soal adanya pertemuan antara ketua dewan pembina Aburizal Bakrie dengan ketua umum partai Golkar Setya Novanto beberapa hari lalu, Wapres JK menganggap hal itu biasa saja di tubuh partai Golkar. Namun jika arahnya ke Munaslub, ya tentunya perlu dirapatkan di internal partai Golkar.

 

“Ya itu harus (bertemu). Kan Setnov Ketua Umum dan Ical itu Ketua Dewan Pembina. Jadi musti bertemulah, musti dibahas, termasuk juga dewan pakar,” katanya.

 

Wapres enggan menanggapi ketika ditanya apakah pertemuan antara Setnov dan Ical mengarah ke pembicaraan Munaslub Golkar? “Itu urusan Golkar,” kata JK.


Reporter: Anthony Djafar

Editor: Dani Hamdani 

Share this article