GATRANEWS

Alhamdulillah! Polwan Akhirnya Resmi Mengenakan Jilbab
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Anggota Polisi Wanita (Polwan) akhirnya resmi mengenakan jilbab. Hal ini...
Reorganisasi TNI: Bakal Ada Jabatan Wakil Panglima
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla pada...
Dilaporkan ke Bareskrim, Ahok: Biasa Saja
Thursday, 12 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Tujuh anggota DPRD DKI Jakarta melaporkan Gubernur Ahok ke Bareskrim Polri...
Nasdem Setengah Hati Cabut Dukungan Hak Angket
Tuesday, 10 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta mencabut dukungan hak...
Ahok Batal Dilaporkan ke KPK dan Bareskrim
Monday, 09 March 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta batal melaporkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)...
Ichsanudin: Pemprov Vs DPRD DKI Akibat Faktor Sistem dan Manusia
Saturday, 07 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengamat ekonomi kebijakan publik Ichsanudin Noorsy mengatakan, berbagai...
Anggota Nasdem DKI Tolak Mundur dari Hak Angket
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Lima anggota Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta belum mencabut dukungan hak angket...
TNI-Polri Bakal Bentuk lembaga Pendidikan Bersama
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dan Waka Polri Komisaris Jenderal...
Menkopolhukam Akui Ada Puluhan WNI Gabung ISIS
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo...
Presiden Minta TNI-Polri Waspadai Terorisme
Tuesday, 03 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran TNI – Polri agar betul-betul...
KPAI: Penulis Buku ''Porno'' ''Saatnya Aku Belajar Pacaran'' Terinspirasi Anak Didiknya
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hari ini memanggil untuk meminta...
Komnas HAM: Calon Kepala BIN Harus Bersih Dari Kasus HAM
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai calon kepala badan...
Taufiqurrahman Ruki: Lulusan Terbaik Akpol tahun 1971
Friday, 20 February 2015

Jakarta, GATRANews  - Jumat pagi ini, Presiden Joko Widodo melantik Taufiequrahman Ruki sebagai...
PPP Dukung Badrodin Haiti Sebagai Calon Kapolri
Thursday, 19 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung keputusan Presiden Joko Widodo...
3 Alasan Mengapa Kepala BIN Harus Diganti
Thursday, 19 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kisruh antara dua penegak hukum yang terjadi saat ini, antara KPK dan Polri...
Komjen Badrodin Haiti Sudah Bertemu Taufiequrachman Ruki
Wednesday, 18 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti yang beberapa saat lalu diusulkan Presiden...
DPR: UU Pilkada Runtuhkan Politik Dinasti
Wednesday, 18 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Disahkannya  Undang - undang No. 01 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepada...
Demo di Depan Istana, Mahasiswa Tuntut Save Polri, KPK dan Indonesia
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Ratusan mahasiswa tergabung dalam Konsolidasi Gerakan BEM Jakarta (KGB Jakarta)...
Presiden Harus Segera Ajukan Calon Pengganti BG
Sunday, 15 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) mengimbau Presiden Joko Widodo segera...
Baleg DPR Bakal Revisi UU Tipikor
Monday, 09 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Legislasi (Baleg) DPR akan merevisi Undang-Undang Tipikor tahun ini....

Konflik Prajurit TNI-Polri Fenomena Gunung Es

Jakarta, GATRAnews - Komisi I DPR RI menegaskan bahwa kasus penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), yang diduga dilakukan sekitar 90 oknum anggota TNI, tak boleh dianggap sepele. Pasalnya, ini merupakan fenomena gunung es, dan bisa menjadi bom waktu jika tak selesaikan secara tuntas.

"Bentrokan antara TNI dengan Polri di OKU jangan dianggap sepele, kasus ini merupakan puncak dari fenomena gunung es," nilai Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, di Jakarta, Jumat (8/3).

Menurutnya, karena ini merupakan fenomena gunung es, maka yang terlihat dan mencuat ke permukaan, hanyalah manifestasi dari persoalan yang lebih besar yang selama ini senantiasa disangkal, solah-olah hanya kenakalan prajurit di lapangan atau kenakalan anak-anak muda semata.

Ini bukan sekedar persoalan psiko-politik antara "kakak tua dan adik bungsu“, di mana dipersepsikan sebagai adik bungsu yang setelah era reformasi petentang pertenteng sok jagoan.

"Hampir semua kasus bentrokan antara TNI versus Polri berawal dari persoalan lalu lintas, timbul ketegangan dan kemudian Polri membuka tembakan. Tapi lebih dari itu, konflik ini juga punya akar struktural terkait akses sumber daya," nilainya.

Menurutnya, ada kesenjangan sosial yang dalam antara sesama aparat yang dapat meledak sewaktu-waktu. Pencetusnya bisa bermacam-macam, seperti yang terjadi di OKU tersebut, yakni TNI disweeping di jalan, kemudian marah, dan dengan entengnya oknum Polri menembak mati prajurit Yon Armed 15.

Kalau sekedar masalah lalu lintas, sebenarnya dapat diambil solusi sederhana oleh para pimpinan masing-masing dengan mengesampingkan ego. Tapi, jika masalah struktural, maka harus ada penataan ulang peran masing-masing.

"Kalau masalah ini tak diselesaikan secara serius, maka kasus-kasus yang lebih seram bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Tinggal menunggu waktu saja," pungkasnya. (IS)



Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?