GATRANEWS

Tentara Jadi Birokrat, Ahok Klaim Didukung Jenderal Moeldoko
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim mengantongi...
Mensos: Pengungsi Asal Bangladesh Akan Segera Dideportasi
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Masalah pencari suaka yang terdampar di Aceh dan Sumatera Utara akan segera...
Yusril: Indonesia Harus Sponsori Konferensi Internasional Penyelesaian Masalah Rohingya
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai Indonesia bisa...
MUI-Walubi: Indoensia Gandeng ASEAN Bantu Pengungsi Rohingya
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)...
Demokrat Minta Pemerintah Selamatkan Etnis Rohingya
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ribuan pengungsi etnis Rohingya yang berasal dari Bangladesh dan Myanmar...
Ahok Bakal Lolos Pemeriksaan Bareskrim
Wednesday, 13 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diprediksi bakal lolos pemeriksaan korupsi...
Dihadapan 2.000 Personel TNI-Polri, Jenderal Moeldoko: Jauhi Ego Sektoral!
Tuesday, 12 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kapolri Jenderal Pol...
Panglima TNI ke Prajurit TNI-Polri: Hilangkan Ego Sektoral, Bangun Sinergitas
Friday, 08 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kapolri Jenderal Pol...
Ahok: Bareskrim Tidak Hanya Usut Pengadaan UPS
Friday, 08 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri membidik banyak kasus...
Bareskrim Periksa Dua Pejabat DKI Soal UPS
Friday, 08 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Dua pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali diperiksa oleh Badan...
Cari Bukti UPS, Penyidik Geledah Dapur Balai Kota DKI
Thursday, 07 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Balai Kota DKI Jakarta sejak dua pekan lalu kerap disambangi sejumlah penyidik...
DPRD Tidak Takut Tersangka Korupsi UPS Buka Suara
Thursday, 07 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tersangka kasus korupsi pengadaan uninterraptible power supply (UPS), Alex...
Ahok Tegaskan Tidak Pelit Data Korupsi UPS
Thursday, 07 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebut bakal banyak pejabat DKI...
Haji Lulung Galang Dukungan dan Doa Netizen Ungkap UPS
Wednesday, 06 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana berstatus sebagai saksi...
Saksi Korupsi UPS Merasa Dikejar-kejar Polisi
Tuesday, 05 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Saksi kasus korupsi pengadaan UPS, Fahmi Zulfikar Hasibuan, merasa...
Ahok Senang APBD DKI Ditangani Satgas KPK, Polri dan Kejagung
Tuesday, 05 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Satuan tugas (satgas) gabungan KPK, Polri dan Kejaksaan Agung membidik APBD...
Kabareskrim Titip Pesan Ahok Jangan Kaget
Tuesday, 05 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Polisi Budi Waseso bertemu Gubernur DKI...
Banyak Anggota Dewan Diperiksa, Ketua DPRD: Saya Belum Tahu Siapa Saja
Tuesday, 05 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri memastikan akan ada anggota DPRD DKI Jakarta lain yang...
DPRD: Banyak Pejabat DKI Terlibat Korupsi UPS
Tuesday, 05 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tersangka korupsi pengadaan uninterraptible power supply (UPS), Alex Usman,...
Ahok: Keterangan Jokowi Diperlukan Mengungkap Korupsi UPS
Tuesday, 05 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuturkan korupsi pengadaan UPS...

Konflik Prajurit TNI-Polri Fenomena Gunung Es

Jakarta, GATRAnews - Komisi I DPR RI menegaskan bahwa kasus penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), yang diduga dilakukan sekitar 90 oknum anggota TNI, tak boleh dianggap sepele. Pasalnya, ini merupakan fenomena gunung es, dan bisa menjadi bom waktu jika tak selesaikan secara tuntas.

"Bentrokan antara TNI dengan Polri di OKU jangan dianggap sepele, kasus ini merupakan puncak dari fenomena gunung es," nilai Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, di Jakarta, Jumat (8/3).

Menurutnya, karena ini merupakan fenomena gunung es, maka yang terlihat dan mencuat ke permukaan, hanyalah manifestasi dari persoalan yang lebih besar yang selama ini senantiasa disangkal, solah-olah hanya kenakalan prajurit di lapangan atau kenakalan anak-anak muda semata.

Ini bukan sekedar persoalan psiko-politik antara "kakak tua dan adik bungsu“, di mana dipersepsikan sebagai adik bungsu yang setelah era reformasi petentang pertenteng sok jagoan.

"Hampir semua kasus bentrokan antara TNI versus Polri berawal dari persoalan lalu lintas, timbul ketegangan dan kemudian Polri membuka tembakan. Tapi lebih dari itu, konflik ini juga punya akar struktural terkait akses sumber daya," nilainya.

Menurutnya, ada kesenjangan sosial yang dalam antara sesama aparat yang dapat meledak sewaktu-waktu. Pencetusnya bisa bermacam-macam, seperti yang terjadi di OKU tersebut, yakni TNI disweeping di jalan, kemudian marah, dan dengan entengnya oknum Polri menembak mati prajurit Yon Armed 15.

Kalau sekedar masalah lalu lintas, sebenarnya dapat diambil solusi sederhana oleh para pimpinan masing-masing dengan mengesampingkan ego. Tapi, jika masalah struktural, maka harus ada penataan ulang peran masing-masing.

"Kalau masalah ini tak diselesaikan secara serius, maka kasus-kasus yang lebih seram bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Tinggal menunggu waktu saja," pungkasnya. (IS)



Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?