GATRANEWS

Kapolda Metro Jaya Janjikan Bentuk Unit Perlindungan Buruh
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menjanjikan unit khusus...
TB Hasanuddin: Bentrok TNI-Polri Sudah Menjurus pada Demoralisasi
Tuesday, 01 September 2015

Jakarta, GATRAnews- Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengecam bentrokan antara anggota TNI...
MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar Secara Masif
Monday, 31 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah terjadinya perubahan Undang-Undang Dasar Tahun 1945, terjadi perubahan...
Anggota MPR Paparkan Sejarah Konstitusi RI dari Masa ke Masa
Saturday, 29 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota MPR RI dari Fraksi PPP Drs. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M. Si. memaparkan...
Kapolri: Kelompok Radikal Jadi Ancaman Pancasila
Thursday, 27 August 2015

Bandung, GATRAnews - Kelompok radikal menurut Kapolri, Jenderal Polisi Badrodin Haiti sebagai...
Panglima TNI Gatot Nurmantyo: TNI Siap Latih Brimob
Wednesday, 26 August 2015

Jakarta, GATRAnews- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI siap melakukan gelar...
AM FATWA: ANTARA PENGGUSURAN DAN MEMANUSIAKAN WARGA
Sunday, 23 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Dalam pelaksanaan kebijakan relokasi warga yang tinggal di suatu tempat...
Taufik: Ahok Tebar Ancaman Lewat Media Massa
Saturday, 22 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik mengatakan, Gubernur DKI Basuki Tjahaja...
Mabes Polri Kirim 3 Dokter Spesialis di Lokasi Jatuhnya Trigana Air
Tuesday, 18 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Mabes Polri mengaku sudah mengirimkan tiga dokter spesialis ke lokasi jatuhnya...
Dugaan Mafia Impor Sapi, Polri dan KPK Harus Bertindak
Wednesday, 12 August 2015

Jakarta,GATRAnews-Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bertindak terkait dugaan...
Dugaan Mafia Impor Sapi, Polri dan KPK Harus Bertindak
Wednesday, 12 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bertindak terkait dugaan...
Kapolri Pastikan Bom di Makasar Tidak Mengganggu Muktamar Muhammadiyah
Tuesday, 04 August 2015

Jakarta,GATRAnews - Kapolri Jendral Badhrodin Haiti memastikan meledaknya bom di Makasar, Sulawesi...
Pimpinan DPRD Terpecah Menyikapi Manuver Haji Lulung
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta terpecah menyikapi rencana pemanggilan Gubernur Basuki...
Lulung Panggil Ahok, Ketua DPRD: No Comment
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menolak berkomentar atas manuver...
Ahok: Oknum DPRD Itu Gobloknya Minta Ampun
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta berencana memanggil Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait...
Lulung Panggil Ahok Minta Penjelasan Korupsi UPS
Friday, 31 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana berencana memanggil...
Jokowi Minta TNI-Polri Dekatkan Diri dengan Rakyat
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para calon perwira TNI dan Polri yang...
Ahok Bantah Uang Saku TNI-Polri Tanpa Persetujuan DPRD
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama membantah kebijakan pemberian uang saku bagi...
Usai Diperiksa Bareskrim, Ahok Diserbu Warga di Balai Kota
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Usai Bareskrim Polri memeriksa kurang lebih enam jam, Basuki Tjahaja Purnama...
Uang Saku TNI dan Polri Hanya Bagi Anggota yang Diperbantukan
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menuturkan pemberian uang...

Konflik Prajurit TNI-Polri Fenomena Gunung Es

Jakarta, GATRAnews - Komisi I DPR RI menegaskan bahwa kasus penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), yang diduga dilakukan sekitar 90 oknum anggota TNI, tak boleh dianggap sepele. Pasalnya, ini merupakan fenomena gunung es, dan bisa menjadi bom waktu jika tak selesaikan secara tuntas.

"Bentrokan antara TNI dengan Polri di OKU jangan dianggap sepele, kasus ini merupakan puncak dari fenomena gunung es," nilai Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin, di Jakarta, Jumat (8/3).

Menurutnya, karena ini merupakan fenomena gunung es, maka yang terlihat dan mencuat ke permukaan, hanyalah manifestasi dari persoalan yang lebih besar yang selama ini senantiasa disangkal, solah-olah hanya kenakalan prajurit di lapangan atau kenakalan anak-anak muda semata.

Ini bukan sekedar persoalan psiko-politik antara "kakak tua dan adik bungsu“, di mana dipersepsikan sebagai adik bungsu yang setelah era reformasi petentang pertenteng sok jagoan.

"Hampir semua kasus bentrokan antara TNI versus Polri berawal dari persoalan lalu lintas, timbul ketegangan dan kemudian Polri membuka tembakan. Tapi lebih dari itu, konflik ini juga punya akar struktural terkait akses sumber daya," nilainya.

Menurutnya, ada kesenjangan sosial yang dalam antara sesama aparat yang dapat meledak sewaktu-waktu. Pencetusnya bisa bermacam-macam, seperti yang terjadi di OKU tersebut, yakni TNI disweeping di jalan, kemudian marah, dan dengan entengnya oknum Polri menembak mati prajurit Yon Armed 15.

Kalau sekedar masalah lalu lintas, sebenarnya dapat diambil solusi sederhana oleh para pimpinan masing-masing dengan mengesampingkan ego. Tapi, jika masalah struktural, maka harus ada penataan ulang peran masing-masing.

"Kalau masalah ini tak diselesaikan secara serius, maka kasus-kasus yang lebih seram bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Tinggal menunggu waktu saja," pungkasnya. (IS)



Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?