GATRANEWS

Fahira Idris: Otak Insiden Tolikara Harus Ditangkap
Tuesday, 21 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Insiden penyerangan terhadap umat Muslim Tolikara saat melakukan shalat Idul...
GMKI Nilai BIN Gagal Deteksi Aksi Intoleransi Tolikara
Sunday, 19 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menilai, aksi intoleransi di...
PKS: Umat Islam Agar Tenang, Percayakan pada Penegak Hukum
Saturday, 18 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengimbau...
Tokoh Agama Papua: Tangkap Pelaku Pembakaran & Penyerangan Umat Muslim di Tolikara
Saturday, 18 July 2015

Jayapura, GATRAnews - Para pimpinan dan tokoh agama di Papua menyampaikan permohonan maaf atas...
Ada Oknum PKL Lenggang Jakarta Bermain Dua Kaki
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyerangan yang dilakukan ratusan pedagang kaki lima (PKL) Monas pada Sabtu...
Ahok: Kapolda Top Bisa Tangkap Teroris, Masa PKL Tidak Bisa
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap Kapolda Irjen Tito...
PKL Penyebab Jumlah Kunjungan ke Monas Turun Drastis
Sunday, 21 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak akan memberi ampun kepada pedagang...
Ahok Siagakan Mobil Damkar dan Air Comberan untuk PKL Monas
Sunday, 21 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) makin geram pedagang kaki...
Ahok Laporkan PKL Monas ke Kepolisian
Friday, 19 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama meminta Satpol PP DKI melaporkan penyerangan oleh...
Hidayat Nur Wahid: Ini Bukan Wayangan Biasa
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pagelaran wayang kulit dengan lakon Wiratha Parwa berlangsung di lapangan...
Ketua MPR Janji Desak Pemerintah Tuntaskan Kasus Tragedi Trisakti
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan hari ini menerima audiensi dari keluarga korban...
Menteri Marwan Duga Praktik Mafia Jerat Petani‏
Thursday, 12 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar...
TNI Pantau Pemindahan Terpidana Mati Australia via Radar
Wednesday, 04 March 2015

Jakarta, GATRAnews- TNI ikut terlibat dalam pengamanan pemindahan dua terpidana mati kasus narkoba...
7 Napi Kabur dari Lapas, Nashir Djamil: Pengamanan Harus Dievaluasi
Saturday, 14 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Anggota komisi III DPR, Nasir Djamil melakukan kunjungan ke Lapas Klas II A...
AMJPP: Selidiki Rekam Jejak Calon Dirjen Pajak
Saturday, 17 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Aliansi Masyarakat Jogja Peduli Pajak (AMJPP) meminta Presiden Joko Widodo...
Indonesia Kutuk Insiden Penyerangan "Charlie Hebdo"
Thursday, 08 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementrian Republik Indonesia, atas nama Pemerintah RI, menyatakan kecamannya...
Kemenkumham: Lapas Bakal Dijaga Personel TNI
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menerima audiensi Dirjen Pemasyarakatan...
Menpora Akan Urai Persoalan Olahraga Indonesia
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Menpora Imam Nahrawi akan mengurai persoalan-persoalan yang akan terjadi...
Festival Olahraga Sembada
Tuesday, 28 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Hari Minggu (26/10) pagi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Faisal...
Kamerad Desak Stop Penjualan Gas Murah ke Cina
Tuesday, 18 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) menilai,...

Politisi PDIP: Serangan ke Lapas Sleman, Biadab

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Honing Sanny, menilai, penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Kopassus, merupakan perbuatan biadab.

"Secara pribadi dan atas nama masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), saya berduka atas meninggalnya empat orang adik-adik dan saudara saya di Lapas Sleman, Yogyakarta, atas tindakan biadab yang dilakukan oleh anggota Koppasus sebagai bentuk balas dendam," kecam Honing, di Jakarta, Sabtu (23/3).

Atas insiden tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI ini menilai, tidakan oknum aparat sudah di luar batas wajar. Pasalnya, sebagai aparat hukum, tidak pantas melakukan tindakan tersebut karena penegak hukum dibayar untuk memberikan rasa aman bagi rakyat.

"Sebagai abdi negara dan hidup dari uang rakyat, tindakan itu sudah mengoyak rasa aman sebagai warga negara," kecam Honing.

Namun demikian, Honing juga menyayangkan tindakan brutal yang dilakukan keempat sodaranya asal NTT itu, yang telah melakukan aksi pengeroyokan hingga menewaskan seorang anggota Koppasus.

"Saya juga menyesalkan tindakan brutal yang dilakukan oleh saudara saya terhadap tewasnya satu anggota Koppasus," sesalnya.

Dengan terulangnya kekerasan yang diduga dilakukan oknum tentara pasca-penyerangan dan pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Honing menghimbau agar apar bisa menahan diri tidak bertindak brutal. "Mari kita bangun solidaritas untuk aman di republik ini," imbaunya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?