Pesawat Aviastar Ditemukan Hancur di Pegunungan Latimojong

Kondisi puing yang diduga berasal dari pesawat Aviastar yang jatuh (GATRAnews/Twitter)

Makassar, GATRAnews - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar memastikan, puing pesawat Twin Otter Aviastar sudah ditemukan di Pegunungan Latimojong, tepatnya Bukit Pajaja, Desa Ulusalu, Kabupaten Luwu.

"Saya dapat informasi dari Kapolres Luwu bahwa pesawatnya sudah ditemukan dan saya sudah laporkan ke Kabasarnas," kata Pudji Hartanto kepada Antara, melalui sambungan telepon, di Makassar, Senin (5/10).

Irjen Pudji mengatakan, pesawat Aviastar yang ditemukan oleh Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan bersama warga dan tim SAR gabungan itu sudah dalam kondisi hancur.

Dia mengatakan, malam ini dirinya akan berangkat ke lokasi penemuan pesawat Aviastar itu untuk melihat secara langsung.

"Saya sekarang lagi menuju ke lokasi yang dimaksud. Saya sudah laporkan ke Basarnas dan info selanjutnya langsung ke Kabasarnas," katanya.

Pesawat jenis twin otter DHC6/PK-BRM dengan nomor penerbangan MV 7503 ditemukan oleh regu yang dipimpin Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan.

AKBP Adex Yudiswan mengatakan, tujuh penumpang dan tiga kru pesawat itu dipastikan meninggal dunia.

Pesawat Aviastar 7503 hilang kontak sekitar pukul 14.36 WITA dalam perjalanan menuju Makassar, 11 menit setelah lepas landas dari Bandara Andi Jemma, Masamba, Jumat (2/10/15).

Waktu tempuh penerbangan normal dari Bandara A Jemma Masamba ke Makassar selama 70 menit (1 jam 10 menit). Semestinya tiba di Makassar pada pukul 15.39 WITA.

Pesawat jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 dinakhodai Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi Sukris.

Pesawat tersebut seharusnya mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 15.39 WITA, dari bandara Andi Jemma Masamba, Sulbar, dengan lama penerbangan 70 menit. Ketujuh penumpang pesawat tersebut terdiri atas empat dewasa, satu anak, dan dua bayi.

Ketujuh penumpang tersebut masing-masing Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun).


Editor: Tian Arief

Share this article