Akibat Saingan Saat Pilkada Wakatobi, Penumpang Kapal  Ditelantarkan

Sejumah penumpang yang disebutkan terlantar oleh Forkom Anti Intimidasi (GATRAnews/dok)

Jakarta, GATRAnews - Dampak persaingan pemilihan kepala daerah ternyata tidak berdampak luas tidak hanya pada ranah politik. Hal ini terjadi pada Pilkada Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang terdapat dua calon kepala daerah mengajukan diri pada 9 Desember lalu.

 

Berdasarkan siaran pers yang diterima GATRAnews, pasangan nomor urut 2 Arhawi dan Ilmiyati Daud dinilai telah menelantarkan para penumpang kapal yang merupakan pendukung dari pasangan nomor urut 1 Haliana-Syahwal.

 

"Saya sudah beli tiket tiba-tiba ABK kapal datang suruh saya turun beserta jualan saya katanya perintah bos, karena saya tidak memilih H Arhawi," kata Wa Mariam warga Kelurahan Mandati Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Selasa (29/12).

 

Kelompok masyarakat yang mengatas namakan Forum Komunikasi Anti Intimidasi dan Diskriminasi hingga kini setidaknya telah mengidentifikasi lebih dari 600 orang yang  telah melaporkan diskriminasi ini.  

 

Kelompok masyarakat ini meminta Kementerian Perhubungan untuk membekukan izin operasional perusahaan pelayaran tersebut. Mereka juga meminta pembentukan tim investigasi untuk mengusut tuntas persoalan ini sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

 

Pilkada Wakatobi sendiri dimenangkan pasangan nomor urut 2 dengan meraih 777 suara mengungguli 0,7% pasangan urut 1. Keputusan ini digugat pasangan nomor urut 1 di Mahkamah Konstitusi. Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pasangan nomor urut 1 Haliana-Syahwal.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Share this article