Kapal Perintis Belum Operasi, Warga Miangas Terancam Bencana Kelaparan!

Suasana sebuah desa di Kec Miangas, Kepulauan Talaud, Sulut  (GATRAnews/dok)

Manado, GATRAnews - Ancaman kelaparan melanda masyarakat Kecamatan Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi itu akibat pulau terluar di wilayah Indonesia Timur tersebut hingga kini belum dilayari armada perintis sejak Desember 2015. Ketersediaan bahan makanan pun kian menipis.

“Diperkirakan stok bahan makanan warga tinggal untuk 2 minggu saja,” terang Camat Miangas, Steven Edwin Maarisit, dihubungi Selasa (19/1) siang. Miangas termasuk salah satu pulau terpencil di Sulut. Dibanding daerah induknya Talaud, jarak pulau ini lebih dekat dengan Filipina —hanya sekitar 4 jam menggunakan speedboat.

Sementara ke Melonguane ibukota Kabupaten Talaud membutuhkan waktu 6 jam perjalanan laut. Daerah itu dihuni 255 Kepala Keluarga atau 764 jiwa. Terakhir menurut Steven, hanya KN Sabuk Nusantara yang buang sauh di dermaga Miangas pada 26 Desember 2015 lalu. Setelah itu tidak ada lagi pelayaran armada perintis masuk ke sana.

Miangas terisolir akibat kondisi itu, mengakibatkan ketiadaan suplai bahan makanan. Warga bertahan dengan hasil bumi dan sisa-sisa bahan yang sudah ada sebelumnya, namun semakin menipis. “Pernah ditawarkan pihak terkait Miangas dilayari kapal feri, tapi saya tolak soalnya kondisinya tidak cocok, ombak di sini tinggi jadi sulit kapal feri masuk,” sebut Steven.

Kepala Dinas Perhubungan Sulut, Joy Oroh, beralasan situasi itu terjadi karena ada pengalihan operasi kapal-kapal perintis PT Pelni. “Jadi menunggu Perpres yang baru keluar, diharapkan minggu ini 4 kapal sudah beroperasi,” kata Joy.


Reporter: LFP

Editor: Nur Hidayat


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Share this article