Umat Tri Dharma Manado Gelar Ritual Asah Pedang

Manado, GATRAnews — Umat Tri Dharma di Kota Manado Sulawesi Utara telah memulai alur perayaan Cap Go Meh dengan prosesi mengasah pedang dan tombak. Upacara itu dilakukan pada beberapa Kelenteng Kamis (9/2). Perayaan Cap Go Meh sendiri akan bergulir Sabtu 11 Februari akhir pekan ini.

Prosesi mengasah pedang dan dan tombak terpantau dilakukan umat Tri Dharma di Kelenteng Kwan Kong, kawasan Kampung Cina Kecamatan Wenang Manado. Beberapa lelaki berpakaian putih nampak serius mengasah pedang dan tombak yang nantinya akan digunakan pada upacara puncak Cap Go Meh oleh Tang Shin. Yang disebut terakhir ini adalah badan kasar yang menjadi wadah kehadiran Roh Suci.

“Jadi ritual ini untuk membersihkan peralatan yang digunakan saat Cap Go Meh, pedang dan tombak sebanyak 1 set berukuran besar dan kecil dibersihkan dan diasah agar nantinya bisa digunakan,” sebut Wakil Ketua Bidang Rohaniawan Kelenteng Kwan Kong, Johan Rawung.

Usai pedang dan tombak diasah dan dibersihkan dengan air, peralatan itu didoakan di depan altar Dewa Kwan Kong. Pendoa kemudian akan bertanya kepada Roh Suci apakah benda-benda itu sudah bisa dipakai lewat sepasang batu bernama popoe. Batu berwana coklat itu dilempar ke tanah untuk mengetahui jawaban Sang Roh Suci. “Jawabannya cuma ya dan tidak. Kalau kedua batu posisinya terbuka berarti tidak dan peralatan harus diasah lagi, kalau batu yang satu terbuka dan satunya lagi tertelungkup berarti peralatan sudah siap, bisa digunakan,” terang Johan.

Ritual mengasah pedang menurut dia dilaksanakan berdasar prosesi khas Taoisme. Hal itu dilaksanakan pada tanggal 13 bulan pertama atau 2 hari menjelang Cap Go Meh. Setelah diasah dan dibersihkan serta disetujui Roh Suci, peralatan disimpan kembalis.

Sementara Cap Go Meh di Manado nantinya dipastikan akan berlangsung meriah, sebagaimana kondisi tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah bahkan getol mempromosikan agenda ini agar ribuan wisatawan asing hadir dan menyaksikan langsung perayaan tersebut.




Reporter: Ady Putong
Editor: Rosyid

Share this article