NU dan GMIM Sebut Agama adalah Kekayaan Negara

Manado, GATRAnews — Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Utara dan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) sepakat bahwa agama perlu dilihat sebagai kekayaan negara bernilai luhur yang telah berbaur dengan konteks keragaman lokal.

Wakil Sekjen NU KH Drs Masduki Baedowi dipertemukan dengan Ketua Badan Pekerja Sinode GMIM Pdt Dr Henny William Both Sumakul MTh, sebagai narasumber dialog kebangsaan bertajuk “Posisi Agama Dalam Pembangunan Manusia dan Kebudayaan” di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado Minggu (12/2) sore.  “Adagium kami adalah saya orang Indonesia yang beragama Islam, artinya NU itu ramah, akrab dengan seluruh aliran agama lain dan ada keterkaitan dengan budaya lokal,” sebut Masduki dalam kegiatan yang masih terkait dengan hari lahir NU 31 Januari baru-baru.

NU menurut Masduki ikut menyerap kearifan lokal dalam tata-cara keagamaan. Tradisi tahlil misalnya merupakan bagian dari budaya umat Hindu yang diadopsi oleh Wali Songo menjadi bagian dalam beribadah. “Apa saja local wisdom selama masih sesuai dengan ajaran agama maka akan membaur dan kami serap,” katanya.

Dengan akidah begitu, NU telah merayakan proses berkebangsaan dalam koridor yang jelas. “Lewat keramahan maka agama dan proses berbangsa tidak saling tolak karena telah mengadopsi kearifan lokal,” terang Masduki.

Sumakul dalam bagiannya menyebut, sebagai bagian kekayaan negara agama mengajarkan umat Kristiani untuk mau berbagi berkat dengan sesama. Sementara nilai-nilai luhur dalam ajaran agama hendaknya bisa terpelihara. “Sebab fanatisme sempit dalam beragama telah membuat paham kebangsaan kita terabaikan,” sebut dia.

Agama juga perlu menjadi yang terdepan untuk mengalirkan solusi pada masalah-masalah sosial yang dialami rakyat Indonesia. Penyakit, kerusakan lingkungan bukan masalah yang hanya dihadapi satu agama saja. “Ini konteksnya global, mari kita hadapi dalam tanggung jawab bersama,” ujar Sumakul.

Dialog yang dimoderatori Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Sulut Drs Ulyas Taha MPd itu dihadiri ratusan kaum Nahdliyin serta pengurus Gereja. Kegiatannya dibuka Menteri Koordintor Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Sedangkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang menjadi tuan rumah, disebut-sebut merupakan tokoh kunci suksesnya dialog tersebut.




Reporter: Ady Putong
Editor: Rosyid

Share this article