GATRANEWS

BI Prediksi Neraca Perdagangan Surplus Lebih US$ 100 Juta
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) memperkirakan neraca perdagangan ekspor-impor Indonesia...
BNI Raup Untung Rp 10,8 Triliun Sepanjang 2014‏
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba Rp 10,8 triliun pada...
PKL di Jakarta Mulai Gunakan Autodebet
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎Tahun 2015, pedagang kaki lima (PKL) di lima wilayah di Jakarta ditargetkan...
Pelemahan Asumsi Rupiah dalam APBN Perubahan 2015 Dinilai Wajar
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) menyatakan perubahan asumsi kurs rupiah yang menjadi lebih...
Kini, Bayar Parkir pun Bisa Pakai Uang Elektronik
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Mandiri dan Secure Parking Indonesia bekerjasama dalam...
Dolar AS Terus Menguat, BI Optimis Ekonomi Indonesia Masih Stabil
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjio mengatakan penguatan mata uang...
Penarikan Tunai di Jakarta Maksimal 25 Juta
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Penarikan uang tunai (cash) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta...
Ahok Tolak Permintaan PKS Perketat Penjualan Miras
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah telah membiarkan...
Organda Usulkan Tarif Angutan Umum Turun 500 Rupiah
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta merekomendasikan tarif...
Ahok Cari Dirut BUMD Tidak Gila Duit
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali akan merombak jajaran...
DPRD Kompak Bantah Ocehan Ahok
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota DPRD DKI Jakarta satu suara terkait ocehan Gubernur DKI Jakarta Basuki...
BI Pertahankan Suku Bunga 7,75%
Thursday, 15 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan untuk...
SMPTN 2015, Menristek Dikti Janji Evaluasi Setiap Tahun
Thursday, 15 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) resmi...
Gandeng Kejagung, Ahok: Monorel Talak 13
Thursday, 15 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menggandeng Kejaksaan Agung melawan PT...
Ekonomi Jakarta Tidak Bisa Dikelola Omong Besar Ahok
Wednesday, 14 January 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta mengritik proyeksi ekonomi...
DKI Tidak Selektif Berikan Modal untuk BUMD
Wednesday, 14 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PDI Perjuangan mengritik langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tidak...
Gerindra Dukung Ahok Tamatkan Riwayat JM
Wednesday, 14 January 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta mendukung Pemerintah Provinsi DKI mencabut hak monopoli...
Jamkrindo dan Pegadaian Kerjasama Penjaminan Kredit Pegadaian Kreasi
Tuesday, 13 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Perum Jamkrindo dan PT Pegadaian melakukan kerja sama penjaminan kredit...
APBD 73 Trilyun Disahkan Bulan Depan
Monday, 12 January 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta menargetkan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja...
Terminal Pulogebang Seadanya, Djarot Ultimatum Kerja Dishub
Tuesday, 06 January 2015

‎Jakarta, GATRAnews - Pengelolaan Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, yang seadanya membuat Wakil...

Aksi MKRI di Universitas Haluoleo Rusuh

Kendari, GATRAnews - Kerusuhan pecah antara mahasiswa Universitas Haluoloe (Unhalu) dengan pihak rektorat karena rektor dibantu petugas keamanan kampus melakukan sweeping terhadap mahasiswa teknik yang tengah menggelar aksi Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI). "Kerusuhan terjadi di dalam kampus Unhalu pada saat Keluaraga Besar Mahasiswa Teknik melakukan aksi di Gedung Rektorat Unhalu. Saling pukul antara security dibantu  preman rektorat melawan mahasiswa Teknik tidak dapat terhindarkan. Pengrusakan gedung rektoratpun terus terjadi," kata Humas Aksi MKRI Unhalu, Ansar melalui surat elektroniknya kepada GATRAnews, Senin, (25/3).

 

Menurutnya, insiden tersebut merupakan imbas dari kesewenang-wenangan Birokrasi Universitas Haluoleo. Sidak yang dilakukan rektor beserta jajaranya pada Jumat malam lalu, (22/3), menimbulkan kemarahan bagi mahasiswa Teknik Unhalu. "Bagaimana tidak, bahwa pada saat mahasiswa sedang mengadakan rapat persiapan menuju aksi MKRI, 25 Maret 2013, rektor secara sewenang-wenang melakukan pengusiran walaupun mahasiswa sudah membuat alasan lain, yaitu sedang mengerjakan persiapan Dekan Cup dengan berharap bahwa dengan alasan tersebut rektor dapat memberikan kebijaksanaan, sehingga mahasiswa dapat melanjutkan rapat aksi. Tapi sayangnya, harapan itu sia-sia belaka," kata Ansar.

 

Bukan Kebijaksanaan yang didapatkan, lanjut Ansar, malah rektor melakukan pengusiran paksa. Dalam proses pengusiran tersebut terjadi insiden pemukulan terhadap mahasiswa yang kebetulan adalah Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Teknik. Dari informasi yang ada, lanjut Ansar, bukan satpam atau jajaran birokrasi yang melakukan pemukulan, tetapi 1 dari 4 orang preman yang dibawa oleh rektor yang menurut banyak saksi membawa senjata tajam berupa badik.

 

"Iniden ini jelas memberikan kekecawaan dan kemarahan yang begitu besar bagi mahasiswa teknik, karena Rektor Universitas Haluoleo yang selama ini membuat Slogan "No Premanisme" di kampus Unhalu, ternyata malah memelihara dan menggunakan preman untuk mengintervensi mahasiswa," tutur Ansar lagi. Atas insiden tersebut, kata Ansar, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Teknik mengatakan, aksi ini merupakan wujud perlawanan mahasiswa terhadap Birorasi Kampus yang ingin mematikan karakter serta gerakan mahasiswa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Rektoriat Unhalu atas insiden ini. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?