Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah antisipatif berkaitan meningkatnya aktivitas Gunung Lokon di Sulawesi Utara.
"BNPB telah melakukan lima langkah koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara," katanya kepada Gatranews lewat telepon, Kamis (9/2).
Menurutnya, langkah tersebut, yakni pertama, BPBD Provinsi Sulawesi Utara telah melapor ke gubernur dan instansi terkait dan tetap melakukan pemantauan atau pengecekan di lokasi dengan menurunkan petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.
"Kedua, berkoordinasi dengan BPBD Kota Tomohon dan instansi terkait, guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi," jelasnya. Kemudian, ketiga, merekomendasikan tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 2.5 km dari Kawah Tompaluan.
"Menghimbau masyarakat untuk terus waspada dan mempersiapkan segala hal jika ada peningkatan aktivitas gunung Lokon," ungkapnya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) intensif melakukan pengamatan aktivitas gunung Lokon.
Menurutnya, langkah itu diambil berdasarkan informasi PVMBG Badan Geologi kepada BNPB dan BPBD Sulawesi Utara, yang melaporkan, 9 Februari 2012 telah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan sejak pukul 14.00 WITA.
"Jika peningkatan kegempaan terus berlangsung, berpotensi diikuti letusan, seperti kejadian 27 Desember 2011 dan 6 Januari 2012," tambahnya. [IS]