Konflik PSSI Jangan Merambat ke KONI

Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta agar konflik di tubuh Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) jangan sampai merambat ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim).

"Konflik PSSI Pusat maupun Jatim tidak boleh ke KONI. Jangan sampai hanya gara-gara ini merugikan semua atlet Jatim," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Jum`at (10/2).

Terlebih, lanjutnya, usulan salah satu pihak yang meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur menahan atau tidak mencairkan dana APBD 2012 yang dikhususkan bagi KONI. "Tidak boleh sampai menahan APBD ke KONI, apalagi saya yakin konflik di PSSI Jatim akan segera berakhir. Semoga ada kesadaran dari semua pihak bahwa konflik tidak semakin membawa kebaikan," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Konflik di tubuh PSSI Pusat memang mengalir ke Jatim. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin telah membekukan La Nyalla Matalitti sebagai anggota komite eksekutif PSSI Pusat serta Ketua Pengprov PSSI Jatim. Selanjutnya, ditunjuk Ketua Pengcab PSSI yang juga Wali kota Malang Peni Suparto sebagai pelaksana tugas (Plt).

Tidak hanya itu saja, Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror Djuraid terpilih dan terang-terangan masuk ke Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) yang dianggap ilegal oleh PSSI.

Deputi Sekretaris Jenderal Bidang Kompetisi PSSI Saleh Ismail Mukadar bereaksi keras dan meminta Pemerintah Provinsi Jatim tidak mengucurkan APBD untuk KONI sebelum Dhimam Abror keluar dari KPSI dan berkonsentrasi ke KONI Jatim.

Menurut Gus Ipul, dalam hal ini KONI tidak boleh masuk dan terjebak dalam konflik. Apalagi 2012 atlet-atlet Jatim akan berjuang mempertahankan juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau. "Ini tidak boleh terjadi dan harus diantisipasi dari sekarang. Saya siap mempertemukan dan memfasilitasi La Nyalla, Saleh Mukadar, Dhimam Abror dan Peni Suparto. Mereka semua teman kok, tidak ada saling bermusuhan," papar Gus Ipul yang juga Ketua non-aktif KONI Jatim tersebut.

Pihaknya berharap agar semua pihak memiliki kesadaran dan memahami demi kemajuan atlet serta meningkatkan persepakbolaan Jatim dengan menghidupi satu PSSI, bukan dua pihak yang saling mengklaim seperti saat ini. [EL, Ant]


Twitter Facebook

Komentar  

 
-1 #3 2012-02-10 20:15
anggota DPRD DIALRANG menjadi pengurus pssi.sudah jelas dalam undang-undang, bodohnya mukadar..... als muka dal.
Quote
 
 
-2 #2 2012-02-10 16:27
@Andri....kalau liganya gak diakui FIFA dan AFC...jangan stress mas...
Quote
 
 
+3 #1 2012-02-10 16:12
dah lah......pengurus PSSI pusat kan dah ketahuan biang kerok nnya........pemecah belah bangsa......johar arifin & arifin pranogoro itu pejajah modern......namanya aja dah sama....otak nya ya sama......kerdil semua.......
Quote
 

Tambah Komentar


Kode Keamanan
Perbaharui

Berita Terkini 

VMware View 5.1 "Kawinkan" Apple dan Android
Jakarta - Solusi virtualisasi dan infrastruktur Cloud VMware,Inc. memperkenalkan VMware View 5.1 yang menghubungkan berbagai perangkat seperti PC, komputer tablet dan ponsel pintar, baik berbasis...