GATRANEWS

Switch to desktop

BAWASLU: KPU Telah Melanggar Kode Etik!

Jakarta, GATRAnews - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melaporkan dugaan pelanggaran kode etik Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Laporan tersebut langsung diserahkan Ketua Bawaslu, Muhammad dan diterima langsung Sekertaris DKPP, Nur Hidayat Sardini, Selasa (19/3/2013) sore, di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat.

 

Pelaporan ini sebagai respon dari lolosnya Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai peserta pemilu nomor urut 14, berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebelumnya. Sementara itu, keputusan Bawaslu yang melolosakan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) sebagai peserta pemilu tidak ditanggapi oleh KPU. 

 

KPU dituding mengabaikan keputusan Bawaslu terkait PKPI dengan memberikan tanggapan melebihi batas waktu lebih dari tiga hari, sesuai undang-undang. KPU memberikan dengan rentan sangat jauh, enam hari putusan Bawaslu dibacakan. 

 

"Setelah batas waktu tiga hari, ternyata tidak ada gugatan ke PTUN dari KPU kepada Bawaslu terkait keikusertaan PKPI di 2014. Dengan demikian keputusan bawaslu tersebut dianggap berkekuatan hukum tetap, harus dijalankan olej KPU," terang Ketua Bawaslu, Muhammad kepada awak media.

 

Dengan pengabaian tersebut, Bawaslu berpendapat komisioner jelas melanggar kode etik sebagai penyelenggara pemilu. Banyak pasal yang telah dilanggar termasuk peraturan bersama antara KPU, Bawaslu dan DKPP dalam pelaksanaan tugas dengan tidak berpedoman pada asas kepastian hukum."Kita meminta kepada DKPP agar memeriksa digaan pelanggaran kode etik yang dilakukan komisoner KPU, serta menjatuhkan sanski sesuai dengan perundang-undangan," pungkasnya. (*/Zak)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version